GREETINGS!

http://ap2i.blogspot.com/

--- On Sat, 1/16/10, Anis Hariri <[email protected]> wrote:

From: Anis Hariri <[email protected]>
Subject: [indonesia] Pasien Rumah Sakit (BC for Dummies)
To: [email protected]
Date: Saturday, January 16, 2010, 5:14 AM



Ini versi for Dummies dari Pak Umar Said, mudah-mudahan jadi lebih mudah 
dicerna...
 
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
 
 

PASIEN RUMAH SAKIT
(Oleh Umar Said)
 Pada tahun 1993 terjadi perebutan peran kendali bagi Pembangunan Nasional Pada 
Tahap Tinggal Landas antara Bank Dunia dan BAPPENAS. Bahkan BAPPENAS terancam 
DI-BU-BAR-KAN!....untungnya diamankan BPPT.

1) IDENTIFIKASI PERMASALAHAN (SUDAH MENGUNDANG GUBERNUR BANK INDONESIA): 
Pada tahun 1997 ada 16 orang kurang sehat. Mereka dibawa ke rumah sakit dan 
diukur berbagai indikator kesehatannya seperti suhu badan, tekanan darah, detak 
jantung, analisa darah dan urin, di rongent, dan analisa lainnya. Dari hasil 
berbagai analisa itu, orang-orang itu memang dinyatakan sakit parah. Tentu 
pengukuran analisa kesehatan ini tidak dilakukan oleh seorang, tetapi dilakukan 
beberapa orang dengan tugas dan keahliannya yang berbeda-beda.

 
Kemudian, hasil analisa kesehatan para pasien ini diserahkan ke tim dokter 
ahli, salah satunya sebagai ketua tim. Tim dokter menghadapi masalah rumit. 
Penyakit pasien ini bisa menular ke orang lain. Tetapi rumah sakit juga sedang 
kekurangan obat. Sulit menolong 16 pasien itu. Penasehat rumah sakit 
menyarankan untuk tidak menolong 16 pasien itu. Akhirnya tim dokter memang 
memutuskan untuk tidak menolong 16 pasien itu. Akibatnya mereka mati semua. 

 
Celakanya keputusan tim dokter itu telah menyebabkan banyak orang menjadi 
ketakutkan. Orang-orang sehat takut mengalami nasib yang sama, yaitu tidak akan 
ditolong jika sakit. Orang tidak mau ke rumah sakit itu. Banyak orang yang 
pindah tempat. Rumah sakit menjadi kesulitan. Tidak ada pasien datang. Tidak 
ada pasien berarti tidak ada pemasukan uang. Rumah sakit menjadi merana. Orang 
mengatakan rumah sakit mengalami krisis. Hampir sepuluh tahun rumah sakit 
mengalami kesulitan keuangan. Secara pelahan, kepercayaan orang kepada rumah 
sakit itu mulai pulih kembali.

 
Tahun 2008, ada satu orang mengalami sakit yang sama. Indikator kesehatannya 
diukur seperti biasanya. 

 
2) PENYUSUNAN KEBIJAKSANAAN ALTERNATIF (BELUM MENGUNDANG KETUA UKP3R). Hasil 
analisis kesehatan diserahkan ke tim dokter lain untuk diperiksa. Tim dokter 
ini memang mempunyai tugas dan keahlian untuk itu. Tim ini khawatir jika tidak 
ditolong penyekitnya bias menular ke orang lain. Tim dokter ini juga mengingat 
akibat dari keputusan tim dokter tahun 1998. Atas berbagai pertimbangan itu, 
kali ini tim dokter memutuskan untuk menolong pasien itu. Meskipun  tim dokter 
sudah berbeda tetapi pengalaman buruk 1998 rupanya menjadi acuan untuk membuat 
keputusan kali ini. Rumah sakit mengeluarkan biaya untuk menolongnya. Biaya itu 
menjadi hutang pasien kepada rumah sakit. Kali ini dokter tidak mau mengambil 
risiko sekecil apapun agar peristiwa 1997 tidak terulang.

 
3) PENGKAJIAN ALTERNATIF (SUDAH MENGUNDANG MENTERI KEUANGAN): Selanjutnya 
pemberian obat kepada pasien diserahkan kepada tim medis yang bertugas di ruang 
perawatan. Pemberian obat itu tidak dilakukan oleh tim dokter yang memutuskan 
untuk menolong pasien, juga bukan oleh tim di laboraturium yang menyediakan 
data kesehatan pasien. Memang demikian pembagian tugasnya.

 
4) PENETAPAN RENCANA DAN DANA (SUDAH MENGUNDANG WAKIL PRESIDEN):Singkatnya 
karena ditolong, pasien ini menjadi sembuh. Kekhawatiran ada penularan penyakit 
juga tidak terjadi. Pasien itu sekarang bahkan sudah mulai bisa bekerja lagi. 
Sudah mulai mempunyai penghasilan lagi. Tetapi dia masih mempunyai hutang pada 
rumah sakit, yang harus dilunasinya. 

 
5) PENGENDALIAN PELAKSANAAN (SUDAH MENGUNDANG PAKAR SISTEM KENDALI INDONESIA): 
Hari ini, ada orang yang menggungat tim dokter sebagai telah melakukan 
mal-praktek. Para penggugat mengatakan penyakit pasien tidak gawat, buktinya 
dia sembuh. Penyakit pasien juga tidak menular, buktinya tidak ada yang 
tertular. 

 
6) EVALUASI PELAKSANAAN (DILAKSANAKAN OLEH PANSUS CENTURY BANK): Disini 
masyarakat mulai dibuat bingung. Yang salah dokter yang menolong atau para 
penggugat. Pertimbangan profesional tim dokter dipersoalkan oleh para 
penggugat, padahal mereka bukan dokter. Para penggugat, yang bukan dokter itu, 
mencoba memaksakan teori penyembuhannya sendiri. Mereka memaksakan teorinya 
bahwa penyakit pasien tidak gawat dan tidak menular. Bukankah pasien sembuh 
karena ditolong. Bukankah penyakit tidak menular karena diobati.

 
Para penggugat menjadi frustasi. Mereka mencari dalih lain. Keabsahan praktek 
dokter dipersoalkan. Dicari apa mungkin dokter ini ada hubungan dengan pasien. 
Apa mungkin dokter penolong ini disuap oleh keluarga pasien. Dokter dipaksa 
mengakui bahwa data laboratorium yang dipakai dasar memutuskan untuk menolong 
tidak cermat. Singkatnya dokter penolong itu dipaksa mengaku dosa. Namun semua 
tuduhan itu bisa ditangkal dengan baik. Para penggugat makin frustrasi. 

 
Seperti itulah cerita bank Century. Tahun 1997 ada 16 bank sakit yang tidak 
ditolong. IMF sebagai penasehat ekonomi Pemerintah tidak menyarankan Indonesia 
menolong 16 bank itu. Bank-bank tidak ditolong dan mati. 

 
Penyakit memang menular. Terjadi pelarian dana keluar negeri. Akibatnya lebih 
banyak lagi bank yang menjadi sakit atau kesulitan. Indonesia mengalami krisis 
ekonomi yang sangat dalam. Indonesia ditakuti sebagai tempat yang tidak aman 
bagi investasi. Investasi tidak terjadi di Indonesia. Itu seperti rumah sakit 
yang ditakuti dan ditinggal orang. Tidak ada pasien datang.

 
Tahun 2008 pasiennya bernama bank Century. Tim penyedia analisis kesehatan bank 
adalah Bank Indonesia. Dokter yang memutuskan menolong pasien adalah Menteri 
Keuangan - Ibu Sri Mulyani. Beliau sekarang dituduh melakukan mal-praktek. 

 
Mungkin rakyat tidak mempunyai pengetahuan yang mendalam tentang perbankan, 
tetapi rakyat mempunyai daya rasa yang sangat halus namun tajam. Jutaan orang 
merasa Ibu Sri Mulyani patut diacungi jempol karena menyelamatkan ekonomi 
Indonesia. 

 
Namun kalau dalam praktek penyelamatan bank ini ada orang yang ikut menerima 
obat yang diperuntukkan bagi Century, orang itulah yang harus diusut melalui 
jalur hukum. Semua setuju jalur hukum itu ditegakkan.

 
Mari kita bersama-sama membangun Indonesia. Marilah berhenti menghujat dan 
menyalahkan orang lain. Ingat bahwa bangsa lain terus bekerja dan meninggalkan 
kita.

 
Jakarta, 16 Januari 2010.




      

Kirim email ke