Lha, banyak yang sdh 'alumni ITB' lakukan pada pertanian

Misal Ir Soetami adalah salah seorang yg mendesain baik konsep maupun pengerjaan nya pada saat pembuatan bendungan-bendungan mulai dari Selorejo (Sutami) hingga Jatiluhur , prinsip yg Ir Soetami lakukan adalah memberikan pengairan yang benar untuk tanaman padi , sehingga bisa dilakukan panen 3 x setahun (dari awalnya 2 x setahun),

Soetami juga lah yang mengembangkan konsep Desentralisasi ekonomi , dan kemudian di tentang habis oleh Mafia Ekonomi Berkeley..dan konsep desentralisasi ini sekarang banyak dikembangkan oleh orang Amerika macam Krugman dgn spatial economy atau ecomics of agglomeration..

Jadi apa yg telah senior ITB pikirkan , paling tidak sudah banyak contoh termasuk contoh yg diberikan oleh Bung Karno sendiri...





On 10/19/2010 12:05 PM, Adi Indrayanto wrote:

Problem petani kita ... tidak diajari memberikan "added value" dari apa yg dikerjakan ... . Posisinya sama dgn buruh ... semua kebutuhan tani dari bibit, pupuk, lahan, alat pertanian, disediakan bukan oleh dirinya ...

Salahnya lulusan IPB dan Dep Pertanian nya lah ... kalau petani tetap miskin. ITB bisa apa dgn para petani ini? Pikirkan saja lah ... industri dan teknologi ... yg masih relevan. Itu saja kita belum beres juga ...

Gimana agar lulusan ITB ... bisa memberikan added value dgn ilmu yg didapat ... agar ekonomi nasional bergerak naik ?

Lupakan emas2an itu ... . Kalau pun ada ... akan jadi ajang "banca'an" nya pemerintah, dpr, dan parpol ... . Apa kalau benar Indonesia punya emas itu ... rakyat kecil akan dapat manfaatnya? Tidak akan juga ... sama seperti saat boom "emas hitam" di Indonesia era Orba ... tetap saja yg miskin tetap miskin ;-)


salam,

-ai-


2010/10/19 Basuki Suhardiman <[email protected] <mailto:[email protected]>>



    rasanya soal kerja ,
    misal petani atau buruh bangunan , mulai kerja jam 6 pagi hingga
    jam 12 an dan kemudian lanjut jam 14 - 16 an ;-)
    ya skrg miskin lah , makanya mikir gimana gak miskin terus :-)
    tapi memang harus lebih giat kerja :-)


    Adi Indrayanto wrote:


        Makanya ... kegoblogan kita itu karena kita merasa kaya ....
        dan jadi bermalas-malasan ....

        Sudah ... akui saja ... kita negara miskin ... biar giat
        bekerja ;-)


        salam,

        -ai-


        2010/10/19 Basuki Suhardiman <[email protected]
        <mailto:[email protected]> <mailto:[email protected]
        <mailto:[email protected]>>>




           Persoalan nya bukan  masalah emas nya ,
           paling tidak kita tahu kalau ada orang asing mau investasi di
           Indonesia , kita bisa tanya , collateral  nya dari Bank apa
        ? :-)
           jadi soal nasionalisasi aset menjadi gampang dilakukan :-))

           Singapore ? itulah goblok nya kita ,
           apakah kegoblokan tersebut akan dilanjutkan ? hehehe ..




-- Berlombalah dalam karya, bersinergi, terapkan kaidah
    ilmu/teknologi serta
    kasih sayang dan manfaat untuk seisi alam, demi kebahagiaan dunia
    dan akhirat.

    Info pengelolaan milis Indonesia next better :
    http://pub.nextbetter.net/files/milist-indonesia-info.txt



Kirim email ke