Kawan2Milis Yth,

Strategi dan Roadmap (Peta Jalan) adalah dua hal yang sangat penting dalam 
menuju ke suksesnya suatu usaha atau bisnis, baik itu skala kecil maupun skala 
besar, nasional.

Di zaman kejayaan kekaisaran Roma memang banyak sekali jalan-jalan raya (Via - 
bahasa Italia) yang dibangun untuk menuju ke Ibukota Kekaisaran Roma sebagai 
pusat perekonomian dan peradaban dunia saat itu. Namun hanya ada satu jalan 
yang lurus dan pendek, sehingga lebih cepat ditempuhnya. Banyak jalan yang 
panjang dan beliku-liku, sehingga akan lebih lama ditempuhnya. Tanpa peta jalan 
yang baik, maka akan sering kita tersesat.

Tanpa strategi yang tepat yang diterjemahkan dalam bentuk Peta Jalan (Roadmap), 
maka kita akan kalah bersaing dan gagal dalam mencapai sasaran-sasaran usaha 
(goals). Kita sering melihat kegagalan suatu usaha karena memang mereka belum 
punya strategi dan Roadmap yang tepat untuk memenangkan persaingan dan mencapai 
sasaran mereka.

Beberapa waktu yang lalu kita mendengar kalau Garuda dan Merpati merugi dan 
kalah bersaing dengan perusahaan baru asal negeri jiran, yaitu Air Asia yang 
memilki strategi jitu untuk memenuhi tempat duduk pesawat setiap penerbangan, 
sehingga dapat memasang tarif yang sangat kompetitif, serta mereka tidak 
menyediakan makanan di pesawat yg merepotkan operasionalnya.

Kita juga terkaget-kaget mendengar berita minggu lalu kalau PT KAI harus 
menutup layanan KA Parahyangan yang dahulunya menjadi cash-cow PT KAI, sebab 
kalah bersaing dengan layanan travel mobil yang menjadi kompetitif dengan 
adanya jalan toll Cipularang.

Bagaimanakah situasi persaingan di bidang telematika? Nokia dan BlackBerry yang 
lama mendominasi pasar Smartphone Indonesia mendapat serangan gencar dari 
Smartphone Qwerty buatan Cina dan Taiwan dengan produk BlackBerry-like, seperti 
BlueBerry, RedBerry, CherryBerry, dll, yang jauh lebih murah (dibawah Rp 1 
jutaan), Qwerty keyboard, dan penuh dengan fitur2 canggih: Dual GSM on, TV, FM, 
Video, camera, WiFi, FB, Twitter, YM, Skype, dll. Ini dimungkinkan berkat 
software Java yang sangat canggih.

Di sisi lain, Smartphone iPhone dari Apple Computers mendapat tantangan dari 
pendatang baru, yaitu Smartphone berbasiskan Operating System Android yang Open 
Source, sehingga membuat harga iPhone turun terus secara perlahan tetapi pasti.

Para operator telekomunikasi Indonesia yang jumlahnya ada 12 saat ini sedang 
kebingungan untuk mencari strategi dan Roadmap yang tepat untuk menghadapi 
persaingan diantara mereka sendiri yang sangat ketat, sehingga untuk tetap 
survive dan menambah jumlah pelanggan mereka harus melakukan banting harga yang 
terus menggerogoti margin laba dari waktu ke waktu. Sampai kapankah mereka akan 
tetap bertahan? Kunci untuk dapat melepaskan diri dari spiral yang menuju ke 
titik dasar adalah: merubah persaingan yang hanya sekadar menjadi penyedia 
jaringan, ke layanan-layanan yang bernilai tambah, mutu yang lebih baik, 
layanan data, aplikasi2 baru dan kontent, antara lain mobile advertising, 
mobile commerce, mobile payment, eLearning, eGov dengan memanfaatkan jejaring 
sosial yang makin banyak anggotanya.

Bagaimanakah dengan strategi dan Roadmap Broadband di Indonesia? Memang akan 
ada porsi layanan Fixed Broadband (atau nomadic) dan Mobile Broadband. Namun 
dilihat dari tren jumlah pelanggan seluler di Dunia maupun di Indonesia yang 
saat ini sudah mencapai 170 juta orang yang terdaftar, jauh melebihi pelanggan 
Fixed atau Nomadic Broadband, maka kita perlu untuk memperhatikan perkembangan 
mobile broadband itu.

Bila sebuah perangkat Terminal (CPE) sudah memenuhi persyaratan Mobile 
Broadband, maka secara otomatis perangkat tersebut sudah pula memenuhi atau 
melebihi persyaratan untuk Fixed atau Nomadic Broadband. Pemerintah Indonesia 
saat ini sudah melakukan tender operator Fixed dan Nomadic Broadband dengan 
layanan WiMAXstandar 16d khas Indonesia, namun operator pemenang tender yang 
sudah mulai melaksanakannya adalah yang pada pita frekwensi 3,3 GHz, sedangkan 
yang pada pita frekwensi 2,3 GHz masih terus berfikir-fikir, maju mundur, sebab 
mereka takut investasi mereka tidak akan dapat kembali.

Sementara itu di pasar global pada pita 2,3 GHz dan 2,5 GHz telah mulai 
diproduksi perangkat CPE yang telah dilengkapi (embedded) dengan modem WiMAX 
standar 16e yang mobile dengan efisiensi penggunaan pita yang tinggi dan 
operasional yang sangat mudah dipakai dan inter-operable, dengan harga yang 
sangat kompetitif, yaitu: laptop, netbook, Smartphones, iPhone, iPad, dll, 
sesuai standar 4G.

Perangkat2 tersebut memang membutuhkan kecepatan transmisi yang tinggi, diatas 
20 Mbps agar menjadi bermanfaat bagi pemiliknya. Perangkat2 tersebut menjadi 
sangat kurang manfaatnya bilamana kecepatannya lelet, dan menjengkelkan bagi 
pengguna. Mereka jengkel karena sudah beli mahal, tetapi tidak sesuai dengan 
fitur2 yang tersedia.

Lalu apakah definisi Boadband? Bagi orang awam, adalah seperti yang disampaikan 
oleh Ketua Umum Mastel, pak Setyanto P Santosa, yaitu bila kita tekan tombol 
keyboard, maka secara instant akan muncul hasilnya (misalnya gambar, konten 
web, dsb). Bila lelet, maka jelas itu bukanlah kecepatan Broadband.

Sementara itu di banyak negara termasuk di Indonesia sudah mulai diuji-coba 
jaringan dan CPE LTE (Long Term Evolution) sebagai evolusi akhir dari jaringan 
dan perangkat 3G dan 3.5G (HSDPA, HSPA+, CDMA 2001X EV/DO).

Bagaimanakah Strategi dan Roadmap menuju ke layanan LTE atau WiMAX Standar 16m 
yang sepadan ini? Tentu perlu dipersiapkan langkah-langkah dan milestones yang 
tepat, seperti alokasi pita frekwensi yang diperlukan, peraturan perundangan, 
pilihan teknologi untuk memungkinkan kemajuan industri DN dan sebagainya agar 
jalan menuju ke Roma itu tidak berliku-liku panjang dan melelahkan, membuat 
masyarakat pengguna kehilangan momentum untuk memajukan perekonomian nasional 
yang diklaim tiap sekian persen penetrasi Broadband akan meningkatkan sekian 
persen GDP.

Silahkan ditanggapi dan semoga bermanfaat bagi kemajuan bangsadan negara.

Wassalam,
S Roestam
http://mastel.wordpress.com
http://wartaduniamaya.blogspot.com
http://mastel.wetpaint.com

Kirim email ke