On Sun, Feb 15, 2009 at 1:21 PM, M. Salman Hudaya
<[email protected]> wrote:
> Ya, kalau meninggalnya secara wajar bukan karena kegiatan itu sendiri enggak 
> apa-apa.
> Kalau anak fisika 95 jelas-jelas ada tapak penyiksaan.
> anak STPDN jelas - jelas ada tapak penyiksaan.
>

Perlu dicatat baik-baik pernyataan Salman Hudaya ini. Bahwa kasus
fisika 95 adalah penyiksaan dan disamakan dengan STPDN. Bisa dipahami
karena hitam dan putihnya jadi jelas kalau ada otopsi.

Semoga keluarga alm Wisnu ikhlas agar polisi melakukan otopsi supaya
kasusnya jelas hitam dan putihnya dan tidak ada lagi pernyataan
seperti di atas yang menimpa generasi adik-adik saya di masa yang akan
datang.

Untuk teman2 Himafi, mari kita maafkan saja pernyataan Salman Hudaya
di atas. Yang penting kita tidak mengulang kesalahan yang sama, bisa
belajar dari kesalahan diri sendiri dan orang lain, generasi Himafi
yang akan datang pun bersih namanya, dan generasi Himafi sekarang bisa
maju dengan percaya diri tanpa harus kesandung masalah sejarah yang
rumit. Ini demi generasi manusia masa depan.

Memang tidak mudah, jadi harap bersabar.

-- 
nenek moyangku bukan pelaut, tapi seorang rocker...
http://www.ebonk.org/blog/

-- 
Berlombalah dalam karya, bersinergi, terapkan kaidah ilmu/teknologi serta
kasih sayang dan manfaat untuk seisi alam, demi kebahagiaan dunia dan akhirat.

Info pengelolaan milis Indonesia next better :
http://pub.nextbetter.net/files/milist-indonesia-info.txt

Kirim email ke