Sama...
Yang terkenal suka dapat straight A, bukannya orang asia timur?
Mereka Yahudi banyak penemuannya kan karena didukung dana yang kuat.
Kalo lomba2 di bidang eksakta yang suka menang cina, indonesia, vietnam, 
russia, india.
Artikel tentang yahudi ini rasanya hanya salah satu propaganda dari orang 
yahudi...
Mendingan nggak usah forward artikel ini...
Sesuatu kalo sering diulang-ulang, bisa dianggap benar...
  ----- Original Message ----- 
  From: yorga effendi 
  To: [email protected] 
  Sent: Tuesday, February 24, 2009 1:34 PM
  Subject: [indonesia] Re: Rahasia Kecerdasan Orang Yahudi (Great Person 
Theory?)


  saya secara pribadi tidak percaya kalau bangsa Yahudi itu lebih superior dari 
bangsa lain, dalam artian bahwa secara genetik mereka lebih unggul dari 
bangsa-bangsa lainnya di dunia.

  sejarah menunjukkan, peradaban2 besar masa lalu bisa lahir dari berbagai 
macam suku bangsa: persia, mesir, india, maya, inca, cina, indonesia, dll, etc. 
tanpa melibatkan bangsa yahudi. 

  saya cenderung melihat ini sebagai psywar untuk melemahkan mental bangsa2 non 
yahudi.

  Namun ada satu hal yang saya ingat dari buku "are you joking mr. feynman?" : 
yaitu mengenai pengakuan feynman ttg kultur bangsa yahudi yang sangat 
memperhatikan pendidikan. 

  jadi ini lebih ke Nurture dari pada Nature.

  best regards,
  yorga




------------------------------------------------------------------------------
  From: Mohammad Andri Budiman <[email protected]>
  To: [email protected]
  Sent: Monday, February 23, 2009 11:06:02 PM
  Subject: [indonesia] Rahasia Kecerdasan Orang Yahudi (Great Person Theory?)


  Assalamu'alaikum wr. wb.,


  Menurut Great Person Theory: "Leaders (and winners) are born, not made."


  Namun, bila teori ini yang diperturutkan secara totaliter dan dijadikan alibi 
untuk ngeles, nyaleg, atau nyapres daripada berusaha mengungkapkan kebenaran 
secara ilmiah, mungkin trend of leaderships manusia akan berbalik ke abad 
kepemimpinan berdasarkan "darah biru" dengan tiap pergantian dinasti yang 
nyaris selalu "berdarah-darah" bahkan di antara "sesama si biru". 


  Dan, btw, setelah "pembantaian internal" selesai dan kemudian diambil sampel 
darahnya, kok ternyata nyaris semuanya "berdarah merah" (kecuali kebetulan para 
ahli forensik  tersebut  menemukan corpses dari keturunan E.T. atau Predator 
:>). 


  Saya percaya, apapun sifat genetik yang dimiliki seseorang, tanpa ikhtiar 
untuk membangkitkan dan mempertajam potensi tersebut, maka akan sia-sia sajalah 
karunia Allah tersebut. Ini termasuk nggak nyukurin nikmat juga bukan? ;-)


  Ini sebagai pengantar yang way-too-ngelantur (pretty-cherry-sorry Mommy about 
that;-) untuk artikel berikut. 


  Semoga berkenan (dan bukan hoax;-).


  Wassalamu'alaikum wr. wb.,
  Andri




  Source: not yet verified


          Rahasia Kecerdasan Orang Yahudi

          [Selasa,17 Februari 2009 - 04:24 AM] Artikel Dr Stephen Carr Leon 
patut menjadi renungan bersama. Stephen menulis dari pengamatan langsung. 
Setelah berada 3 tahun di Israel karena menjalani housemanship dibeberapa rumah 
sakit di sana. Dirinya melihat ada beberapa hal yang menarik yang dapat ditarik 
sebagai bahan tesisnya, yaitu, "Mengapa Yahudi Pintar?"

          Ketika tahun kedua, akhir bulan Desember 1980, Stephen sedang 
menghitung hari untuk pulang ke California, terlintas di benaknya, apa sebabnya 
Yahudi begitu pintar? Kenapa tuhan memberi kelebihan kepada mereka? Apakah ini 
suatu kebetulan? Atau hasil usaha sendiri? 

          Maka Stephen tergerak membuat tesis untuk Phd-nya. Sekadar untuk Anda 
ketahui, tesis ini memakan waktu hampir delapan tahun. Karena harus 
mengumpulkan data-data yang setepat mungkin.

          Marilah kita mulai dengan persiapan awal melahirkan. Di Israel, 
setelah mengetahui sang ibu sedang mengandung, sang ibu akan sering menyanyi 
dan bermain piano. Si ibu dan bapak akan membeli buku matematika dan 
menyelesaikan soal bersama suami. 

          Stephen sungguh heran karena temannya yang mengandung sering membawa 
buku matematika dan bertanya beberapa soal yang tak dapat diselesaikan. 
Kebetulan Stephen suka matematika. 

          Stephen bertanya, "Apakah ini untuk anak kamu?" 

          Dia menjawab, "Iya, ini untuk anak saya yang masih di kandungan, saya 
sedang melatih otaknya, semoga ia menjadi jenius." 

          Hal ini membuat Stephen tertarik untuk mengikut terus 
perkembangannya. 

          Kembali ke matematika tadi, tanpa merasa jenuh si calon ibu 
mengerjakan latihan matematika sampai genap melahirkan.

          Hal lain yang Stephen perhatikan adalah cara makan. Sejak awal 
mengandung dia suka sekali memakan kacang badam dan korma bersama susu. Tengah 
hari makanan utamanya roti dan ikan tanpa kepala bersama salad yang dicampur 
dengan badam dan berbagai jenis kacang-kacangan. 

          Menurut wanita Yahudi itu, daging ikan sungguh baik untuk 
perkembangan otak dan kepala ikan mengandungi kimia yang tidak baik yang dapat 
merusak perkembangan dan penumbuhan otak anak didalam kandungan. Ini adalah 
adat orang orang Yahudi ketika mengandung. menjadi semacam kewajiban untuk ibu 
yang sedang mengandung mengonsumsi pil minyak ikan.

          Ketika diundang untuk makan malam bersama orang orang Yahudi. Begitu 
Stephen menceritakan, "Perhatian utama saya adalah menu mereka. Pada setiap 
undangan yang sama saya perhatikan, mereka gemar sekali memakan ikan (hanya isi 
atau fillet),"
          ungkapnya.

          Biasanya kalau sudah ada ikan, tidak ada daging. Ikan dan daging 
tidak ada bersama di satu meja. Menurut keluarga Yahudi, campuran daging dan 
ikan tak bagus dimakan bersama. Salad dan kacang, harus, terutama kacang badam.

          Uniknya, mereka akan makan buah buahan dahulu sebelum hidangan utama. 
Jangan terperanjat jika Anda diundang ke rumah Yahudi Anda akan dihidangkan 
buah buahan dahulu. Menurut mereka, dengan memakan hidangan kabohidrat (nasi 
atau roti) dahulu kemudian buah buahan, ini akan menyebabkan kita merasa 
ngantuk. 
          Akibatnya lemah dan payah untuk memahami pelajaran di sekolah.

          Di Israel, merokok adalah tabu, apabila Anda diundang makan dirumah 
Yahudi, jangan sekali kali merokok. Tanpa sungkan mereka akan menyuruh Anda 
keluar dari rumah mereka. Menyuruh Anda merokok di luar rumah mereka. 

          Menurut ilmuwan di Universitas Israel, penelitian menunjukkan nikotin 
dapat merusakkan sel utama pada otak manusia dan akan melekat pada gen. 
Artinya, keturunan perokok bakal membawa generasi yang cacat otak ( bodoh). 
Suatu penemuan yang dari saintis gen dan DNA Israel. 

          Perhatian Stephen selanjutnya adalah mengunjungi anak-anak Yahudi. 
Mereka sangat memperhatikan makanan, makanan awal adalah buah buahan bersama 
kacang badam, diikuti dengan menelan pil minyak ikan (code oil lever). 

          Dalam pengamatan Stephen, anak-anak Yahudi sungguh cerdas. Rata rata 
mereka memahami tiga bahasa, Hebrew, Arab dan Inggris. Sejak kecil mereka telah 
dilatih bermain piano dan biola. Ini adalah suatu kewajiban. 
          Menurut mereka bermain musik dan memahami not dapat meningkatkan IQ. 
Sudah tentu bakal menjadikan anak pintar.

          Ini menurut saintis Yahudi, hentakan musik dapat merangsang otak. 

          Tak heran banyak pakar musik dari kaum Yahudi.

          Seterusnya di kelas 1 hingga 6, anak anak Yahudi akan diajar 
matematika berbasis perniagaan. Pelajaran IPA sangat diutamakan. Di dalam 
pengamatan Stephen, "Perbandingan dengan anak anak di California, dalam tingkat 
IQ-nya bisa saya katakan 6 tahun kebelakang!! !" katanya. 

          Segala pelajaran akan dengan mudah di tangkap oleh anak Yahudi. 
Selain dari pelajaran tadi olahraga juga menjadi kewajiban bagi mereka. 
Olahraga yang diutamakan adalah memanah, menembak dan berlari. 
          Menurut teman Yahudi-nya Stephen, memanah dan menembak dapat melatih 
otak fokus. Disamping itu menembak bagian dari persiapan untuk membela negara.

          Selanjutnya perhatian Stephen ke sekolah tinggi (menengah). Di sini 
murid-murid digojlok dengan pelajaran sains. Mereka didorong untuk menciptakan 
produk. Meski proyek mereka kadangkala kelihatannya lucu dan memboroskan, tetap 
diteliti dengan serius. 
          Apa lagi kalau yang diteliti itu berupa senjata, medis dan teknik. 
Ide itu akan dibawa ke jenjang lebih tinggi.

          Satu lagi yg di beri keutamaan ialah fakultas ekonomi. Saya sungguh 
terperanjat melihat mereka begitu agresif dan seriusnya mereka belajar ekonomi. 
Diakhir tahun diuniversitas, mahasiswa diharuskan mengerjakan proyek. Mereka 
harus memperaktekkanya. 
          Anda hanya akan lulus jika team Anda (10 pelajar setiap kumpulan) 
dapat keuntungan sebanyak $US 1 juta! 

          Anda terperanjat? 

          Itulah kenyataannya. 

          Kesimpulan, pada teori Stephen adalah, melahirkan anak dan keturunan 
yang cerdas adalah keharusan. Tentunya bukan perkara yang bisa diselesaikan 
semalaman. Perlu proses, melewati beberapa generasi mungkin? 

          Kabar lain tentang bagaimana pendidikan anak adalah dari saudara kita 
di Palestina. Mengapa Israel mengincar anak-anak Palestina. Terjawab sudah 
mengapa agresi militer Israel yang biadab dari 27 Desember 2008 kemarin 
memfokuskan diri pada pembantaian anak-anak Palestina di Jalur Gaza. 

          Seperti yang kita ketahui, setelah lewat tiga minggu, jumlah korban 
tewas akibat holocaust itu sudah mencapai lebih dari 1300 orang lebih. Hampir 
setengah darinya adalah anak-anak. 

          Selain karena memang tabiat Yahudi yang tidak punya nurani, target 
anak-anak bukanlah kebetulan belaka. Sebulan lalu, sesuai Ramadhan 1429 
Hijriah, Ismali Haniya, pemimpin Hamas, melantik sekitar 3500 anak-anak 
Palestina yang sudah hafidz al-Quran. 

          Anak-anak yang sudah hafal 30 juz Alquran ini menjadi sumber 
ketakutan Zionis Yahudi. "Jika dalam usia semuda itu mereka sudah menguasai 
Alquran, bayangkan 20 tahun lagi mereka akan jadi seperti apa?" demikian 
pemikiran yang berkembang di pikiran orang-orang Yahudi.

          Tidak heran jika-anak Palestina menjadi para penghafal Alquran. 
Kondisi Gaza yang diblokade dari segala arah oleh Israel menjadikan mereka 
terus intens berinteraksi dengan al-Qur'an. Tak ada main Play Station atau game 
bagi mereka. 
          Namun kondisi itu memacu mereka untuk menjadi para penghafal yang 
masih begitu belia. Kini, karena ketakutan sang penjajah, sekitar 500 bocah 
penghafal Quran itu telah syahid.

          Perang panjang dengan Yahudi akan berlanjut entah sampai berapa 
generasi lagi. Ini cuma masalah giliran. Sekarang Palestina dan besok bisa jadi 
Indonesia. Bagaimana perbandingan perhatian pemerintah Indonesia dalam membina 
generasi penerus dibanding dengan negara tetangganya. 

          Ambil contoh tetangga kita yang terdekat adalah Singapura. Contoh 
yang penulis ambil sederhana saja, Rokok. Singapura selain menerapkan aturan 
yang ketat tentang rokok, juga harganya sangat mahal. 

          Benarkah merokok dapat melahirkan generasi "Goblok!" kata Goblok 
bukan dari penulis, tapi kata itu sendiri dari Stephen Carr Leon sendiri. Dia 
sudah menemui beberapa bukti menyokong teori ini. 
          "Lihat saja Indonesia," katanya seperti dalam tulisan itu. 

          Jika Anda ke Jakarta, di mana saja Anda berada, dari restoran, 
teater, kebun bunga hingga ke musium, hidung Anda akan segera mencium bau asak 
rokok! Berapa harga rokok? Cuma US$ .70cts !!! 

          "Hasilnya? Dengan penduduknya berjumlah jutaan orang berapa banyak 
universitas? Hasil apakah yang dapat dibanggakan? Teknologi? Jauh sekali. 
Adakah mereka dapat berbahasa selain dari bahasa mereka sendiri? Mengapa mereka 
begitu sukar sekali menguasai bahasa Inggris? Ditangga berapakah kedudukan 
mereka di pertandingan matematika sedunia? 
          Apakah ini bukan akibat merokok? Anda fikirlah sendiri?"  


Kirim email ke