Kesalahan dokter rumah sakit/banker untuk menolong atau yang tidak menolong adalah keterbukaan informasi. Kesalahan fatal adalah karena merasa pintar sendiri sehingga informasi yang mendasar dirasakan tertutupi,Karena itu muncul segala dugaan2 sehingga harus dengan pengadilan untuk mengungkapkannya.
kenapa tidak mensyukuri kehidupan itu sendiri sehingga tidak perlu tutup menutupi,atau menjawab tidak tau untuk masalah yang di amanatkan itu sendiri?. salam 2010/1/16 Anis Hariri <[email protected]> > > Ini versi for Dummies dari Pak Umar Said, mudah-mudahan jadi lebih mudah > dicerna... > > > --------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- > > > > *PASIEN RUMAH SAKIT* > > (Oleh Umar Said) > > > > Pada tahun 1997 ada 16 orang kurang sehat. Mereka dibawa ke rumah sakit dan > diukur berbagai indikator kesehatannya seperti suhu badan, tekanan darah, > detak jantung, analisa darah dan urin, di rongent, dan analisa lainnya. Dari > hasil berbagai analisa itu, orang-orang itu memang dinyatakan sakit parah. > Tentu pengukuran analisa kesehatan ini tidak dilakukan oleh seorang, tetapi > dilakukan beberapa orang dengan tugas dan keahliannya yang berbeda-beda. > > > > Kemudian, hasil analisa kesehatan para pasien ini diserahkan ke tim dokter > ahli, salah satunya sebagai ketua tim. Tim dokter menghadapi masalah rumit. > Penyakit pasien ini bisa menular ke orang lain. Tetapi rumah sakit juga > sedang kekurangan obat. Sulit menolong 16 pasien itu. Penasehat rumah sakit > menyarankan untuk tidak menolong 16 pasien itu. Akhirnya tim dokter memang > memutuskan untuk tidak menolong 16 pasien itu. Akibatnya mereka mati semua. > > > > Celakanya keputusan tim dokter itu telah menyebabkan banyak orang menjadi > ketakutkan. Orang-orang sehat takut mengalami nasib yang sama, yaitu tidak > akan ditolong jika sakit. Orang tidak mau ke rumah sakit itu. Banyak orang > yang pindah tempat. Rumah sakit menjadi kesulitan. Tidak ada pasien datang. > Tidak ada pasien berarti tidak ada pemasukan uang. Rumah sakit menjadi > merana. Orang mengatakan rumah sakit mengalami krisis. Hampir sepuluh tahun > rumah sakit mengalami kesulitan keuangan. Secara pelahan, kepercayaan orang > kepada rumah sakit itu mulai pulih kembali. > > > > Tahun 2008, ada satu orang mengalami sakit yang sama. Indikator > kesehatannya diukur seperti biasanya. > > > > Hasil analisis kesehatan diserahkan ke tim dokter lain untuk diperiksa. Tim > dokter ini memang mempunyai tugas dan keahlian untuk itu. Tim ini khawatir > jika tidak ditolong penyekitnya bias menular ke orang lain. Tim dokter ini > juga mengingat akibat dari keputusan tim dokter tahun 1998. Atas berbagai > pertimbangan itu, kali ini tim dokter memutuskan untuk menolong pasien itu. > Meskipun tim dokter sudah berbeda tetapi pengalaman buruk 1998 rupanya > menjadi acuan untuk membuat keputusan kali ini. Rumah sakit mengeluarkan > biaya untuk menolongnya. Biaya itu menjadi hutang pasien kepada rumah sakit. > Kali ini dokter tidak mau mengambil risiko sekecil apapun agar peristiwa > 1997 tidak terulang. > > > > Selanjutnya pemberian obat kepada pasien diserahkan kepada tim medis yang > bertugas di ruang perawatan. Pemberian obat itu tidak dilakukan oleh tim > dokter yang memutuskan untuk menolong pasien, juga bukan oleh tim di > laboraturium yang menyediakan data kesehatan pasien. Memang demikian > pembagian tugasnya. > > > > Singkatnya karena ditolong, pasien ini menjadi sembuh. Kekhawatiran ada > penularan penyakit juga tidak terjadi. Pasien itu sekarang bahkan sudah > mulai bisa bekerja lagi. Sudah mulai mempunyai penghasilan lagi. Tetapi dia > masih mempunyai hutang pada rumah sakit, yang harus dilunasinya. > > > > Hari ini, ada orang yang menggungat tim dokter sebagai telah melakukan > mal-praktek. Para penggugat mengatakan penyakit pasien tidak gawat, buktinya > dia sembuh. Penyakit pasien juga tidak menular, buktinya tidak ada yang > tertular. > > > > Disini masyarakat mulai dibuat bingung. Yang salah dokter yang menolong > atau para penggugat. Pertimbangan profesional tim dokter dipersoalkan oleh > para penggugat, padahal mereka bukan dokter. Para penggugat, yang bukan > dokter itu, mencoba memaksakan teori penyembuhannya sendiri. Mereka > memaksakan teorinya bahwa penyakit pasien tidak gawat dan tidak menular. > Bukankah pasien sembuh karena ditolong. Bukankah penyakit tidak menular > karena diobati. > > > > Para penggugat menjadi frustasi. Mereka mencari dalih lain. Keabsahan > praktek dokter dipersoalkan. Dicari apa mungkin dokter ini ada hubungan > dengan pasien. Apa mungkin dokter penolong ini disuap oleh keluarga pasien. > Dokter dipaksa mengakui bahwa data laboratorium yang dipakai dasar > memutuskan untuk menolong tidak cermat. Singkatnya dokter penolong itu > dipaksa mengaku dosa. Namun semua tuduhan itu bisa ditangkal dengan baik. > Para penggugat makin frustrasi. > > > > Seperti itulah cerita bank Century. Tahun 1997 ada 16 bank sakit yang tidak > ditolong. IMF sebagai penasehat ekonomi Pemerintah tidak menyarankan > Indonesia menolong 16 bank itu. Bank-bank tidak ditolong dan mati. > > > > Penyakit memang menular. Terjadi pelarian dana keluar negeri. Akibatnya > lebih banyak lagi bank yang menjadi sakit atau kesulitan. Indonesia > mengalami krisis ekonomi yang sangat dalam. Indonesia ditakuti sebagai > tempat yang tidak aman bagi investasi. Investasi tidak terjadi di Indonesia. > Itu seperti rumah sakit yang ditakuti dan ditinggal orang. Tidak ada pasien > datang. > > > > Tahun 2008 pasiennya bernama bank Century. Tim penyedia analisis kesehatan > bank adalah Bank Indonesia. Dokter yang memutuskan menolong pasien adalah > Menteri Keuangan - Ibu Sri Mulyani. Beliau sekarang dituduh melakukan > mal-praktek. > > > > Mungkin rakyat tidak mempunyai pengetahuan yang mendalam tentang perbankan, > tetapi rakyat mempunyai daya rasa yang sangat halus namun tajam. Jutaan > orang merasa Ibu Sri Mulyani patut diacungi jempol karena menyelamatkan > ekonomi Indonesia. > > > > Namun kalau dalam praktek penyelamatan bank ini ada orang yang ikut > menerima obat yang diperuntukkan bagi Century, orang itulah yang harus > diusut melalui jalur hukum. Semua setuju jalur hukum itu ditegakkan. > > > > Mari kita bersama-sama membangun Indonesia. Marilah berhenti menghujat dan > menyalahkan orang lain. Ingat bahwa bangsa lain terus bekerja dan > meninggalkan kita. > > > > Jakarta, 16 Januari 2010. > > -- Best Regard Husni Muhamad Shebubakar Directional Drilling & GeoSteering Consultant Hp : +62811883696 Hp : +966557216982 Ph : +62218483546 Jakarta
