Meneruskan kiriman dari teman saya di Gatra. Suatu hari di desamu, seseorang yang kaya raya mengumumkan akan membeli monyet dengan harga Rp. 100rb per ekornya. Para penduduk desa yang menyadari bahwa banyak monyet disekitar desa pun mulai masuk hutan dan menangkapinya. Si orang kaya membeli ribuan ekor monyet dengan harga 100rb rupiah, tapi, karena akhirnya monyet semakin sulit dicari, penduduk desa pun menghentikan usaha menangkapi monyet. Maka si orang kaya pun sekali lagi mengumumkan akan membeli monyet dengan harga 200rb rupiah per ekor. Tentu saja hal ini memberi semangat baru bagi penduduk desa untuk mulai menangkapi monyet lagi. Tak berapa lama, jumlah monyet pun semakin sedikit dan semakin sulit dicari dan penduduk pun kembali bertani. Harga monyet pun merambat naik hingga 250rb namun monyet sudah sangat sulit dicari. Sekali lagi si orang kaya mengumumkan akan membeli monyet dengan harga 500rb rupiah per ekor! Namun,karena si orang kaya harus pergi ke kota kareba urusan bisnis, asisten-nya akan menggantikannya atas namanya. Dengan tiada kehadiran si orang kaya, si asisten pun berkata pada penduduk desa:"Lihatlah monyet2 yang ada di kurungan besar yang dikumpulkan oleh si orang kaya itu. Saya akan menjual monyet2 itu kepada kalian dengan harga 350rb per ekor dan saat si orang kaya kembali, kalian bisa menjualnya kembali ke si orang kaya dengan harga 500rb rupiah! Bagaimana?" Akhirnya, penduduk desa pun mengumpulkan uang simpanan mereka dan membeli semua monyet yang ada di kurungan. Namun kemudian, mereka tak pernah lagi melihat si orang kaya maupun si asisten!...... ....desa manakah itu? Selamat datang di Wall Street.
Powered by Telkomsel BlackBerry® -----Original Message----- From: Agung Kresnamurti <[email protected]> Date: Thu, 6 May 2010 16:43:39 To: <[email protected]> Subject: [indonesia] Bls: Re: Fw: Sri (Kandi) Mulyani Saya sih lebih suka pendapat yang berimbang...... Lihat dari dua atau tiga sisi..... Gak ada salahnya untuk bersimpati atau nge fans..... Hanya lebih enak mengulas kalo dari berbagai arah..... Sehingga pembaca akan mendapat informasi yang berimbang, Jadi tergantung tingkat pemahaman, analisa, dan intelektualitas pembaca yang menuntun mereka menentukan pilihan, atau mendapat kesimpulan tentang kebenaran. Buat saya sih, ada 2 hal yang membuat Indonesia tidak maju: 1. Ketergantungan sebuah organisasi pada sosok individu, tidak akan membawa organisasi tersebut kepada suatu kemajuan. Karena seharusnya, organisasi itu besar dengan sistem dan budayanya, bukan karena sosok individu. Sehingga sering terjadi di Indonesia, ketika organisasi tersebut ditinggalkan oleh sosok pemimpin tersebut, karena ketergantungan terhadap sosok pemimpin tersebut, akhirnya organisasi itu pun kolaps. 2. Pengkultusan atau penghormatan atau penghargaan yang berlebihan terhadap seseorang. Sehingga apapun yang diperbuatnya, tetap terlihat baik, menutup pandangan objektif. Bahkan, pembelaan pun cenderung membabi-buta, menganggap pokoknya pandangan yg lain salah, menganggap pendapat yg lain itu karena iri, dengki. Gak masalah juga buat saya, kalau ada yang seperti itu, sah-sah aja dan manusiawi. Ngapain juga maksain bahwa pendapat kita yg harus benar. Jadi...siapa nih kandidat Menteri Keuangan Republik Indonesia? Mikirin itu aja udah pusing. Jadi....lebih baik serahkan aja ke Presiden...gak pusing kan :-) ________________________________ Dari: Basuki Suhardiman <[email protected]> Kepada: [email protected] Terkirim: Kam, 6 Mei, 2010 15:39:16 Judul: [indonesia] Re: Fw: Sri (Kandi) Mulyani ini lagu nya cocok nih http://www.youtube.com/watch?v=i2CpEl8yqbQ On Thu, 6 May 2010, Ipung wrote: > Amin.....semoga Tuhan mendengar doa kaum yang teraniaya.... ----- Original Message ---- From: Kuroda Takumi <[email protected]> To: [email protected] Sent: Thu, May 6, 2010 3:17:57 PM Subject: [indonesia] Re: Fw: Sri (Kandi) Mulyani http://www.eramuslim.com/berita/tahukah-anda/robert-zoellick-bos-bank-dunia-yang-berlumuran-darah-umat-islam.htm Kepada kaum arogan, ingatlah,Takutlah doa orang yang teraniaya/dizhalimi, karena sesungguhnya antara doa tersebut dan Allah tidak terdapat penghalang.” (HR Muslim) 2010/5/6 Mohammad Andri Budiman <[email protected]>: > Bravo, Bu Sri Mulyani! > > Salam, > CA > > ---------- Forwarded message ---------- > From: Joko P <[email protected]> > Date: Wed, 5 May 2010 23:30:13 -0700 (PDT) > Subject: [karisma] SRI (KANDI) MULYANI > To: [email protected], [email protected], > [email protected], [email protected], > [email protected], [email protected], > [email protected], [email protected] > > SRI (KANDI) MULYANI >________________________________ > > > Namanya identik dengan kepahlawanan, mengingatkan akan tokoh dalam > pewayangan Sri Kandi. Tidaklah berlebihan kalau Sri Mulyani Indrawati > (SMI) banyak mendapat pujian baik di rana internasional maupun > nasional, mengingat prestasinya yang luar biasa. > > Menteri keuangan Indonesia ini, akhir-akhir ini banyak mendapat > serangan dari kalangan segelintir politikus egois dan arogan, > berkaitan dengan kasus Bank Century. > Saya sebut egois dan arogan karena mereka merasa paling benar - > apalagi dengan titel anggota DPR-nya. Segelintir mereka dipilih oleh > hanya 300 ribuan, sudah merasa tinggi derajadnya sebagai manusia > Indonesia. Pemilihnya pun belum tentu sejalan dengan mereka. > > Dunia politik penuh dengan kebusukan, jauh dari kejujuran. Manakala > dunia terancam krisis ekonomi global, yang dampaknya juga dapat > mengimbas Indonesia, semua merasa cemas. Namun ketika keberhasilan > mengatasi krisis tersebut dicapai, orang lupa bahwa ada pihak-pihak > yang telah bekerja keras untuk mencegah krisis itu terjadi. > > Bangsa ini tidak biasa memberikan pujian terhadap 'lawan' yang > berhasil meraih prestasi, sebaliknya suka menghujat habis-habisan > manakala ada celah untuk menyerang lawannya. > > Mentalitas politikus kita sangat menyedihkan. Maunya menang sendiri, > merasa benar sendiri. > > Belajarlah dari politikus Amerika. Lihatlah, ketika hasil perhitungan > suara menunjukkan Obama sebagi pemenang, dengan elegan Bush > mengucapkan selamat. Begitu pula menjelang detik-detik pelantikan > Obama, secara khusus Obama dan Bush beramah-tamah. > > Bagaimana dengan Indonesia ? Dendam kesumat Megawati terhadap SBY, > misalnya, membuat keduanya tidak bisa bertemu sebagaimana 2 kepala > negara Amerika tsb. Inilah contoh karakter politikus kita, yang jauh > dari elegan ataupun kejujuran. Hatinya kelam, diliputi kedengkian. > Sulit menerima kenyataan bahwa orang lain menerima amanah, karunia dan > nikmat dari Yang Maha Kuasa. > > Serangan membabi buta terhadap SMI tidak lain hanyalah skenario > serangan politik terhadap kepemimpinan RI 1. > > Para penyerang, akan bersorak kegirangan manakala Sri Mulyani tidak > lagi di Kabinet. Kenapa ? Karena selama ini kebijakan ekonomi Sri > Mulyani banyak menghantam bisnis konglomerat (yang juga pengurus > partai besar). Kalau Srikandi kita ini tidak lagi di kabinet, maka > mereka akan semaunya sendiri mengutak-atik aturan-aturan bisnis di > negeri ini - termasuk pajak. > > Pengganti Sri Mulyani tidak akan serta merta bisa mengatasi > perekonomian. Dia masih butuh waktu berbulan-bulan untuk mempelajari > segala-sesuatunya, termasuk memanage internal instansinya. Akibatnya, > roda perekonomian juga terganggu. > > Ada yang diuntungkan dengan situasi dan kondisi buruk ini : > 1. Lawan politik pemerintah. Mereka akan dapat banyak amunisi untuk > menyerang. Kondisi ekonomi paska Sri Mulyani akan jadi senjata utama. > > 2. Politikus-pebisnis. Kelompok ini sudah lama berseberangan dengan > Sri Mulyani. Tentu saja karena selama ini kebijakan ekonomi Sri > Mulyani membuat meraka terpojok, seperi kasus pajak tambang dll. > Kelompok ini bagaikan bunglon, mudah berganti kulit. Tengoklah ke > belakang, sebelum pilpres mereka berbondong-bondong mendukung calon - > berlatar belakang saudagar - yang cenderung menguntungkan bisnisnya. > Ketika kandidat dukungannya itu jeblok di pilpres, dengan secepat > kilat mereka ganti haluan : merapat ke pemenang pilpres. > > Partai pun jadi alat tunggangan. Tiba-tiba partainya ganti haluan, > tidak oposisi lagi. Tapi ketika hingar bingar di senayan sehubungan > dengan pemungutan suara atas kasus Bang Century, mereka barbalik 180 > derajat. > > > Ada pepata dalam bahasa Jawa : "Becik ketitik, olo ketoro." Maknanya : > kebaikan dan keburukan pada akhirnya akan terungkap. > > Apa yang dituduhkan terhadap Sri Mulyani selama ini, dia hadapi dengan > tenang dan tegar. Coba bandingkan dengan anggota DPR dari PKS yang > tersandung kasus Bank Century (Misbachum), betapa gelisahnya dia > manakala diwawancarai wartawan. Jawabannya muter-muter tidak karuan. > Kalau dia merasa benar, kenapa harus gelisah ? > Konyolnya, 'gang'nya di DPR berbondong-bondong membackupnya. > > Akhirnya, dengan kesedihan dan rasa kehilangan yang luar biasa, kita > ucapkan selamat jalan buat Srikandi Indonesia. Orang lain lebih > menghargai kemampuannya dari pada "segelintir manusia dominan yang > picik" yang bercokol di negeri ini. > > Sedangkan kita, silent mojority, hanya bisa mengelus dada. > Mudah-mudahan Tuhan YME tetap memberikan keasabaran di hati kita. > Kita tidak berdaya menghadapi kaum arogan. > Senjata kita hanya berupa DOA. > > Kepada kaum arogan, ingatlah,T"akutlah doa orang yang > teraniaya/dizhalimi, karena sesungguhnya antara doa tersebut dan Allah > tidak terdapat penghalang.” (HR Muslim) > > http://myindon.blogspot.com/2010/05/srikandi-mulyani.html > > -- > Berlombalah dalam karya, bersinergi, terapkan kaidah ilmu/teknologi serta > kasih sayang dan manfaat untuk seisi alam, demi kebahagiaan dunia dan akhirat. > > Info pengelolaan milis Indonesia next better : > http://pub.nextbetter.net/files/milist-indonesia-info.txt > -- Ezda => S2D4 the World "Supplication is the key to Divine mercy." ~ Imam Ali (a) -- Berlombalah dalam karya, bersinergi, terapkan kaidah ilmu/teknologi serta kasih sayang dan manfaat untuk seisi alam, demi kebahagiaan dunia dan akhirat. Info pengelolaan milis Indonesia next better : http://pub.nextbetter.net/files/milist-indonesia-info.txt > > -- > Berlombalah dalam karya, bersinergi, terapkan kaidah ilmu/teknologi serta > kasih sayang dan manfaat untuk seisi alam, demi kebahagiaan dunia dan akhirat. > > Info pengelolaan milis Indonesia next better : > http://pub.nextbetter.net/files/milist-indonesia-info.txt >
