Betul.  Tapi sebagai anak ITB seharusnya bisa melihat walaupun tidak 
kelihatan:).  Mulai dari data ini saja dahulu.
How much gold has been mined?The best estimates available suggest that the 
total volume of gold ever mined up to the end of 2009 was approximately 165,000 
tonnes, of which around 65% has been mined since 1950.
http://www.gold.org/faq/answer/76/how_much_gold_has_been_mined/
Berarti dibilang sampai tahun 1950, hanya ada 35%*165,000 ton = 57750 ton di 
seluruh dunia.
salam,
-Irsal

--- On Sun, 10/17/10, Tri Basoeki Soelisvichyanto <[email protected]> wrote:

From: Tri Basoeki Soelisvichyanto <[email protected]>
Subject: [indonesia] Re: Menarik .....
To: [email protected]
Date: Sunday, October 17, 2010, 11:07 PM


Tak terlihat bukan berarti tak ada.
Diketahui bukan berarti pasti.




-----Original Message-----
From: [email protected]
Sender: [email protected]: Mon, 18 Oct 2010 05:43:21 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: [indonesia] Re: Menarik .....

Sudah sedemikian parahnyakah kehidupan di Indonesia sampai semakin banyak 
orang2 yg menjadi suka berhayal:).

Salam,

-Irsal
The true sign of intelligence is not knowledge, but imagination.
#Albert Einstein

-----Original Message-----
From: "Sumitro Roestam" <[email protected]>
Sender: [email protected]: Mon, 18 Oct 2010 05:21:25 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: [indonesia] Re: Menarik .....

Pak Bas DKK yth,

Janganlah kita mudah tertipu dgn cerita2 yg kurang logis atau masuk akal.

Ada beberapa pertanyaan yg harus dijawab dahulu:
1. Kapan batangan2 emas itu dipindahkan dari Indonesia ke Swiss? 
2. Berapa ton-kah beratnya? Pakai kapal atau pesawat? Waktu itu (1963) khan 
pesawat terbangya masih kecil2, dan tidak ada yg bermesin Jet.
3. Masak Presiden AS JFK begitu bodohnya teken perjanjian itu? Kalau benar 
teken, khan atas nama negara. Jadi walaupun sudah meninggal, khan masih valid. 
Lalu Belanda dan Jerman kebagian apa? Kalau benar ceritanya itu harta rampasan 
PD-2, seharusnya mereka juga punya hak.
 Masih ada lagi pertanyaan2 lain yg meragukan kebenaran cerita itu.

Sekarang kita bicara fakta masa kini, berapa ribu Ton emas hasil tambang 
Freeport yg sudah diangkut ke AS selama lebih dari 30-tahun? Pasti lebih banyak 
dari yg diceritakan tsb diatas.

Lebih baik kita minta bagian yg wajar bagi bangsa Indonesia dari hasil 
Freeport, dari pada mempercayai cerita yg kurang masuk akal...

Wassalam,
S Roestam
http://presidenku.com



Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

-----Original Message-----
From: Basuki Suhardiman <[email protected]>
Sender: [email protected]: Mon, 18 Oct 2010 10:00:20 
To: <[email protected]>; <[email protected]>; <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: [indonesia] Menarik .....



Nah satu persatu mulai terkuak ,
pantes JFK dihabisi dan kemudian BK ,
nah kalau begini benar "jangan sekali kali meninggalkan sejarah"


http://ekonomi.kompasiana.com/group/bisnis/2010/01/02/green-hilton-memorial-agreement-geneva-1963/


Green Hilton Memorial Agreement Geneva 1963
REP <http://www.kompasiana.com/posts/index/raport/>
Safari ANS
|  2 Januari 2010  |  12:23
2123
35
        
        
        

1 dari 1 Kompasianer menilai Menarik.

Inilah perjanjian yang paling menggemparkan dunia. Inilah perjanjian 
yang menyebabkan terbunuhnya Presiden Amerika Serikat John Fitzgerald 
Kennedy 22 November 1963. Inilah perjanjian yang kemudian menjadi pemicu 
dijatuhkannya Bung Karno dari kursi kepresidenan oleh jaringan CIA yang 
menggunakan ambisi Soeharto. Dan inilah perjanjian yang hingga kini 
tetap menjadi misteri terbesar dalam sejarah ummat manusia.

Perjanjian "The Green Hilton MemorialAgreement di Genva pada 14 November 
1963 <http://stat.kompasiana.com/files/2010/01/gh4.jpg>

Perjanjian "The Green Hilton MemorialAgreement di Genva pada 14 November 
1963

Dan, inilah perjanjian yang sering membuat sibuk setiap siapapun yang 
menjadi Presiden RI. Dan, inilah perjanjian yang membuat sebagian orang 
tergila-gila menebar uang untuk mendapatkan secuil dari harta ini yang 
kemudian dikenal sebagai "salah satu" harta Amanah Rakyat dan Bangsa 
Indonesia. Inilah perjanjian yang oleh masyarakat dunia sebagai Harta 
Abadi Ummat Manusia. Inilah kemudian yang menjadi sasaran kerja tim 
rahasia Soeharto menyiksa Soebandrio dkk agar buka mulut. Inilah 
perjanjian yang membuat Megawati ketika menjadi Presiden RI menagih 
janji ke Swiss tetapi tidak bisa juga. Padahal Megawati sudah 
menyampaikan bahwa ia adalah Presiden RI dan ia adalah Putri Bung Karno. 
Tetapi tetap tidak bisa. Inilah kemudian membuat SBY kemudian membentuk 
tim rahasia untuk melacak harta ini yang kemudian juga tetap mandul. 
Semua pihak repot dibuat oleh perjnajian ini.

Perjanjian itu bernama The Green Hilton Memorial Agreement Geneva. Akta 
termahal di dunia ini diteken oleh John F Kennedy selaku Presiden AS, Ir 
Soekarno selaku Presiden RI dan William Vouker yang mewakili Swiss. 
Perjanjian segitiga ini dilakukan di Hotel Hilton Geneva pada 14 
November 1963 sebagai kelanjutan dari MOU yang dilakukan tahun 1961. 
Intinya adalah, Pemerintahan AS mengakui keberadaan emas batangan 
senilai tak kurang dari 57 ribu ton yang terdiri dari 17 paket emas dan 
pihak Indonesia menerima batangan emas itu menjadi kolateral bagi dunia 
keuangan AS yang operasionalisasinya dilakukan oleh Pemerintahan Swiss 
melalui United Bank of Switzerland (UBS). Kesepakatan ini berlaku tiga 
tahun kemudian alias 14 November 1965 (gambar di atas hanya salah satu 
dari sekian lembar perjanjian).

Pada dokumen lain yang tidak dipublikasi disebutkan, atas penggunaan 
kolateral tersebut AS harus membayar fee sebesar 2,5% setahun kepada 
Indonesia. Hanya saja, ketakutan akan muncul pemimpinan yang korup di 
Indonesia, maka pembayaran fee tersebut tidak bersifat terbuka. Artinya 
hak kewenangan pencairan fee tersebut tidak berada pada Presiden RI 
siapapun, tetapi ada pada sistem perbankkan yang sudah dibuat sedemikian 
rupa, sehingga pencairannya bukan hal mudah, termasuk bagi Presiden AS 
sendiri.

Account khusus ini dibuat untuk menampung aset tersebut yang hingga kini 
tidak ada yang tau keberadaannya kecuali John F Kennedy dan Soekarno 
sendiri. Sayangnya sebelum Soekarno mangkat, ia belum sempat memberikan 
mandat pencairannya kepada siapapun di tanah air. Malah jika ada yang 
mengaku bahwa dialah yang dipercaya Bung Karno untuk mencairkan harta, 
maka dijamin orang tersebut bohong, kecuali ada tanda-tanda khusus 
berupa dokumen penting yang tidak tau siapa yang menyimpan hingga kini. 
Demikianlah dokumen penting yang penulis baca dan hasil wawancara 
penulis dengan nara sumber dengan para tetua di dalam negeri dan 
wawancara dengan narasumber di Belanda, Prancis, Jerman, Singapura, 
Malaysia dan Hong Kong.

Bagi AS, perjanjian Green Hilton adalah perjanjian terbodoh bagi AS, 
karena AS mengakui aset tersebut yang sebetulnya merupakan harta 
rampasan perang. Menurut dokumen yang penulis baca. Harta tersebut 
berasal dari sitaan AS ketika menaklukkan Jerman dalam perang dunia. 
Jerman juga mengakui bahwa harta tersebut disita Jerman ketika menyerang 
Belanda. Belanda pun mengakui bahwa harta tersebut merupakan rampasan 
harta yang dilakukan VOC ketika menjajah Indonesia.

Berdasarkan fakta yang dijumpai di lapangan, harta ini sudah pernah mau 
dicairkan pada 1986-1987 tapi gagal, lalu ada percobaan lagi awal 2000, 
juga gagal. Kini, ketika krisis menerpa AS dan dunia yang hampir 
membunuh sebagian besar rakyat AS, pemerintah Obama mencoba meyakinkan 
dunia melalui titah Puas di Vatikan bahwa AS berhak mencairkan harta 
ini. Atas dasar untuk kepentingan ummat manusia, agaknya hati Vatikan 
mulai luluh. Konon kabarnya, Vatikan telah memberikan restu itu tanpa 
mengabaikan bantuan kepada rakyat Indonesia.

Menurut sebuah sumber di Vatikan, ketika Presiden AS menyampaikan niat 
tersebut kepada Vatikan, Puas sempat bertanya apakah Indonesia telah 
menyetujuinya. Kabarnya, AS hanya memanfaatkan fakta MOU antara negara 
G-20 di Inggris dimana Presiden Indonesia SBY ikut menandatangani suatu 
kesepakatan untuk memberikan otoritas kepada keuangan dunia IMF dan 
World Bank untuk mencari sumber pendanaan alternatif. Konon kabarnya, 
Vatikan berpesan agar Indonesia diberi bantuan. Mungkin bantuan IMF 
sebesar USD 2,7 milyar dalam fasilitas SDR (Special Drawing Rights) 
kepada Indonesia pertengahan tahun lalu merupakan realisasi dari 
kesepakatan ini, sehingga ada isyu yang berkembang bahwa bantuan 
tersebut tidak perlu dikembalikan. Oleh Bank Indonesia memang bantuan 
IMF sebesar itu dipergunakan untuk memperkuat cadangan devisa negara. 
Penulis pikir DPR RI harus ikut mengklarifikasi soal status uang bantuan 
IMF ini.

Kalau benar itu, maka betapa nistanya rakyat Indonesia. Kalau benar itu 
terjadi betapa bodohnya Pemerintahan kita dalam masalah ini. Kalau ini 
benar terjadi betapa tak berdayanya bangsa ini, hanya kebagian USD 2,7 
milyar. Padahal harta tersebut berharga ribuan trilyun dollar AS. Aset 
itu bukan aset gratis peninggalan sejarah, aset tersebut merupakan hasil 
kerja keras nenek moyang kita di era masa keemasan kerajaan di 
Indonesia. Sebab dulu, beli beras saja pakai balokan emas sebagai alat 
pembayarannya. Bahkan kerajaan China membeli rempah-rempah ke Indonesia 
menggunakan balokan emas.

Lalu bagaimana nasib tersebut, kita sebagai bangsa yang besar masih 
perlu mengkaji lebih lanjut. Pemerintah bersama rakyat perlu membentuk 
Tim Besar dan lobby yang besar ditingkat internasional untuk menduduk 
kembali soal harta yang disepakati dalam The Green Hilton Memorial 
Agreement ini. Karena ini sudah menjadi fakta sejarah yang tidak bisa 
dilewatkan begitu saja. Pemerintahan SBY tidak bisa melakukan 
penyelidikan harta ini secara diam-diam dan hanya kalangan terbatas. 
Sebab harta ini milik rakyat dan bangsa Indonesia. Bukan milik pribadi 
Bung Karno. Keberhasilan lobby politik Bung Karno yang luar biasa ini 
harus diteruskan dan jangan dimentahkan begitu saja.

([email protected])



êå¢fÚ•¨]jV¦‘ªòi·«²)Þ®­z¶©‘©äj'Z†)f»û^’z%¢¬z»Z‘«"†Æ²jxjyš�öš¶éíºKŠÈš•©�zh¤y¶¡jšjwnž&�jv¤†*Ú´‰ß¢—§�éh•¦§š)b°‰Ý¢w¬‰©ÞÆÖ޶׫†Ûiÿúnnw±µ·­µêçzßߊW¬þh¥ŠËb�Ú'zÈšŠwè·êå¢fÚ•¨]jV¦‘ªòi·«²)Þ®­z¶©‘©äj'Z†)f»û^’z%¢¬z»Z‘«"†Æ²jxjyš�öš¶éíºKŠÈš•©�zh¤y¶¡jšjwnž&�jv¤†*Ú´‰ß¢—§�éh•¦§š)b°‰Ý¢w¬‰©ÞÆÖ޶׫†Ûiÿúnnw±µ·­µêçzßߊW¬þh¥ŠËb�Ú'zÈšŠwè·êå¢fÚ•¨]jV¦‘ªòi·«²)Þ®­z¶©‘©äj'Z†)f»û^’z%¢¬z»Z‘«"†Æ²jxjyš�öš¶éíºKŠÈš•©�zh¤y¶¡jšjwnž&�jv¤†*Ú´‰ß¢—§�éh•¦§š)b°‰Ý¢w¬‰©ÞÆÖ޶׫†Ûiÿúnnw±µ·­µêçzßߊW¬þh¥ŠËb�Ú'zÈšŠwè·


      

Kirim email ke