Konsultan swasta sebenarnya banyak yang sok tahu juga...
Namun karena diwajibkan oleh peraturan pemerintah atau atas
"kebijaksanaan" direksi perusahaan, mereka terpaksa di hire juga...

Sudahlah...
Permasalahannya dari dulu memang begini...
Baik di PT, Swasta maupun di Pemerintahan...
Jadi bikin mengkel memang kalau ada yang sok-sokan, padahal dianya
sangat belum seberapa...

Pertanyaannya, apa member milis ini tergerak hatinya untuk ikut
memberikan solusi ril...
Misalnya dimulai dari "publikasi scientific" berupa jurnal ilmiah
internasional itu...
Apa tidak mungkin dibikinkan jurnalnya dalam bentuk homepage?
Kenapa mereka bisa bikin jurnal Internasional, lalu disini tidak bisa?

Kemudian soal "SDM interchange" atau "R & D interchange" swasta-PT itu...
Apa tidak bisa diakomodasi melalui homepage?
Semoga ada yang tergerak hatinya disini untuk memulai...
Insya Allah saya akan ikut membantu untuk sebatas ilmu yang saya tahu...

Salam Z


2010/2/17 <[email protected]>
>
> Pengalaman saya dalam pembinaan jasa konstruksi, sangat terbatas konsultan 
> swasta yg memahami dengan baik. Sehingga "terpaksa" orang2 PT dilibatkan.
>
> Aneh tapi nyata, kalau konsultannya murni swasta, yg terjadi adalah kami yg 
> "mengajari" mereka. Sampai kami usul agar Pemerintah mendanai kelas magister 
> khusus bagi para konsultan utk menguasai masalah pembinaan konstruksi. Sayang 
> belum direspon dengan baik dengan alasan klasik, tapi memang benar, yaitu 
> pertanggungjawaban dana APBN digunakan utk pendidikan non aparat.
>
> Wass. DZA
>
> Powered by Telkomsel BlackBerry®
>
> ________________________________
> From: "Achmad Chamdani Eka P." <[email protected]>
> Date: Wed, 17 Feb 2010 17:50:13 +0700
> To: <[email protected]>; Indonesia<[email protected]>
> Subject: [indonesia] Re: [Menggugat Tri Darma PT] Saatnya Rektor Menegor 
> Profesor
> Berbicara mengenai perguruan tinggi, maka kita mengenal Tri Darma perguruan 
> tinggi :
>
> 1) Pendidikan
> 2) Penelitian dan Pengembangan
> 3) Pengabdian pada Masyarakat
>
> Point 1) dan 2) dari Tri Darma PT diatas, masih bisa kita cerna maksudnya. 
> Tetapi, point 3),
> yaitu : Pengabdian pada masyarakat, definisinya sangat abu abu dan luas 
> implikasinya. Point inilah yang
> membuat perguruan tinggi di Indonesia (semuanya) mandul dalam bidangnya 
> (dibanding dengan
> perguruan tinggi negara tetangga seperti Malaysia atau Vietnam sekalipun).
>
> Kalau TNI sudah berani melepas "dwi fungsi", yang membuat mereka tidak 
> profesional, maka ternyata
> Perguruan Tinggi menjadi sebuah lembaga yang tidak profesional dewasa ini. 
> Tidak jarang tanpa
> sungkan seorang dosen melepas beban utama: pendidikan, penelitian dan 
> pengembangan, demi
> mengejar suatu jabatan publik atau jabatan politis lain. Alih alih ini adalah 
> sebuah perwujudan dari
> tri darma PT dari. Sedangkan rekan rekan sesama dosen di manca negara, sedang 
> berlomba lomba
> membangun pendidikan dan melakukan penelitian.
>
> Tidak bisa dipungkiri bahwa di negara kita, puncak karier dari seorang dosen 
> bukanlah diukur dari
> bobot penelitian atau kualitas pengajarannya. Tetapi, dari sebuah jabatan 
> publik. Menjadi doktor
> untuk mencari jabatan publik, menjadi profesor sami mawon, bahkan tendensi 
> teranyar adalah
> jabatan rektor identik dengan kesempatan untuk menjadi menteri. Pokoknya 
> semunya bermuara
> kesitu doang. Sedangkan tugas utama mereka diabaikan begitu saja.
>
> Di Jepang, seorang dosen atau profesor kerjanya cuman ngajar dan di lab. 
> Seorang dosen ilmu
> sosial sekalipun mempunyai Laboratorium sendiri. Hampir tidak ada cerita 
> seorang profesor  mengejar
> suatu jabatan publik. Sehingga jutaan hasil penelitian mereka hasilkan setiap 
> tahunnya.
> Itu beda mereka dengan kita.
>
> Satu lagi, dominasi perguruan tinggi di negara kita, membuat peran swasta 
> mandul. Bagaimana tidak,
> proyek kecil kecil pemerintah sekalipun dialokasikan kepada mereka. Ini 
> membuat swasta kehilangan
> kesempatan dan momentum untuk tumbuh. Bahkan pemerintah lebih dominan 
> melibatkan kalangan PT
> dalam soal kebijakan daripada swasta. Ini sungguh aneh, mengingat para 
> praktisinya adalah swasta
> dan merekalah yang paling tahu medan dan terkena dampak kebijakan tsb. Jangan 
> heran banyak sekali
> kebijakan pemerintah yang membawa persoalan di lapangan.
>
>
> Salam.
>
> Henry Ako Tampubolon wrote:
>
>
>
> Kalau kuat di basic science dan tahu penerapannya, penerapan dilapangan pasti 
> bisa dilakukan. Itu idealnya yang dilakukan seharusnya. Tidak bisa diharapkan 
> seoarnag professor menguasai seluruh nya, kuasai suatu bidang kecil dan bisa 
> diterapkan. Jadi mereka tetap harus menghasilkan paper yang berkualitas di 
> journal international dan bisa mengimplementasikannya pada kondisi real. Jadi 
> penelitian harus dilakukan terus.
>
> Semakin suatu bidang diketahuin hingga sekecil2nya maka semakin banyak yang 
> kita tidak tahu. Saya beri contoh kecil, misalkan kondisi patahan suatu 
> komponen (fracture), penelitian sekarang mengarah kepada nano fracture, 
> dimana mereka pingin tahu proses fracture hingga pada nano scale. Dengan 
> mengetahuin hal2 begitu detail spt ini, maka banyak hal2 praktis dilapangan 
> yang bisa dipecahkan dalam merancang suatu produk.
>
> Namun kita juga mengetahuin bahwa penelitian sekarang bisa dikontrakkan ke 
> badan penelitian tidak harus berada di perusahaan tersebut dengan 
> pertimbangan ongkos.
>
> Di Indonesia itu ada RUK, RUT, hibah bersaing dsb, namun saya melihat 
> korelasinya dengan industri kecil sekali bahkan industri juga tdk tahu ada 
> hal2 spt ini yang bisa dioptimumkan. Mengapa? Industri masih belum merasa 
> adanya kebutuhan dari peningkatan kualitas produk mereka melalui inovasi 
> penelitian yang dilakukan. Jadi tidak heran produk2 kita kurang bisa bersaing 
> terutama bidang manufaktur. Untuk bidang manufaktur misalnya, banyak basic2 
> science yang belum begitu dikuasain di Indo even professor di perguruan 
> terkemuka spt di ITB, itu tidak bisa didapat hanya karena punya pengalaman di 
> lapangan namun beranjak dari iklim penelitian yang bagus dan terorganisasi 
> baik.
>
> -henry-
>
>
>
> From: Shaukat ally <[email protected]>
> Subject: Re: [IA-ITB] Re: [indonesia] Saatnya Rektor Menegor Profesor
> To: [email protected]
> Date: Tuesday, February 16, 2010, 10:37 PM
>
>
> Yang saya heran kenapa penelitian terus???? Praktisi lpangan di libatkan
>
> Apa arti prof, doktor kalu hanya diatas kertas???
>
> Salam
> Shaukat ally
> Powered by Telkomsel BlackBerry®
> __._,_.___
> Reply to sender | Reply to group
> Messages in this topic (6)
> Recent Activity:
>
> New Members 4
>
> Visit Your Group Start a New Topic
> ***
>
> Ayo, ayo, ajak Alumni ITB lain ikut milis IA-ITB. Yukkk, buat kerjasama !
> Manajemen email di milis IA-ITB ada di bawah. Selamat mencoba. Mudah kok :)
>
>
> Anggota: 6.215                               Diperbarui: 1 Februari 2010
> --------------------------------------------------------------------------
>                      *** IA-ITB ***
>           - Kerjasama merajut Prestasi Dunia -
> Persahabatan, Ide, Iptek, Desain, Seni, Bisnis, & Kerjasama
>           http://groups.yahoo.com/group/IA-ITB
>
> Managed by: IA-ITB & 99Venus International (http://99Venus.net )
>    http://www.IA-ITB.com   http://IA-ITB.blogspot.com
> --------------------------------------------------------------------------
>
>
> Cihuyyy, sudah lebih 2.054 anggota Senyum-ITB Facebook. Hatur nuhun :-)
> Tolong sebar terus ke jaringan Anda. Ajak masyarakat dan keluarga ikut ya
> Komentar & lihat foto di http://facebook.com/pages/Senyum-ITB/100802856927
>
> Manajemen email di milis IA-ITB yang lebih detil di blog IA-ITB :-)
> Klik http://IA-ITB.blogspot.com/2009/07/manajemen-milis-ia-itb.html
>
> Mengatur mode terima email dengan ganti-ganti 3 cara terima berikut :
> 1. [email protected] = email terima normal (individual emails)
> 2. [email protected] = email terima ringkasan (daily digest)
> 3. [email protected] = tidak terima email / libur sementara
>
> Cara berlangganan / Ganti email :
> 1. [email protected] = email berlangganan milis IA-ITB
> 2. [email protected] = email berhenti dari milis IA-ITB
>
> Milis IA-ITB di Facebook:
> Ikut & lihat 928 wajah di http://Facebook.com/group.php?id=39676223082
> Isi & lihat 1.156 profil di http://groups.yahoo.com/group/IA-ITB/database
>
>
> Switch to: Text-Only, Daily Digest • Unsubscribe • Terms of Use
> .
> __,_._,___

--
Berlombalah dalam karya, bersinergi, terapkan kaidah ilmu/teknologi serta
kasih sayang dan manfaat untuk seisi alam, demi kebahagiaan dunia dan akhirat.

Info pengelolaan milis Indonesia next better :
http://pub.nextbetter.net/files/milist-indonesia-info.txt

Kirim email ke