Setuju otak kita itu seperti CPU. Semakin banyak program yg dirun dlm sekali waktu, maka performance program tsb. dpt dipengaruhi. System pendidikan dasar Indonesia adl memasukan dan menjalankan semua program yg ada dlm sekali waktu sehingga utility hampir selalu mendekati 100 persen tanpa memberikan kesempatan CPU utk sedikit idle agar bisa bekerja lebih baik dan lebih cepat. Hasilnya memang org2 Indonesia lebih jago dalam menjalankan segala macam program yg telah dicode sehingga mampu mempunyai IPK tinggi di univ2 amrik, akan tetapi tidak mampu merubah codenya sendiri (inovatif) krn CPUnya dr awal udah didisain hanya utk menjalankan code orang lain:).
Salam, -Irsal The true sign of intelligence is not knowledge, but imagination. #Albert Einstein -----Original Message----- From: Harlizon MBAu <[email protected]> Date: Tue, 27 Apr 2010 22:40:39 To: <[email protected]> Cc: sman2padang<[email protected]> Subject: [indonesia] Re: Lulusan UN Terbaik: Saya Hanya Ingin Masuk ITB Fungsi otak yang sebenanya adalah "mengontrol"... Mirip dengan CPU atau Micro(Macro)Processor... Fungsi kerjanya yang terdasar adalah memBEDA-BEDA kan (FURQAAN); makanya Al-Quran disebut Al-Furqaan... Bagi saudara-saudara yang belajar sensing (sensor) - apa masih ada jurusan Telekomunikasi di EL ITB? - akan lebih mudah memahaminya... Sinyal dari sensor mata kemudian "warna-warna"nya di BEDA-BEDA kan oleh otak sehingga ter(RE)COGNIZE adanya benda... Demikian juga dengan sensor suara, kulit dsb... Prinsip kerja otak manusia cuma FURQAAN (membeda-bedakan) saja... Selanjutnya cuma menghubung-hubungkan (asosiasi?)... Hubungan tersebut ada yang benar, ada yang NGACO... (sepertinya lebih sering ngaconya daripada benarnya...) Untuk dapat menggunakan otaknya dengan baik, manusia perlu dalam keadaan *sadar *(makanya tidak boleh mabok oleh Islam) dan *fokus *(makanya "tidak boleh" shalat dalam keadaan mengantuk atau lapar)... Kira-kira proses dan tingkatannya (meski juga terjadi proses neural-mixing yang paralel) adalah sbb: 1. Mengetahui; adalah salah satu hasil terdasar kecerdasan (intelligence) , selanjutnya 2. Memahami (memengerti), membayangkan (memprediksi), menemukan... 3. MELAKUKAN (action) dan MENCIPTAKAN... Adakah yang lebih cerdas dari orang yang punya kemampuan untuk dapat menciptakan sesuatu? (meskipun pada dasarnya, semua dasar-dasar pengetahuan, bahkan kata-kata yang digunakan dalam menciptakan tersebut adalah dengan MENCONTEK hasil kerja/pikiran orang lain) Dimensi penciptaan juga bertingkat-tingkat: mulai dari kelas benda (patung, kubus dsb), alat; sampai ke tingkat sosial dan lingkungan dengan segala macam mixing-nya... Sekalipun manusia bisa menciptakan teori yang bisa mengubah ENERGY jadi MASSA... (Kekekalan Energy-Massa) Pada kenyataanya, sampai sekarang tidak seorangpun yang bisa melakukannya; (ternyata sekolah "exacta" juga diinDOKTRINasi) Apalagi menciptakan sesuatu benda dari ketiadaan.. Segitulah cuma manusia... Salam Z 2010/4/27 <[email protected]> > Einstein bilang ..The true sign of intelligence is not knowledge but > imagination. > > Kemudian ada lagi, > Reading, after a certain age, diverts the mind too much from its creativity > pursuits. > > Any man who read to much and uses his own brain too little falls into lazy > habiys of thinking. > > Salam, > > -Irsal > > The true sign of intelligence is not knowledge, but imagination. > #Albert Einstein > ------------------------------ > *From: * Harlizon MBAu <[email protected]> > *Date: *Tue, 27 Apr 2010 11:33:33 +0700 > *To: *<[email protected]> > *Subject: *[indonesia] Re: Lulusan UN Terbaik: Saya Hanya Ingin Masuk ITB > > Salah seorang teman alumni ITB beberapa tahun yang lalu dengan nada "self > critique" mengungkapkan, "Sekolah kita menangnya karena bisa memilih > mahasiswa-2 yang pintar". > Bagi yang melihat kepintaran dari kulitnya, sepintas pernyataan tersebut > ada benarnya... > Namun bagi yang betul-betul menyelidiki bagaimana terjadinya proses > pemintaran barangkali akan berpendapat lain... > Apalagi bagi yang mengerti bahwa kepintaran tidak hanya monopoli domain > ilmu pasti alam (MIPA)... > Bukankah banyak diantara kita sebelumnya adalah orang-orang yang kurang > atau tidak pintar? > Bukankah begitu banyak orang-orang yang dulunya berprestasi "kurang OK" > setelah mengarungi hidupnya menjadi jauh lebih pintar dari orang-orang yang > dulunya disangka lebih pintar? > Bukankah sebelum belajar Al Jabar / Algebra (dulunya mathematik disebut al > jabar) bahkan tidak tahu 1 + 1 = 2? > Bukankah anak-anak Einstein "tidak sepintar" Einstein? > > Kepintaran ternyata tidaklah diturunkan atau berlaku sepanjang masa... > Kepntaran ternyata tergantung kepada bagaimana lingkungan (termasuk > sekolah) men"support"nya... > Indeed, paradigma "feodal", "kolonial", memperbudak, mempersulit, > menyalahgunakan kekuasaan/status atau menekan tanpa alasan yang baik akan > merusak proses pemintaran masyarakat... > Baik bagi para penekannya, karena lalu dia kurang/tidak merasa ada gunanya > belajar lagi... > Maupun kepada yang ditekan, karena dia akan takut atau tidak merasa ada > gunanya "belajar" lagi... > Feodalisme berperan besar dalam proses pembodohan masyarakat... > Dan feodalisme dapat terjadi di sekolah, pemerintahan, institusi agama, > perusahaan dan lingkungan sosial lainnya... > Berbahagialah Anda yang tidak bertabiat feodal, dan mengubahnya jadi > menghormati orang lain yang tidak lebih rendah... > Karena sebenarnya Anda adalah orang pintar, setidaknya berpotensi pintar... > > Salam Z > > 2010/4/27 <[email protected]> > >> Waktunya untuk membangkitkan kembali "esprit de corps" dan "narsisme" >> setelah diterjang kasus plagiarisme. :> >> >> Salam, >> CA >> >> Source: >> http://www.poskota.co.id/metro/2010/04/26/idham-hafizh-lulusan-tertinggi-un-se-dki-jakarta >> >> --begins-- >> Idham Hafizh Lulusan Tertinggi UN se DKI Jakarta >> >> Senin, 26 April 2010 - 17:57 WIB >> >> PASAR MINGGU (Pos Kota) – ‘Alhamdulillah… Kalau betul saya menjadi yang >> tertinggi mendapatkan nilai hasil Ujian Akhir Nasional (UAN) untuk tingkat >> DKI Jakarta khususnya sekolah negeri,’ ucap Idham Hafizh, siswa kelas III >> IPA 2 SMA N 28, Pasar Minggu, Senin (26/4). >> >> Anak bungsu dari dua bersaudara ini mengaku sama sekali tak tahu menahu >> mengenai hasil nilai ujian yang diperoleh setelah pengumuman lulus dari >> sekolah ini. >> >> “Sama sekali tak bermimpi untuk menjadi yang paling tinggi mendapatkan >> nilai ujian,” tuturnya. >> >> Tak ada yang diharuskan atau diajarkan kedua orang tuanya, Iwan Ridwan >> Hudaya pensiunan PNS Pegawai Departemen Perdagangan tahun 2008, dan Ny. Lili >> Nyulianti, pensiunan Bank Indonesia tahun 2010 ini. >> >> Idham yang tergolong pendiam ini, mengakui sama sekali tak bermimpi jika >> dirinya bakal menjadi yang tertinggi mendapatkan nilai hasil ujian nasional. >> “Tak ada mimpi atau keanehan mendapatkan nilai tertinggi ini,” ujarnya, yang >> mengetahui nilainya tertinggi sekitar Pk. 13:30 setelah ditelepon >> sekolahnya. >> >> Hasil yang dicapai sekarang ini, katanya, memang tak ada dalam rencana >> tapi yang penting tetap belajar dan menyiapkan diri untuk menghadapi ujian >> nasional. “Saya hanya ingin melanjutkan ke Institut Teknologi Bandung (ITB) >> ,” ujarnya yang lahir di Bandung, 19 Nopember 1992. >> >> Kepala SMA N 28 Drs. H. Edi Sumarto didampingi Kabag Humas setempat Drs. >> Bahari Lubis, mengaku sangat bangga dengan hasil yang diraih salah satu >> siswa terhadap nilai UAN tahun 2010 ini. >> >> Dengan mendapatkan hasil rata 9,45 tentunya, tambah dia, akan menjadi >> contoh siswa lain untuk lebih berprestasi di masa mendatang. Nilai Bahasa >> Indonesia 8,8, Bahasa Inggris 9,0, Matematika 10, Fisika 10, Kimia 9,25 dan >> Biologi 9,75 sehingga total nilai 56,80. >> >> Walikota Jaksel Syahrul Effendi, mengaku bangga dengan keberhasilan salah >> satu murid di Jaksel khususnya Idham Hafizs siswa SMA N 28 menjadi yang >> tertinggi mendapatkan nilai ujian akhir nasional (UAN). >> >> “Ini seharusnya dapat menjadi motivasi seluruh siswa atau warga Jaksel >> untuk giat belajar guna meraih prestasi yang tinggi,” tuturnya. (anton/ir) >> --ends-- >> Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone > > >
