Harus ada iming-imingnya pak :)

Misalnya kalau sampeyan jago ngurusin email, nanti bisa gampang kaalau
ngurusin MMSC (Multimedia Messaging Service Center). Habis itu nanti
ngurusin WAPGW dan SGSN dan GGSN. Di Jobserve banyak yg nyari tuh :p






On 5/25/10, Basuki Suhardiman <[email protected]> wrote:
>
> selama lebih dari 15 tahun bergulat dgn network ,
> yang paham ngurus email/mail system  tidak lebih dar 4 orang , :-)
> ini memang tidak mudah , karena ngurus email butuh ketelatenan (ngopeni)
> yg luar biasa , hehehe ..
> selama ada domain itb.ac.id , mailmaster yg dihasilkan tidak lebih dari 4
> orang , bukan karena tidak bisa ngurus tapi memang hanya 4 orang itu yg
> sanggup ngurus email secara benar ..
>
> saya sedang mengadakan kaderisasi untuk bikin mailmaster ,
> walaupun mungkin dari 30 orang belum tentu jadi satu orang yg tangguh  :-)
> -bsd-
>
>
>
>
>
> On Tue, 25 May 2010, [email protected] wrote:
>
>> Kalau gitu sudah jelas bottlenecknya.
>>
>> Kira2 adakah yg dapat mempermudah para admin di ITB?
>>
>> Powered by Telkomsel BlackBerry®
>>
>> -----Original Message-----
>> From: Basuki Suhardiman <[email protected]>
>> Sender: [email protected]: Tue, 25 May 2010 07:20:46
>> To: Indonesianext<[email protected]>
>> Reply-To: [email protected]
>> Cc: <[email protected]>
>> Subject: [indonesia] Re: Quo Vadis E-mail "@....itb.ac.id" untuk Alumni?
>>
>>
>> saya sering menggunakan teori polusi (polluted environment),
>> kita yang di dalam lingkungan polluted sering kali tidak tahu bahwa kita
>> kena polusi , kita baru mengetahui bahwa kita kena polusi setelah kita
>> lihat linkungan kita dari jauh :-)
>>
>> soal email , itu soal yang paling sulit ngurusnya :-)
>> saat ini , email di ITB bisa lebih dari 1 juta email transaksi per hari
>> nya, sementara tidak ada orang yang mau ngurus email ;-) ,
>> bahkan ada yg ngotot taruh saja email nya di google supaya tidak ada usah
>> ngurus susah-susah ...seringkali alokasi 'dana' yg akan kita gunakan utk
>> ngurus 'alumni' kita gunakan utk hal lain yg lebih mendesak (peralatan
>> rusak karena 'disaster' dll)
>>
>> kita sedang mengusahakan email utk alumni , dan memang tidak mudah .
>> walaupun dari sekian banyak alumni hanya satu dua orang saja yang pernah
>> tercatat menyumbangkan mesin/fasilitas dan bandwidth utk ITB ,
>> dan yang nyumbang biasanya ndak banyak omong , ndak banyakperlu
>> woro-woro, dan tidak pernah ngeluh :-) ...
>>
>>
>> -bsd-
>>
>>
>> On Mon, 24 May 2010, [email protected] wrote:
>>
>>>
>>> Mas Basuki bisa bantu case @itb.ac.id atau @alumni.itb.ac.id. ini kah?
>>>
>>>
>>> Powered by Telkomsel BlackBerry®
>>>
>>> -----Original Message-----
>>> From: Adi Indrayanto <[email protected]>
>>> Sender: [email protected]: Tue, 25 May 2010 06:12:18
>>> To: <[email protected]>
>>> Reply-To: [email protected]
>>> Subject: [indonesia] Re: Quo Vadis E-mail "@....itb.ac.id" untuk Alumni?
>>>
>>> Penting ya mas [email protected] ini ya?  Wong saya yg di dalam saja,
>>> malah lebih suka pakai @gmail.com ;-)  Maklum, karena dulu sering
>>> masalah emailnya dan sulit diakses dari luar, makanya pakai yg umum
>>> ;-)
>>>
>>> Kalau ITB mau memberikan layanan "jasa internet" ke umum, perlu banyak
>>> pembenahan pengelolaannya.  Apalagi kalau pakai bayar ... wah makin
>>> berat beban layanannya. Pasti dituntut Service Level tinggi juga.
>>> Mungkin belum siap ... kan belum menjadi world class university, baru
>>> mau ke situ ;-)
>>>
>>> ITB begitu besar ya dilihat dari luar? ;-)
>>>
>>>
>>> salam,
>>>
>>> -ai-
>>>
>>>
>>> 2010/5/24  <[email protected]>:
>>>> Rekan-rekan Alumni ITB yth.,
>>>>
>>>> Sebelumnya mohon maaf, saya ingin berkeluh-kesah di forum ini, siapa
>>>> tahu ada yang juga merasakan hal yang sama atau ada yang bisa memberikan
>>>> solusi maupun sumbang-saran. Saya kira kalau saja memang betul ITB
>>>> adalah universitas kelas dunia, maka sudah saatnya dan sudah seharusnya
>>>> ranah online dikelola dengan baik -- especially since *technology* is
>>>> our middle name. Sorry, ini normatif saja.
>>>>
>>>> Sekarang alumni ITB -- kecuali yang kerja atau menjadi dosen di ITB --
>>>> sangat sulit untuk mendapat email address "@....itb.ac.id" semisal
>>>> "@alumni.itb.ac.id", padahal konon "janji virtual"-nya sudah setahun
>>>> lebih, namun tetap tidak ada follow-up dan sosialisasi yang nyata ke
>>>> alumni. Padahal, ini penting sebagai sarana sosialisasi dan otentikasi
>>>> diri antar alumni, bahkan sangat memudahkan universitas untuk
>>>> menghubungi alumni yang ingin berkarya atau menyumbang ke almamater kita
>>>> tercinta.
>>>>
>>>> Kalaulah kita pikir, apakah wajar alumni ITB pakai email "yahoo.com"
>>>> untuk berinteraksi dengan sesama? Beri sajalah email "@itb.ac.id", kalau
>>>> harus bayar bulanan pun bolehlah! Atau,  apakah ITB memang perlu dibantu
>>>> untuk men-setup-nya? Waduh, bukankah "dedengkot IT" sudah banyak
>>>> dihasilkan ITB?
>>>>
>>>> Institusi pendidikan kelas dunia umumnya (kalau tidak semuanya) selalu
>>>> punya dedicated email untuk alumninya -- kecuali sudah dinyatakan
>>>> bangkrut, bagian IT-nya tidak dikaryakan dengan baik, atau pengelolanya
>>>> korup (misalnya). Bahkan, majalah alumni bulanan dari fakultas terkait
>>>> di-send ke email masing-masing alumni (atau bisa di-download di website)
>>>> walaupun ybs. sudah bertahun-tahun meninggalkan universitas dan
>>>> berdomisili di luar negeri -- dan, oh ya, ada yang dikirim via pos juga!
>>>> Dan, you know what: it's free, mate!
>>>>
>>>> Bila alasannya adalah sulit sekali untuk mendata dan mengotentikasi
>>>> bahwa seseorang adalah benar alumni ITB, waduh, kok minimal 2 bank
>>>> justru sudah bergerak lebih maju dengan kartu kredit alumni? Opo tumon?
>>>> Quo vadis "Teknologi"?
>>>>
>>>> Jadi, bila hal kecil seperti ini tidak juga bisa dipenuhi, mungkin wajar
>>>> saja deh kalau ITB terdepak dari sekian besar universitas dunia, apalagi
>>>> kalau ditambah adanya indikasi bahwa penghasil lumpur terbesar di dunia
>>>> juga pernah menjejakkan kaki di sini. :-)
>>>>
>>>> Salam,
>>>> CA
>>>> Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone
>>>
>>> --
>>> Berlombalah dalam karya, bersinergi, terapkan kaidah ilmu/teknologi serta
>>> kasih sayang dan manfaat untuk seisi alam, demi kebahagiaan dunia dan
>>> akhirat.
>>>
>>> Info pengelolaan milis Indonesia next better :
>>> http://pub.nextbetter.net/files/milist-indonesia-info.txt
>>>  êå¢fÚ•¨]jV¦‘ªòi·«²)Þ® ­z¶©‘©äj'Z†)f»û^’z%¢ ¬z»Z‘«"†Æ²jx jyš öš¶éíºK
>>> ŠÈš•© zh¤y¶¡j šjwnž& jv¤†*Ú´‰ß¢—§
>>> éh•¦§š)b°‰Ý¢w¬‰©ÞÆÖ޶׫†Ûiÿúnnw±µ·­µêçzßߊW¬þh¥ŠËb Ú'zÈšŠwè·
>>  êå¢fÚ•¨]jV¦‘ªòi·«²)Þ® ­z¶©‘©äj'Z†)f»û^’z%¢ ¬z»Z‘«"†Æ²jx jyš öš¶éíºK ŠÈš•©
>> zh¤y¶¡j šjwnž& jv¤†*Ú´‰ß¢—§
>> éh•¦§š)b°‰Ý¢w¬‰©ÞÆÖ޶׫†Ûiÿúnnw±µ·­µêçzßߊW¬þh¥ŠËb Ú'zÈšŠwè·


-- 
- Irwan -

--
Berlombalah dalam karya, bersinergi, terapkan kaidah ilmu/teknologi serta
kasih sayang dan manfaat untuk seisi alam, demi kebahagiaan dunia dan akhirat.

Info pengelolaan milis Indonesia next better :
http://pub.nextbetter.net/files/milist-indonesia-info.txt

Kirim email ke