Mas HS dan Rekans,

Sebenarnya bukan ribut, tetapi benar benar mencari bahan baku dengan harga yang masuk secara ekonomis memang memerlukan perjuangan untuk meyakinkan semua pihak dan bagaimana bisa menguntungkan semua pihak yang terlibat ?

Sebenarnya salah satu jawaban yang diperlukan adalah berapa Pertamina bisa beli biodiesel per liternya ? begitu juga berapa Pertamina beli ethanol per liternya ? sebagai pengganti bensin/premium ?

Tolong bagi yang tahu diberikan informasi.

Salam,
Zaenal

At 11:21 30/06/2008, [EMAIL PROTECTED] wrote:
Maaf rekan2. Kita ini kok ribut melulu ya. Singkong salah, jarak keliru,
jagung .......

Hemat saya, mari kita kuasai (paling tidak kita mengerti) teknologi-nya
dulu, dari hulu ke hilir (dari cocok-tanam-nya, bikin, sampai distribusi).
Setelah teknologi, kita kuasai aspek dagang-nya.

Kalau sudah menguasai aspek teknologi dan aspek dagang, mari kita bikin.
Jangan kita ribut/berdebat terus, nanti nggak jadi2 BBM alternatif
made-in-Indonesia itu.

Saya salut pendekatan kerja spt yang dilakukan Zainal ttg ROV dan tabung
Elpiji itu lho. Langsung saja .......

Mohon maaf kalau salah kata .......

HS.

> Tentang Biji Jarak saya mendapat informasi dari teman yang terjun ke
> bidang ini:
>
> Pohon Jarak yang didengung2kan dapat tumbuh di lahan kritis, merupakan
> informasi yang sedikit salah. Tanaman Jarak yang mempunyai hasil bagus
> dengan jumlah biji per tandan banyak dan dapat dipetik/matang bersamaan
> itu memerlukan budidaya, pemupukan dan pemeliharaan.... Jadi Tananam jarak
> bila diharapkan untuk BBN akan memerlukan lahan yang bagus, bukan lahan
> kritis... Lha kalo begini akan mempengaruhi dan menggusur lahan tanaman
> pangan.
>
> Tanaman jarak yang hidup dilahan kritis, hasilnya juga "kritis" kalo akan
> diharapkan sebagai industri yang menerus....
>
> Salam,
> Soejanto
>
>
>
> --- On Sun, 6/29/08, Achmad Zaenal Abidin <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> From: Achmad Zaenal Abidin <[EMAIL PROTECTED]>
> Subject: Re: [IndoEnergy] "Minyak Gendruwo" Buatan ITS Lebih Hemat dari
> Minyak Tanah
> To: [EMAIL PROTECTED]
> Cc: [email protected]
> Date: Sunday, June 29, 2008, 10:48 PM
>
>
>
>
>
>
> At 07:10 30/06/2008, Wisnu Martono wrote:
>
>
> Hemat saya, justru kebalik pak. Justru para penikmat rente, yaitu penjual
> bibit jarak ini, yang sejak awal selalu menyebarkan janji-janji manis
> jarak pagar. Yang bisa menggantikan minyak tanahlah, solar lah,
> mengentaskan kemiskinan lah. Tanpa didasari hitungan rasional. Sejak
> sebelum adanya Timnas BBN, ketika orang mulai ribut soal jarak, saya sudah
> bilang, ini program sim salabim. Dan gak akan jalan. Banyak yang mengira
> saya sok tahu.
>
> Padahal, dari awal saya sudah membuat hitungan keekonomian, dan memang
> tidak masuk. Kecuali mau dibeli dengan harga di atas Rp2000/kg.
> Mas Wisnu menentukan harga Rp. 2000,-/kg itu dengan hitungan bagaimana ?
> apakah harga Rp. 1.500,-/kg masih tidak menguntungkan petani ? padahal
> bisa dengan tumpang sari ?
>
>
>  Ceteris paribus. Kalau kemudian harga minyak fosil naik, ya harus naik
> lagi harga beli biji jarak ini.
>
> Kenapa?
>
> Kalau harga minyak naik, akan menyeret kenaikan harga lain. Kalau harga
> beli biji jarak tidak dinaikkan, apa petani harus menjadi satu-satunya
> pihak yang daya belinya dibuat turun? Bukankah misinya menaikkan
> kesejahteraan petani?
>
> Ini yang kadang orang lupa. Berasumsi kalau harga minyak fosil sekian,
> maka minyak jarak
> menjadi feasibel karena murah. Murah, dengan menekan kesejahteraan petani
> jarak. Alasannya, kalau harga bijinya segitu, lalu seberapa harga
> minyaknya? Itu bukan urusan petani jarak. Mau minyaknya berharga berapa,
> Mas Wisnu tidak bisa bicara begitu dong, karena harga solar subsidi masih
> Rp. 5.500/liter.
> Pertamina dengan harga jual Rp. 5.500,-/liter membeli/ongkos produksi
> solarnya berapa per liter ?
> Bagaimanapun pasar akan terbentuk jika ada kecocokan antara harga
> demand/beli dengan harga supply/jual, kecuali memang tidak ingin potensi
> jarak pagar yang non pangan berjalan dengan baik, yang sebagai
> konsekwensinya Mas Wisnu harus kasih alternatif BBN jenis tanaman yang
> mana supaya tidak tergantung minyak fosil yang naik terus ?
> Atau nanti ketika minyak fosil naik lagi yang tinggi sekali baru program
> jarak pagar berjalan ? :-(
>
> Salam,
> Zaenal
>
>
> petani jarak cuma tahu dia harus untung dengan bertanam jarak. Kalau
> tidak, ya dia babati pohon jarak miliknya. Mendingan tanam singkong buat
> dimakan.
>
> Makanya tidak jalan. Jadi, bukan karena pedagang yang minta harga tidak
> normal pak.
>
> Salam,
>
> --- On Sun, 29/6/08, Achmad Zaenal Abidin <[EMAIL PROTECTED] co.id> wrote:
>
>
> From: Achmad Zaenal Abidin <[EMAIL PROTECTED] co.id>
>
> Subject: Re: [IndoEnergy] "Minyak Gendruwo" Buatan ITS Lebih Hemat dari
> Minyak Tanah
>
> To: [EMAIL PROTECTED] ups.com
>
> Received: Sunday, 29 June, 2008, 4:23 PM
>
>
> Mas Wisnu,
>
>
> Kalau menurut pendapat saya, biang yang bikin tidak jalan adalah para
> pedagang yang maunya jual biji jarak pagar 20rb sd 30rb/kg, padahal mesti
> dibedakan antara biji untuk bibit dan biji untuk bahan baku BBN.
>
>
> Gmana kalau dipatok saja untuk biji jarak pagar bahan baku BBN maupun
> untuk bibit jarak pagar harganya Rp. 1.500/kg ?
>
>
> Salam,
>
> Zaenal
>
>
>
> At 15:18 29/06/2008, Wisnu Martono wrote:
>
>
>
> Kang Rovick kok "nyontek" pendapat saya sih, he..he....
>
> Memang benul, petani sering dianggap bagian tidak penting dari BBN.
> Pokoknya asal perhitungannya diangga murah, ya sudah.
>
>
> Saya sudah dari awal berteriak soal ini, untuk kasus BBN jarakpagar.
> Bahkan sejak awal saya sudah berani meramal, program ambisius ini tidak
> akan jalan karena melupakan faktor petani. Dari mulai tidak ada wakil
> petani (beneran) dalam Timnas BBN, sampai ke perhitungannya yang
> simpilisistis. Bulan depan resmi masa kerja Timnas BBN akan berakhir.
> Selain membuat Peta Jalan apakah program andalan mereka, jarakpagar,
> menunjukkan hasil yang memuaskan?
>
>
> Padahal, core keberadaan Timnas BBN adalah jarakpagar.
>
>
>
>
>
> --- On Sun, 29/6/08, Rovicky Dwi Putrohari <[EMAIL PROTECTED] com> wrote:
>
> From: Rovicky Dwi Putrohari <[EMAIL PROTECTED] com>
> Subject: Re: [IndoEnergy] "Minyak Gendruwo" Buatan ITS Lebih Hemat dari
> Minyak Tanah
> To: [EMAIL PROTECTED] ups.com
> Received: Sunday, 29 June, 2008, 8:06 AM
>> Dengan dasar pemikiran nomer 3, saya pikir juga ethanol yang dihasilkan
>> akan
>> lebih murah dari kerosene, walaupun nilai heating value hanya sekitar
>> 75%
>> jika dibandingkan kerosene. Untuk desain kompor seperti tukang gorengan,
>> saya pikir ITS sudah mencobanya.
> Yang perlu diperhatikan adalah "berapa harga beli ketela tersebut dari
> petani ?"
> Jangan sampe terjadi alih energi murah dengan memberikan harga murah
> pada "energi sang petani". Pemberdayaan perlu dilakukan. Atau
> pengembang industri ini sendiri yang memiliki kebun ketela khusus
> untuk "kebun energi".
> Btw, untuk beli lahan luaaas Ini ijinnya menteri pertanian, menteri
> energi atau menteri perindustrian ?
> :)
> RDP
>
>
>
>
> Get the name you always wanted with the new y7mail email address.
>
>
> No virus found in this incoming message.
>
> Checked by AVG.
>
> Version: 7.5.526 / Virus Database: 270.4.3/1524 - Release Date: 28/06/2008
> 19:42
>
>
> Get the name you always wanted with the new y7mail email address.
>
> No virus found in this incoming message.
> Checked by AVG.
> Version: 7.5.526 / Virus Database: 270.4.3/1524 - Release Date: 28/06/2008
> 19:42
> __._,_.___
> Messages in this topic (15) Reply (via web post) | Start a new topic
> Messages | Database | Polls | Calendar
> TAHUKAH ANDA:
> - Geothermal hanya menyumbang 800MW listrik (2.5% kebutuhan listrik) dan
> hanya 4% dari 20,000 MW of geothermal potential Indonesia !
> - Potensi geothermal Indonesia 40% dari Potensi geothermal dunia !
>
> MARKETPLACE
>
>
>
> Special offer for Yahoo! Groups from Blockbuster! Get a free 1-month trial
> with no late fees or due dates.
>
> Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
> Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch format
> to Traditional
> Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe
>
>
>
> Recent Activity
>
>
>  14
> New MembersVisit Your Group
>
>
> Yahoo! Groups
> Wellness Spot
> A resource for Curves
> and weight loss.
>
> Special K Group
> on Yahoo! Groups
> Learn how others
> are losing pounds.
>
> Y! Groups blog
> The place to go
> to stay informed
> on Groups news!
> .
> __,_._,___
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>


--
Berlombalah dalam karya, bersinergi, terapkan kaidah ilmu/teknologi serta
kasih sayang dan manfaat untuk seisi alam, demi kebahagiaan dunia dan akhirat.

Info pengelolaan milis Indonesia next better :
http://pub.nextbetter.net/files/milist-indonesia-info.txt


--
Berlombalah dalam karya, bersinergi, terapkan kaidah ilmu/teknologi serta
kasih sayang dan manfaat untuk seisi alam, demi kebahagiaan dunia dan akhirat.

Info pengelolaan milis Indonesia next better :
http://pub.nextbetter.net/files/milist-indonesia-info.txt

Kirim email ke