Betul pak ,
jangan lupa BBM itu digunaka utk kegiatan produktif di Indonesia ini
bukan di buang-buang , yang membuang buang justru pemerintah ini ,
dengan tidak membangun infrastruktur yang benar ? dengan menambah jumlah
kendaraan tanpa menghitung daya tampung jalan , dengan tidak menumbuhkan
sentra-sentra ekonomi di daerah (economics of agglomeration) ,
lha koq tiba-tiba subsidi disalahkan ?
setuju soal kesehatan dan pendidikan ,
karena itu yang penting bikin jalan dulu yang benar ,
kita lihat bagaimana ambulans sering kecebak macet dan tidak bisa
berbuat apa-apa, ini gara-gara badan jalan sudah tidak bisa mencukupi
On 9/22/2010 10:54 AM, Adi Indrayanto wrote:
Pajak kan bukan untuk subsidi saja Bas ... . Pajak untuk bayar PNS,
proyek pembangunan, infrastruktur, pendidikan, kesehatan. Mending
subsidi BBM atau dananya direlokasi untuk pendidikan dan kesehatan?
salam,
-ai-
2010/9/22 Basuki Suhardiman<[email protected]>:
Kalau hapus subsidi ,
ya jual saja Pertamina ke Swasta ,
buat apa rakyat harus membayar harga dua kali , satu kali via pajak , satu
kali lagi via non subsidi
:-)
Eniman Y Syamsuddin wrote:
Kalau saya sih, solusinya sederhana saja. Hapuskan premium yg disebut
masih disubsidi pemerintah. Sebagai gantinya sediakan saja premium non
subsidi. Tidak semua mobil perlu "minum" oktan tinggi. Tentunya harga
premium yang dikatakan non subisidi ini mestinya masih dikisaran 5000 an,
karena Pertamax kan 6150.
Untuk kendaraan umum, berikan insentif lain untuk ganti subsidi BBM
seperti pengurangan/penghapusan PKB dst.
--
Berlombalah dalam karya, bersinergi, terapkan kaidah ilmu/teknologi serta
kasih sayang dan manfaat untuk seisi alam, demi kebahagiaan dunia dan akhirat.
Info pengelolaan milis Indonesia next better :
http://pub.nextbetter.net/files/milist-indonesia-info.txt