Ђέђέђέ.. Mas khan merefer kepada yg mas sebut. Mas Bas main opera, sy sebut ada phantom yg gk terlihat. Lalu orang bilang phantom of the opera..tapi orang gk liat phantomnya spt yg sy liat krn cuman, maaf, nggatuk2no. sedangkan mas bas main opera sambil googling...yg gk paham ttg phantom.
Gituh mas Ђέђέђέ.. Inpartnership with Telkomsel BlackBerry® -----Original Message----- From: Basuki Suhardiman <[email protected]> Date: Thu, 6 May 2010 10:32:05 To: <[email protected]> Subject: [indonesia] Re: Sri Mulyani Ngambek, Bola Liar Panas Menggelindingke SBY huzzz..:-) itu khan ada di googling ... On Thu, 6 May 2010, Tri Basoeki Soelisvichyanto wrote: > Tidak semua hal ada di google mas.. > Masak yg kerja di ITB aja gk ngerti yg beginian? > > Ђέђέђέ.. Pish ah.. > > Inpartnership with Telkomsel BlackBerry® > > -----Original Message----- > From: basuki suhardiman <[email protected]> > Date: Thu, 06 May 2010 08:54:38 > To: <[email protected]> > Subject: [indonesia] Re: Sri Mulyani Ngambek, Bola Liar Panas Menggelinding > ke SBY > > > Coba mas , > googling > "Four Step Strategy Professor Joseph Stiglitz" > > salah satunya : > After privatisation, Step Two is capital market liberalisation. In > theory this allows investment capital to flow in and out. Unfortunately, > as in Indonesia and Brazil, the money often simply flows out. Stiglitz > calls this the 'hot money' cycle. Cash comes in for speculation in real > estate and currency, then flees at the first whiff of trouble. A > nation's reserves can drain in days. And when that happens, to seduce > speculators into returning a nation's own capital funds, the IMF demands > these nations raise interest rates to 30%, 50% and 80%. 'The result was > predictable,' said Stiglitz. Higher interest rates demolish property > values, savage industrial production and drain national treasuries. > > jadi memang itu masuk bagian dari skenario ...,, > > masak gini aja yg ngaku ITB gak ngerti ? hehehe .. > > > Tri Basoeki Soelisvichyanto wrote: >> >> Sy agak bingung dg case century kalau dikaitkan dg politik, jadi kabur >> justru. Tau sendirikhan politik di kita ini spt apa? Bukan cr benar >> atw salah. Tp cari ngalahin orang dan mendiskreditkan orang drpd >> menjual sesuatu yg real dan lebih baik. >> >> Namun demikian, ketika membaca disalah satu media cetak di kota Jogja >> pasca lebaran ied fitri yg lalu, sy hanya bs berharap, semoga strategi >> menjadikan century-mutiara sbg trade finance bank adalah tepat dan >> berfungsi sesuai rencana. >> >> Kalau rencana itu benar, maka justru sebaliknya sy menduga, maka >> siapapun yg menentang rencana penyelamatan dan transformasi bank yang >> 1 itu justru antek2 asing. >> >> Justru SM ditarik oleh WB, jangan2 adalah upaya agar outervensi >> (lawannya intervensi Ђέђέђέ..) Indonesia kpd asing menjadi gagal. >> >> Tapi entahlah.. Saya sendiri gk berani komentar lbh jauh ttg politik >> tingkat tinggi ini, takut salah dan jadi menyesatkan. Lebih baik sy >> berfikir dan mencoba merealisasikan menjadikan kehidupan disekeliling >> sy, minimal, lebih baik setiap waktunya. >> >> Salam sayang, >> Tribas >> >> Inpartnership with Telkomsel BlackBerry® >> >> ------------------------------------------------------------------------ >> *From: * irsal imran <[email protected]> >> *Date: *Wed, 5 May 2010 17:37:21 -0700 (PDT) >> *To: *<[email protected]> >> *Subject: *[indonesia] Re: Sri Mulyani Ngambek, Bola Liar Panas >> Menggelinding ke SBY >> >> Saya ngebayangin gimana waktu Bank Dunia mengambil keputusan utk >> mengangkat SMI jadi Managing Directornya. Pasti waktu itu masalah >> bailout Century dibahas juga ama mereka. Yg saya pikir adalah pasti >> mereka, para pakar ekonomi kelas dunia tertawa cekikikan mendengar >> para doktor2 ekonomi Indonesia (terutama yg tamatan ITB, >> kali) yg sangat sengit melawan keputusan bailout sambil geleng-geleng >> kepala:). >> >> salam, >> >> -Irsal >> >> --- On *Wed, 5/5/10, Cardiyan HIS /<[email protected]>/* wrote: >> >> >> From: Cardiyan HIS <[email protected]> >> Subject: [indonesia] Sri Mulyani Ngambek, Bola Liar Panas >> Menggelinding ke SBY >> To: [email protected] >> Date: Wednesday, May 5, 2010, 5:26 PM >> >> *Sri Mulyani Ngambek, Bola Liar Panas Menggelinding ke SBY* >> >> >> >> *Oleh Cardiyan HIS* >> >> >> >> Sri Mulyani dilamar World Bank. SM menerima lamaran World Bank itu >> dan siap masuk kerja per tanggal 1 Juni 2010. Apakah sesederhana >> itu prosesnya seperti seorang */“head hunter”/* merekrut seorang >> eksekutif berprestasi untuk bergabung dengan kliennya; sebuah >> perusahaan raksasa. Sementara SM yang sadar hukum tentu sangat >> faham bahwa ia sewaktu-waktu masih harus bolak-balik diperiksa >> KPK, yang tak mungkin dilakukan bila ia sudah berkantor di World >> Bank, at New York, USA. >> >> >> >> Jabatan Menteri Keuangan RI di dua periode kabinet SBY, sebenarnya >> merupakan perjalanan panjang obsesi SM setelah terakhir menempuh >> kariernya sebagai Managing Director IMF. Saya menengarai alasan SM >> menerima lamaran World Bank sebenarnya adalah puncak dari >> kekecewaan SM terhadap SBY yang tidak total dalam membela dirinya >> pada kasus Bank Century. Bahwa SBY selalu membela SM dan B dalam >> kasus Century dalam beberapa kesempatan adalah sangat situasional >> substansi dan sifatnya dan bukan merupakan sikap konsisten seorang >> pemimpin layaknya dalam membela anak buah. Manakala sang anak buah >> sudah tak bisa diselamatkan lagi, SBY berubah haluan hanya ingin >> menyelamatkan dirinya sendiri yang nota bene sebagai pemegang >> kebijakan puncak. >> >> >> >> SM sangat letih dan memancarkan aura kekecewaan yang mendalam >> setelah penyelidikan kedua oleh KPK (4 Mei 2010). Inilah >> sebenarnya awal dari SM ngambek kepada SBY dengan jurus mundur >> karena alasan menerima lamaran menjadi Managing Director World >> Bank (5 Mei 2010). Secara politis SM telah dijatuhkan vonis oleh >> DPR. Dan sekarang ada indikasi sangat kuat KPK agaknya telah mampu >> membuktikan kesalahan SM yang fatal, antara lain yang utama adalah >> lalai begitu saja menerima input data dari B, Gubernur BI ketika >> itu. Sehingga kelalaian SM itu telah mengakibatkan terjadinya >> kebijakan yang menguntungkan pihak lain dan merugikan negara. >> >> >> >> SM sebagai orang Jawa telah memberikan sinyal simbolik dengan >> ambekannya. Sebagai pribadi yang pinter, jujur dan tak memperkaya >> diri, berasal dari kedua orang tua berpendidikan sangat baik >> (keduanya adalah profesor doktor ternama) dan semua saudaranya >> berpendidikan tinggi 5 (lima) di antaranya lulusan ITB; sangat >> disayangkan SM tersandung karena kelalaian membuat kebijakan fatal >> tadi. Apa latar belakang orang sekelas SM tersandung, bisa saja >> karena ada latar belakang kepentingan politik di dalamnya. Sebuah >> poster demonstrasi minggu lalu bergambar SM dicloseup oleh media >> elektronik berbunyi */“Menyesal Membela Partai Demokrat”, >> /*terlalu sayang dilewatkan begitu saja untuk sebuah analisis >> lebih mendalam. >> >> >> >> Seperti tulisan-tulisan saya sebelumnya berjudul */“Apa Kabar >> Jargon Katakan Tidak pada Korupsi. Lanjutkan?” /*(mailist IA-ITB, >> 6 September 2009) dan*/ “Percumalah Program 100 Hari SBY Kalau KPK >> Diloyokan” /*(mailist IA-ITB, 31 Oktober 2009) yang dikutip banyak >> website dan grup mailist (silakan Google Search); runtutan kisruh >> di republik tercinta ini sebenarnya bermuara kepada adanya >> indikasi kuat terjadinya ketidak-jujuran para pelaku politik pada >> Pemilu 2009. Bahwa Kabareskrim Polri SD ketika itu “tak serius” >> memproses banyak kasus pelanggaran Pemilu karena dalih lemahnya >> data menjadi tanda tanya besar. Dan bahwa akhirnya KPU secara >> formal telah menetapkan rekapitulasi resmi hasil Pemilu, dengan >> menutup terutama banyak kasus pengkloningan data pemilih, tidak >> otomatis berhasil menutupnya. Ini terbukti mencuatnya kasus Bank >> Century beberapa bulan kemudian, yang dicurigai menjadi amunisi >> bagi pemenangan partai tertentu. >> >> >> >> Apakah SM punya kartu truf terakhir, begitu pula SD pada kasus >> Bank Century dalam keterkaitan dengan pemenangan Pemilu oleh >> partai tertentu? Inilah yang ditunggu perkembangannya. Karena >> kalau kedua “whistle blower” ini bernyanyi, bola panas liar ini >> justru akan mengarah ke Presiden SBY, bukan hanya kepada Wakil >> Presiden B. Sebab para anggota DPR dan banyak LSM telah mengajukan >> Judicial Review kepada Mahkamah Konstitusi (MK) tentang qorum DPR >> untuk Hak Menyatakan Pendapat agar cukup 50% plus 1 dan bukan 75% >> dari anggota DPR. >> >> >> >> Apakah SBY dan B akan dimakzulkan pasca ngambeknya SM dan >> bernyanyinya SD? Hanya waktu yang akan membuktikan. Kita sebagai >> rakyat hanyalah berkeinginan agar kebenaran ditegakkan. Kejahatan >> betapapun dikemas dengan begitu rapih, Tuhan YME telah menguatkan >> kejahatan itu untuk sementara saja dan pada akhirnya pasti akan >> mengazab mereka dengan penegakan hukum keadilan, yang tak >> terkirakan hina bagi para pelakunya. Insya Allah, Indonesia akan >> kembali menjadi Bangsa yang besar karena kita punya tradisi >> sebagai Bangsa Pejuang; pejuang untuk menegakkan kebenaran dan >> kemerdekaan yang hakiki bagi keadilan Rakyat Indonesia. >> >> >> >> www.cardiyanhis.blogspot.com <http://www.cardiyanhis.blogspot.com/> >> >> >> >> * * >> >> * * >> >> >> >> >> > > > -- > Berlombalah dalam karya, bersinergi, terapkan kaidah ilmu/teknologi serta > kasih sayang dan manfaat untuk seisi alam, demi kebahagiaan dunia dan akhirat. > > Info pengelolaan milis Indonesia next better : > http://pub.nextbetter.net/files/milist-indonesia-info.txt > ���fڕ�]jV����i���)ޮ�z�����j'Z�)f��^�z%��z�Z��"�Ʋjxjy��������K�Ț���zh�y��j�jwn�&�jv��*ڴ�ߢ����h����)b��ݢw��������i��nnw�������z�ߊW��h���b��'zȚ�w��
