Satu satu mas..
Semoga tak salah membedakan antara badan dan bayangan..



Inpartnership with Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: Harlizon MBAu <[email protected]>
Date: Thu, 6 May 2010 20:17:26 
To: <[email protected]>
Subject: [indonesia] Re: Bangsa dan Negara

Horizon yang lebih luas lagi adalah bumi Bas...
Kita semua adalah penduduk bumi...
Yang bikin suku ini suku itu, bangsa ini bangsa itu cuma nenek kakek kita...

Jika melihat dalam kotak-kotak bangsa atau negara...
Bangsa ini sepertinya berjalan menuju jurang...
Karena terjebak pada sistem kehidupan yang dianut atau di laksanakannya...
Ada yang menyebutnya "self destructive system"
Namun tidak banyak yang menyadari, karena di sepanjang perjalanan disuguhi
oleh-oleh...
Tapi sepanjang jalan, oleh-oleh tersebut di porotin lagi, sampai di ujung
barangkali bajupun sudah nga punya lagi...

Bersyukur Anda sudah punya horizon yang lebih luas...
Apa dapat manfaat dari teori "stake holder" di sekolah manajemen?
Kehidupan di atas bumi ini stake holdernya adalah "seisi bumi ini", bahkan
matahari dan bulanpun punya peranan...
I wonder whether the others have too?

Salam Z

2010/5/6 Tri Basoeki Soelisvichyanto <[email protected]>

> Oh 1 lagi sy bersyukur, bahwasanya Allah SWT telah membukakan mata saya
> agar melihat horizon (bukan harlizon yaa ‎​Ђέђέђέ.. Becanda mas) yg lebih
> luas.
>
> Saya sudah bisa melihat Bangsa, tidak lagi hanya sebatas Negara. Sehingga,
> siapapun presiden negara ini, mau benar atau tak benar akan tergilas oleh
> kesepahaman tingkat yg lebih tinggi, yaitu bangsa.
>
> Terlepas dr gonjang-ganjing Negara ini, sy bersyukur bahwa Bangsa ini masih
> terjaga dg baik... Alhamdulillah.
>
> Salam sayang,
> Tribas
>
> Inpartnership with Telkomsel BlackBerry®
> ------------------------------
> *From: * "Tri Basoeki Soelisvichyanto" <[email protected]>
> *Date: *Thu, 6 May 2010 01:13:32 +0000
> *To: *<[email protected]>
> *Subject: *Re: [indonesia] Re: Sri Mulyani Ngambek, Bola Liar Panas
> Menggelinding ke SBY
>
>
> Sy agak bingung dg case century kalau dikaitkan dg politik, jadi kabur
> justru. Tau sendirikhan politik di kita ini spt apa? Bukan cr benar atw
> salah. Tp cari ngalahin orang dan mendiskreditkan orang drpd menjual sesuatu
> yg real dan lebih baik.
>
> Namun demikian, ketika membaca disalah satu media cetak di kota Jogja pasca
> lebaran ied fitri yg lalu, sy hanya bs berharap, semoga strategi menjadikan
> century-mutiara sbg trade finance bank adalah tepat dan berfungsi sesuai
> rencana.
>
> Kalau rencana itu benar, maka justru sebaliknya sy menduga, maka siapapun
> yg menentang rencana penyelamatan dan transformasi bank yang 1 itu justru
> antek2 asing.
>
> Justru SM ditarik oleh WB, jangan2 adalah upaya agar outervensi (lawannya
> intervensi ‎​Ђέђέђέ..) Indonesia kpd asing menjadi gagal.
>
> Tapi entahlah.. Saya sendiri gk berani komentar lbh jauh ttg politik
> tingkat tinggi ini, takut salah dan jadi menyesatkan. Lebih baik sy berfikir
> dan mencoba merealisasikan menjadikan kehidupan disekeliling sy, minimal,
> lebih baik setiap waktunya.
>
> Salam sayang,
> Tribas
>
> Inpartnership with Telkomsel BlackBerry®
> ------------------------------
> *From: * irsal imran <[email protected]>
> *Date: *Wed, 5 May 2010 17:37:21 -0700 (PDT)
> *To: *<[email protected]>
> *Subject: *[indonesia] Re: Sri Mulyani Ngambek, Bola Liar Panas
> Menggelinding ke SBY
>
> Saya ngebayangin gimana waktu Bank Dunia mengambil keputusan utk mengangkat
> SMI jadi Managing Directornya.  Pasti waktu itu masalah bailout Century
> dibahas juga ama mereka.  Yg saya pikir adalah pasti mereka, para pakar
> ekonomi kelas dunia tertawa cekikikan mendengar para doktor2 ekonomi
> Indonesia  (terutama yg tamatan ITB, kali) yg sangat sengit melawan
> keputusan bailout sambil geleng-geleng kepala:).
>
> salam,
>
> -Irsal
>
> --- On *Wed, 5/5/10, Cardiyan HIS <[email protected]>* wrote:
>
>
> From: Cardiyan HIS <[email protected]>
> Subject: [indonesia] Sri Mulyani Ngambek, Bola Liar Panas Menggelinding ke
> SBY
> To: [email protected]
> Date: Wednesday, May 5, 2010, 5:26 PM
>
> *Sri Mulyani Ngambek, Bola Liar Panas Menggelinding ke SBY*
>
>
>
> *Oleh Cardiyan HIS*
>
>
>
> Sri Mulyani dilamar World Bank. SM menerima lamaran World Bank itu dan siap
> masuk kerja per tanggal 1 Juni 2010. Apakah sesederhana itu prosesnya
> seperti seorang *“head hunter”* merekrut seorang eksekutif berprestasi
> untuk bergabung dengan kliennya; sebuah perusahaan raksasa. Sementara SM
> yang sadar hukum tentu sangat faham bahwa ia sewaktu-waktu masih harus
> bolak-balik diperiksa KPK, yang tak mungkin dilakukan bila ia sudah
> berkantor di World Bank, at New York, USA.
>
>
>
> Jabatan Menteri Keuangan RI di dua periode kabinet SBY, sebenarnya
> merupakan perjalanan panjang obsesi SM setelah terakhir menempuh kariernya
> sebagai Managing Director IMF. Saya menengarai alasan SM menerima lamaran
> World Bank sebenarnya adalah puncak dari kekecewaan SM terhadap SBY yang
> tidak total dalam membela dirinya pada kasus  Bank Century. Bahwa SBY
> selalu membela SM dan B dalam kasus Century dalam beberapa kesempatan adalah
> sangat situasional substansi dan sifatnya dan bukan merupakan sikap
> konsisten seorang pemimpin layaknya dalam membela anak buah. Manakala sang
> anak buah sudah tak bisa diselamatkan lagi, SBY berubah haluan hanya ingin
> menyelamatkan dirinya sendiri yang nota bene sebagai pemegang kebijakan
> puncak.
>
>
>
> SM sangat letih dan memancarkan aura kekecewaan yang mendalam setelah
> penyelidikan kedua oleh KPK (4 Mei 2010). Inilah sebenarnya awal dari SM
> ngambek kepada SBY dengan jurus mundur karena alasan menerima lamaran
> menjadi Managing Director World Bank (5 Mei 2010). Secara politis SM telah
> dijatuhkan vonis oleh DPR. Dan sekarang ada indikasi sangat kuat KPK agaknya
> telah mampu membuktikan kesalahan SM yang fatal, antara lain yang utama
> adalah lalai begitu saja menerima input data dari B, Gubernur BI ketika itu.
> Sehingga kelalaian SM itu telah mengakibatkan terjadinya kebijakan yang
> menguntungkan pihak lain dan merugikan negara.
>
>
>
> SM sebagai orang Jawa telah memberikan sinyal simbolik dengan ambekannya.
> Sebagai pribadi yang pinter, jujur dan tak memperkaya diri, berasal dari
> kedua orang tua berpendidikan sangat baik (keduanya adalah profesor doktor
> ternama) dan semua saudaranya berpendidikan tinggi 5 (lima) di antaranya
> lulusan ITB; sangat disayangkan SM tersandung karena kelalaian membuat
> kebijakan fatal tadi. Apa latar belakang orang sekelas SM tersandung, bisa
> saja karena ada latar belakang kepentingan politik di dalamnya. Sebuah
> poster demonstrasi minggu lalu bergambar SM dicloseup oleh media elektronik
> berbunyi *“Menyesal Membela Partai Demokrat”, *terlalu sayang dilewatkan
> begitu saja untuk sebuah analisis lebih mendalam.
>
>
>
> Seperti tulisan-tulisan saya sebelumnya berjudul *“Apa Kabar Jargon
> Katakan Tidak pada Korupsi. Lanjutkan?” *(mailist IA-ITB, 6 September
> 2009) dan* “Percumalah Program 100 Hari SBY Kalau KPK Diloyokan” *(mailist
> IA-ITB, 31 Oktober 2009) yang dikutip banyak website dan grup mailist
> (silakan Google Search); runtutan kisruh di republik tercinta ini sebenarnya
> bermuara kepada adanya indikasi kuat terjadinya ketidak-jujuran para pelaku
> politik pada Pemilu 2009. Bahwa Kabareskrim Polri SD ketika itu “tak serius”
> memproses banyak kasus pelanggaran Pemilu karena dalih lemahnya data menjadi
> tanda tanya besar. Dan bahwa akhirnya KPU secara formal telah menetapkan
> rekapitulasi resmi hasil Pemilu, dengan menutup terutama banyak kasus
> pengkloningan data pemilih, tidak otomatis berhasil menutupnya. Ini terbukti
> mencuatnya kasus Bank Century beberapa bulan kemudian, yang dicurigai
> menjadi amunisi bagi pemenangan partai tertentu.
>
>
>
> Apakah SM punya kartu truf terakhir, begitu pula SD pada kasus Bank Century
> dalam keterkaitan dengan pemenangan Pemilu oleh partai tertentu? Inilah yang
> ditunggu perkembangannya. Karena kalau kedua “whistle blower” ini bernyanyi,
> bola panas liar ini justru akan mengarah ke Presiden SBY, bukan hanya kepada
> Wakil Presiden B. Sebab para anggota DPR dan banyak LSM telah mengajukan
> Judicial Review kepada Mahkamah Konstitusi (MK) tentang qorum DPR untuk Hak
> Menyatakan Pendapat agar cukup 50% plus 1 dan bukan 75% dari anggota DPR.
>
>
>
> Apakah SBY dan B akan dimakzulkan pasca ngambeknya SM dan bernyanyinya SD?
> Hanya waktu yang akan membuktikan. Kita sebagai rakyat hanyalah berkeinginan
> agar kebenaran ditegakkan. Kejahatan betapapun dikemas dengan begitu rapih,
> Tuhan YME telah menguatkan kejahatan itu untuk sementara saja  dan pada
> akhirnya pasti akan mengazab mereka dengan penegakan hukum keadilan, yang
> tak terkirakan hina bagi para pelakunya. Insya Allah, Indonesia akan kembali
> menjadi Bangsa yang besar karena kita punya tradisi sebagai Bangsa Pejuang;
> pejuang untuk menegakkan kebenaran dan  kemerdekaan yang hakiki bagi
> keadilan Rakyat Indonesia.
>
>
>
> www.cardiyanhis.blogspot.com
>
>       **
>
> *  *
>
> * *
>
>
>
>
>

Kirim email ke