Orang yahudi tahu, kalo buku bajakan gak berkah!

On Wed, Feb 25, 2009 at 7:29 AM, Mohammad Andri Budiman
<[email protected]>wrote:

> Doktor Irsal,
>
> Kalau orang2 Yahudi memang betul2 pintar, tentu mereka tidak akan
> susah2 ke library atau 'reinventing the libraries' at home untuk buku2
> yg tebalnya >= 4.73 cm itu sementara mereka masih punya dua saudara di
> Google yg akan mengarahkan mereka ke link ebooks di R***share:->
>
> Salam,
> Andri
>
> On 2/24/09, irsal imran <[email protected]> wrote:
> > Sebetulnya kalau kita biasa naik train di New York City, pasti kita juga
> > bisa tahu kenapa Yahudi pintar (mungkin bisa juga dijadikan
> disertasi..:)).
> > Biasanya mereka nggak pernah jalan gerombolan, dan selalu sendiri, paling
> > banyak bertiga.  Kalau orang bule di dalam train ngalor ngidul nggak
> tentu
> > arah (orang yang nggak dikenalpun diajak ngomong), maka si yahudi selalu
> > mengambil posisi dipojok dan langsung membuka buku yang tebalnya minimal
> 5
> > cm.  Di kehidupan bangsa Yahudi (saya dulu sering ke rumah dosen
> pembimbing
> > yang Yahudi) umumnya mereka punya library (ini juga dibilang oleh dosen
> > saya) dimana anak-anak mereka bisa dikurung di dalamnya untuk menyantap
> > buku2 mulai dari science sampai history.  Jadi kalau dilihat kondisinya
> > seperti itu, memang wajar kalau mereka punya pengetahuan lebih banyak
> dari
> > kita.
> >
> >
> > salam,
> >
> >
> > -Irsal
> >
> >
> >
> >
> > ________________________________
> > From: Guntur Supriyadi <[email protected]>
> > To: [email protected]
> > Sent: Tuesday, February 24, 2009 8:37:17 AM
> > Subject: [indonesia] Re: Rahasia Kecerdasan Orang Yahudi (Great Person
> > Theory?)
> >
> >
> > Sama...
> > Yang terkenal suka dapat straight A, bukannya orang asia timur?
> > Mereka Yahudi banyak penemuannya kan karena didukung dana yang kuat.
> > Kalo lomba2 di bidang eksakta yang suka menang cina, indonesia, vietnam,
> > russia, india.
> > Artikel tentang yahudi ini rasanya hanya salah satu propaganda dari orang
> > yahudi...
> > Mendingan nggak usah forward artikel ini...
> > Sesuatu kalo sering diulang-ulang, bisa dianggap benar...
> > ----- Original Message -----
> > From: yorga effendi
> > To: [email protected]
> > Sent: Tuesday, February 24, 2009 1:34 PM
> > Subject: [indonesia] Re: Rahasia Kecerdasan Orang Yahudi (Great Person
> > Theory?)
> >
> > saya secara pribadi tidak percaya kalau bangsa Yahudi itu lebih superior
> > dari bangsa lain, dalam artian bahwa secara genetik mereka lebih unggul
> dari
> > bangsa-bangsa lainnya di dunia.
> >
> > sejarah menunjukkan, peradaban2 besar masa lalu bisa lahir dari berbagai
> > macam suku bangsa: persia, mesir, india, maya, inca, cina, indonesia,
> dll,
> > etc. tanpa melibatkan bangsa yahudi.
> >
> > saya cenderung melihat ini sebagai psywar untuk melemahkan mental bangsa2
> > non yahudi.
> >
> > Namun ada satu hal yang saya ingat dari buku "are you joking mr.
> feynman?" :
> > yaitu mengenai pengakuan feynman ttg kultur bangsa yahudi yang sangat
> > memperhatikan pendidikan.
> >
> > jadi ini lebih ke Nurture dari pada Nature.
> >
> > best regards,
> > yorga
> >
> >
> >
> >
> > ________________________________
> > From: Mohammad Andri Budiman <[email protected]>
> > To: [email protected]
> > Sent: Monday, February 23, 2009 11:06:02 PM
> > Subject: [indonesia] Rahasia Kecerdasan Orang Yahudi (Great Person
> Theory?)
> >
> >
> > Assalamu'alaikum wr. wb.,
> >
> > Menurut Great Person Theory: "Leaders (and winners) are born, not made."
> >
> > Namun, bila teori ini yang diperturutkan secara totaliter dan dijadikan
> > alibi untuk ngeles, nyaleg, atau nyapres daripada berusaha mengungkapkan
> > kebenaran secara ilmiah, mungkin trend of leaderships manusia akan
> berbalik
> > ke abad kepemimpinan berdasarkan "darah biru" dengan tiap pergantian
> dinasti
> > yang nyaris selalu "berdarah-darah" bahkan di antara "sesama si biru".
> >
> > Dan, btw, setelah "pembantaian internal" selesai dan kemudian diambil
> sampel
> > darahnya, kok ternyata nyaris semuanya "berdarah merah" (kecuali
> kebetulan
> > para ahli forensik  tersebut  menemukan corpses dari keturunan E.T. atau
> > Predator :>).
> >
> > Saya percaya, apapun sifat genetik yang dimiliki seseorang, tanpa ikhtiar
> > untuk membangkitkan dan mempertajam potensi tersebut, maka akan sia-sia
> > sajalah karunia Allah tersebut. Ini termasuk nggak nyukurin nikmat juga
> > bukan? ;-)
> >
> > Ini sebagai pengantar yang way-too-ngelantur (pretty-cherry-sorry Mommy
> > about that;-) untuk artikel berikut.
> >
> > Semoga berkenan (dan bukan hoax;-).
> >
> > Wassalamu'alaikum wr. wb.,
> > Andri
> >
> >
> > Source: not yet verified
> >
> >
> > Rahasia Kecerdasan Orang Yahudi
> >
> > [Selasa,17 Februari 2009 - 04:24 AM] Artikel Dr Stephen Carr Leon patut
> > menjadi renungan bersama. Stephen menulis dari pengamatan langsung.
> Setelah
> > berada 3 tahun di Israel karena menjalani housemanship dibeberapa rumah
> > sakit di sana. Dirinya melihat ada beberapa hal yang menarik yang dapat
> > ditarik sebagai bahan tesisnya, yaitu, "Mengapa Yahudi Pintar?"
> >
> > Ketika tahun kedua, akhir bulan Desember 1980, Stephen sedang menghitung
> > hari untuk pulang ke California, terlintas di benaknya, apa sebabnya
> Yahudi
> > begitu pintar? Kenapa tuhan memberi kelebihan kepada mereka? Apakah ini
> > suatu kebetulan? Atau hasil usaha sendiri?
> >
> > Maka Stephen tergerak membuat tesis untuk Phd-nya. Sekadar untuk Anda
> > ketahui, tesis ini memakan waktu hampir delapan tahun. Karena harus
> > mengumpulkan data-data yang setepat mungkin.
> >
> > Marilah kita mulai dengan persiapan awal melahirkan. Di Israel, setelah
> > mengetahui sang ibu sedang mengandung, sang ibu akan sering menyanyi dan
> > bermain piano. Si ibu dan bapak akan membeli buku matematika dan
> > menyelesaikan soal bersama suami.
> >
> > Stephen sungguh heran karena temannya yang mengandung sering membawa buku
> > matematika dan bertanya beberapa soal yang tak dapat diselesaikan.
> Kebetulan
> > Stephen suka matematika.
> >
> > Stephen bertanya, "Apakah ini untuk anak kamu?"
> >
> > Dia menjawab, "Iya, ini untuk anak saya yang masih di kandungan, saya
> sedang
> > melatih otaknya, semoga ia menjadi jenius."
> >
> > Hal ini membuat Stephen tertarik untuk mengikut terus perkembangannya.
> >
> > Kembali ke matematika tadi, tanpa merasa jenuh si calon ibu mengerjakan
> > latihan matematika sampai genap melahirkan.
> >
> > Hal lain yang Stephen perhatikan adalah cara makan. Sejak awal mengandung
> > dia suka sekali memakan kacang badam dan korma bersama susu. Tengah hari
> > makanan utamanya roti dan ikan tanpa kepala bersama salad yang dicampur
> > dengan badam dan berbagai jenis kacang-kacangan.
> >
> > Menurut wanita Yahudi itu, daging ikan sungguh baik untuk perkembangan
> otak
> > dan kepala ikan mengandungi kimia yang tidak baik yang dapat merusak
> > perkembangan dan penumbuhan otak anak didalam kandungan. Ini adalah adat
> > orang orang Yahudi ketika mengandung. menjadi semacam kewajiban untuk ibu
> > yang sedang mengandung mengonsumsi pil minyak ikan.
> >
> > Ketika diundang untuk makan malam bersama orang orang Yahudi. Begitu
> Stephen
> > menceritakan, "Perhatian utama saya adalah menu mereka. Pada setiap
> undangan
> > yang sama saya perhatikan, mereka gemar sekali memakan ikan (hanya isi
> atau
> > fillet),"
> > ungkapnya.
> >
> > Biasanya kalau sudah ada ikan, tidak ada daging. Ikan dan daging tidak
> ada
> > bersama di satu meja. Menurut keluarga Yahudi, campuran daging dan ikan
> tak
> > bagus dimakan bersama. Salad dan kacang, harus, terutama kacang badam.
> >
> > Uniknya, mereka akan makan buah buahan dahulu sebelum hidangan utama.
> Jangan
> > terperanjat jika Anda diundang ke rumah Yahudi Anda akan dihidangkan buah
> > buahan dahulu. Menurut mereka, dengan memakan hidangan kabohidrat (nasi
> atau
> > roti) dahulu kemudian buah buahan, ini akan menyebabkan kita merasa
> ngantuk.
> > Akibatnya lemah dan payah untuk memahami pelajaran di sekolah.
> >
> > Di Israel, merokok adalah tabu, apabila Anda diundang makan dirumah
> Yahudi,
> > jangan sekali kali merokok. Tanpa sungkan mereka akan menyuruh Anda
> keluar
> > dari rumah mereka. Menyuruh Anda merokok di luar rumah mereka.
> >
> > Menurut ilmuwan di Universitas Israel, penelitian menunjukkan nikotin
> dapat
> > merusakkan sel utama pada otak manusia dan akan melekat pada gen.
> Artinya,
> > keturunan perokok bakal membawa generasi yang cacat otak ( bodoh). Suatu
> > penemuan yang dari saintis gen dan DNA Israel.
> >
> > Perhatian Stephen selanjutnya adalah mengunjungi anak-anak Yahudi. Mereka
> > sangat memperhatikan makanan, makanan awal adalah buah buahan bersama
> kacang
> > badam, diikuti dengan menelan pil minyak ikan (code oil lever).
> >
> > Dalam pengamatan Stephen, anak-anak Yahudi sungguh cerdas. Rata rata
> mereka
> > memahami tiga bahasa, Hebrew, Arab dan Inggris. Sejak kecil mereka telah
> > dilatih bermain piano dan biola. Ini adalah suatu kewajiban.
> > Menurut mereka bermain musik dan memahami not dapat meningkatkan IQ.
> Sudah
> > tentu bakal menjadikan anak pintar.
> >
> > Ini menurut saintis Yahudi, hentakan musik dapat merangsang otak.
> >
> > Tak heran banyak pakar musik dari kaum Yahudi.
> >
> > Seterusnya di kelas 1 hingga 6, anak anak Yahudi akan diajar matematika
> > berbasis perniagaan. Pelajaran IPA sangat diutamakan. Di dalam pengamatan
> > Stephen, "Perbandingan dengan anak anak di California, dalam tingkat
> IQ-nya
> > bisa saya katakan 6 tahun kebelakang!! !" katanya.
> >
> > Segala pelajaran akan dengan mudah di tangkap oleh anak Yahudi. Selain
> dari
> > pelajaran tadi olahraga juga menjadi kewajiban bagi mereka. Olahraga yang
> > diutamakan adalah memanah, menembak dan berlari.
> > Menurut teman Yahudi-nya Stephen, memanah dan menembak dapat melatih otak
> > fokus. Disamping itu menembak bagian dari persiapan untuk membela negara.
> >
> > Selanjutnya perhatian Stephen ke sekolah tinggi (menengah). Di sini
> > murid-murid digojlok dengan pelajaran sains. Mereka didorong untuk
> > menciptakan produk. Meski proyek mereka kadangkala kelihatannya lucu dan
> > memboroskan, tetap diteliti dengan serius.
> > Apa lagi kalau yang diteliti itu berupa senjata, medis dan teknik. Ide
> itu
> > akan dibawa ke jenjang lebih tinggi.
> >
> > Satu lagi yg di beri keutamaan ialah fakultas ekonomi. Saya sungguh
> > terperanjat melihat mereka begitu agresif dan seriusnya mereka belajar
> > ekonomi. Diakhir tahun diuniversitas, mahasiswa diharuskan mengerjakan
> > proyek. Mereka harus memperaktekkanya.
> > Anda hanya akan lulus jika team Anda (10 pelajar setiap kumpulan) dapat
> > keuntungan sebanyak $US 1 juta!
> >
> > Anda terperanjat?
> >
> > Itulah kenyataannya.
> >
> > Kesimpulan, pada teori Stephen adalah, melahirkan anak dan keturunan yang
> > cerdas adalah keharusan. Tentunya bukan perkara yang bisa diselesaikan
> > semalaman. Perlu proses, melewati beberapa generasi mungkin?
> >
> > Kabar lain tentang bagaimana pendidikan anak adalah dari saudara kita di
> > Palestina. Mengapa Israel mengincar anak-anak Palestina. Terjawab sudah
> > mengapa agresi militer Israel yang biadab dari 27 Desember 2008 kemarin
> > memfokuskan diri pada pembantaian anak-anak Palestina di Jalur Gaza.
> >
> > Seperti yang kita ketahui, setelah lewat tiga minggu, jumlah korban tewas
> > akibat holocaust itu sudah mencapai lebih dari 1300 orang lebih. Hampir
> > setengah darinya adalah anak-anak.
> >
> > Selain karena memang tabiat Yahudi yang tidak punya nurani, target
> anak-anak
> > bukanlah kebetulan belaka. Sebulan lalu, sesuai Ramadhan 1429 Hijriah,
> > Ismali Haniya, pemimpin Hamas, melantik sekitar 3500 anak-anak Palestina
> > yang sudah hafidz al-Quran.
> >
> > Anak-anak yang sudah hafal 30 juz Alquran ini menjadi sumber ketakutan
> > Zionis Yahudi. "Jika dalam usia semuda itu mereka sudah menguasai
> Alquran,
> > bayangkan 20 tahun lagi mereka akan jadi seperti apa?" demikian pemikiran
> > yang berkembang di pikiran orang-orang Yahudi.
> >
> > Tidak heran jika-anak Palestina menjadi para penghafal Alquran. Kondisi
> Gaza
> > yang diblokade dari segala arah oleh Israel menjadikan mereka terus
> intens
> > berinteraksi dengan al-Qur'an. Tak ada main Play Station atau game bagi
> > mereka.
> > Namun kondisi itu memacu mereka untuk menjadi para penghafal yang masih
> > begitu belia. Kini, karena ketakutan sang penjajah, sekitar 500 bocah
> > penghafal Quran itu telah syahid.
> >
> > Perang panjang dengan Yahudi akan berlanjut entah sampai berapa generasi
> > lagi. Ini cuma masalah giliran. Sekarang Palestina dan besok bisa jadi
> > Indonesia. Bagaimana perbandingan perhatian pemerintah Indonesia dalam
> > membina generasi penerus dibanding dengan negara tetangganya.
> >
> > Ambil contoh tetangga kita yang terdekat adalah Singapura. Contoh yang
> > penulis ambil sederhana saja, Rokok. Singapura selain menerapkan aturan
> yang
> > ketat tentang rokok, juga harganya sangat mahal.
> >
> > Benarkah merokok dapat melahirkan generasi "Goblok!" kata Goblok bukan
> dari
> > penulis, tapi kata itu sendiri dari Stephen Carr Leon sendiri. Dia sudah
> > menemui beberapa bukti menyokong teori ini.
> > "Lihat saja Indonesia," katanya seperti dalam tulisan itu.
> >
> > Jika Anda ke Jakarta, di mana saja Anda berada, dari restoran, teater,
> kebun
> > bunga hingga ke musium, hidung Anda akan segera mencium bau asak rokok!
> > Berapa harga rokok? Cuma US$ .70cts !!!
> >
> > "Hasilnya? Dengan penduduknya berjumlah jutaan orang berapa banyak
> > universitas? Hasil apakah yang dapat dibanggakan? Teknologi? Jauh sekali.
> > Adakah mereka dapat berbahasa selain dari bahasa mereka sendiri? Mengapa
> > mereka begitu sukar sekali menguasai bahasa Inggris? Ditangga berapakah
> > kedudukan mereka di pertandingan matematika sedunia?
> > Apakah ini bukan akibat merokok? Anda fikirlah sendiri?"
> >
> >
> >
> >
>
> --
> Berlombalah dalam karya, bersinergi, terapkan kaidah ilmu/teknologi serta
> kasih sayang dan manfaat untuk seisi alam, demi kebahagiaan dunia dan
> akhirat.
>
> Info pengelolaan milis Indonesia next better :
> http://pub.nextbetter.net/files/milist-indonesia-info.txt
>

Kirim email ke