Sekarang jamannya Ford Ranger atau Mazda Triton mas, ‎​Ђέђέђέ.. 

-----Original Message-----
From: Basuki Suhardiman <[email protected]>
Sender: [email protected]: Thu, 23 Sep 2010 10:43:15 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: [indonesia] Re: Pembatasan premium



hardtop itu  dipakai buat humanitarian mission ;;) , apalagi aku campur 
dengan 'brown gas' , jadi dengan cc 4200 bisa 1:8 , 1:9 , hehehe ...



Adi Indrayanto wrote:
> BBM sering juga dibuang-buang ... khususnya oleh mobil yg CC nya
> besar. Mustinya mobil2 boros ... bayar pajaknya lebih besar. Seperti
> hardtop mu itu ... ;-)
>
> Subsidi BBM dialihkan untuk bangun jalanan ....
>
>
> salam,
>
> -ai-
>
>
> 2010/9/22 Basuki Suhardiman <[email protected]>:
>   
>>
>> Betul pak ,
>> jangan lupa BBM itu digunaka utk kegiatan produktif di Indonesia ini
>> bukan di buang-buang , yang membuang buang justru pemerintah ini , dengan
>> tidak membangun infrastruktur yang benar ? dengan menambah jumlah kendaraan
>> tanpa menghitung daya tampung jalan , dengan tidak menumbuhkan sentra-sentra
>> ekonomi di daerah (economics of agglomeration) ,
>> lha koq tiba-tiba subsidi disalahkan ?
>>
>> setuju soal kesehatan dan pendidikan ,
>> karena itu yang penting bikin jalan dulu yang benar ,
>> kita lihat bagaimana ambulans sering kecebak macet dan tidak bisa berbuat
>> apa-apa, ini gara-gara badan jalan sudah tidak bisa  mencukupi
>>
>>
>> On 9/22/2010 10:54 AM, Adi Indrayanto wrote:
>>     
>>> Pajak kan bukan untuk subsidi saja Bas ... . Pajak untuk bayar PNS,
>>> proyek pembangunan, infrastruktur, pendidikan, kesehatan.  Mending
>>> subsidi BBM atau dananya direlokasi untuk pendidikan dan kesehatan?
>>>
>>> salam,
>>>
>>> -ai-
>>>
>>>
>>> 2010/9/22 Basuki Suhardiman<[email protected]>:
>>>       
>>>> Kalau hapus subsidi ,
>>>> ya jual saja Pertamina ke Swasta ,
>>>> buat apa rakyat harus membayar harga dua kali , satu kali via pajak ,
>>>> satu
>>>> kali lagi via non subsidi
>>>> :-)
>>>>
>>>>
>>>> Eniman Y Syamsuddin wrote:
>>>>         
>>>>> Kalau saya sih, solusinya sederhana saja. Hapuskan premium yg disebut
>>>>> masih disubsidi pemerintah. Sebagai gantinya sediakan saja premium non
>>>>> subsidi. Tidak semua mobil perlu "minum" oktan tinggi. Tentunya harga
>>>>> premium yang dikatakan non subisidi ini mestinya masih dikisaran 5000
>>>>> an,
>>>>> karena Pertamax kan 6150.
>>>>> Untuk kendaraan umum, berikan insentif lain untuk ganti subsidi BBM
>>>>> seperti pengurangan/penghapusan PKB dst.
>>>>>
>>>>>           
>> --
>> Berlombalah dalam karya, bersinergi, terapkan kaidah ilmu/teknologi serta
>> kasih sayang dan manfaat untuk seisi alam, demi kebahagiaan dunia dan
>> akhirat.
>>
>> Info pengelolaan milis Indonesia next better :
>> http://pub.nextbetter.net/files/milist-indonesia-info.txt
>>
>>     
>
>   


-- 
Berlombalah dalam karya, bersinergi, terapkan kaidah ilmu/teknologi serta
kasih sayang dan manfaat untuk seisi alam, demi kebahagiaan dunia dan akhirat.

Info pengelolaan milis Indonesia next better :
http://pub.nextbetter.net/files/milist-indonesia-info.txt

Kirim email ke