Justru itulah mas dan temans (atau kita dikick dr milis nih...),

Sudah punya badan, dikasih bayangan juga..artinya tau sajadah juga.. 


Inpartnership with Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: Harlizon MBAu <[email protected]>
Date: Thu, 6 May 2010 20:23:35 
To: <[email protected]>
Subject: [indonesia] Re: Bangsa dan Negara

Kalau nga ada badan, kan nga ada bayangan...

2010/5/6 Tri Basoeki Soelisvichyanto <[email protected]>

> Satu satu mas..
> Semoga tak salah membedakan antara badan dan bayangan..
>
>
>
> Inpartnership with Telkomsel BlackBerry®
> ------------------------------
> *From: * Harlizon MBAu <[email protected]>
> *Date: *Thu, 6 May 2010 20:17:26 +0700
> *To: *<[email protected]>
> *Subject: *[indonesia] Re: Bangsa dan Negara
>
> Horizon yang lebih luas lagi adalah bumi Bas...
> Kita semua adalah penduduk bumi...
> Yang bikin suku ini suku itu, bangsa ini bangsa itu cuma nenek kakek
> kita...
>
> Jika melihat dalam kotak-kotak bangsa atau negara...
> Bangsa ini sepertinya berjalan menuju jurang...
> Karena terjebak pada sistem kehidupan yang dianut atau di laksanakannya...
> Ada yang menyebutnya "self destructive system"
> Namun tidak banyak yang menyadari, karena di sepanjang perjalanan disuguhi
> oleh-oleh...
> Tapi sepanjang jalan, oleh-oleh tersebut di porotin lagi, sampai di ujung
> barangkali bajupun sudah nga punya lagi...
>
> Bersyukur Anda sudah punya horizon yang lebih luas...
> Apa dapat manfaat dari teori "stake holder" di sekolah manajemen?
> Kehidupan di atas bumi ini stake holdernya adalah "seisi bumi ini", bahkan
> matahari dan bulanpun punya peranan...
> I wonder whether the others have too?
>
> Salam Z
>
> 2010/5/6 Tri Basoeki Soelisvichyanto <[email protected]>
>
>> Oh 1 lagi sy bersyukur, bahwasanya Allah SWT telah membukakan mata saya
>> agar melihat horizon (bukan harlizon yaa ‎​Ђέђέђέ.. Becanda mas) yg lebih
>> luas.
>>
>> Saya sudah bisa melihat Bangsa, tidak lagi hanya sebatas Negara. Sehingga,
>> siapapun presiden negara ini, mau benar atau tak benar akan tergilas oleh
>> kesepahaman tingkat yg lebih tinggi, yaitu bangsa.
>>
>> Terlepas dr gonjang-ganjing Negara ini, sy bersyukur bahwa Bangsa ini
>> masih terjaga dg baik... Alhamdulillah.
>>
>> Salam sayang,
>> Tribas
>>
>> Inpartnership with Telkomsel BlackBerry®
>> ------------------------------
>> *From: * "Tri Basoeki Soelisvichyanto" <[email protected]>
>> *Date: *Thu, 6 May 2010 01:13:32 +0000
>> *To: *<[email protected]>
>> *Subject: *Re: [indonesia] Re: Sri Mulyani Ngambek, Bola Liar Panas
>> Menggelinding ke SBY
>>
>>
>> Sy agak bingung dg case century kalau dikaitkan dg politik, jadi kabur
>> justru. Tau sendirikhan politik di kita ini spt apa? Bukan cr benar atw
>> salah. Tp cari ngalahin orang dan mendiskreditkan orang drpd menjual sesuatu
>> yg real dan lebih baik.
>>
>> Namun demikian, ketika membaca disalah satu media cetak di kota Jogja
>> pasca lebaran ied fitri yg lalu, sy hanya bs berharap, semoga strategi
>> menjadikan century-mutiara sbg trade finance bank adalah tepat dan berfungsi
>> sesuai rencana.
>>
>> Kalau rencana itu benar, maka justru sebaliknya sy menduga, maka siapapun
>> yg menentang rencana penyelamatan dan transformasi bank yang 1 itu justru
>> antek2 asing.
>>
>> Justru SM ditarik oleh WB, jangan2 adalah upaya agar outervensi (lawannya
>> intervensi ‎​Ђέђέђέ..) Indonesia kpd asing menjadi gagal.
>>
>> Tapi entahlah.. Saya sendiri gk berani komentar lbh jauh ttg politik
>> tingkat tinggi ini, takut salah dan jadi menyesatkan. Lebih baik sy berfikir
>> dan mencoba merealisasikan menjadikan kehidupan disekeliling sy, minimal,
>> lebih baik setiap waktunya.
>>
>> Salam sayang,
>> Tribas
>>
>> Inpartnership with Telkomsel BlackBerry®
>> ------------------------------
>> *From: * irsal imran <[email protected]>
>> *Date: *Wed, 5 May 2010 17:37:21 -0700 (PDT)
>> *To: *<[email protected]>
>> *Subject: *[indonesia] Re: Sri Mulyani Ngambek, Bola Liar Panas
>> Menggelinding ke SBY
>>
>> Saya ngebayangin gimana waktu Bank Dunia mengambil keputusan utk
>> mengangkat SMI jadi Managing Directornya.  Pasti waktu itu masalah bailout
>> Century dibahas juga ama mereka.  Yg saya pikir adalah pasti mereka, para
>> pakar ekonomi kelas dunia tertawa cekikikan mendengar para doktor2 ekonomi
>> Indonesia  (terutama yg tamatan ITB, kali) yg sangat sengit melawan
>> keputusan bailout sambil geleng-geleng kepala:).
>>
>> salam,
>>
>> -Irsal
>>
>> --- On *Wed, 5/5/10, Cardiyan HIS <[email protected]>* wrote:
>>
>>
>> From: Cardiyan HIS <[email protected]>
>> Subject: [indonesia] Sri Mulyani Ngambek, Bola Liar Panas Menggelinding ke
>> SBY
>> To: [email protected]
>> Date: Wednesday, May 5, 2010, 5:26 PM
>>
>> *Sri Mulyani Ngambek, Bola Liar Panas Menggelinding ke SBY*
>>
>>
>>
>> *Oleh Cardiyan HIS*
>>
>>
>>
>> Sri Mulyani dilamar World Bank. SM menerima lamaran World Bank itu dan
>> siap masuk kerja per tanggal 1 Juni 2010. Apakah sesederhana itu prosesnya
>> seperti seorang *“head hunter”* merekrut seorang eksekutif berprestasi
>> untuk bergabung dengan kliennya; sebuah perusahaan raksasa. Sementara SM
>> yang sadar hukum tentu sangat faham bahwa ia sewaktu-waktu masih harus
>> bolak-balik diperiksa KPK, yang tak mungkin dilakukan bila ia sudah
>> berkantor di World Bank, at New York, USA.
>>
>>
>>
>> Jabatan Menteri Keuangan RI di dua periode kabinet SBY, sebenarnya
>> merupakan perjalanan panjang obsesi SM setelah terakhir menempuh kariernya
>> sebagai Managing Director IMF. Saya menengarai alasan SM menerima lamaran
>> World Bank sebenarnya adalah puncak dari kekecewaan SM terhadap SBY yang
>> tidak total dalam membela dirinya pada kasus  Bank Century. Bahwa SBY
>> selalu membela SM dan B dalam kasus Century dalam beberapa kesempatan adalah
>> sangat situasional substansi dan sifatnya dan bukan merupakan sikap
>> konsisten seorang pemimpin layaknya dalam membela anak buah. Manakala sang
>> anak buah sudah tak bisa diselamatkan lagi, SBY berubah haluan hanya ingin
>> menyelamatkan dirinya sendiri yang nota bene sebagai pemegang kebijakan
>> puncak.
>>
>>
>>
>> SM sangat letih dan memancarkan aura kekecewaan yang mendalam setelah
>> penyelidikan kedua oleh KPK (4 Mei 2010). Inilah sebenarnya awal dari SM
>> ngambek kepada SBY dengan jurus mundur karena alasan menerima lamaran
>> menjadi Managing Director World Bank (5 Mei 2010). Secara politis SM telah
>> dijatuhkan vonis oleh DPR. Dan sekarang ada indikasi sangat kuat KPK agaknya
>> telah mampu membuktikan kesalahan SM yang fatal, antara lain yang utama
>> adalah lalai begitu saja menerima input data dari B, Gubernur BI ketika itu.
>> Sehingga kelalaian SM itu telah mengakibatkan terjadinya kebijakan yang
>> menguntungkan pihak lain dan merugikan negara.
>>
>>
>>
>> SM sebagai orang Jawa telah memberikan sinyal simbolik dengan ambekannya.
>> Sebagai pribadi yang pinter, jujur dan tak memperkaya diri, berasal dari
>> kedua orang tua berpendidikan sangat baik (keduanya adalah profesor doktor
>> ternama) dan semua saudaranya berpendidikan tinggi 5 (lima) di antaranya
>> lulusan ITB; sangat disayangkan SM tersandung karena kelalaian membuat
>> kebijakan fatal tadi. Apa latar belakang orang sekelas SM tersandung, bisa
>> saja karena ada latar belakang kepentingan politik di dalamnya. Sebuah
>> poster demonstrasi minggu lalu bergambar SM dicloseup oleh media elektronik
>> berbunyi *“Menyesal Membela Partai Demokrat”, *terlalu sayang dilewatkan
>> begitu saja untuk sebuah analisis lebih mendalam.
>>
>>
>>
>> Seperti tulisan-tulisan saya sebelumnya berjudul *“Apa Kabar Jargon
>> Katakan Tidak pada Korupsi. Lanjutkan?” *(mailist IA-ITB, 6 September
>> 2009) dan* “Percumalah Program 100 Hari SBY Kalau KPK Diloyokan” *(mailist
>> IA-ITB, 31 Oktober 2009) yang dikutip banyak website dan grup mailist
>> (silakan Google Search); runtutan kisruh di republik tercinta ini sebenarnya
>> bermuara kepada adanya indikasi kuat terjadinya ketidak-jujuran para pelaku
>> politik pada Pemilu 2009. Bahwa Kabareskrim Polri SD ketika itu “tak serius”
>> memproses banyak kasus pelanggaran Pemilu karena dalih lemahnya data menjadi
>> tanda tanya besar. Dan bahwa akhirnya KPU secara formal telah menetapkan
>> rekapitulasi resmi hasil Pemilu, dengan menutup terutama banyak kasus
>> pengkloningan data pemilih, tidak otomatis berhasil menutupnya. Ini terbukti
>> mencuatnya kasus Bank Century beberapa bulan kemudian, yang dicurigai
>> menjadi amunisi bagi pemenangan partai tertentu.
>>
>>
>>
>> Apakah SM punya kartu truf terakhir, begitu pula SD pada kasus Bank
>> Century dalam keterkaitan dengan pemenangan Pemilu oleh partai tertentu?
>> Inilah yang ditunggu perkembangannya. Karena kalau kedua “whistle blower”
>> ini bernyanyi, bola panas liar ini justru akan mengarah ke Presiden SBY,
>> bukan hanya kepada Wakil Presiden B. Sebab para anggota DPR dan banyak LSM
>> telah mengajukan Judicial Review kepada Mahkamah Konstitusi (MK) tentang
>> qorum DPR untuk Hak Menyatakan Pendapat agar cukup 50% plus 1 dan bukan 75%
>> dari anggota DPR.
>>
>>
>>
>> Apakah SBY dan B akan dimakzulkan pasca ngambeknya SM dan bernyanyinya SD?
>> Hanya waktu yang akan membuktikan. Kita sebagai rakyat hanyalah berkeinginan
>> agar kebenaran ditegakkan. Kejahatan betapapun dikemas dengan begitu rapih,
>> Tuhan YME telah menguatkan kejahatan itu untuk sementara saja  dan pada
>> akhirnya pasti akan mengazab mereka dengan penegakan hukum keadilan, yang
>> tak terkirakan hina bagi para pelakunya. Insya Allah, Indonesia akan kembali
>> menjadi Bangsa yang besar karena kita punya tradisi sebagai Bangsa Pejuang;
>> pejuang untuk menegakkan kebenaran dan  kemerdekaan yang hakiki bagi
>> keadilan Rakyat Indonesia.
>>
>>
>>
>> www.cardiyanhis.blogspot.com
>>
>>       **
>>
>> *  *
>>
>> * *
>>
>>
>>
>>
>>
>

Kirim email ke