Bonk... kalau semua orang bicara karena mendengar, gue juga mo bilang.. dalam setiap kegiatan kampus, bahkan sampai kejadian ini, tidak ada satupun dari kelompoknya yg peduli dengan ITB. anak2 kelompok itu lebih peduli untuk memenangkan Pemilu KM ITB untuk meg-claim ITB mendukung salah satu kelompok dalam PEMILU RI 2009.
jadi, kalau gue bisa bilang. Induk semangnya pake kejadian palestina untuk curi kampanye 2009. ini, para Jongosnya memakai kesempatan ini untuk gimana caranya memenangkan pemilu yang ada disekelilingnya... benar-benar perilaku yang KEJI DAN MENJIJIKKAN !!! 2009/2/15 ebonk <[email protected]> > On Sun, Feb 15, 2009 at 1:21 PM, M. Salman Hudaya > <[email protected]> wrote: > > Ya, kalau meninggalnya secara wajar bukan karena kegiatan itu sendiri > enggak apa-apa. > > Kalau anak fisika 95 jelas-jelas ada tapak penyiksaan. > > anak STPDN jelas - jelas ada tapak penyiksaan. > > > > Perlu dicatat baik-baik pernyataan Salman Hudaya ini. Bahwa kasus > fisika 95 adalah penyiksaan dan disamakan dengan STPDN. Bisa dipahami > karena hitam dan putihnya jadi jelas kalau ada otopsi. > <http://pub.nextbetter.net/files/milist-indonesia-info.txt> >
