Yah..berarti Stiglitz salah bilang bisnis bisa mati...kan. Buktinya bisnis Mas Basuki malah bisa tumbuh ditengah suku bunga yg sangat tinggi:). salam, -Irsa
--- On Wed, 5/5/10, Basuki Suhardiman <[email protected]> wrote: From: Basuki Suhardiman <[email protected]> Subject: [indonesia] Re: Sri Mulyani Ngambek, Bola Liar Panas Menggelindingke SBY To: [email protected] Date: Wednesday, May 5, 2010, 8:38 PM faktual nya khan seperti itu .... justru habit manusia seperti itu yang dimanfaatkan oleh para bankers dan para ekonom murtad :-) saya pernah memulai bisnis pada saat krisis , tanpa duit bank , tanpa support dari pemerintah dah alhamdulillah sukses ...padahal dollar saat itu > 12.000/$ persoalannya ada di mind set aja .. kalau mental inlander dan mental defect nya di teruskan , ya akhirnya hal-hal sederhana saja kita tidak paham ... On Thu, 6 May 2010, [email protected] wrote: > Saya pikir masalah tsb. masih bisa diperdebatkan, khususnya Indonesia yg > memang pada saat itu bukan saja rupiah berubah jadi dolar, tapi juga dolar > lari keluar. Dg kondisi itu saja dolar bisa mencapai sampai 16 ribu rupiah. > Saya ingat waktu itu dg tingginya suku bunga bamyak juga yg memasukan uangnya > ke bank instead of beli dolar. Memang kadang kita hrs memikirkan nyawa dulu > sebelum yg lain2nya dipikirkan. > > Salam, > > -Irsal > The true sign of intelligence is not knowledge, but imagination. > #Albert Einstein > > -----Original Message----- > From: basuki suhardiman <[email protected]> > Date: Thu, 06 May 2010 08:54:38 > To: <[email protected]> > Subject: [indonesia] Re: Sri Mulyani Ngambek, Bola Liar Panas Menggelinding > ke SBY > > > Coba mas , > googling > "Four Step Strategy Professor Joseph Stiglitz" > > salah satunya : > After privatisation, Step Two is capital market liberalisation. In > theory this allows investment capital to flow in and out. Unfortunately, > as in Indonesia and Brazil, the money often simply flows out. Stiglitz > calls this the 'hot money' cycle. Cash comes in for speculation in real > estate and currency, then flees at the first whiff of trouble. A > nation's reserves can drain in days. And when that happens, to seduce > speculators into returning a nation's own capital funds, the IMF demands > these nations raise interest rates to 30%, 50% and 80%. 'The result was > predictable,' said Stiglitz. Higher interest rates demolish property > values, savage industrial production and drain national treasuries. > > jadi memang itu masuk bagian dari skenario ...,, > > masak gini aja yg ngaku ITB gak ngerti ? hehehe .. > > > Tri Basoeki Soelisvichyanto wrote: >> >> Sy agak bingung dg case century kalau dikaitkan dg politik, jadi kabur >> justru. Tau sendirikhan politik di kita ini spt apa? Bukan cr benar >> atw salah. Tp cari ngalahin orang dan mendiskreditkan orang drpd >> menjual sesuatu yg real dan lebih baik. >> >> Namun demikian, ketika membaca disalah satu media cetak di kota Jogja >> pasca lebaran ied fitri yg lalu, sy hanya bs berharap, semoga strategi >> menjadikan century-mutiara sbg trade finance bank adalah tepat dan >> berfungsi sesuai rencana. >> >> Kalau rencana itu benar, maka justru sebaliknya sy menduga, maka >> siapapun yg menentang rencana penyelamatan dan transformasi bank yang >> 1 itu justru antek2 asing. >> >> Justru SM ditarik oleh WB, jangan2 adalah upaya agar outervensi >> (lawannya intervensi ‎​ЂÎÑ’ÎÑ’Î..) Indonesia kpd asing menjadi gagal. >> >> Tapi entahlah.. Saya sendiri gk berani komentar lbh jauh ttg politik >> tingkat tinggi ini, takut salah dan jadi menyesatkan. Lebih baik sy >> berfikir dan mencoba merealisasikan menjadikan kehidupan disekeliling >> sy, minimal, lebih baik setiap waktunya. >> >> Salam sayang, >> Tribas >> >> Inpartnership with Telkomsel BlackBerry® >> >> ------------------------------------------------------------------------ >> *From: * irsal imran <[email protected]> >> *Date: *Wed, 5 May 2010 17:37:21 -0700 (PDT) >> *To: *<[email protected]> >> *Subject: *[indonesia] Re: Sri Mulyani Ngambek, Bola Liar Panas >> Menggelinding ke SBY >> >> Saya ngebayangin gimana waktu Bank Dunia mengambil keputusan utk >> mengangkat SMI jadi Managing Directornya. Pasti waktu itu masalah >> bailout Century dibahas juga ama mereka. Yg saya pikir adalah pasti >> mereka, para pakar ekonomi kelas dunia tertawa cekikikan mendengar >> para doktor2 ekonomi Indonesia (terutama yg tamatan ITB, >> kali) yg sangat sengit melawan keputusan bailout sambil geleng-geleng >> kepala:). >> >> salam, >> >> -Irsal >> >> --- On *Wed, 5/5/10, Cardiyan HIS /<[email protected]>/* wrote: >> >> >> From: Cardiyan HIS <[email protected]> >> Subject: [indonesia] Sri Mulyani Ngambek, Bola Liar Panas >> Menggelinding ke SBY >> To: [email protected] >> Date: Wednesday, May 5, 2010, 5:26 PM >> >> *Sri Mulyani Ngambek, Bola Liar Panas Menggelinding ke SBY* >> >> >> >> *Oleh Cardiyan HIS* >> >> >> >> Sri Mulyani dilamar World Bank. SM menerima lamaran World Bank itu >> dan siap masuk kerja per tanggal 1 Juni 2010. Apakah sesederhana >> itu prosesnya seperti seorang */“head hunterâ€�/* merekrut seorang >> eksekutif berprestasi untuk bergabung dengan kliennya; sebuah >> perusahaan raksasa. Sementara SM yang sadar hukum tentu sangat >> faham bahwa ia sewaktu-waktu masih harus bolak-balik diperiksa >> KPK, yang tak mungkin dilakukan bila ia sudah berkantor di World >> Bank, at New York, USA. >> >> >> >> Jabatan Menteri Keuangan RI di dua periode kabinet SBY, sebenarnya >> merupakan perjalanan panjang obsesi SM setelah terakhir menempuh >> kariernya sebagai Managing Director IMF. Saya menengarai alasan SM >> menerima lamaran World Bank sebenarnya adalah puncak dari >> kekecewaan SM terhadap SBY yang tidak total dalam membela dirinya >> pada kasus Bank Century. Bahwa SBY selalu membela SM dan B dalam >> kasus Century dalam beberapa kesempatan adalah sangat situasional >> substansi dan sifatnya dan bukan merupakan sikap konsisten seorang >> pemimpin layaknya dalam membela anak buah. Manakala sang anak buah >> sudah tak bisa diselamatkan lagi, SBY berubah haluan hanya ingin >> menyelamatkan dirinya sendiri yang nota bene sebagai pemegang >> kebijakan puncak. >> >> >> >> SM sangat letih dan memancarkan aura kekecewaan yang mendalam >> setelah penyelidikan kedua oleh KPK (4 Mei 2010). Inilah >> sebenarnya awal dari SM ngambek kepada SBY dengan jurus mundur >> karena alasan menerima lamaran menjadi Managing Director World >> Bank (5 Mei 2010). Secara politis SM telah dijatuhkan vonis oleh >> DPR. Dan sekarang ada indikasi sangat kuat KPK agaknya telah mampu >> membuktikan kesalahan SM yang fatal, antara lain yang utama adalah >> lalai begitu saja menerima input data dari B, Gubernur BI ketika >> itu. Sehingga kelalaian SM itu telah mengakibatkan terjadinya >> kebijakan yang menguntungkan pihak lain dan merugikan negara. >> >> >> >> SM sebagai orang Jawa telah memberikan sinyal simbolik dengan >> ambekannya. Sebagai pribadi yang pinter, jujur dan tak memperkaya >> diri, berasal dari kedua orang tua berpendidikan sangat baik >> (keduanya adalah profesor doktor ternama) dan semua saudaranya >> berpendidikan tinggi 5 (lima) di antaranya lulusan ITB; sangat >> disayangkan SM tersandung karena kelalaian membuat kebijakan fatal >> tadi. Apa latar belakang orang sekelas SM tersandung, bisa saja >> karena ada latar belakang kepentingan politik di dalamnya. Sebuah >> poster demonstrasi minggu lalu bergambar SM dicloseup oleh media >> elektronik berbunyi */“Menyesal Membela Partai Demokratâ€�, >> /*terlalu sayang dilewatkan begitu saja untuk sebuah analisis >> lebih mendalam. >> >> >> >> Seperti tulisan-tulisan saya sebelumnya berjudul */“Apa Kabar >> Jargon Katakan Tidak pada Korupsi. Lanjutkan?â€� /*(mailist IA-ITB, >> 6 September 2009) dan*/ “Percumalah Program 100 Hari SBY Kalau KPK >> Diloyokanâ€� /*(mailist IA-ITB, 31 Oktober 2009) yang dikutip banyak >> website dan grup mailist (silakan Google Search); runtutan kisruh >> di republik tercinta ini sebenarnya bermuara kepada adanya >> indikasi kuat terjadinya ketidak-jujuran para pelaku politik pada >> Pemilu 2009. Bahwa Kabareskrim Polri SD ketika itu “tak seriusâ€� >> memproses banyak kasus pelanggaran Pemilu karena dalih lemahnya >> data menjadi tanda tanya besar. Dan bahwa akhirnya KPU secara >> formal telah menetapkan rekapitulasi resmi hasil Pemilu, dengan >> menutup terutama banyak kasus pengkloningan data pemilih, tidak >> otomatis berhasil menutupnya. Ini terbukti mencuatnya kasus Bank >> Century beberapa bulan kemudian, yang dicurigai menjadi amunisi >> bagi pemenangan partai tertentu. >> >> >> >> Apakah SM punya kartu truf terakhir, begitu pula SD pada kasus >> Bank Century dalam keterkaitan dengan pemenangan Pemilu oleh >> partai tertentu? Inilah yang ditunggu perkembangannya. Karena >> kalau kedua “whistle blowerâ€� ini bernyanyi, bola panas liar ini >> justru akan mengarah ke Presiden SBY, bukan hanya kepada Wakil >> Presiden B. Sebab para anggota DPR dan banyak LSM telah mengajukan >> Judicial Review kepada Mahkamah Konstitusi (MK) tentang qorum DPR >> untuk Hak Menyatakan Pendapat agar cukup 50% plus 1 dan bukan 75% >> dari anggota DPR. >> >> >> >> Apakah SBY dan B akan dimakzulkan pasca ngambeknya SM dan >> bernyanyinya SD? Hanya waktu yang akan membuktikan. Kita sebagai >> rakyat hanyalah berkeinginan agar kebenaran ditegakkan. Kejahatan >> betapapun dikemas dengan begitu rapih, Tuhan YME telah menguatkan >> kejahatan itu untuk sementara saja dan pada akhirnya pasti akan >> mengazab mereka dengan penegakan hukum keadilan, yang tak >> terkirakan hina bagi para pelakunya. Insya Allah, Indonesia akan >> kembali menjadi Bangsa yang besar karena kita punya tradisi >> sebagai Bangsa Pejuang; pejuang untuk menegakkan kebenaran dan >> kemerdekaan yang hakiki bagi keadilan Rakyat Indonesia. >> >> >> >> www.cardiyanhis.blogspot.com <http://www.cardiyanhis.blogspot.com/> >> >> >> >> * * >> >> * * >> >> >> >> >> > > > -- > Berlombalah dalam karya, bersinergi, terapkan kaidah ilmu/teknologi serta > kasih sayang dan manfaat untuk seisi alam, demi kebahagiaan dunia dan akhirat. > > Info pengelolaan milis Indonesia next better : > http://pub.nextbetter.net/files/milist-indonesia-info.txt > êå¢fÚ•¨]jV¦‘ªòi·«²)Þ®z¶©‘©äj'Z†)f»û^’z%¢¬z»Z‘«"†Æ²jxjyš�öš¶éíºKŠÈš•©�zh¤y¶¡jšjwnž&�jv¤†*Ú´‰ß¢—§�éh•¦§š)b°‰Ý¢w¬‰©ÞÆÖ޶׫†Ûiÿúnnw±µ·µêçzßߊW¬þh¥ŠËb�Ú'zÈšŠwè·
