Kalian ini kok badung semua yaaa..
dibilang perang aja..

eflinms


2010/9/7 S Roestam <[email protected]>

> Kawan2 Anggota Milis Yth,
>
> Era Ganyang-Mengganyang bukan eranya lagi kini.
>
> Yang kita perlukan adalah kehebatan Strategi Kita dalam menghadapi Malaysia
> dalam memperebutkan penentuan wilayah2 perbatasan Indonesia-Malaysia.
>
> Diperlukan kecerdasan otak untuk dapat memenangkan persaingan, keunggulan
> strategi Indonesia.
>
> Saat ini Malaysia sudah punya strategi jitu, yang pernah ia gunakan untuk
> memenangkan persaingan di tingkat Mahkamah Arbitrasi Internasional beberapa
> tahun yang lalu, karena kekalahan kita dalam persiapan strateginya, yaitu
> *terlepasnya Pulau Sipadan dan Ligitan.*
>
> Bagaimana hal itu bisa terjadi? Karena pada akhirnya pihak Arbitrator
> melihat kenyataan dilapangan, yaitu di pulau2 itu secara de-fakto sudah
> dikuasai oleh Malaysia secara sosial, budaya, bisnis dan perekonomiannya.
> Rakyat di pulau2 itu sudah memamakai uang Ringgit Malaysia sebagai alat
> perdagangan mereka, bahasa melayu logat Malaysia, administrasi wilayah sudah
> ada secara de-fakto, layanan biro-biro wisata Internasional untuk
> mengunjungi wilayah2 itu juga sudah dipromosikan oleh Biro2 Perjalanan di
> Malaysia ke luar negeri..... jadi praktis kedua pulau itu adalah wilayah
> Malaysia.
>
> Perundingan dua-pihak Indonesia-Malaysia yang sekarang sedang berlangsung
> hanyalah bagian dari *taktik Malaysia untuk mengulur-ulur waktu,* sebab
> dipastikan tidak akan ada kesepakatan pembagian wilayah diperbatasan kedua
> negara itu, sebab wilayah yang di-klaim Indonesia adalah berdasarkan
> kesepakan PBB tentang ZEE, sedangkan Malysia tidak mengakuinya, sebab ia
> tidak ikut tandatangan kesepakatan PBB itu. Malaysia memakai perbatasan
> wilayahnya berdasarkan aturan yg ada sebelumnya, yang sangat
> menguntungkannya.
>
> Karena pada akhirnya perundingan yang hanya melibatkan dua-pihak
> Indonesia-Malaysia akan menemui jalan buntu. Akhirnya*peristiwa
> Sipadan-Ligitan akan terulang lagi.* Kedua negara akan meminta 
> bantuan*Arbitator Internasional
> * untuk memecahkan jalan buntu itu, yang akan *memenangkan Malaysia lagi,
> bilamana kita tidak mau belajar dari pengalaman masa lalu, tidak punya
> strategi dan taktik yang lebih jitu dar pada Malaysia!*
>
> Strategi dan Taktik kita untuk memenangkan penguasaan wilayah2 perbatasan
> harus lebih baik dari paad Malaysia. Kita dapat mengerahkan pemuda-pemudi
> Indonesia sebagai pionir2 untuk membangun wilayah2 perbatasn itu secara
> cepat dengan dukungan dana dan semanagt membangun dari para Pengusaha
> Indonesia danm segenap 250-juta Rakyat Indonesia.
>
> Kita ciptakan *wilayah2 perbatasan itu menjadi lebih makmur dari pada
> wilayah Malaysia diseberangnya*, dengan fasilitas2 telekomunikasi, TV,
> Radio, transportasi yg baik, wisata, hiburan dan sarana2 penunjang lainnya.
>
> Dengan demikian, bukannya para TKI yang akan mencari kerja ke Malaysia,
> malah *sebaliknya para TK Malaysia yang akan mencari kerja di wilayah
> perbatasan Indonesia-Malaysia itu yg sudah makmur.*
>
> Lalu *siapakah para pemuda-pemudi Indonesia yang akan jadi pionir
> pembangunan Wilayah Perbatasan itu?* Yang petama adalah *para TKI yang
> sekarang sedang bekerja di Malaysia* yg sudah punya pengalaman dilapangan
> ber-tahun2 untuk membangun negeri Malaysia (contoh: *Twin Tower *di Kuala
> Lumpur adalah karya para TKI Indonesia).
>
> Para TKI itu tentu akan lebih memilih bekerja di wilayah perbatasan, dari
> pada di Malaysia, sebab mereka sekarang diperlakukan sebagai *Warga Kelas
> Tiga, diperlaukuakn kasar, bekerja tanpa jam kerja, digaji sangat minim,
> dibentak, dicambuk, disetrika, disiksa sampai cacad, atau sampai meninggal
> dunia* (sudah banyak kasus2nya).
>
> Tentu para pionir2 pemuda-pemudi Indonesia akan *mendapatkan imbalan jauh
> lebih baik dari pada kalau bekerja sebagai TKI di Malaysia*, ditambah
> merekja *sangat bangga sebagai pionir* yang dihormati oleh segenap Rakyat
> Indonesia!
>
> *Perundingan bilateral yang ada tetap saja dijalankan*, tetapi bukan lagi
> menjadi tujuan utama atau harapan utama. Ini hanya seperti yang dilakukan
> oleh Malaysia, sebagai* taktik untuk mengulur-ulur waktu saja!*
>
> Silahkan saran saya ini *segera diteruskan ke Bapak Presiden SBY* untuk
> segra di-implementasikan, sehingga kita bisa mantap dan tenang, sebab sudah
> ada Strategi dan Taktik yg jitu untuk memenagkan persainagn perbatasan
> Indonesia-Malaysia. *Tidak perlu lagi demo2* yang hanya menghabiskan
> tenaga, pikiran, dan waktu, serta dapat merugikan perekonomian Indonesia.
>
> Semoga bermanfat bagi kemajuan bangas dan negara.
>
> Wassalam,
> S Roestam
> http://presidenku.com
> _______________________________________________
> Untuk unsubscribe : kirim email kosong ke 
> [email protected] subject "unsubscribe"
>



-- 
Eflin MS / Software Consultant
PT. Syridink Informatika Indonesia
(Member Of Bandung High Tech Valley)
Jl. Riung Mulya VI No. 31
Riung Bandung
HP. 0817 4211 30 / 022-722 67883
YM: [email protected]
http://syridink.com
http://aplikasi-software.co.id/
http://aplikasi-software.com
Produk ERP Software:
Aplikasi ERP Accounting Tours & Travel Online
Aplikasi ERP Human Resources Online
Aplikasi ERP Project Management Online

Kirim email ke