Saya pikir yang ingin di highlight Pak Soemitro adalah adanya
PERMAINAN disini...
Barangkali saja pertanyaan (yang mungkin dianggap sebagai argument
balasan oleh P Sadikin) beliau tentang "lahan" mungkin saja kurang
significant di satu sisi, tapi bisa jadi juga cukup significant jika
dilihat dari sisi lain karena ini terjadi pada sumber-sumber bahan
minyak atau energy lainnya seperti tambah banyaknya sumber energy
surya, air dsb... bahkan bertambahnya supply minyak tetap saja harga
"minyak naik", meski tentunya demandnya SANGAT PASTI tidak bertambah
signifikan dalam hitungan minggu apalagi dalam hitungan hari.

Cara mengecek betul tidaknya "konversi 'food' ke minyak menyebabkan
naiknya harga food" tentunya bukan sekedar melihat berkurang lahannya
atau lebih banyaknya "bahan food" yang dikonversi menjadi minyak, tapi
mungkin lebih signifikan pada apakah konversi tersebut menyebabkan
berkurangnya pemenuhan kebutuhan FOOD tersebut dengan produk-produk
subtitusinya?
Misalnya, "jika jumlah foodnya memang sudah berlebih, dan kelebihan
tersebutlah yang di konversi menjadi minyak, atau jika bahan foodnya
tetap tersedia dalam jumlah yang sama di pasaran ataui tetap tersedia
di pasaran dan memenuhi konsumsi masyarakat, tentunya logika yang yang
dipakai kurang lurus jika mengkaitkan konversi tersebut dengan
kenaikan harga food, kecuali jika memang ada permaian yang membuatnya
begitu".
Barangkali salah satu indikatornya adalah, "apakah bahan-bahan food
tersebut selama ini di export dari Amerika?" atau tetap tersedia di
pasaran dan memenuhi konsumsi masyarakat?

Tentunya peng export-an juga bisa dijadikan indikasi bahwa bahan food
yang dikonversi adalah berlebih.
Atau adakah yang "lapar" karena terjadinya pengkonversian tersebut?
Sepertinya berkurang dari kurangnya peng export-an tentunya adalah
margin keuntungan peng export-annya...
Atau dianggap berkurang (dalam hitung-hitungan logika pengusaha) jika
tidak berusaha mengambil keuntungan yang lebih banyak jika kesempatan
itu ada di depan mata.

Dari artikel tambahan yang dikirimkan P Andreas sangat jelas terlihat
adanya bantahan terhadap kesimpulan penyebab kenaikan harga food
tersebut oleh konversi:

>>>        ** The figure emphatically contradicts the US government's
>>>        claims that plant-derived fuels contribute less than 3% to
>>>        food-price rises. It will add to pressure on governments in
>>>        Washington and across Europe, which have turned to
>>>        plant-derived fuels to reduce emissions of greenhouse gases
>>>        and reduce their dependence on imported oil.
>>>        Senior development sources believe the report, completed in
>>>        April, has not been published to avoid embarrassing President
>>>        George Bush. "It would put the World Bank in a political
>>>        hot-spot with the White House," said one yesterday.

Pertanyaannya, mana diantara kedua analisa atau argument tersebut yang
lebih benar?

Barangkali juga tidak terlalu tepat jika langsung mengkaitkan harga
minyak goreng di depan rumah naik gara-gara dipakai sebagai biodiesel
karena pada kenyataannya:

1. Bahan minyak goreng tersebut tetap saja di export, artinya ada
kelebihan bahan minyak goreng.
2. Harga minyak goreng tahun-tahun sebelumnya juga tetap naik meski
belum pernah ada pengkonversian minyak goreng menjadi biodiesel.
3. Minyak goreng Indonesia sekarang (minyak kelapa sawit), di negara
"maju" lebih banyak hanya digunakan untuk industri (misalnya industri
steel dll), bukan untuk makanan seperti di Indonesia.

Namun demikian, tentunya bukan sama sekali tidak ada pengaruhnya...
Tapi barangkali tidak cukup signifikan jika dijadikan sebagai argument
utama.
Mungkin juga tidak bisa menolak adanya kenaikan-kenaikan tersebut di lapangan.
Namun jika dilihat alam konteks yang lebih komprehensif, kok saya
berkesimpulan bahwa penyebabnya yang lebih utama adalah upaya para
pengusaha (broker dan investor) dan oknum-oknum negara tertentu untuk
mengambil keuntungan di air keruh.
Kira-kira ini yang saya sebut sebagai PERMAINAN.
Ekonomi lapangan yang sebenarnya bukanlah sedatar atau sepolos dari
yang diajarkan di sekolah-sekolah atau dari text-book text-book dan
report-report resmi.
There are a lot of things beyond formal knowledge in this real world...
Yang paling tahu tentunya pemain yang memainkannya sendiri...
Barangkali P Soemitro berkaca pada pengalaman-pengalaman lapangannya
selama ini...

Salam Z

2008/7/8 Sadikin, Indera <[EMAIL PROTECTED]>:
> Pak Roestam,
>
> Tidak perlu mengandaikan semua biofuel adalah lahan baru. Kalau banyak pakai
> andai2 kita akan terjebak debat kusir. Kalaupun benar andaian Anda bahwa
> biofuel tidak pakai lahan existing, jumlah penduduk terus bertambah
> sedangkan luas lahan tetap. Begitulah logikanya.
>
> 2008/7/9 Sumitro Roestam <[EMAIL PROTECTED]>:
>>
>> Pak Sadikin Yth,
>>
>> Bagaimana kalau lahan pertaniannya adalah lahan baru, tidak memakai lahan
>> existing, apa juga tetap menyebabkan harga pangan naik? Dimana logikanya?
>>
>> Wassalam,
>> S Roestam
>> ---------------------
>>
>> Sadikin, Indera wrote:
>>>
>>> Saya kira laporannya masuk akal walaupun angka kenaikan 75% bisa
>>> diperdebatkan. Logikanya sederhana sekali. Kalau sebagian lahan pertanian
>>> diambil biofuel maka otomatis jumlah produksi bahan pangan berkurang dan
>>> harganya naik. Tidak perlu rocket science untuk pahami hal ini.
>>>
>>> IS
>>>
>>> 2008/7/9 Sumitro Roestam <[EMAIL PROTECTED]
>>> <mailto:[EMAIL PROTECTED]>>:
>>>
>>>    Pak Andreas dan Kawan2 Yth,
>>>
>>>    Laporan World Bank ini hanyalah upaya pengusaha minyak dunia agar
>>>    kita tetap memakai BBM, bukan energy alternatif penggantinya!
>>>
>>>    Bagaimana mereka bisa mendapatkan angka kenaikan food prices
>>>    sampai 75%??
>>>
>>>    Bukankah naiknya food prices akibat spekulasi para spekulan miynak
>>>    agar komoditas minyak naik harganya, walaupun biaya explorasi
>>>    tetap? Akibat naiknya harga minyak, maka biaya transportasi naik,
>>>    dan akibatnya harga Pangan juga ikut naik. Bukan dibalik, akibat
>>>    kita memproduksi Biofuel, lalu harga makanan jadi naik!
>>>
>>>    Seharusnya dengan adanya biofuel, maka harga BBM akan tertekan
>>>    turun, sebab tersaingi oleh Biofuel.
>>>
>>>    Jadi ini hanya akal2an pengusaha minyak agar harga BBM tetap naik
>>>    terus, dan mereka untungnya naik terus, sebab ongkos produksinya
>>>    tetap! Mereka takut disaingi oleh Biofuel.
>>>
>>>    Coba minta World Bank kasih hitung2annya, kalau penyebab naiknya
>>>    harga pangan adalah karena ada Biofuel. Mengapa angka
>>>    perhitungannya harus pakai dirahasiakan segala, apa takut ketahuan
>>>    kebohongannya?
>>>
>>>    Jangan mudah dibodohi oleh pengusaha minyak.
>>>    Wassalam,
>>>    S Roestam
>>>    --------------------
>>>
>>>    Andreas Japar wrote:
>>>
>>>        "Confidential" World Bank report bocor!
>>>
>>>        ** Biofuels have forced global food prices up by 75% - far
>>>        more than previously estimated - according to a confidential
>>>        World Bank report obtained by the Guardian. The damning
>>>        unpublished assessment is based on the most detailed analysis
>>>        of the crisis so far, carried out by an
>>>        internationally-respected economist at global financial body.
>>>
>>>        ** The figure emphatically contradicts the US government's
>>>        claims that plant-derived fuels contribute less than 3% to
>>>        food-price rises. It will add to pressure on governments in
>>>        Washington and across Europe, which have turned to
>>>        plant-derived fuels to reduce emissions of greenhouse gases
>>>        and reduce their dependence on imported oil.
>>>        Senior development sources believe the report, completed in
>>>        April, has not been published to avoid embarrassing President
>>>        George Bush. "It would put the World Bank in a political
>>>        hot-spot with the White House," said one yesterday.
>>>
>>>    --    Berlombalah dalam karya, bersinergi, terapkan kaidah
>>>    ilmu/teknologi serta
>>>    kasih sayang dan manfaat untuk seisi alam, demi kebahagiaan dunia
>>>    dan akhirat.
>>>
>>>    Info pengelolaan milis Indonesia next better :
>>>    http://pub.nextbetter.net/files/milist-indonesia-info.txt
>>> --
>>> IS on Mozilla Firefox
>> --
>> Berlombalah dalam karya, bersinergi, terapkan kaidah ilmu/teknologi serta
>> kasih sayang dan manfaat untuk seisi alam, demi kebahagiaan dunia dan
>> akhirat.
>>
>> Info pengelolaan milis Indonesia next better :
>> http://pub.nextbetter.net/files/milist-indonesia-info.txt
> --
> IS on Mozilla Firefox

-- 
Berlombalah dalam karya, bersinergi, terapkan kaidah ilmu/teknologi serta
kasih sayang dan manfaat untuk seisi alam, demi kebahagiaan dunia dan akhirat.

Info pengelolaan milis Indonesia next better :
http://pub.nextbetter.net/files/milist-indonesia-info.txt

Kirim email ke