kalo komentarnya Ical di "dunia" ini memang berlaku 1 kalah lawan 100 tapi yg 1 (YME) itu pasti menangnya kelak diakhirat.......peringatan buat yg lain agar tdk sembrono mengomentari berdasarkan opini mayoritas. Sdh dicontohkan jelas bhw presiden Iran Ahmadinejad dpt mematahkan seluruh argumen yg memojokan dia pada saat diundang u/berbicara di universitas Coloumbia - New York...walaupun dia bukan tuhan tetapi dia menyuarakan kebenaran bhw energi nuklir u/listrik bukan monopoli negara2 adikuasa. Begitu juga suatu hari pendapat Prof Davies akan diakui sebagai suatu kebenaran. wass - IR Date: Sat, 5 Jul 2008 13:39:12 +0700From: [EMAIL PROTECTED]: [EMAIL PROTECTED]: [indonesia] [Fwd: [mediacare] Apakah Aburizal Bakrie termasuk Politisi Busuk? (ditunggu pencerahannya)] --Forwarded Message Attachment--To: [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]: [EMAIL PROTECTED]: Wed, 18 Jun 2008 18:12:15 -0700Subject: [mediacare] Apakah Aburizal Bakrie termasuk Politisi Busuk? (ditunggu pencerahannya)
Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Aburizal Bakrie tak terlalu memperdulikan hasil penelitian Profesor Richard Davies, geolog dari Universitas Durham, Inggris yang menyimpulkan bahwa semburan lumpur Lapindo di Sidoarjo, Jawa Timur, sejak dua tahun lalu dipicu oleh pengeboran Banjar Panji-1. Sambil mengayunkan kaki, menuju lokasi kendaraan Lexus bernopol RI 13, pria yang kerap disapa Ical ini mempersilahkan pihak kepolisian Daerah Jawa Timur untuk menggunakannya sebagai berkas penyidikan. "Semua itu boleh dibawa. Ada 100 lawan 1, yang menang ya 100 lah," katanya dengan senyum melebar. (Kompas Cyber Media / KCM, Kamis, 12 Juni 2008 | 20:36 WIB) --------------------------------------------------------- Dear all, Beberapa waktu yang lalu ICW meluncurkan kampenye Anti-Politisi Busuk. Salah satu kriterianya politisi busuk itu adalah penjahat lingkungan. Namun, sayang hingga kini ICW belum berani mempublish siapa politisi busuk yang harus dihindari oleh warga pada pemilu 2009 mendatang. Nah, ditengah kegamangan kawan2 ICW tersebut, saya coba membaca-baca pernyataan Aburizal Bakrie di berbagai media terkait dengan semburan lumpur Lapindo. Di berbagai kesempatan Aburizal Bakrie secara congkak melakukan pembelaan terhadap Lapindo dalam kasus semburan lumpur panas di Sidoarjo. Bahkan yang terakhir, Ical, panggilan akrab Aburizal Bakrie, juga dengan pongahnya meremehkan hasil penelitian para peneliti independen dari luar negeri yang menyatakan bahwa 99% kasus semburan lumpur di sidoarjo adalah murni kesalahan pengeboran dan bukan bencana alam. Nah, dengan gencarnya pembelaan Ical terhadap korporasi yang menurut peneliti independent sebagai perusak lingkungan yang telah menyebabkan ribuan warga terusir dan kehilangan hak-haknya ini, apakah Aburizal Bakrie telah memenuhi kriteria sebagai politisi busuk? Kalau jawabanya ya, lantas mengapa ICW dan kelompok2 masyarakat sipil lainnya tidak segera mendeklarasikan bahwa Ical termasuk politisi busuk? Ada pendapat lain darikawan2? Mohon pencerahannya…. Salam, Daus __._,_.___ Messages in this topic (1)Reply (via web post)| Start a new topic Messages | Files | Photos | Links | Database | Polls | Members Mailing list:http://groups.yahoo.com/group/mediacare/Blog: http://mediacare.blogspot.comhttp://www.mediacare.biz MARKETPLACE Attention, Yahoo! Groups users! Sign up now for a one-month free trial from Blockbuster. Limited time offer. Change settings via the Web (Yahoo! ID required) Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch format to Traditional Visit Your Group |Yahoo! Groups Terms of Use |Unsubscribe Recent Activity 52 New Members 8 New PhotosVisit Your Group Yahoo! Finance It's Now Personal Guides, news, advice & more. New web site? Drive traffic now. Get your business on Yahoo! search. Health Groups for people over 40 Join people who are staying in shape. . __,_._,___ _________________________________________________________________ Check out Barclays Premier League exclusive video clips here! http://fc.sg.msn.com/index.aspx
