Kalau alumni ITB disarankan untuk tidak ikut PILKADA atau PEMILU ? apakah tidak sayang ? mengurangi kwalitas para anggota legislatif dan atau pemimpin dari alumni ITB yang merupaklan salah satu putra putri terbaik bangsa Indonesia ? :-(

Mengapa tidak dipikirkan dan diusulkan cara kamanye yang paling murah saja ? misalnya melalui TVRI dan seluruh televisi swasta diharuskan secara bergiliran memberikan slot waktu kampanye bagi masing masing partai dan calon legislatifnya ? serta melarang pemasangan airibut atribut partai di sepanjang jalan dan pengumpulan massa diatas 100 orang misalnya hanya untuk mensosialisasikan kepada kader ladernya untuk berkampanye secara berantai? :-)

Salam,
Zaenal

At 17:11 09/08/2008, [EMAIL PROTECTED] wrote:
Kesimpulannya kalau sayang dengan sesama alumni, maka dianjurkan Alumni
agar tidak ikutan pilkadal dimana saja kalau masih seperti itu. Mending
uangnya buat yang produktif aja. Kalau nyalon presiden, bolehlah.

Salam,
Anshori D SI71


> yang pengen jadi anggota DPR/DPRD juga hati2 tuh. biar nasibnya tidak
> seperti pak yuli. :)
>
> IS
> limovpower.com
>
>
> 2008/8/9 Mohammad Andri Budiman <[EMAIL PROTECTED]>
>
>> Ada yang salah dalam sistem pilkadal kita.
>>
>> Apabila seorang calon kepala daerah butuh modal M(ilyar) untuk
>> bertarung,
>> logisnya ia harus bisa melunasi modal itu apabila menang - kecuali itu
>> "uang
>> hangus" milik sendiri.
>> Kita ingat idiom "There's no such thing as a free lunch", maka tidak ada
>> senyuman yang benar-benar tulus dari mulut seorang pemodal apabila
>> uangnya
>> sudah keluar.
>> Sementara gaji dan tunjangan kepala daerah tidak ada yang mencapai M -
>> dan
>> sungguh aneh kalau ada - jadi darimana lagi bisa mengembalikan modal
>> kalau
>> bukan dari pat-pat-gulipat, korupsi, atau memberi "kemudahan" kepada
>> yang
>> mememodalinya sewaktu pilkada? Well, money doesn't grow on trees.
>>
>> Dan, itu semua kalau betul menang. Kalau tidak? Dua berita berikut ini
>> mungkin bisa menjadi bahan kontemplasi, betapa sistem pilkadal kita
>> memang
>> sudah mendesak untuk diubah.
>>
>> Salam,
>> Andri
>> SI93
>>
>> ---news1 begins---
>>
>>
>> http://www.tempointeraktif.com/hg/nusa/jawamadura/2008/08/05/brk,20080805-129800,id.html
>>
>> Calon Bupati Ponorogo Masuk Rumah Sakit Jiwa
>> Selasa, 05 Agustus 2008 | 17:21 WIB
>>
>> TEMPO Interaktif, Ponorogo:Yuli Nursanto (39), calon bupati asal
>> Perumahan
>> Singosaren, Kecamatan Jenangan, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur masuk ke
>> Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Dr. Radjiman Wediodiningrat, Lawang, Malang, pada
>> Senin (4/8) malam.
>
>
> --
> IS
> limovpower.com
>



--
Berlombalah dalam karya, bersinergi, terapkan kaidah ilmu/teknologi serta
kasih sayang dan manfaat untuk seisi alam, demi kebahagiaan dunia dan akhirat.

Info pengelolaan milis Indonesia next better :
http://pub.nextbetter.net/files/milist-indonesia-info.txt


--
Berlombalah dalam karya, bersinergi, terapkan kaidah ilmu/teknologi serta
kasih sayang dan manfaat untuk seisi alam, demi kebahagiaan dunia dan akhirat.

Info pengelolaan milis Indonesia next better :
http://pub.nextbetter.net/files/milist-indonesia-info.txt

Kirim email ke