Wapres Boediono memimpin Komite Pengarah Reformasi Birokrasi Nasional, 
ketiga Menteri Perekonomian masuk di dalamnya. Dalam pelaksanaannya akan
 dibentuk Tim Reformasi Birokrasi. Mereka bertugas mengevaluasi kinerja 
setiap departemen dan lembaga negara. Jubir Presiden, Julian Aldrin 
Pasha, mengatakan hal ini, usai Sidang Paipurna Kabinet, di Kantor 
Presiden, Rabu (12/5) sore.  



Dalam sidang yang dipimpin Presiden Susilo Bambang Yudhoyono itu, Wapres
 Boediono, Menteri PAN dan Reformasi Birokrasi EE Mangindaan, dan 
beberapa menteri terkait memberikan masukan terkait dengan grand 
design roadmap reformasi birokrasi 2010-2025. “Yang menjadi subjek 
adalah dibentuknya Komite Pengarah Reformasi Birokrasi Nasional, dimana 
komite ini diketuai oleh Wapres dan beranggotakan Menko Perekonomian, 
Menko Polhukam, Menko Kesra, Menteri PAN dan Reformasi Birokrasi, 
Menkue, Mendagri, Kepala UKP4, termasuk Ryas Rasid," ujar Julian.



Komite ini, lanjut Julian, akan menugaskan Tim Reformasi Birokrasi yang 
diketuai EE Mangindaan. Selain itu, dibentuk pula Unit Pengelola 
Reformasi Birokrasi Nasional. Dalam pelaksanaannya nanti, akan ada pula 
tim independen dan quality insurance. "Tugasnya menilai dan 
mengevaluasi kinerja masing-masing kementerian dan lembaga," Julian 
menjelaskan.



Sidang tadi, ujar Julian, menetapkan acuan nasional tata kelola 
pemerintahan yang baik, sebagai landasan pelaksanaan reformasi birokrasi
 nasional. Kedua, menetapkan kebijakan strategi dan standar bagi 
pelaksanaan program reformasi birokrasi dan kinerja nasional, mengambil 
langkah langkah yang dibutuhkan untuk menegakan kepatuhan atau 
standar-standar pelaksanaan dan kinerja. Ketiga, Menetapkan 
program-program unggulan dalam pelaksanaan reformasi birokrasii.Keempat,
 membentuk dan menetapkan tim independen dan penjamin kualitas. 
Kemudian, menyampaikan laporan secara berkala dan bila dibutuhkan oleh 
presiden. 



Presiden SBY memberi arahan, dalam out put dari tim ini nanti perlu 
ditetapkan ukuran keberhasilan dari reformasi birokrasi, mulai dari 
tingkat kabupaten dan kota. “Jadi reformasi birokrasi diharapkan bisa 
segara dimulai pada tigkat kabupaten/kota," ujar Julian.



Ukuran keberhasilannya adalah tidak ada korupsi, tidak ada pelanggaranan
 hukum, APBD-nya bagus, semua program berjalan dengan baik, semua 
perizinan cepat atau tidak ada over lap di dalam birokrasi itu 
sendiri. Kemudian, komunikasi dengan publik berjalan baik, penggunaan 
waktu yang efektif dan prouduktif, ada reward and punishment. 



Lalu, hasil dari pembangunan harus nyata dan konkret. "Termasuk ada growth,
 jobs, property, food, juga ada education di dalamnya," kata 
Julian. (dit)

http://icaexpo.coop


      

Kirim email ke