Berbicara mengenai perguruan tinggi, maka kita mengenal Tri Darma
perguruan tinggi :
1) Pendidikan
2) Penelitian dan Pengembangan
3) Pengabdian pada Masyarakat
Point 1) dan 2) dari Tri Darma PT diatas, masih bisa kita cerna
maksudnya. Tetapi, point 3),
yaitu : Pengabdian pada masyarakat, definisinya sangat abu abu dan luas
implikasinya. Point inilah yang
membuat perguruan tinggi di Indonesia (semuanya) mandul dalam bidangnya
(dibanding dengan
perguruan tinggi negara tetangga seperti Malaysia atau Vietnam sekalipun).
Kalau TNI sudah berani melepas "dwi fungsi", yang membuat mereka tidak
profesional, maka ternyata
Perguruan Tinggi menjadi sebuah lembaga yang tidak profesional dewasa
ini. Tidak jarang tanpa
sungkan seorang dosen melepas beban utama: pendidikan, penelitian dan
pengembangan, demi
mengejar suatu jabatan publik atau jabatan politis lain. Alih alih ini
adalah sebuah perwujudan dari
tri darma PT dari. Sedangkan rekan rekan sesama dosen di manca negara,
sedang berlomba lomba
membangun pendidikan dan melakukan penelitian.
Tidak bisa dipungkiri bahwa di negara kita, puncak karier dari seorang
dosen bukanlah diukur dari
bobot penelitian atau kualitas pengajarannya. Tetapi, dari sebuah
jabatan publik. Menjadi doktor
untuk mencari jabatan publik, menjadi profesor sami mawon, bahkan
tendensi teranyar adalah
jabatan rektor identik dengan kesempatan untuk menjadi menteri. Pokoknya
semunya bermuara
kesitu doang. Sedangkan tugas utama mereka diabaikan begitu saja.
Di Jepang, seorang dosen atau profesor kerjanya cuman ngajar dan di lab.
Seorang dosen ilmu
sosial sekalipun mempunyai Laboratorium sendiri. Hampir tidak ada cerita
seorang profesor mengejar
suatu jabatan publik. Sehingga jutaan hasil penelitian mereka hasilkan
setiap tahunnya.
Itu beda mereka dengan kita.
Satu lagi, dominasi perguruan tinggi di negara kita, membuat peran
swasta mandul. Bagaimana tidak,
proyek kecil kecil pemerintah sekalipun dialokasikan kepada mereka. Ini
membuat swasta kehilangan
kesempatan dan momentum untuk tumbuh. Bahkan pemerintah lebih dominan
melibatkan kalangan PT
dalam soal kebijakan daripada swasta. Ini sungguh aneh, mengingat para
praktisinya adalah swasta
dan merekalah yang paling tahu medan dan terkena dampak kebijakan tsb.
Jangan heran banyak sekali
kebijakan pemerintah yang membawa persoalan di lapangan.
Salam.
Henry Ako Tampubolon wrote:
Kalau kuat di basic science dan tahu penerapannya, penerapan
dilapangan pasti bisa dilakukan. Itu idealnya yang dilakukan
seharusnya. Tidak bisa diharapkan seoarnag professor menguasai seluruh
nya, kuasai suatu bidang kecil dan bisa diterapkan. Jadi mereka tetap
harus menghasilkan paper yang berkualitas di journal international dan
bisa mengimplementasikannya pada kondisi real. Jadi penelitian harus
dilakukan terus.
Semakin suatu bidang diketahuin hingga sekecil2nya maka semakin banyak
yang kita tidak tahu. Saya beri contoh kecil, misalkan kondisi patahan
suatu komponen (fracture), penelitian sekarang mengarah kepada nano
fracture, dimana mereka pingin tahu proses fracture hingga pada nano
scale. Dengan mengetahuin hal2 begitu detail spt ini, maka banyak hal2
praktis dilapangan yang bisa dipecahkan dalam merancang suatu produk.
Namun kita juga mengetahuin bahwa penelitian sekarang bisa
dikontrakkan ke badan penelitian tidak harus berada di perusahaan
tersebut dengan pertimbangan ongkos.
Di Indonesia itu ada RUK, RUT, hibah bersaing dsb, namun saya melihat
korelasinya dengan industri kecil sekali bahkan industri juga tdk tahu
ada hal2 spt ini yang bisa dioptimumkan. Mengapa? Industri masih belum
merasa adanya kebutuhan dari peningkatan kualitas produk mereka
melalui inovasi penelitian yang dilakukan. Jadi tidak heran produk2
kita kurang bisa bersaing terutama bidang manufaktur. Untuk bidang
manufaktur misalnya, banyak basic2 science yang belum begitu dikuasain
di Indo even professor di perguruan terkemuka spt di ITB, itu tidak
bisa didapat hanya karena punya pengalaman di lapangan namun beranjak
dari iklim penelitian yang bagus dan terorganisasi baik.
-henry-
From: Shaukat ally <[email protected]>
Subject: Re: [IA-ITB] Re: [indonesia] Saatnya Rektor Menegor Profesor
To: [email protected]
Date: Tuesday, February 16, 2010, 10:37 PM
Yang saya heran kenapa penelitian terus???? Praktisi lpangan di libatkan
Apa arti prof, doktor kalu hanya diatas kertas???
Salam
Shaukat ally
Powered by Telkomsel BlackBerry®
__._,_.___
Reply to sender
<mailto:[email protected]?subject=re:%20%5BIA-ITB%5D%20Re:%20%5Bindonesia%5D%20Saatnya%20Rektor%20Menegor%20Profesor>
| Reply to group
<mailto:[email protected]?subject=re:%20%5BIA-ITB%5D%20Re:%20%5Bindonesia%5D%20Saatnya%20Rektor%20Menegor%20Profesor>
Messages in this topic
<http://groups.yahoo.com/group/IA-ITB/message/56255;_ylc=X3oDMTM2c2lnNW5zBF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzc2MTMxNTQEZ3Jwc3BJZAMxNzA1MjQwNTYwBG1zZ0lkAzU2MjY3BHNlYwNmdHIEc2xrA3Z0cGMEc3RpbWUDMTI2NjQwMTc3MwR0cGNJZAM1NjI1NQ-->
(6)
Recent Activity:
* New Members
<http://groups.yahoo.com/group/IA-ITB/members;_ylc=X3oDMTJmcmk4bG0xBF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzc2MTMxNTQEZ3Jwc3BJZAMxNzA1MjQwNTYwBHNlYwN2dGwEc2xrA3ZtYnJzBHN0aW1lAzEyNjY0MDE3NzM-?o=6>
4
Visit Your Group
<http://groups.yahoo.com/group/IA-ITB;_ylc=X3oDMTJlNGZjMWJqBF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzc2MTMxNTQEZ3Jwc3BJZAMxNzA1MjQwNTYwBHNlYwN2dGwEc2xrA3ZnaHAEc3RpbWUDMTI2NjQwMTc3Mw-->
Start a New Topic
<http://groups.yahoo.com/group/IA-ITB/post;_ylc=X3oDMTJldHA3ZnNuBF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzc2MTMxNTQEZ3Jwc3BJZAMxNzA1MjQwNTYwBHNlYwNmdHIEc2xrA250cGMEc3RpbWUDMTI2NjQwMTc3Mw-->
***
Ayo, ayo, ajak Alumni ITB lain ikut milis IA-ITB. Yukkk, buat kerjasama !
Manajemen email di milis IA-ITB ada di bawah. Selamat mencoba. Mudah
kok :)
Anggota: 6.215 Diperbarui: 1 Februari 2010
--------------------------------------------------------------------------
*** IA-ITB ***
- Kerjasama merajut Prestasi Dunia -
Persahabatan, Ide, Iptek, Desain, Seni, Bisnis, & Kerjasama
http://groups.yahoo.com/group/IA-ITB
Managed by: IA-ITB & 99Venus International (http://99Venus.net )
http://www.IA-ITB.com http://IA-ITB.blogspot.com
--------------------------------------------------------------------------
Cihuyyy, sudah lebih 2.054 anggota Senyum-ITB Facebook. Hatur nuhun :-)
Tolong sebar terus ke jaringan Anda. Ajak masyarakat dan keluarga ikut ya
Komentar & lihat foto di http://facebook.com/pages/Senyum-ITB/100802856927
Manajemen email di milis IA-ITB yang lebih detil di blog IA-ITB :-)
Klik http://IA-ITB.blogspot.com/2009/07/manajemen-milis-ia-itb.html
Mengatur mode terima email dengan ganti-ganti 3 cara terima berikut :
1. [email protected] = email terima normal (individual emails)
2. [email protected] = email terima ringkasan (daily digest)
3. [email protected] = tidak terima email / libur sementara
Cara berlangganan / Ganti email :
1. [email protected] = email berlangganan milis IA-ITB
2. [email protected] = email berhenti dari milis IA-ITB
Milis IA-ITB di Facebook:
Ikut & lihat 928 wajah di http://Facebook.com/group.php?id=39676223082
Isi & lihat 1.156 profil di http://groups.yahoo.com/group/IA-ITB/database
Yahoo! Groups
<http://groups.yahoo.com/;_ylc=X3oDMTJkNGEwOGE5BF9TAzk3NDc2NTkwBGdycElkAzc2MTMxNTQEZ3Jwc3BJZAMxNzA1MjQwNTYwBHNlYwNmdHIEc2xrA2dmcARzdGltZQMxMjY2NDAxNzcz>
Switch to: Text-Only
<mailto:[email protected]?subject=change%20delivery%20format:%20Traditional>,
Daily Digest
<mailto:[email protected]?subject=email%20delivery:%20Digest>
. Unsubscribe
<mailto:[email protected]?subject=unsubscribe> .
Terms of Use <http://docs.yahoo.com/info/terms/>
.
__,_._,___