Saya kira ini strategi bisnis biasa dimana Telkom berusaha menguasai
pasar melalui strategi M&A.
Suatu keuntungan buat Telkom, kombinasi pasar Flexi yang menguasai jawa
bagian timur dan tengah
dan Esia yang mengusai jawa bagian barat sangat ideal. Ini akan
mengembalikan kejayaan Telkom
di masa basis layanan masih menggunakan fix line.
Tetapi yang harus dicermati disini adalah :
1) Setelah akuisisi ini Telkom praktis akan menguasai pasar layanan
berbasis CDMA, dengan pangsa
pasar 65% lebih. Dikhawatirkan hilangnya iklim kompetisi dan
berkurangnya benefit layanan kepada
pelanggan (terutama dari sisi cost).
2) Berapa kocek yang harus dikeluarkan Telkom untuk mengakuisisi Bakie Tel ?
Performance penjualan Bakrie Tel memang tidak kita ragukan. Tetapi,
harus diingat bahwa ekspansi
besar besaran selama ini menguras kocek operator yang satu ini.
Sebagai contoh, beban bunga melesat
Rp 362,87 miliar dari semula Rp85,08 miliar. Total pinjaman mencapai
Rp 15,81 triliun (pinjaman jangka
pendek sebesar Rp 4,04 triliun + utang repo Rp314,99 miliar +
pinjaman jangka panjang Rp8,10 triliun
+ utang obligasi Rp3,37 triliun). Sedangkan pendapatan Rp 3.4
Trilyun dan laba bersih "cuman" Rp 29 milyar saja.
Salam.
Ach. Chamdani Eka
Tsulusun ArRoyan wrote:
http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2010/06/07/16103438/Pemerintah.Setuju.Telkom.Akuisisi.Bakrie-8
Sebelumnya diberitakan, Telkom ingin mengembangkan layanan telepon
tetap nirkabel (FWA) Flexi dengan mengambil alih operator CDMA. "Soal
bagaimana cara mengambil alih, akuisisi atau merger, itu masalah
korporasi," kata Mustafa.
--
Best Regards
Tsulusun Ar Royan
Be kind, for whenever kindness becomes part of something, it
beautifies it. Whenever it is taken from something, it leaves it
tarnished.