Wah, info dari mana profesor Jepang kerjaannya cuma ngajar dan di lab?.
Professor saya dulu, dalam setahun, nggak lebih dari enam bulan ada di
lab.
Sampai sekarang, temen2 saya yang jadi profesor di Tokyo Institute of
Technology atau di University of Tokyo, kerjaannya jalan terus.
Bahwa mereka mendedikasikan hidupnya untuk pengetahuan memang benar,
tapi itu tidak dilakukan dengan hanya nongkrong di lab.
Apalagi kalau orang tersebut pemanang nobel, pasti jarang sekali ada
di lab.
Benarkah profesor di luar tidak mengejar jabatan sosial? Nggak juga,
mereka juga mengejar. Cuma yang dikejar memang berbeda.
Mereka mengejar status Fellow, mereka mengejar status ketua asosiasi,
mereka mengejar status ketua dewan redaksi, dsb.
Memang kondisi di Indonesia salah, tapi yang salah bukan cuma
perguruan tinggi. Pemerintah dan rakyatnya ikut salah.
Penelitian dibilang tidak aplikatif. Setelah ditanya seperti apa sih
yang disebut aplikatif? Katanya yang bisa langsung dijual. Padahal,
mampu membuat kereta tidak identik dengan mampu membuat pabrik kereta.
Kita bisa membuat pabrik kereta tanpa mampu membuat kereta.
Seminggu yang lalu ada alumni yang mantan pejabat datang ke ITB.
Beliau bilang, kalau ada produk ITB yang sudah proven, dia sanggup
membantu. Waduh, lha kalau sudah proven saya nggak butuh dia. Kalau
sudah proven artinya sudah nggak perlu penelitian.
Para doktor dan profesor ditawari jabatan sebagai menteri, dirjen,
atau dirut BUMN memangnya salah siapa?
Jadi, kesalahan bukan hanya pada perguruan tinggi. Tapi salah semua
orang. Kalau memang tahu itu salah, mari kita coba perbaiki.
NB: Saya belum profesor jadi saya tidak termasuk yang disindir mendiknas.
--- On *Wed, 2/17/10, Achmad Chamdani Eka P. /<[email protected]>/*
wrote:
From: Achmad Chamdani Eka P. <[email protected]>
Subject: [indonesia] Re: [Menggugat Tri Darma PT] Saatnya Rektor
Menegor Profesor
To: [email protected], "Indonesia" <[email protected]>
Date: Wednesday, February 17, 2010, 5:50 PM
Berbicara mengenai perguruan tinggi, maka kita mengenal Tri Darma
perguruan tinggi :
1) Pendidikan
2) Penelitian dan Pengembangan
3) Pengabdian pada Masyarakat
Point 1) dan 2) dari Tri Darma PT diatas, masih bisa kita cerna
maksudnya. Tetapi, point 3),
yaitu : Pengabdian pada masyarakat, definisinya sangat abu abu dan
luas implikasinya. Point inilah yang
membuat perguruan tinggi di Indonesia (semuanya) mandul dalam
bidangnya (dibanding dengan
perguruan tinggi negara tetangga seperti Malaysia atau Vietnam
sekalipun).
Kalau TNI sudah berani melepas "dwi fungsi", yang membuat mereka
tidak profesional, maka ternyata
Perguruan Tinggi menjadi sebuah lembaga yang tidak profesional
dewasa ini. Tidak jarang tanpa
sungkan seorang dosen melepas beban utama: pendidikan, penelitian
dan pengembangan, demi
mengejar suatu jabatan publik atau jabatan politis lain. Alih alih
ini adalah sebuah perwujudan dari
tri darma PT dari. Sedangkan rekan rekan sesama dosen di manca
negara, sedang berlomba lomba
membangun pendidikan dan melakukan penelitian.
Tidak bisa dipungkiri bahwa di negara kita, puncak karier dari
seorang dosen bukanlah diukur dari
bobot penelitian atau kualitas pengajarannya. Tetapi, dari sebuah
jabatan publik. Menjadi doktor
untuk mencari jabatan publik, menjadi profesor sami mawon, bahkan
tendensi teranyar adalah
jabatan rektor identik dengan kesempatan untuk menjadi menteri.
Pokoknya semunya bermuara
kesitu doang. Sedangkan tugas utama mereka diabaikan begitu saja.
Di Jepang, seorang dosen atau profesor kerjanya cuman ngajar dan
di lab. Seorang dosen ilmu
sosial sekalipun mempunyai Laboratorium sendiri. Hampir tidak ada
cerita seorang profesor mengejar
suatu jabatan publik. Sehingga jutaan hasil penelitian mereka
hasilkan setiap tahunnya.
Itu beda mereka dengan kita.
Satu lagi, dominasi perguruan tinggi di negara kita, membuat peran
swasta mandul. Bagaimana tidak,
proyek kecil kecil pemerintah sekalipun dialokasikan kepada
mereka. Ini membuat swasta kehilangan
kesempatan dan momentum untuk tumbuh. Bahkan pemerintah lebih
dominan melibatkan kalangan PT
dalam soal kebijakan daripada swasta. Ini sungguh aneh, mengingat
para praktisinya adalah swasta
dan merekalah yang paling tahu medan dan terkena dampak kebijakan
tsb. Jangan heran banyak sekali
kebijakan pemerintah yang membawa persoalan di lapangan.
Salam.
Henry Ako Tampubolon wrote:
Kalau kuat di basic science dan tahu penerapannya, penerapan
dilapangan pasti bisa dilakukan. Itu idealnya yang dilakukan
seharusnya. Tidak bisa diharapkan seoarnag professor menguasai
seluruh nya, kuasai suatu bidang kecil dan bisa diterapkan. Jadi
mereka tetap harus menghasilkan paper yang berkualitas di journal
international dan bisa mengimplementasikan nya pada kondisi real.
Jadi penelitian harus dilakukan terus.
Semakin suatu bidang diketahuin hingga sekecil2nya maka semakin
banyak yang kita tidak tahu. Saya beri contoh kecil, misalkan
kondisi patahan suatu komponen (fracture), penelitian sekarang
mengarah kepada nano fracture, dimana mereka pingin tahu proses
fracture hingga pada nano scale. Dengan mengetahuin hal2 begitu
detail spt ini, maka banyak hal2 praktis dilapangan yang bisa
dipecahkan dalam merancang suatu produk.
Namun kita juga mengetahuin bahwa penelitian sekarang bisa
dikontrakkan ke badan penelitian tidak harus berada di perusahaan
tersebut dengan pertimbangan ongkos.
Di Indonesia itu ada RUK, RUT, hibah bersaing dsb, namun saya
melihat korelasinya dengan industri kecil sekali bahkan industri
juga tdk tahu ada hal2 spt ini yang bisa dioptimumkan. Mengapa?
Industri masih belum merasa adanya kebutuhan dari peningkatan
kualitas produk mereka melalui inovasi penelitian yang dilakukan.
Jadi tidak heran produk2 kita kurang bisa bersaing terutama
bidang manufaktur. Untuk bidang manufaktur misalnya, banyak
basic2 science yang belum begitu dikuasain di Indo even professor
di perguruan terkemuka spt di ITB, itu tidak bisa didapat hanya
karena punya pengalaman di lapangan namun beranjak dari iklim
penelitian yang bagus dan terorganisasi baik.
-henry-
From: Shaukat ally <farhanfirass@ yahoo.com>
Subject: Re: [IA-ITB] Re: [indonesia] Saatnya Rektor Menegor Profesor
To: ia-...@yahoogroups. com
Date: Tuesday, February 16, 2010, 10:37 PM
Yang saya heran kenapa penelitian terus???? Praktisi lpangan di
libatkan
Apa arti prof, doktor kalu hanya diatas kertas???
Salam
Shaukat ally
Powered by Telkomsel BlackBerry®
__._,_.___
Reply to sender
<http://us.mc361.mail.yahoo.com/mc/[email protected]&subject=Re:%20%5BIA-ITB%5D%20Re:%20%5Bindonesia%5D%20Saatnya%20Rektor%20Menegor%20Profesor>
| Reply to group
<http://us.mc361.mail.yahoo.com/mc/[email protected]&subject=Re:%20%5BIA-ITB%5D%20Re:%20%5Bindonesia%5D%20Saatnya%20Rektor%20Menegor%20Profesor>
Messages in this topic
<http://groups.yahoo.com/group/IA-ITB/message/56255;_ylc=X3oDMTM2c2lnNW5zBF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzc2MTMxNTQEZ3Jwc3BJZAMxNzA1MjQwNTYwBG1zZ0lkAzU2MjY3BHNlYwNmdHIEc2xrA3Z0cGMEc3RpbWUDMTI2NjQwMTc3MwR0cGNJZAM1NjI1NQ-->
(6)
Recent Activity:
* New Members
<http://groups.yahoo.com/group/IA-ITB/members;_ylc=X3oDMTJmcmk4bG0xBF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzc2MTMxNTQEZ3Jwc3BJZAMxNzA1MjQwNTYwBHNlYwN2dGwEc2xrA3ZtYnJzBHN0aW1lAzEyNjY0MDE3NzM-?o=6>
4
Visit Your Group
<http://groups.yahoo.com/group/IA-ITB;_ylc=X3oDMTJlNGZjMWJqBF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzc2MTMxNTQEZ3Jwc3BJZAMxNzA1MjQwNTYwBHNlYwN2dGwEc2xrA3ZnaHAEc3RpbWUDMTI2NjQwMTc3Mw-->
Start a New Topic
<http://groups.yahoo.com/group/IA-ITB/post;_ylc=X3oDMTJldHA3ZnNuBF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzc2MTMxNTQEZ3Jwc3BJZAMxNzA1MjQwNTYwBHNlYwNmdHIEc2xrA250cGMEc3RpbWUDMTI2NjQwMTc3Mw-->
***
Ayo, ayo, ajak Alumni ITB lain ikut milis IA-ITB. Yukkk, buat
kerjasama !
Manajemen email di milis IA-ITB ada di bawah. Selamat mencoba.
Mudah kok :)
Anggota: 6.215 Diperbarui: 1
Februari 2010
--------------------------------------------------------------------------
*** IA-ITB ***
- Kerjasama merajut Prestasi Dunia -
Persahabatan, Ide, Iptek, Desain, Seni, Bisnis, & Kerjasama
http://groups.yahoo.com/group/IA-ITB
Managed by: IA-ITB & 99Venus International (http://99Venus.net
<http://99venus.net/> )
http://www.IA-ITB.com <http://www.ia-itb.com/>
http://IA-ITB.blogspot.com <http://ia-itb.blogspot.com/>
--------------------------------------------------------------------------
Cihuyyy, sudah lebih 2.054 anggota Senyum-ITB Facebook. Hatur
nuhun :-)
Tolong sebar terus ke jaringan Anda. Ajak masyarakat dan keluarga
ikut ya
Komentar & lihat foto di
http://facebook.com/pages/Senyum-ITB/100802856927
Manajemen email di milis IA-ITB yang lebih detil di blog IA-ITB :-)
Klik
http://IA-ITB.blogspot.com/2009/07/manajemen-milis-ia-itb.html
<http://ia-itb.blogspot.com/2009/07/manajemen-milis-ia-itb.html>
Mengatur mode terima email dengan ganti-ganti 3 cara terima
berikut :
1. [email protected] = email terima normal
(individual emails)
2. [email protected] = email terima ringkasan (daily
digest)
3. [email protected] = tidak terima email / libur
sementara
Cara berlangganan / Ganti email :
1. [email protected] = email berlangganan milis IA-ITB
2. [email protected] = email berhenti dari milis
IA-ITB
Milis IA-ITB di Facebook:
Ikut & lihat 928 wajah di
http://Facebook.com/group.php?id=39676223082
<http://facebook.com/group.php?id=39676223082>
Isi & lihat 1.156 profil di
http://groups.yahoo.com/group/IA-ITB/database
Yahoo! Groups
<http://groups.yahoo.com/;_ylc=X3oDMTJkNGEwOGE5BF9TAzk3NDc2NTkwBGdycElkAzc2MTMxNTQEZ3Jwc3BJZAMxNzA1MjQwNTYwBHNlYwNmdHIEc2xrA2dmcARzdGltZQMxMjY2NDAxNzcz>
Switch to: Text-Only
<http://us.mc361.mail.yahoo.com/mc/[email protected]&subject=Change%20Delivery%20Format:%20Traditional>,
Daily Digest
<http://us.mc361.mail.yahoo.com/mc/[email protected]&subject=Email%20Delivery:%20Digest>
âEUR¢ Unsubscribe
<http://us.mc361.mail.yahoo.com/mc/[email protected]&subject=Unsubscribe>
âEUR¢ Terms of Use <http://docs.yahoo.com/info/terms/>
.
__,_._,___