Negosiasi alot markotot biasa menjadi sebab. Satu pihak bertahan dgn argumen kontrak harus dipatuhi (setup harga di awal tidak memprediksi adanya price-up, siapapun juga tidak ada yang bisa), dilain pihak ditekan oleh request stakeholders untuk mengambil opportunity gain more profit.
Ketika deadlock, ancaman berhenti supply biasa digunakan (win-lose solution). Ketika pihak yang merasa dirugikan (lose side) tidak bisa mencari jalan keluar (dimungkinkan karena panjangnya jalur birokrasi dan tercampur dgn unsur politis) maka statement "gw ga takut" akan keluar, akhirnya lost-lost solution terjadi. Di otomotif, hal ini biasa terjadi. Tapi hukum supply dan demand berlaku dgn fair. Masing-masing pihak, menjaga bagaimana caranya bisnis berlangsung long-term. Karena itu, perlu namanya teman baik, saudara tua, dll. Saling support, ketika satu pihak terbebani, pihak lain akan membantu memikulnya, karena bisnis tidak bisa berjalan sendirian. Sekarang, apakah skema ini akan terus terjadi ? Pemerintah harus bisa meminimasi lost yang terjadi. Skema pembatasan ekspor bisa jadi wacana. Pemerintah bisa menerapkan obligasi subsidi terbatas pada komoditas batubara. Produsen batubara harus membagi guna kepentingan ketahanan energi nasional. Pertanyaan selanjutnya, apa pemerintah bisa (dan punya power bargaining) untuk melaksanakannya? Mari kita berhitung. -CK- _____ From: [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of herman rachman Sent: 24 Juni 2008 20:36 To: [email protected] Subject: [indonesia] Re: PLTU Cilacap Stop Produksi Listrik Yah, itu hasil karya alumni ITB juga. Kalau mau serius,pasokan batubara cukup.Yang diperdagangkan dipasar bebas utk pasokan industri di Jawa ,jumlahnya cukup banyak. Coba kita cari akar penyebabnya (bukan kambing hitam) Selamat berkarya ----- Original Message ---- From: Tri Basoeki Soelisvichyanto <[EMAIL PROTECTED]> To: [email protected] Sent: Tuesday, 24 June, 2008 8:18:27 PM Subject: [indonesia] Re: PLTU Cilacap Stop Produksi Listrik kira-kira... rumah para mentri dan istana serta kediaman pejabat negara lainnya ...bakal mati lampu gak yah? 2008/6/24 Widodo <[EMAIL PROTECTED]>:
