TEST

----Original Message----
From: [email protected]
Date: 26/10/2010 15:27 
To: <[email protected]>
Subj: [indonesia] Re: Apakah 1G, 2G, 3G dan 4G? WiMAX 16e dan 
LTEadalahTeknologi 4G. Pentingnya sebuah Roadmap.

Begini pak  ... merubah teknologi bagi industri tidak bisa dilakukan
semalam. Jadi mau pindah ke 16e, ya musti investasi lagi.  Industri 
melihat
investasi 16d yg sudah dikeluarkan belum kembali ...

Yg menjadi repot adalah .... program ini memang ditujukan "khusus" 
untuk
membangun industri dalam negeri. Ini dasar dari motivasi program 
tersebut
dibuat.

Kebayang nggak pak ... kalau anda di posisi industrinya. Misal 
pemerintah
bilang begini .... tahun 2008 Indonesia akan gelar teknologi 16d. Ini
bicaranya di tahun 2004.

Ternyata setelah investasi dan barang jadi di tahun 2008, pemerintah 
bilang
... eh sekarang yg boleh menggelar adalah teknologi 16e ...

Apa industri sanggup?  Lalu apa tujuan pertama program dibuat itu 
mencapai
sasaran?

Karena tujuannya adalah ... membangun industri ... maka diteruskan lah
rencana semula. Itu juga sudah termasuk "roadmap" pemerintah ... yg
sayangnya tidak "kompatibel" dgn kondisi di dunia internasional.

Nah ... saat lelang di buka ... operator terpecah menjadi 2 kelompok. 
Satu
membuat BP (Business Plan) memang utk teknologi 16d ... yg lebih 
terbatas
... mengikuti spesifikasi yg dibuka. Yang satu membuat BP utk 16e ... 
dgn
harapan kalau sudah menang bisa convert spesifikasi 16d ke 16e ...

Jelas ... yg bikin BP utk 16e ... akan lebih "berani" menawar ... 
karena
prospek pasarnya beda ... .  16d akan melihat pasar fixed BWA ... 
pengganti
ADSL  ... yg 16e akan melihat pasar mobile BWA mirip seperti 3G.

Dari asumsi yg berbeda saja sudah terlihat bukan ...

Saat lelang ... daerah2 "gemuk" dimenangkan oleh yg berani bayar BHP
tertinggi. Ya kan secara logika jelas lah ... kalau bukan spekulan 
.... ya
operator yg punya BP dgn asumsi 16e tadi.

Dari sini ... semoga bisa mengikuti alur cerita ... kira2 apa yg 
terjadi
(saya hanya menganalisa saja dari beberapa potong informasi yg sy 
dapat).

Lha ... saat sudah terjadi kontrak ... ternyata spesifikasi 16d tidak 
bisa
begitu saja berubah ke 16e.  Ternyata mereka stuck di teknologi yg 
tidak
dibayangkan harus diimplementasi ... . Jadinya deadlock.

Masalahnya, kan tidak semua operator yg menang semua punya asumsi 16e 
ini.
Ada operator2 yg mengasumsi implementasi 16d menang juga ... tapi 
mungkin
dapat di daerah "kurus" ... . Bagi mereka ... kalau asumsinya dari 
awal bisa
16e ... tentu berani juga pasang harga lelang tinggi bukan?


Nah ... dalam kondisi seperti ini ... apakah operator2 pemenang itu 
bisa
sepakat untuk minta spesifikasi dirubah ke 16e? Bisa jadi ... yg 
berasumsi
16d akan protes ... karena bisa saja dia menang juga di daerah "gemuk" 
...
kalau pakai asumsi yg sama ...


Dilain pihak ... ada sekian (2) vendor yg siap teknologi 16d, dan ada 
1
vendor yg siap di teknologi 16e.  Ini vendor lokal yg memang benar 
punya Tim
Pengembang lah ... bukan sekedar TKDN akal2an saja ...

Dan motivasi kenapa BWA tertunda dibuka ya karena menunggu industri 
dalam
negerinya siap!  Makanya ada aturan TKDN segala ... yg sebenarnya juga 
sudah
dipermasalahkan di WTO.

Begitu kira2 kondisinya saat ini .... .

Lalu kita mau pilih mana?  Buka saja keran produk import?  Terapkan 
LTE saja
sekalian ... sekarang ;-)



salam,

-ai-





2010/10/25 Achmad Chamdani Eka P. <[email protected]>

>  Sebenarnya yang mendorong adanya revisi ini adalah operator.
> Sayangnya pemerintah tidak terlalu respon. Saya mengerti bahwa sudah
> ada pembuat perakat Wimax 16d yang telah investasi. Tapi, apa 
salahnya
> mereka juga mencoba membuat 16e ? Terlalu sarat masalah politis.
>
>
> Adi Indrayanto wrote:
>
> Kalau semua pihak setuju termasuk pemerintah (dimana disitu bukan 
hanya ada
> Kominfo tapi juga DepKeu), ya tidak ada masalah ....
>
> Kalau ada satu yg tidak setuju ... penyelesaian akan terjadi di meja 
hijau
> :-(
>
> salam,
>
> -ai-
>
>
> 2010/10/25 Achmad Chamdani Eka P. <[email protected]>
>
>> Revisi kontrak tsb sebenarnya yang meminta kan justru operator
>> sebagai pihak yang memenangkan lelang. Mereka harus membayar
>> alokasi frekuensi atas undangan pemerintah. Nyatanya barang yang
>> ditawarkan
>> tsb. tidak visible untuk diimplementaskan (dari kacamata bisnis).
>> Sehingga operator tidak bisa mengembalikan dana investasinya.
>> Kalau keduabelah pihak setuju merevisi, bukankah OK ?
>>
>>
>>
>> Adi Indrayanto wrote:
>>
>> Yg lebih kecil sebenarnya LTE malah ... ;-)
>>
>> Kenapa BRTI dan Kominfo tidak segera merevisi? Karena ada masalah 
legal
>> ... kontrak yg sudah terjadi untuk alokasi frekuensi yg sudah 
dilelang.
>> Memangnya mudah merubah kontrak?
>>
>> Siapa yg mau kena KPK atau BPK?
>>
>> salam,
>>
>> -ai-
>>
>>
>> 2010/10/25 Achmad Chamdani Eka P. <[email protected]>
>>
>>> Saya tidak tahu apakah ada masalah politis dibalik ini sehingga 
BRTI dan
>>> kominfo tidak segera
>>> merevisi lisensi 16d --> 16e. Mungkin ada perusahaan (kalau nggak 
salah
>>> 2, tetapi yang "katanya"
>>> sudah mass pro 1), yang sudah invest untuk 16d. Bisa dicek sendiri
>>> operator enggan untuk
>>> deploy 16d, karena disamping faktor teknologi yang sudah 
ketinggalan,
>>> juga perakat yang lebih
>>> besar dan mahal (tidak sellable). 16e, investasi lebih murah, 
karena
>>> mobile lebih menarik. Dan
>>> perusahaan seperti Xirka sudah mendapat TKDN, dan siap mensupport
>>> perakatnya.
>>>
>>> Uji teknis 16e yang dilakukan mereka cukup memuaskan operator. 
Tinggal
>>> bagaimana pemerintah
>>> segera merevisi lisensi ini, atau aplikasi Wimax di Indonesia akan
>>> tertunda seperti sekarang ini.
>>>
>>>
>>>
>>> Salam.
>>>
>>>
>>> Bambang Winarto wrote:
>>>
>>> Yth Pak Soemitro,
>>> Saya jadi merasa bodoh sekalk, baru tahu kalau ternyata Wimax 16d 
itu
>>> tidak bisa dilanjutkan dg modifikasi tertentu (upgrade atau 
enhancement) ke
>>> 16e. Betul begini yang bapak maksud dgn tidak backward compatible? 
Bahkan di
>>> sisi masyarakat pengguna juga CPEnya 16d tidak bisa dipakai untuk 
16e?
>>> Sementara kita tahu bahwa Berca dan Lippo, at least mereka ini 
yang saya
>>> ketahui , sudah melakukan deployment Wimax di wilayah yang 
lisensinya
>>> dimiliki oleh mereka. Kalau katakan kita abaikan dulu unsur 
kepentingan
>>> investor, yang katakanlah kita boleh anggap selalu memiliki cara2 
berhitung
>>> untuk menyelamatkan investasinya, tetapi bagaimana dengan 
kepentingan
>>> masyarakat pengguna? Kalau teknologi 16d secara teknis tidak bisa 
memberikan
>>> layanan yang baik, maka apakah menurut Bapak user dirugikan? Saya 
rasa kalau
>>> toh dirugikan sifatnya tidak langsung, mereka akan selalu memiliki 
opsi
>>> untuk membeli layanan tsb atau tidak. Saya dengar layanan Wimax di 
Sumatera
>>> misalnya diarahkan untuk mengambil pangsa pasar broadband dari 
tangan
>>> penguasaan Telkom. Mungkin saja secara bisnis dalam waktu 2 atau 3 
tahun max
>>> investasi mereka sudah kembali modal? Jika demikian saya bisa 
mengerti
>>> mengapa mereka berani deploy system ini dan kenyataannya mereka 
sungguh
>>> cepat memproses deployement tsb.
>>> Jika tiba saatnya untuk deploy teknologi 16e, gimana dampaknya?
>>> Mau tidak mau Berca dan Lippo akan tetap sebagai operator di 
wilayah
>>> tsb....? Artinya mau tidak mau user/ masyarakat tetap harus 
menunggu sampai
>>> para investor yang biasanya "baik" hatinya itu untuk melakukan 
deployement
>>> system 16e.
>>>
>>>  Sampai disini saya jadi bingung soalnya sudah keburu menghadapi 
keadaan
>>> yang sudah setengah salah tetapi sudah tidak bisa dirubah lagi. 
Betul kan
>>> Pak Mitro, keadaan ini, bahwa lisensi sudah diberikan kepada 
investor yang
>>> sudah menduduki operating frequency di masing2 wilayah kerja 
mereka sudah
>>> membuat pemerintah terikat tidak bisa memindahkan lisensi ke badan 
lain?
>>> Menarik ya kalau ditilik dari logika bisnis. Karena sudah rahasia 
umum kalau
>>> teknologi 16d adalah teknologi yang sudah ketinggalan, mestinya 
sudah tidak
>>> ada lagi yang akan membeli......eh tahu2 pemerintah Indonesia 
mengadakan
>>> lelang frekuensi untuk Wimax ,khususnya yang 16d.....kalau saya 
pabrikan ya
>>> kesempatan untuk masih bisa dapat revenue maka saya akan banting 
harga.
>>> Iinvestor pasti bisa membeli peralatan dengan harga yang sangat 
murah,
>>> tetapi bisa saja saya pasang harga dalam perhitungan business plan
>>> perusahaan dengan harga standard........silahkan dilanjutkan.
>>>
>>>  Salam,Bambang
>>>
>>> Sent from my amazing iPad
>>>
>>> On 24 Okt 2010, at 20:26, "Sumitro Roestam" <[email protected].
id>
>>> wrote:
>>>
>>>   Pak Adi dan Kawan2 yth,
>>>
>>> 1. Setahu saya keputusan standar 16d indonesia dibuat thn 2008, 
padahal
>>> thn 2005 WiMAX Forum sudah menyatakan menghentikan pengembangannya 
dan
>>> mengganti dgn 16e yg TIDAK BACKWARD COMPATIBLE dgn 16d.
>>>
>>> 2. Kalau sikon berubah, mengapa kita tidak boleh mengubah 
peraturan itu,
>>> karena ada resiko finansial yg besar (gagal), dan tidak ada 
Roadmap
>>> Teknologi dan Layanan (pelanggan/masyarakat dirugikan, sudah bayar 
mahal,
>>> produk dan layanannya inferior, dan tidak ada jaminan 
penggunaannya, sebab
>>> kalau operator pilih teknologi yg lebih maju, maka CPE-nya harus 
ganti baru)
>>>
>>> 3. Memilih 16e jauh lebih baik dari pada 16d, sebab produk lebih 
banyak
>>> fitur2nya, harga lebih murah karena didukung ecosystem industri, 
serta punya
>>> Roadmap Teknologi dan Layanan menuju ke 16m dan LTE Advanced.
>>>
>>> 4. Kalau mau pilih 16m langsung atau LTE, maka harus tunggu 
beberapa
>>> tahun lagi, sebab belum ada yg siap komersiil made in Indonesia. 
Untuk LTE
>>> maka kita harus bayar lisensi atau patent, sebab itu produk 
proprietary.
>>> Sedangkan sekarang sudah siap 7-vendor lokal yg siap supply 16e.
>>>
>>> Kenapa tidak segera memutuskan mengadopsi standar 16e, because 
window of
>>> opportunity WiMAX is closing fast....
>>>
>>> Wassalam,
>>> S Roes tam
>>>
>>> Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung
>>> Teruuusss...!
>>> ------------------------------
>>> *From: * Adi Indrayanto <[email protected]>
>>> *Sender: * [email protected]
>>> *Date: *Sun, 24 Oct 2010 19:57:29 +0700
>>> *To: *<[email protected]>
>>> *ReplyTo: * [email protected]
>>> *Subject: *[indonesia] Re: Apakah 1G, 2G, 3G dan 4G? WiMAX 16e dan 
LTE
>>> adalahTeknologi 4G. Pentingnya sebuah Roadmap.
>>>
>>>
>>> Pak Roestam ... akan tidak bijaksana kalau menilai suatu keputusan 
yg
>>> dibuat sebelumnya dgn standar hari ini.
>>>
>>> Saat kebijakan pengembangan 16d diterapkan pemerintah, saat itu 
16e belum
>>> selesai ... bahkan mungkin semua juga sedang berlomba membuat 16d.
>>> Indonesia memang agak terlambat memulai pengembangan teknologi 
ini, tapi
>>> jauh lebih baik dari sebelumnya ... saat teknologi GSM 
dikembangkan dan
>>> masuk Indonesia, benar2 kita ini hanya sebagai "tukang instal".  
Tidak ada
>>> satupun terbentuk ekosistem GSM ... kecuali perangkat pendukung 
seperti
>>> antenna, tower, dan PSU.
>>>
>>> Knowing this condition, pemerintah mencoba merubah strategi dgn
>>> "memproteksi" industri telekomunikasi yg sedang terpuruk semenjak 
paska orde
>>> baru.  Saat itu ... yg terlihat peluangnya adalah 16d ... . 
Kemudian
>>> industri diberi kesempatan utk mengembangkannya.
>>>
>>> Kondisi Indonesia memang "parah" kalau bicara ekosistem industri.  
Jadi
>>> prosesnya pun tidak mudah ... . Jadi memang ada keterlambatan 
industri kita
>>> untuk masuk ke pengembangan teknologi ini.
>>>
>>> Ternyata ... dunia tidak juga mengadopsi 16d ... dan mulai 
mengembangkan
>>> 16e.  Ini pun ... saat ini masih belum banyak juga yg gelar 16e 
bukan? Entah
>>> apakah 5 tahun lagi akan ada lagi standar lain yg akan mementahkan 
16e ini.
>>> Nanti anda akan tulis lagi ... 16e obsolete mari ke LTE atau yg 
lain ;-)
>>>
>>> Awalnya pemerintah melakukan strategi dgn melakukan proteksi via
>>> "spesifikasi khusus", karena proteksi tax barrier sudah tidak 
dapat
>>> diterapkan di era Free Trade.  Bahkan sebenarnya, kosnep TKDN pun 
tidak akan
>>> bisa dipertahankan terlalu lama ...
>>>
>>> Terlepas dari standar 16d,16d, 16m, LTE yg bisa berubah setiap 
masa ..
>>> dan dgn kondisi Indonesia seperti ini ... seandainya ada keinginan 
untuk
>>> menumbuhkan industri perangkat telekomunikasi di Indonesia ... 
menurut anda
>>> ... apa strategi yg harus ditempuh?
>>>
>>> Menyalahkan kebijakan masa lalu ... paling mudah ... apalagi dgn 
standar
>>> hari ini.  Tapi ... adakah kita punya alternatif ... seandainya 
... anda yg
>>> di posisi pemerintah ... untuk menumbuhkan industri perangkat 
telekomunikasi
>>> ?
>>>
>>> Apa kiat anda pak ....
>>>
>>>
>>> salam,
>>>
>>> -ai-
>>>
>>>
>>> 2010/10/24 Sumitro Roestam <[email protected]>
>>>
>>>> Pak Adi Indrayanto DKK yth,
>>>>
>>>> Saya paling setuju dgn paragraf terakhir posting anda: yg 
akhirnya
>>>> menentukan laku tidaknya sebuah produk di pasar adalah soal harga 
dan
>>>> fitur2nya yg lebih unggul.
>>>>
>>>> Harga bisa lebih murah kalau didukung oleh ecosystem industri DN 
dan LN.
>>>>
>>>> WiMAX 16d sudah dihentikan pengembangannya di LN, sehingga 
ecosystem
>>>> komponen2 pendukungnya ex LN menjadi mahal, sedangkan ecosystem 
industri DN
>>>> nya masih belum terbentuk, sehingga harga equipment dan CPE nya 
mahal, tidak
>>>> komptitif thdp produk sejenis dan substitusi.
>>>>
>>>> Selain itu, 16d punya fitur2 yg inferior, tidak akan kompetitif.
>>>>
>>>> WiMAX 16e punya Roadmap menuju ke 16m dan LTE Advanced yg 
backward
>>>> compatibel.
>>>>
>>>> 16e punya banyak fitur2 unggul, ada ecosystem yg mendukung, 
sehingga
>>>> harganya akan murah dan kompetitif.
>>>>
>>>> Backward compatibility menjadi sebuah keharusan untuk Standards
>>>> Internasional yg harus dijamin oleh para vendors/manufacturers. 
Ini yg
>>>> penting, soal pelaksanaannya silahkan dibaca di dokumen standards 
masing2.
>>>>
>>>> WiMAX 16e memang kelompok standar baru yg dijamin forwad 
compatibility
>>>> nya ke 16m dan LTE Advanced. 16e sudah dinyatakan tidak backward 
compatible
>>>> dgn 16d, karena pakai teknologi yg lebih maju, ada subcarrier, 
roaming,
>>>> hand-over, antena MIMO yg tidak ada di 16d. Oleh karena itu 
memilih 16d
>>>> sebagai standar nasional Indonesia adalah sebuah kesalahan. Sudah 
minim
>>>> fitur, inferior produk, harga CPE akan mahal, tidak punya Roadmap 
teknologi
>>>> dan layanan ke depan, kok malah dipilih.
>>>>
>>>> Para advocators 16d berfikir bahwa kalau Indonesia pilih standar 
yg beda
>>>> dari lainnya, maka vendor luar tidak bisa masuk. Tetapi sayangnya 
yg dipilih
>>>> adalah produk yg inferior, sehingga tidak akan mampu bersaing dgn 
produk2
>>>> existing di Indonesia yg sejenis atau produk substitusinya. 
Apalagi harganya
>>>> lebih mahal. Advocators ini juga kurang memperhatikan aspek2 
persaingan
>>>> bisnis, hanya mengandalkan dukungan regulasi yg mendistorsi free
>>>> competition.
>>>>
>>>> Padahal free competition dan free market sudah berjalan lama di
>>>> Indonesia, yg telah membuat tarif produk jasa telematika menjadi 
murah dan
>>>> terjangkau masyarakat.
>>>>
>>>> Semoga bermanfaat.
>>>> Wassalam,
>>>> S Roestam
>>>>
>>>> Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, 
Nyambung
>>>> Teruuusss...!
>>>> ------------------------------
>>>> *From: * Adi Indrayanto <[email protected]>
>>>> *Sender: * [email protected]
>>>> *Date: *Sun, 24 Oct 2010 18:47:35 +0700
>>>> *To: *<[email protected]>
>>>> *ReplyTo: * [email protected]
>>>> *Cc: *<[email protected]>; <[email protected]>; <
>>>> [email protected]>; <[email protected]>
>>>> *Subject: *[indonesia] Re: Apakah 1G, 2G, 3G dan 4G? WiMAX 16e 
dan LTE
>>>> adalah Teknologi 4G. Pentingnya sebuah Roadmap.
>>>>
>>>>
>>>> Pak Roestam ... sebenarnya pada dasarnya teknologi baru kita 
sering
>>>> menjadi "disruptive technology" bagi yg sebelumnya. Dan ini tidak 
terkait
>>>> dgn backward compatibility. Jarang sekali teknologi baru yg 
backward
>>>> compatibility dari sisi teknologinya. Itu adalah "strategi" 
perusahaan yg
>>>> akan mengadaposi teknologi baru agar bisa digunakan oleh pengguna 
yg sudah
>>>> terlanjut menggunakan teknologi sebelumnya.
>>>>
>>>> Contoh. Apakah ada teknologi dalam 2G, 3G yg compatible dgn 
sebelumnya?
>>>> Tidak ada yg kompatible, baik GSM, GPRS, EDGE, HSPA, apalagi LTE 
yg
>>>> menggunakan teknologi OFDMA.  Teknologi2 terkini pasti disruptive 
dgn yg
>>>> sebelumnya. Windows Vista disruptive terhadap Windows 95 
misalnya. Tapi ...
>>>> kebijakan vendor itu lah untuk tetap membuat teknologi yg berbeda 
... bisa
>>>> berjalan parallel.
>>>>
>>>> Backward compatible yg dimaksudkan sebenarnya adalah, 2 teknologi 
yg
>>>> berbeda ... berada dalam kotak yg sama dgn interface yg sama. 
Tapi dalamnya
>>>> teknologi yg digunakan berbeda.
>>>>
>>>> Jadi ... saat vendor akan memperkenalkan teknologi yg "katanya" 
backward
>>>> compatible, sebenarnya dia menaruh 2 teknologi yg berbeda dalam 
kotak yg
>>>> sama ;-) Bukan kah ini yg dilakukan oleh vendors dalam kelompok 
3GPP
>>>> terhadap 2G, 3G, dan nanti 4G. Isi LTE jauh lebih dekat dgn WiMAX 
daripada
>>>> HSPA atau GPRS ;-)
>>>>
>>>> Bedanya dgn WiMAX apa? Karena WiMAX adalah "pemain" baru ... yg 
tumbuh
>>>> bukan dari kelompok Telco ... tapi dari kelompok IT. WiMAX lebih 
cocok
>>>> dikatakan sebagai evolusinya WiFi ... dan punya akar sejarah yg 
berbeda.
>>>>
>>>> Karena WiMAX pemain baru, jadi belum punya "preseden", sehingga 
apa yg
>>>> mau di backward compatibilitikan ... wong belum pernah ada 
operator WiMAX
>>>> sebelumnya ;-) Kecuali, kita mau lihat operator WiFi sebagai 
industri pra
>>>> WiMAX.
>>>>
>>>> Kalau mau backward compatible antara 16d dan 16e, ya dimasukkan 
saja 2
>>>> teknologi itu ke dalam satu kotak ... sama dgn yg lain di group 
3GPP ... .
>>>> Masalahnya ... karena toh perangkat 16d belum sempat tergelar 
cukup banyak
>>>> ... sehingga masalah compatibility tidak menjadi isu kalau mau 
implementasi
>>>> 16e.  Tapi ... urusan akan berbeda ... kalau 16d sempat populer 
... dan 16e
>>>> perlu masuk sebagai teknologi baru ... maka perlu konsep 
"backward
>>>> compatibility".
>>>>
>>>> Pandangan lain ... bisa jadi 16d memiliki target dan sejarah yg 
berbeda
>>>> dgn 16e.  Mungkin 16d akan lebih cocok kalau dikaitkan dgn 
sejarah
>>>> perkembangan WiFi .. (802.11) ... walaupun 802.11 masih terus 
berevolusi di
>>>> jalurnya sendiri juga.  Mirip dgn 2G GMS yg sampai hari ini masih 
berevolusi
>>>> ... walaupun sudah ada 3G. Tapi 3G belum bisa menggantikan 2G utk 
voice
>>>> bukan? Apakah 4G LTE nanti akan menggeser 2G?  Sy menduga tidak 
juga ... .
>>>> Yg terjadi adalah ... 4G akan masuk ke penggunaan yg berbeda dgn 
2G. Kecuali
>>>> ... nanti saat VOIP bisa sama sekali menggeser voice.
>>>>
>>>> Yg menarik dicermati adalah ... nasib ADSL. Kira-kira teknologi 
apa yg
>>>> akan menggantikan posisinya? Apakah FO? Di Indonesia sepertinya 
gelar media
>>>> fisik masih lebih costly dibandingkan yg wireless ...
>>>>
>>>> Bisa jadi ... kandidat kuat berikutnya .. kalau bukan tetap WiFi 
yg
>>>> jangkauannya terbatas dan frekuensinya yg bebas ... ya WiMAX 16d 
...
>>>> seandainya 16e akan lebih ke arah mobility ...
>>>>
>>>> At the end of the day ... yg menentukan sebuah teknologi "menang" 
di
>>>> pasar adalah masalah ... price. Berapa harga yg harus ditanggung 
pengguna
>>>> untuk sebuah teknologi ..... . Teknologi mana dgn features yg 
"cukup" dan
>>>> harga yg "layak" (baca: murah) ... yg masuk duluan ke pasar ... 
itu yg akan
>>>> menjadi trend.
>>>>
>>>> Terkait dgn penguasaan teknologi, LTE pun bisa saja dikuasai. 
Masalah
>>>> patent? Ya beli saja ... kalau hitung2annya jelas kan tidak 
masalah.
>>>> Memangnya yg tanpa patent dijamin lebih murah? Tidak juga ;-)
>>>>
>>>>
>>>> salam,
>>>>
>>>> -ai-
>>>>
>>>>
>>>>
>>>> 2010/10/24 S Roestam <[email protected]>
>>>>
>>>>> Kawan2 Milis Yth,
>>>>>
>>>>> Kesimpulan dari ratusan diskusi di ABI Research, sebuah 
perusahaan
>>>>> Market Research Intelligence​ di AS akhirnya menyimpulkan bahwa 
*WiMAX
>>>>> 16e dan LTE merupakah Teknologi 4G, dan ITU sudah menetapkan 4G 
itu sebagai
>>>>> Standar untuk International Mobile Telecommunications 2000 
Advanced
>>>>> (IMT-2000 Advanced).* Sedangkan 3G termasuk IMT-2000. Penyebutan 
1G,
>>>>> 2G, 3G dan 4G sebenarnya adalah istilah yang dipakai dalam 
kerangka
>>>>> pemasaran kelompok produk-produk teknologi untuk layanan jasa 
Mobile
>>>>> Wireless, namun istilah-istilah itu juga didasarkan atas jenis-
jenis
>>>>> Antarmuka Udara (Air Interface) untuk menghubungkan HP dengan 
pemancar BTS
>>>>> sebagai berikut:
>>>>>
>>>>> * 1G - memakai interface Analog, Frequency Division
>>>>> * 2G - memakai interface Digital, Frequency Division dan Time 
Division
>>>>> (TDMA)
>>>>> * 3G - memakai interface Frequency Division dan Code Division 
(CDMA)
>>>>> * 4G - memakai interface Orthogonal Frequency Division 
(OFDM/OFDMA)
>>>>>
>>>>> AMPS (Advanced Mobile Phone Service) adalah teknologi mobile 
telephon
>>>>> generasi pertama (1G) yang masih menggunakan system analog FDMA 
(Freqwency
>>>>> Division Multiple Access). AMPS beroperasi pada frekwensi 800 
MHz, 821 – 849
>>>>> MHz untuk base station receiving dan 869 – 894 MHZ untuk base 
station
>>>>> transmitting. Karena memakai interface analog, maka kapasitasnya 
sangat
>>>>> terbatas. Sistem ini mulai beroperasi pada tahun 1981.
>>>>>
>>>>> Generasi 1G lainnya adalah The Nordic Mobile Telephone (NMT) 
system
>>>>> dikembangkan oleh the telecommunications administrations of 
Sweden, Norwegia
>>>>> , Finlandia, dan Denmark untuk menciptakan compatible mobile 
telephone
>>>>> system di negara Nordic. Yang pertama adalah NMT 450 cellular 
system
>>>>> tersedia di tahun 1981.
>>>>>
>>>>> Kedua sistem 1G tersebut diatas dipakai di Indonesia sejak akhir 
tahun
>>>>> 1980-an.
>>>>>
>>>>> Untuk sistem 2G, GSM muncul pada pertengahan 1991 dan akhirnya
>>>>> dijadikan standar telekomunikasi selular untuk seluruh Eropa 
oleh ETSI
>>>>> (European Telecomunication Standard Institute). Pengoperasian 
GSM secara
>>>>> komersil baru dapat dimulai pada awal kuartal terakhir 1992 
karena GSM
>>>>> merupakan teknologi yang kompleks dan butuh pengkajian yang 
mendalam untuk
>>>>> bisa dijadikan standar.
>>>>>
>>>>> GSM beroperasi pada pita frekwensi 1800 MHZ. Pemakaian GSM 
kemudian
>>>>> meluas ke Asia dan Amerika, termasuk Indonesia. Indonesia 
awalnya
>>>>> menggunakan sistem telepon selular analog yang bernama AMPS 
(Advances Mobile
>>>>> Phone System) dan NMT (Nordic Mobile Telephone). Namun dengan 
hadir dan
>>>>> dijadikannnya standar sistem komunikasi selular membuat sistem 
analog
>>>>> perlahan menghilang, tidak hanya di Indonesia, tapi juga di 
Eropa. Pengguna
>>>>> GSM pun semakin lama semakin bertambah. Pada akhir tahun 2005, 
pelanggan GSM
>>>>> di dunia telah mencapai 1,5 triliun pelanggan. Akhirnya GSM 
tumbuh dan
>>>>> berkembang sebagai sistem telekomunikasi seluler yang paling 
banyak
>>>>> digunakan di seluruh dunia.
>>>>>
>>>>> Untuk generasi 2G ini juga dikembangkan sistem seluler CDMA 
dengan
>>>>> spesifikasi Interim Standard-95 (IS-95), dimana produknya yang 
terkenal di
>>>>> AS bernama cdmaONE.
>>>>>
>>>>> Standar 2G CDMA tersebut diatas kemudian berkembang ke 3G yang 
di
>>>>> Indonesia dikenal dikenal dengan nama CDMA 2000 1X (1-carrier). 
Roadmap
>>>>> produk CDMA ini di 3G adalah CDMA 2000 1X EVDO Release 0 dan Rev 
A. Kemudian
>>>>> standar ini berkembang ke Generasi 4G, yaitu CDMA 2000 1X EVDO 
Rev B dan
>>>>> EVDO Multicarrier, dan akhirnya ke DO Advanced atau 1X Advanced, 
yang
>>>>> kompatibel dengan LTE Advanced, dimana kecepatan transmisinya 
makin tinggi,
>>>>> sedangkan latency-nya (delay-time) makin mengecil untuk 
menghasilkan
>>>>> kapasitas jumlah pelanggan yang makin besar.
>>>>>
>>>>> Roadmap untuk generasi 2G GSM adalah GPRS (2.5G), EDGE (3G), 
HSDPA
>>>>> (3.5G), HSPA+ (3.9G) dan akhirnya ke LTE (4G).
>>>>>
>>>>> *Untuk kelompok produk WiMAX 16e yang sudah termasuk kedalam 
Generasi
>>>>> 4G, Roadmapnya adalah WiMAX 16m (=WiMAX 2) dan kemudian ke LTE 
Advanced.
>>>>> *
>>>>>
>>>>> *Untuk produk WiMAX 16d yang awalnya dikembangkan oleh WiMAX 
Forum,
>>>>> telah diputuskan bahwa produk ini dihentikan pengembangannya 
sampai disini
>>>>> saja pada tahun 2005, dan digantikan oleh WiMAX 16e yang tidak 
backward
>>>>> compatible dengan WiMAX 16d. Ini artinya WiMAX 16d sudah tidak 
punya Roadmap
>>>>> masa depan.*
>>>>>
>>>>> *Roadmap Teknologi dan Layanan sebuah produk adalah sangat 
penting
>>>>> dalam bisnis telekomunikasi seluler masa kini, sebab dengan 
adanya Roadmap
>>>>> ini para pelangan djiamin oleh Operator/Vendor bahwa HP atau 
produk yang
>>>>> telah dibeli masih akan dapat dipakai untuk jangka panjang, 
walaupun
>>>>> Operator berpindah ke Generasi berikutnya. Contoh nyata adalah 
produk2
>>>>> Generasi 2G tersebut diatas masih tetap dapat dioperasikan, 
walapun Operator
>>>>> sudah meningkatkan teknologinya ke 3G dan nantinya ke 4G (LTE).*
>>>>>
>>>>>
>>>>> *Adalah sebuah keanehan bilamana suatu negara menetapkan 
pengembangan
>>>>> sebuah Industri jangka panjang, tanpa menetapkan Roadmap 
Teknologi dan
>>>>> Layannya, dan tanpa ada Business Plan yang Comprehensive yang 
menjabarkan
>>>>> analisis pilihan teknologi, finansial dan bisnis masa depannya.*
>>>>>
>>>>> *Kita perlu belajar dari pengalaman negara maju Korea yang
>>>>> mengembangkan industri WiMAX WiBro DN-nya, yang awalnya berbeda 
dengan
>>>>> standar internasional, namun akhirnya terpaksa menyesuaikannya 
dengan
>>>>> standar Internasional WiMAX Forum WiMAX 16e, agar memiliki 
Roadmap yang
>>>>> sudah baku untuk dapat menjual produknya di pasar LN.*
>>>>>
>>>>> *Jadi kalau Indonesia mau mengembangkan Industri DN WiMAX, maka 
yang
>>>>> paling tepat adalah memulainya dengan produk WiMAX 16e, bukan 
16d.*
>>>>>
>>>>> *Ada yang mengatakan bahwa kita kembangkan LTE saja. Ini langkah
>>>>> keliru, karena LTE itu adalah produk Proprietary, sudah di-paten-
kan, jadi
>>>>> harus beli lisensinya. Sedangkan WiMAX bukan produk proprietary, 
jadi lebih
>>>>> fisibel untuk industri DN, karena tidak harus bayar lisensi dan 
royalty.
>>>>> *
>>>>>
>>>>> Lagipula sudah ada manufaktur Chipset WiMAX 16e yang di-disain 
vendor
>>>>> nasional, yaitu XIRCA di Bandung, dan yang telah meng-export 
produk itu ke
>>>>> mancanegara.
>>>>>
>>>>> Semoga informasi ini menjadi masukan buat para Pengambil 
Kebijakan
>>>>> Industri DN Indonesia, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa dan 
negara yang
>>>>> kita cintai.
>>>>>
>>>>> Silahkan ditanggapi dan diberikan saran-saran yang positif.
>>>>> Wassalam,
>>>>> S Roestam
>>>>> http://wirelesstekno.blogspot.com
>>>>> http://mastel.wordpress.com
>>>>
>>>>
>>>>
>>>
>>>
>>
>>
>
>




--
Berlombalah dalam karya, bersinergi, terapkan kaidah ilmu/teknologi serta
kasih sayang dan manfaat untuk seisi alam, demi kebahagiaan dunia dan akhirat.

Info pengelolaan milis Indonesia next better :
http://pub.nextbetter.net/files/milist-indonesia-info.txt

Kirim email ke