Komentar indomie :
menurut saya sejauh ini mie instant buatan indonesia baik2 saja kok,kecuali 
tiap hari kita makan sampai misalnya 25 bungkus... itu namanya ngundang 
penyakit. 
Pengawet yang dituding jadi biang kerok kali ini adalah ester dari asam 
benzoat. ester tersebut bila kena air panas akan berubah jadi benzena yang 
diyakini bisa menjadi penyebab kanker darah(leukemia).
Saran saya : dari pada kita ragu melahap mi instant, mari kita kembali ke jalan 
yang benar, yaitu mengkonsumsi bakmi jawa  yang pasti lebih jos! dijamin gak 
pake pengawet. (Yang jelas pake ayam kampung). Petunjuk : coba bakmi-jawa di 
kotagede,dekat kelurahan singosaren, Jogja. nah disana ada "bakmi bledek"... 
yang jual mbok-mbok, maestronya bakul bakmi . Atau bakmi Jombor, dekat terminal 
bis Jombor Jogja- cukup oke-lah. kalo di Jatinegara itu tuh di daerah pisangan 
lama,dekat penjual pisang.  Bakulnya  dari Mertoyudan,Magelang....... mak 
legender......

Mari kita jelajahi dunia bakmi- sesuai dengan keyakinan kita 
masing-masing..........
 

--- Pada Kam, 14/10/10, S Roestam <[email protected]> menulis:

Dari: S Roestam <[email protected]>
Judul: [indonesia] Facebookers berterimakasih kepada Taiwan soal Mie Instant
Kepada: [email protected], [email protected], 
[email protected], [email protected]
Tanggal: Kamis, 14 Oktober, 2010, 5:29 AM

Kawan2 Yth,

Harian Pos Kota terbitan Kamis 14 Oktober 2010 meberitakan bahwa 
banyak pelanggan FB dan Twitter menyatakan terimakasih kepada Taiwan 
atas larangan peredaran Mie Instan di Taiwan, sebab terbukti mengandung 
bahan berbahaya bagi tubuh manusia, yaitu methyl hydroxyl benzoate yang 
dapat menyebabkan muntah-muntah dan buang air besar terus-menerus 
(mencret).

Darwin, FB-er asal Bekasi, menulis dalam statusnya bahwa ia 
berterimakasih kepada Pemerintah Taiwan atas larangan perdearan Mie 
Instan di negerinya, sebab mengandung bahan berbahaya tersebut diatas.

FB-er cantik asal Surabaya, Aprillia, menulis status yang bernada 
takut untuk mengkonsumsi Mie Instan.

Tulus Abadi dari Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menyatakan: 
" Seharusnya produk makanan selalu di-evaluasi secara rutin tiap tahun 
oleh Pemerintah/BPOM, sebab bisa saja tahun sebelumnya lolos uji-coba, 
namun tahun berikutnya tidak"

Sementara itu Fransiscus Welirang, Komisaris PT Indofood Sukses Makmur 
Tbk., menyatakan bahwa pihaknya belum bisa memastikan bahwa penarikan 
produknya dari Taiwang adalah karena perang dagan.

Jadi siapa yang benar? Pemerintah/BPOM harus meneliti secara terbuka, 
apa yang sebenarnya tetjadi, sebab ini menyangkut kesehatan masyarakat 
pengguna produk Mie Instan yang sangat populer di Indonesia.

Wassalam,
S Roestam
http://presidenku.com
---------------------------

-- 
Berlombalah dalam karya, bersinergi, terapkan kaidah ilmu/teknologi serta
kasih sayang dan manfaat untuk seisi alam, demi kebahagiaan dunia dan akhirat.

Info pengelolaan milis Indonesia next better :
http://pub.nextbetter.net/files/milist-indonesia-info.txt


Kirim email ke