Greetings, yang belum pernah (baru akan) dibuat PLN adalah sistem kendali/ control systems. Marketnya adalah Jawa Bali.
http://icaexpo.coop --- On Sun, 5/16/10, Achmad Chamdani Eka P. <[email protected]> wrote: From: Achmad Chamdani Eka P. <[email protected]> Subject: [indonesia] Re: [IA-ITB] Gebrakan Dahlan Iskandar- masalah teknis To: [email protected] Date: Sunday, May 16, 2010, 9:50 PM Mas Hercules, PLN ini membuat pembangkit bukan kali yang pertama. Persyaratan teknis yang "ringan ringan" saja buat mereka, mana mungkin mereka tidak tahu. Di Indonesia ini sudah menjadi rahasia umum ada sekian banyak pintu perijinan. Dan tiap pintu ada tarifnya sendiri sendiri. Kalau dibayar ijin klar sih masih bukan masalah. Kadang sampai sekian puluh milyar juga kurang tuh birokratnya. Ijin lokasi, Amdal dll. tidak ada standart pelayanan dan acuan yang jelas bagi pemohon ijin. Seperti apa agar ijin tsb. bisa keluar, dan berapa lama harus menunggu sampai diterima atau ditolak ijin tsb. Kapan ditolaknya saja tidak jelas, apalagi diterimanya. Semunya dibiarkan menggantung sampai keluar uang sogok yang lebih gede. Ini normal, siapapun tahu rahasia umum busuknya birokrat di negeri kita. Kalau ada uang, bangunan/instalasi yang tidak sesuai amdal dan lokasipun keluar pula ijinnya. Salam. Ach. Chamdani Eka Sitanggang, Hercules wrote: Dahlan- Motivasinya jelas bagus Tapi bagaimana dengan Knowledge Leadershipnya? Ini yang sering menjadi kendala. Pemimpin tidak meningkatkan Leadership idealnya. Mereka masih berfokus pada Power leadership. Seolah2 dengan perintah, semuanya bisa jalan Atau Fear Leadership, dengan menakut2 I semua diharapkan bisa jalan. Kalau saya lihat apa yang terjadi di Asahan-3, adalah kekurang tahuan teknis. Tidak ada tuh aturannya PLN meminta izin operasi. Apalagi sejak 2004 Si Operator lah minta izin operasi Yang berikan izin operasi, bukan gubernur, setahuku adalah ESDM (koreksi kalau saya salah) Nah, ESDM itu mengeluarkan izin kalau : - sudah dipenuhi AMDAL-nya, ijin dari Gubernur / Bupati/ KLH, tergantung lokasi - design dan construksinya sudah memenuhi standard keamanan - Pengujian menurut standard keamanan sudah dilakukan dan terdokumentasi - Bagian yang perlu disertifikasi, sebagai bukti memenuhi standard quality dan keamanan produk, sudah dipenuhi Kalau sudah dilakukan semua dengan baik, tak bakalan adalah yang berani menyetop operasi Tapi, kalau yang gini aja gak bisa dikerjakan, apa kata dunia???? Pekerjakanlah orang yang berkualifikasi, jangan orang yang Yes man aja…! Walaupun salah. Tak jaman nya lagiii…iii! Hercules __,_._,___
