BALI. Pemadaman listrik bergilir menjadi salah satu persoalan yang disinggung 
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam rapat kerja di Istana Tampak 
Siring, Bali. Persoalan listrik bergilir merupakan salah satu materi dalam 
sepuluh arahan Presiden.

Presiden mengatakan, kebutuhan listrik baik jangka menengah maupun jangka 
pendek harus bisa terpenuhi. “Jangka pendek pemadaman listrik harus dapat 
diatasi,” ujar Presiden, Senin (19/4).

Dirut PLN Dahlan Iskan menjelsakan bahwa penyelesaian masalah pemadaman 
bergilir paling lambat selesai pada Oktober 2010. “Tapi , akan diusahakan Juni 
supaya tidak terjadi byar-pet lagi,” kata Presiden mengulangi ucapan Dirut PLN 
kepada peserta rapat yang hadir.

SBY pun meminta kepada para Gubernur menagih janji itu kepada pihak PLN. Selain 
itu, Presiden menyampaikan bahwa dalam pengembangan energi harus mampu mencapai 
target mixed energy, jangan hanya mengandalkan yang berasal dari fosil saja. 
Presiden juga menekankan pentingnya mengelola energi panas bumi dengan baik. 
“Jangan sampai kita capek-capek raker di Tampak Siring, lima tahun mendatang 
masih sepi pengembangan geothermal,” kata Presiden.

Sekadar informasi, pada 8 April seusai rapat listrik di Istana Wakil Presiden, 
Dirut PLN Dahlan Iskan menjanjikan bahwa pemadaman listrik bergilir paling 
cepat diselesaikan pada 30 Juni nanti. Karena itu, PLN sedang membenahi 
persoalan byar-pet di beberapa wilayah di luar Pulau Jawa.

Daerah di luar Pulau Jawa yang sedang dalam pembenahan antara lain Mentawai dan 
Sungai Penuh di Sumatera Barat, lalu daerah Palu, Toli-Toli, Luwu, dan Poso di 
Sulawesi, Flores di Nusa Tenggara Timur, dan sejumlah daerah di Indonesia 
Timur. Perbaikan listrik di daerah-daerah itu sepenuhnya dilakukan PLN sendiri.

Adapun khusus untuk Pulau Jawa dan Bali, kata Dahlan, sudah tidak ada lagi 
pemadaman bergilir. Tapi, menurutnya, bukan berarti tidak ada listrik yang 
padam, seperti saat Tangerang padam ketika ada perbaikan trafo.

http://icaexpo.coop


      

Kirim email ke