Pak Tatang dan temans,

Siang ini saya telah terima kiriman sample/contoh minyak nyamplung 2 botol sebagai bahan baku Biodiesel/solar dan beberapa biji buah nyamplung. (harga biji nyamplung adalah + Rp. 2.000,-/kg, dimana persentasi untuk menjadi biodiesel diatas 50% per kg= > 0,5 liter biodiesel/kg).

Kapan kita bisa bertemu untuk bahas detail tentang :

1. Variable content apa saja dan masing2 berapa % yang bisa digunakan sebagai bahan baku Biodiesel ? 2. Apa saja perbedaan antara variable content dan masing2 berapa % antara CPO, minyak Jarak pagar dan minyak nyamplung sebagai bahan baku Biodiesel ? 3. Modifikasi/tambahan komponen mesin/pengolah apa saja yang diperlukan dari Pabrik yang sebelumnya menggunakan CPO sehingga bisa menjadikan minyak nyamplung dan jarak pagar sebagai bahan baku biodieselnya ? dan berapa lama diperlukan untuk menambah/modifikasinya ? 4. Bagaimana jika dari pada pohon pohon di setiap pinggir/tengah jalan di Jakarta maupun kota kota lain/terutama pesisir tidak ada gunanya selain hanya kayu dan konservasi air saja, untuk dibongkar/ditebang dan diganti dengan pohon pohon nyamplung ? termasuk di pesisir pesisir pantai yang rawan abrasi/tsunami untuk ditanami pohon nyamplung,
   karena telah kita telah siapkan pembibitannya.

Salam,
Zaenal



  

Kirim email ke