Einstein bilang ..The true sign of intelligence is not knowledge but 
imagination.

Kemudian ada lagi,
Reading, after a certain age, diverts the mind too much from its creativity 
pursuits.

Any man who read to much and uses his own brain too little falls into lazy 
habiys of thinking.

Salam,

-Irsal
The true sign of intelligence is not knowledge, but imagination.
#Albert Einstein

-----Original Message-----
From: Harlizon MBAu <[email protected]>
Date: Tue, 27 Apr 2010 11:33:33 
To: <[email protected]>
Subject: [indonesia] Re: Lulusan UN Terbaik: Saya Hanya Ingin Masuk ITB

Salah seorang teman alumni ITB beberapa tahun yang lalu dengan nada "self
critique" mengungkapkan, "Sekolah kita menangnya karena bisa memilih
mahasiswa-2 yang pintar".
Bagi yang melihat kepintaran dari kulitnya, sepintas pernyataan tersebut ada
benarnya...
Namun bagi yang betul-betul menyelidiki bagaimana terjadinya proses
pemintaran barangkali akan berpendapat lain...
Apalagi bagi yang mengerti bahwa kepintaran tidak hanya monopoli domain ilmu
pasti alam (MIPA)...
Bukankah banyak diantara kita sebelumnya adalah orang-orang yang kurang atau
tidak pintar?
Bukankah begitu banyak orang-orang yang dulunya berprestasi "kurang OK"
setelah mengarungi hidupnya menjadi jauh lebih pintar dari orang-orang yang
dulunya disangka lebih pintar?
Bukankah sebelum belajar Al Jabar / Algebra (dulunya  mathematik disebut al
jabar) bahkan tidak tahu 1 + 1 = 2?
Bukankah anak-anak Einstein "tidak sepintar" Einstein?

Kepintaran ternyata tidaklah diturunkan atau berlaku sepanjang masa...
Kepntaran ternyata tergantung kepada bagaimana lingkungan (termasuk sekolah)
men"support"nya...
Indeed, paradigma "feodal", "kolonial", memperbudak, mempersulit,
menyalahgunakan kekuasaan/status atau menekan tanpa alasan yang baik akan
merusak proses pemintaran masyarakat...
Baik bagi para penekannya, karena lalu dia kurang/tidak merasa ada gunanya
belajar lagi...
Maupun kepada yang ditekan, karena dia akan takut atau tidak merasa ada
gunanya "belajar" lagi...
Feodalisme berperan besar dalam proses pembodohan masyarakat...
Dan feodalisme dapat terjadi di sekolah, pemerintahan, institusi agama,
perusahaan dan lingkungan sosial lainnya...
Berbahagialah Anda yang tidak bertabiat feodal, dan mengubahnya jadi
menghormati orang lain yang tidak lebih rendah...
Karena sebenarnya Anda adalah orang pintar, setidaknya berpotensi pintar...

Salam Z

2010/4/27 <[email protected]>

> Waktunya untuk membangkitkan kembali "esprit de corps" dan "narsisme"
> setelah diterjang kasus plagiarisme. :>
>
> Salam,
> CA
>
> Source:
> http://www.poskota.co.id/metro/2010/04/26/idham-hafizh-lulusan-tertinggi-un-se-dki-jakarta
>
> --begins--
> Idham Hafizh Lulusan Tertinggi UN se DKI Jakarta
>
> Senin, 26 April 2010 - 17:57 WIB
>
> PASAR MINGGU (Pos Kota) – ‘Alhamdulillah… Kalau betul saya menjadi yang
> tertinggi mendapatkan nilai hasil Ujian Akhir Nasional (UAN) untuk tingkat
> DKI Jakarta khususnya sekolah negeri,’ ucap Idham Hafizh, siswa kelas III
> IPA 2 SMA N 28, Pasar Minggu, Senin (26/4).
>
> Anak bungsu dari dua bersaudara ini mengaku sama sekali tak tahu menahu
> mengenai hasil nilai ujian yang diperoleh setelah pengumuman lulus dari
> sekolah ini.
>
> “Sama sekali tak bermimpi untuk menjadi yang paling tinggi mendapatkan
> nilai ujian,” tuturnya.
>
> Tak ada yang diharuskan atau diajarkan kedua orang tuanya, Iwan Ridwan
> Hudaya pensiunan PNS Pegawai Departemen Perdagangan tahun 2008, dan Ny. Lili
> Nyulianti, pensiunan Bank Indonesia tahun 2010 ini.
>
> Idham yang tergolong pendiam ini, mengakui sama sekali tak bermimpi jika
> dirinya bakal menjadi yang tertinggi mendapatkan nilai hasil ujian nasional.
> “Tak ada mimpi atau keanehan mendapatkan nilai tertinggi ini,” ujarnya, yang
> mengetahui nilainya tertinggi sekitar Pk. 13:30 setelah ditelepon
> sekolahnya.
>
> Hasil yang dicapai sekarang ini, katanya, memang tak ada dalam rencana tapi
> yang penting tetap belajar dan menyiapkan diri untuk menghadapi ujian
> nasional. “Saya hanya ingin melanjutkan ke Institut Teknologi Bandung (ITB)
> ,” ujarnya yang lahir di Bandung, 19 Nopember 1992.
>
> Kepala SMA N 28 Drs. H. Edi Sumarto didampingi Kabag Humas setempat Drs.
> Bahari Lubis, mengaku sangat bangga dengan hasil yang diraih salah satu
> siswa terhadap nilai UAN tahun 2010 ini.
>
> Dengan mendapatkan hasil rata 9,45 tentunya, tambah dia, akan menjadi
> contoh siswa lain untuk lebih berprestasi di masa mendatang. Nilai Bahasa
> Indonesia 8,8, Bahasa Inggris 9,0, Matematika 10, Fisika 10, Kimia 9,25 dan
> Biologi 9,75 sehingga total nilai 56,80.
>
> Walikota Jaksel Syahrul Effendi, mengaku bangga dengan keberhasilan salah
> satu murid di Jaksel khususnya Idham Hafizs siswa SMA N 28 menjadi yang
> tertinggi mendapatkan nilai ujian akhir nasional (UAN).
>
> “Ini seharusnya dapat menjadi motivasi seluruh siswa atau warga Jaksel
> untuk giat belajar guna meraih prestasi yang tinggi,” tuturnya. (anton/ir)
> --ends--
> Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone

Kirim email ke