Bang Irsal,

Anda selayaknya senang, sebentar lagi lebih dekat dengan bu SMI (kan pindah kesitu).

Kunci penting adalah menghidupkan ekonomi sektor riil. Ini yang simply tidak dilakukan oleh kita. Memang bukan sepenuhnya tugas menkeu, tetapi bagian dari tanggungjawab si boss (SBY). Jangan sampai kita hidup dalam ekonomi buble yang semu seperti sekarang. Tidak punya power
di sektor riil itu sendiri.


Salam.

[email protected] wrote:
Saya pikir masalah tsb. masih bisa diperdebatkan, khususnya Indonesia yg memang 
pada saat itu bukan saja rupiah berubah jadi dolar, tapi juga dolar lari 
keluar. Dg kondisi itu saja dolar bisa mencapai sampai 16 ribu rupiah.  Saya 
ingat waktu itu dg tingginya suku bunga bamyak juga yg memasukan uangnya ke 
bank instead of beli dolar. Memang kadang kita hrs memikirkan nyawa dulu 
sebelum yg lain2nya dipikirkan.

Salam,

-Irsal
The true sign of intelligence is not knowledge, but imagination.
#Albert Einstein

-----Original Message-----
From: basuki suhardiman <[email protected]>
Date: Thu, 06 May 2010 08:54:38 To: <[email protected]>
Subject: [indonesia] Re: Sri Mulyani Ngambek, Bola Liar Panas Menggelinding
 ke SBY


Coba mas ,
googling
"Four Step Strategy Professor Joseph Stiglitz"

salah satunya :
After privatisation, Step Two is capital market liberalisation. In theory this allows investment capital to flow in and out. Unfortunately, as in Indonesia and Brazil, the money often simply flows out. Stiglitz calls this the 'hot money' cycle. Cash comes in for speculation in real estate and currency, then flees at the first whiff of trouble. A nation's reserves can drain in days. And when that happens, to seduce speculators into returning a nation's own capital funds, the IMF demands these nations raise interest rates to 30%, 50% and 80%. 'The result was predictable,' said Stiglitz. Higher interest rates demolish property values, savage industrial production and drain national treasuries.

jadi memang itu masuk bagian dari skenario ...,,

masak gini aja yg ngaku ITB gak ngerti ? hehehe ..


Tri Basoeki Soelisvichyanto wrote:
Sy agak bingung dg case century kalau dikaitkan dg politik, jadi kabur justru. Tau sendirikhan politik di kita ini spt apa? Bukan cr benar atw salah. Tp cari ngalahin orang dan mendiskreditkan orang drpd menjual sesuatu yg real dan lebih baik.

Namun demikian, ketika membaca disalah satu media cetak di kota Jogja pasca lebaran ied fitri yg lalu, sy hanya bs berharap, semoga strategi menjadikan century-mutiara sbg trade finance bank adalah tepat dan berfungsi sesuai rencana.

Kalau rencana itu benar, maka justru sebaliknya sy menduga, maka siapapun yg menentang rencana penyelamatan dan transformasi bank yang 1 itu justru antek2 asing.

Justru SM ditarik oleh WB, jangan2 adalah upaya agar outervensi (lawannya intervensi âEURZ(âEUR<Ð,έÑ'έÑ'έ..) Indonesia kpd asing menjadi gagal.

Tapi entahlah.. Saya sendiri gk berani komentar lbh jauh ttg politik tingkat tinggi ini, takut salah dan jadi menyesatkan. Lebih baik sy berfikir dan mencoba merealisasikan menjadikan kehidupan disekeliling sy, minimal, lebih baik setiap waktunya.

Salam sayang,
Tribas

Inpartnership with Telkomsel BlackBerry®

------------------------------------------------------------------------
*From: * irsal imran <[email protected]>
*Date: *Wed, 5 May 2010 17:37:21 -0700 (PDT)
*To: *<[email protected]>
*Subject: *[indonesia] Re: Sri Mulyani Ngambek, Bola Liar Panas Menggelinding ke SBY

Saya ngebayangin gimana waktu Bank Dunia mengambil keputusan utk mengangkat SMI jadi Managing Directornya. Pasti waktu itu masalah bailout Century dibahas juga ama mereka. Yg saya pikir adalah pasti mereka, para pakar ekonomi kelas dunia tertawa cekikikan mendengar para doktor2 ekonomi Indonesia (terutama yg tamatan ITB, kali) yg sangat sengit melawan keputusan bailout sambil geleng-geleng kepala:). salam, -Irsal

--- On *Wed, 5/5/10, Cardiyan HIS /<[email protected]>/* wrote:


    From: Cardiyan HIS <[email protected]>
    Subject: [indonesia] Sri Mulyani Ngambek, Bola Liar Panas
    Menggelinding ke SBY
    To: [email protected]
    Date: Wednesday, May 5, 2010, 5:26 PM

    *Sri Mulyani Ngambek, Bola Liar Panas Menggelinding ke SBY*

    *Oleh Cardiyan HIS*

    Sri Mulyani dilamar World Bank. SM menerima lamaran World Bank itu
    dan siap masuk kerja per tanggal 1 Juni 2010. Apakah sesederhana
    itu prosesnya seperti seorang */âEURoehead hunterâEUR?/* merekrut seorang
    eksekutif berprestasi untuk bergabung dengan kliennya; sebuah
    perusahaan raksasa. Sementara SM yang sadar hukum tentu sangat
    faham bahwa ia sewaktu-waktu masih harus bolak-balik diperiksa
    KPK, yang tak mungkin dilakukan bila ia sudah berkantor di World
    Bank, at New York, USA.

    Jabatan Menteri Keuangan RI di dua periode kabinet SBY, sebenarnya
    merupakan perjalanan panjang obsesi SM setelah terakhir menempuh
    kariernya sebagai Managing Director IMF. Saya menengarai alasan SM
    menerima lamaran World Bank sebenarnya adalah puncak dari
    kekecewaan SM terhadap SBY yang tidak total dalam membela dirinya
    pada kasus  Bank Century. Bahwa SBY selalu membela SM dan B dalam
    kasus Century dalam beberapa kesempatan adalah sangat situasional
    substansi dan sifatnya dan bukan merupakan sikap konsisten seorang
    pemimpin layaknya dalam membela anak buah. Manakala sang anak buah
    sudah tak bisa diselamatkan lagi, SBY berubah haluan hanya ingin
    menyelamatkan dirinya sendiri yang nota bene sebagai pemegang
    kebijakan puncak.

    SM sangat letih dan memancarkan aura kekecewaan yang mendalam
    setelah penyelidikan kedua oleh KPK (4 Mei 2010). Inilah
    sebenarnya awal dari SM ngambek kepada SBY dengan jurus mundur
    karena alasan menerima lamaran menjadi Managing Director World
    Bank (5 Mei 2010). Secara politis SM telah dijatuhkan vonis oleh
    DPR. Dan sekarang ada indikasi sangat kuat KPK agaknya telah mampu
    membuktikan kesalahan SM yang fatal, antara lain yang utama adalah
    lalai begitu saja menerima input data dari B, Gubernur BI ketika
    itu. Sehingga kelalaian SM itu telah mengakibatkan terjadinya
    kebijakan yang menguntungkan pihak lain dan merugikan negara.

    SM sebagai orang Jawa telah memberikan sinyal simbolik dengan
    ambekannya. Sebagai pribadi yang pinter, jujur dan tak memperkaya
    diri, berasal dari kedua orang tua berpendidikan sangat baik
    (keduanya adalah profesor doktor ternama) dan semua saudaranya
    berpendidikan tinggi 5 (lima) di antaranya lulusan ITB; sangat
    disayangkan SM tersandung karena kelalaian membuat kebijakan fatal
    tadi. Apa latar belakang orang sekelas SM tersandung, bisa saja
    karena ada latar belakang kepentingan politik di dalamnya. Sebuah
    poster demonstrasi minggu lalu bergambar SM dicloseup oleh media
    elektronik berbunyi */âEURoeMenyesal Membela Partai DemokratâEUR?,
    /*terlalu sayang dilewatkan begitu saja untuk sebuah analisis
    lebih mendalam.

    Seperti tulisan-tulisan saya sebelumnya berjudul */âEURoeApa Kabar
    Jargon Katakan Tidak pada Korupsi. Lanjutkan?âEUR? /*(mailist IA-ITB,
    6 September 2009) dan*/ âEURoePercumalah Program 100 Hari SBY Kalau KPK
    DiloyokanâEUR? /*(mailist IA-ITB, 31 Oktober 2009) yang dikutip banyak
    website dan grup mailist (silakan Google Search); runtutan kisruh
    di republik tercinta ini sebenarnya bermuara kepada adanya
    indikasi kuat terjadinya ketidak-jujuran para pelaku politik pada
    Pemilu 2009. Bahwa Kabareskrim Polri SD ketika itu âEURoetak seriusâEUR?
    memproses banyak kasus pelanggaran Pemilu karena dalih lemahnya
    data menjadi tanda tanya besar. Dan bahwa akhirnya KPU secara
    formal telah menetapkan rekapitulasi resmi hasil Pemilu, dengan
    menutup terutama banyak kasus pengkloningan data pemilih, tidak
    otomatis berhasil menutupnya. Ini terbukti mencuatnya kasus Bank
    Century beberapa bulan kemudian, yang dicurigai menjadi amunisi
    bagi pemenangan partai tertentu.

    Apakah SM punya kartu truf terakhir, begitu pula SD pada kasus
    Bank Century dalam keterkaitan dengan pemenangan Pemilu oleh
    partai tertentu? Inilah yang ditunggu perkembangannya. Karena
    kalau kedua âEURoewhistle blowerâEUR? ini bernyanyi, bola panas liar ini
    justru akan mengarah ke Presiden SBY, bukan hanya kepada Wakil
    Presiden B. Sebab para anggota DPR dan banyak LSM telah mengajukan
    Judicial Review kepada Mahkamah Konstitusi (MK) tentang qorum DPR
    untuk Hak Menyatakan Pendapat agar cukup 50% plus 1 dan bukan 75%
    dari anggota DPR.

    Apakah SBY dan B akan dimakzulkan pasca ngambeknya SM dan
    bernyanyinya SD? Hanya waktu yang akan membuktikan. Kita sebagai
    rakyat hanyalah berkeinginan agar kebenaran ditegakkan. Kejahatan
    betapapun dikemas dengan begitu rapih, Tuhan YME telah menguatkan
    kejahatan itu untuk sementara saja  dan pada akhirnya pasti akan
    mengazab mereka dengan penegakan hukum keadilan, yang tak
    terkirakan hina bagi para pelakunya. Insya Allah, Indonesia akan
    kembali menjadi Bangsa yang besar karena kita punya tradisi
    sebagai Bangsa Pejuang; pejuang untuk menegakkan kebenaran dan
kemerdekaan yang hakiki bagi keadilan Rakyat Indonesia.
    www.cardiyanhis.blogspot.com <http://www.cardiyanhis.blogspot.com/>

    *  *

* *




--
Berlombalah dalam karya, bersinergi, terapkan kaidah ilmu/teknologi serta
kasih sayang dan manfaat untuk seisi alam, demi kebahagiaan dunia dan akhirat.

Info pengelolaan milis Indonesia next better :
http://pub.nextbetter.net/files/milist-indonesia-info.txt
êå¢fÚ.¨]jV¦'ªòi·«²)Þ®­z¶©'©äj'Z+)f»û^'z%¢¬z»Z'«"+Ʋjxjys(?ös(¶éíºKS(Ès(.©?zh¤y¶¡js(jwnz(&?jv¤+*Ú´0/00ߢ---§?éh.¦§s()b°0/00Ý¢w¬0/00©ÞÆÖ޶׫+Ûiÿúnnw±µ·­µêçzßßS(W¬þh¥S(Ëb?Ú'zÈs(S(wètxt=

Kirim email ke