Pak Bambang Winarto dan Kawan2 Yth,

Terimakasih atas dukungannya terhadap saran "Jalan Tengah" ini.

Semoga semua pihak menyadari, bahwa kita semua dikejar waktu, maka 
sekarang tiba waktunya untuk menetapkan pilhan dan membuat keputusan 
yang disepakati bersama. Kalau perlu ada MOU antar semua Stakeholders, 
sehingga masalah hukum bisa dihindarkan.

Rinciannya dapat dilihat pada posting saya sebelum ini.

Semoga bermanfaat.
Wassalam,
S Roestam


----Original Message----
From: [email protected]
Date: 27/10/2010 2:41 
To: "[email protected]"<[email protected]>
Cc: "<[email protected]>"<[email protected]>
Subj: [indonesia] Re: Apakah 1G, 2G, 3G dan 4G? WiMAX 16e dan 
LTEadalahTeknologi 4G. Pentingnya sebuah Roadmap.

Saya pribadi senang membaca saran tengah Pak Soemitro ini. Jadi 
pengusaha2 itu memang pintar2 sehingga proses tender lisensi wimax yang 
lalu yang terkesan ngambang karena issue 16d dan 16e yang sepertinya 
menjadikan pilihan 16d itu salah, ternyata tidak demikian. Wimax 16d 
masih layak jual dan saya dengar memang model bisnis yang digelar oleh 
pemegang lisensi ini untuk menghadirkan layanan broadband di lokasi2 
dimana ADSL kurang bagus atau belum bagus layanannya.
Soal lisensi 16e menurut saya masih harus ditelaah kontrak lisensi 
yang sekarang dipegang mereka apakah itu memang extendable ke 16e atau 
hanya 16d saja. Saya rasa kalau dltilik model bisnis yang ada tampaknya 
bisnis yang dihasilkan dari penggelaran wimax 16d sudah akan cukup 
bagus hasilnya. Apalagi kalau pengusahanya jeli, kalau dalam hitungan 
awal memakai referensi harga 16d tahun 2008, maka kenyataannya ketika 
membeli di tahun 2010, maka perbedaan harga nyata ini sudah memberikan 
keuntungan tersendiri.

Salam,Bambang  

Sent from my amazing iPad

On 26 Okt 2010, at 17:36, S Roestam <[email protected]> wrote:

> Pak Adi Indrayanto, Pak Alpha Bagus, Ibu Betti, Pak Bambang, Pak 
Nandar, Pak Budirahardjo, Pak Nano dan Kawan2 Yth,
> 
> Pertama-tama saya ingin menyampaikan penghargaan yang tinggi atas 
masukan2 dari kawan2 sekalian, sehingga saya dapat mengusulkan sebuah 
solusi yang WIN-WIN bagi semua pihak. Solusi ini saya dapatkan setelah 
saya mempelajari kasus penggelaran WiMAX 16d di Perancis jauh sebelum 
kita yaitu mulai tahun 2007, dimana pertengahan 2008 seharusnya sudah 
tergelar WiMAX 16d di 3564 lokasi, ternyata pencapaiannya baru mencapai 
15% saja. Pemegang lisensinya ada 19, terdiri dari 14-local Governments 
dan 5-Operators. Focus penggelaran WiMAX 16d adalah hanya untuk 
mengganti atau bersaing dengan DSL yang dioperasikan oleh incumbent, 
ini karena memang nature dari WiMAX 16d ini hanya mampu untuk bersaing 
dengan DSL (Kalau di Indonesia ADSL). Ini juga sudah sesuai dengan 
KepMen 2007 tentang peruntukan WiMAX 16d ini, untuk menggantikan 
jaringan wireline ADSL, bukan untuk bersaing dengan jaringan mobile 
Wireless.
> 
> Jadi solusinya, produk WiMAX 16d dari TRG (dan Hariff) dipakai oleh 
para operator yang memenangkan Tender 16d seperti TELKOM di pita 3,3GHz 
dan 2,3GHz khusus untuk mengganti atau memperluas cakupan jaringan 
Wireline ADSL di lokasi-lokasi yang belum ada aksesnya. Pilihan ini 
karena yang punya jaringan ADSL mayoritasnya adalah TELKOM. Dengan 
demikian produk WiMAX 16d ini akan sangat kompetitif.
> 
> Kemudian Pemerintah mengeluarkan izin penggelaran jaringan WiMAX 16e 
di wilayah2 lainnya oleh paar operator yang semula memenangnkan 16d 
(termasuk PT TELKOM, bila menginginkannya).
> 
> Dengan demikian, kedua Industri Manufaktur WiMAX 16d dan 16e akan 
berjalan lancar, sama-sama mendapatkan jatah order perangkat WiMAX 
sehingga investasi awal mereka dapat kembali, beserta labanya.
> 
> Dengan demikian penggelaran jaringan Broadband WiMAX yang selama ini 
macet, dapat dibuat lancar kembali, untuk mencapai target National 
Broadband Network sebagai syarat terciptanya National Bropadband 
Economy yang sudah lama kita idam-idamkan. 
> 
> Disisi pelanggan , mereka mendapatkan perangkat yang terbaik dengan 
harga sesuai dengan daya beli mereka, di wilayah masing-masing. Yang di 
wilayah ADSL, mereka dapatkan harga WiMAX 16d yang lebih murah, 
sedangngka diluar itu mereka dapatkan WiMAX 16e yang harganya bersaing 
ketat dengan layanan2 3G, 3,5G, 3,9G.
> 
> Silahkan ditanggapi, dan semoga dapat memberikan dukungan agar 
kemacetan Program WiMAX Broadband ini segera dapat diatasi.
> 
> Wassalam,
> S Roestam
> http://wirelesstekno.blogspot.com
> -----------------------------------------
> 
> 
> ----Original Message----
> From: [email protected]
> Date: 26/10/2010 15:27 
> To: 
> Subj: [indonesia] Re: Apakah 1G, 2G, 3G dan 4G? WiMAX 16e dan 
LTEadalahTeknologi 4G. Pentingnya sebuah Roadmap.
> 
> Begini pak ... merubah teknologi bagi industri tidak bisa dilakukan
> semalam. Jadi mau pindah ke 16e, ya musti investasi lagi. Industri 
melihat
> investasi 16d yg sudah dikeluarkan belum kembali ...
> 
> Yg menjadi repot adalah .... program ini memang ditujukan "khusus" 
untuk
> membangun industri dalam negeri. Ini dasar dari motivasi program 
tersebut
> dibuat.
> 
> Kebayang nggak pak ... kalau anda di posisi industrinya. Misal 
pemerintah
> bilang begini .... tahun 2008 Indonesia akan gelar teknologi 16d. 
Ini
> bicaranya di tahun 2004.
> 
> Ternyata setelah investasi dan barang jadi di tahun 2008, pemerintah 
bilang
> ... eh sekarang yg boleh menggelar adalah teknologi 16e ...
> 
> Apa industri sanggup? Lalu apa tujuan pertama program dibuat itu 
mencapai
> sasaran?
> 
> Karena tujuannya adalah ... membangun industri ... maka diteruskan 
lah
> rencana semula. Itu juga sudah termasuk "roadmap" pemerintah ... yg
> sayangnya tidak "kompatibel" dgn kondisi di dunia internasional.
> 
> Nah ... saat lelang di buka ... operator terpecah menjadi 2 
kelompok. Satu
> membuat BP (Business Plan) memang utk teknologi 16d ... yg lebih 
terbatas
> ... mengikuti spesifikasi yg dibuka. Yang satu membuat BP utk 16e 
... dgn
> harapan kalau sudah menang bisa convert spesifikasi 16d ke 16e ...
> 
> Jelas ... yg bikin BP utk 16e ... akan lebih "berani" menawar ... 
karena
> prospek pasarnya beda ... . 16d akan melihat pasar fixed BWA ... 
pengganti
> ADSL ... yg 16e akan melihat pasar mobile BWA mirip seperti 3G.
> 
> Dari asumsi yg berbeda saja sudah terlihat bukan ...
> 
> Saat lelang ... daerah2 "gemuk" dimenangkan oleh yg berani bayar BHP
> tertinggi. Ya kan secara logika jelas lah ... kalau bukan spekulan 
.... ya
> operator yg punya BP dgn asumsi 16e tadi.
> 
> Dari sini ... semoga bisa mengikuti alur cerita ... kira2 apa yg 
terjadi
> (saya hanya menganalisa saja dari beberapa potong informasi yg sy 
dapat).
> 
> Lha ... saat sudah terjadi kontrak ... ternyata spesifikasi 16d 
tidak bisa
> begitu saja berubah ke 16e. Ternyata mereka stuck di teknologi yg 
tidak
> dibayangkan harus diimplementasi ... . Jadinya deadlock.
> 
> Masalahnya, kan tidak semua operator yg menang semua punya asumsi 
16e ini.
> Ada operator2 yg mengasumsi implementasi 16d menang juga ... tapi 
mungkin
> dapat di daerah "kurus" ... . Bagi mereka ... kalau asumsinya dari 
awal bisa
> 16e ... tentu berani juga pasang harga lelang tinggi bukan?
> 
> 
> Nah ... dalam kondisi seperti ini ... apakah operator2 pemenang itu 
bisa
> sepakat untuk minta spesifikasi dirubah ke 16e? Bisa jadi ... yg 
berasumsi
> 16d akan protes ... karena bisa saja dia menang juga di daerah 
"gemuk" ...
> kalau pakai asumsi yg sama ...
> 
> 
> Dilain pihak ... ada sekian (2) vendor yg siap teknologi 16d, dan 
ada 1
> vendor yg siap di teknologi 16e. Ini vendor lokal yg memang benar 
punya Tim
> Pengembang lah ... bukan sekedar TKDN akal2an saja ...
> 
> Dan motivasi kenapa BWA tertunda dibuka ya karena menunggu industri 
dalam
> negerinya siap! Makanya ada aturan TKDN segala ... yg sebenarnya 
juga sudah
> dipermasalahkan di WTO.
> 
> Begitu kira2 kondisinya saat ini .... .
> 
> Lalu kita mau pilih mana? Buka saja keran produk import? Terapkan 
LTE saja
> sekalian ... sekarang ;-)
> 
> 
> 
> salam,
> 
> -ai-
> 
> 
> 
> 
> 
> 2010/10/25 Achmad Chamdani Eka P. 
> 
> > Sebenarnya yang mendorong adanya revisi ini adalah operator.
> > Sayangnya pemerintah tidak terlalu respon. Saya mengerti bahwa 
sudah
> > ada pembuat perakat Wimax 16d yang telah investasi. Tapi, apa 
salahnya
> > mereka juga mencoba membuat 16e ? Terlalu sarat masalah politis.
> >
> >
> > Adi Indrayanto wrote:
> >
> > Kalau semua pihak setuju termasuk pemerintah (dimana disitu bukan 
hanya ada
> > Kominfo tapi juga DepKeu), ya tidak ada masalah ....
> >
> > Kalau ada satu yg tidak setuju ... penyelesaian akan terjadi di 
meja hijau
> > :-(
> >
> > salam,
> >
> > -ai-
> >
> >
> > 2010/10/25 Achmad Chamdani Eka P. 
> >
> >> Revisi kontrak tsb sebenarnya yang meminta kan justru operator
> >> sebagai pihak yang memenangkan lelang. Mereka harus membayar
> >> alokasi frekuensi atas undangan pemerintah. Nyatanya barang yang
> >> ditawarkan
> >> tsb. tidak visible untuk diimplementaskan (dari kacamata bisnis).
> >> Sehingga operator tidak bisa mengembalikan dana investasinya.
> >> Kalau keduabelah pihak setuju merevisi, bukankah OK ?
> >>
> >>
> >>
> >> Adi Indrayanto wrote:
> >>
> >> Yg lebih kecil sebenarnya LTE malah ... ;-)
> >>
> >> Kenapa BRTI dan Kominfo tidak segera merevisi? Karena ada masalah 
legal
> >> ... kontrak yg sudah terjadi untuk alokasi frekuensi yg sudah 
dilelang.
> >> Memangnya mudah merubah kontrak?
> >>
> >> Siapa yg mau kena KPK atau BPK?
> >>
> >> salam,
> >>
> >> -ai-
> >>
> >>
> >> 2010/10/25 Achmad Chamdani Eka P. 
> >>
> >>> Saya tidak tahu apakah ada masalah politis dibalik ini sehingga 
BRTI dan
> >>> kominfo tidak segera
> >>> merevisi lisensi 16d --> 16e. Mungkin ada perusahaan (kalau 
nggak salah
> >>> 2, tetapi yang "katanya"
> >>> sudah mass pro 1), yang sudah invest untuk 16d. Bisa dicek 
sendiri
> >>> operator enggan untuk
> >>> deploy 16d, karena disamping faktor teknologi yang sudah 
ketinggalan,
> >>> juga perakat yang lebih
> >>> besar dan mahal (tidak sellable). 16e, investasi lebih murah, 
karena
> >>> mobile lebih menarik. Dan
> >>> perusahaan seperti Xirka sudah mendapat TKDN, dan siap 
mensupport
> >>> perakatnya.
> >>>
> >>> Uji teknis 16e yang dilakukan mereka cukup memuaskan operator. 
Tinggal
> >>> bagaimana pemerintah
> >>> segera merevisi lisensi ini, atau aplikasi Wimax di Indonesia 
akan
> >>> tertunda seperti sekarang ini.
> >>>
> >>>
> >>>
> >>> Salam.
> >>>
> >>>
> >>> Bambang Winarto wrote:
> >>>
> >>> Yth Pak Soemitro,
> >>> Saya jadi merasa bodoh sekalk, baru tahu kalau ternyata Wimax 
16d itu
> >>> tidak bisa dilanjutkan dg modifikasi tertentu (upgrade atau 
enhancement) ke
> >>> 16e. Betul begini yang bapak maksud dgn tidak backward 
compatible? Bahkan di
> >>> sisi masyarakat pengguna juga CPEnya 16d tidak bisa dipakai 
untuk 16e?
> >>> Sementara kita tahu bahwa Berca dan Lippo, at least mereka ini 
yang saya
> >>> ketahui , sudah melakukan deployment Wimax di wilayah yang 
lisensinya
> >>> dimiliki oleh mereka. Kalau katakan kita abaikan dulu unsur 
kepentingan
> >>> investor, yang katakanlah kita boleh anggap selalu memiliki 
cara2 berhitung
> >>> untuk menyelamatkan investasinya, tetapi bagaimana dengan 
kepentingan
> >>> masyarakat pengguna? Kalau teknologi 16d secara teknis tidak 
bisa memberikan
> >>> layanan yang baik, maka apakah menurut Bapak user dirugikan? 
Saya rasa kalau
> >>> toh dirugikan sifatnya tidak langsung, mereka akan selalu 
memiliki opsi
> >>> untuk membeli layanan tsb atau tidak. Saya dengar layanan Wimax 
di Sumatera
> >>> misalnya diarahkan untuk mengambil pangsa pasar broadband dari 
tangan
> >>> penguasaan Telkom. Mungkin saja secara bisnis dalam waktu 2 atau 
3 tahun max
> >>> investasi mereka sudah kembali modal? Jika demikian saya bisa 
mengerti
> >>> mengapa mereka berani deploy system ini dan kenyataannya mereka 
sungguh
> >>> cepat memproses deployement tsb.
> >>> Jika tiba saatnya untuk deploy teknologi 16e, gimana dampaknya?
> >>> Mau tidak mau Berca dan Lippo akan tetap sebagai operator di 
wilayah
> >>> tsb....? Artinya mau tidak mau user/ masyarakat tetap harus 
menunggu sampai
> >>> para investor yang biasanya "baik" hatinya itu untuk melakukan 
deployement
> >>> system 16e.
> >>>
> >>> Sampai disini saya jadi bingung soalnya sudah keburu menghadapi 
keadaan
> >>> yang sudah setengah salah tetapi sudah tidak bisa dirubah lagi. 
Betul kan
> >>> Pak Mitro, keadaan ini, bahwa lisensi sudah diberikan kepada 
investor yang
> >>> sudah menduduki operating frequency di masing2 wilayah kerja 
mereka sudah
> >>> membuat pemerintah terikat tidak bisa memindahkan lisensi ke 
badan lain?
> >>> Menarik ya kalau ditilik dari logika bisnis. Karena sudah 
rahasia umum kalau
> >>> teknologi 16d adalah teknologi yang sudah ketinggalan, mestinya 
sudah tidak
> >>> ada lagi yang akan membeli......eh tahu2 pemerintah Indonesia 
mengadakan
> >>> lelang frekuensi untuk Wimax ,khususnya yang 16d.....kalau saya 
pabrikan ya
> >>> kesempatan untuk masih bisa dapat revenue maka saya akan banting 
harga.
> >>> Iinvestor pasti bisa membeli peralatan dengan harga yang sangat 
murah,
> >>> tetapi bisa saja saya pasang harga dalam perhitungan business 
plan
> >>> perusahaan dengan harga standard........silahkan dilanjutkan.
> >>>
> >>> Salam,Bambang
> >>>
> >>> Sent from my amazing iPad
> >>>
> >>> On 24 Okt 2010, at 20:26, "Sumitro Roestam" 
> >>> wrote:
> >>>
> >>> Pak Adi dan Kawan2 yth,
> >>>
> >>> 1. Setahu saya keputusan standar 16d indonesia dibuat thn 2008, 
padahal
> >>> thn 2005 WiMAX Forum sudah menyatakan menghentikan 
pengembangannya dan
> >>> mengganti dgn 16e yg TIDAK BACKWARD COMPATIBLE dgn 16d.
> >>>
> >>> 2. Kalau sikon berubah, mengapa kita tidak boleh mengubah 
peraturan itu,
> >>> karena ada resiko finansial yg besar (gagal), dan tidak ada 
Roadmap
> >>> Teknologi dan Layanan (pelanggan/masyarakat dirugikan, sudah 
bayar mahal,
> >>> produk dan layanannya inferior, dan tidak ada jaminan 
penggunaannya, sebab
> >>> kalau operator pilih teknologi yg lebih maju, maka CPE-nya harus 
ganti baru)
> >>>
> >>> 3. Memilih 16e jauh lebih baik dari pada 16d, sebab produk lebih 
banyak
> >>> fitur2nya, harga lebih murah karena didukung ecosystem industri, 
serta punya
> >>> Roadmap Teknologi dan Layanan menuju ke 16m dan LTE Advanced.
> >>>
> >>> 4. Kalau mau pilih 16m langsung atau LTE, maka harus tunggu 
beberapa
> >>> tahun lagi, sebab belum ada yg siap komersiil made in Indonesia. 
Untuk LTE
> >>> maka kita harus bayar lisensi atau patent, sebab itu produk 
proprietary.
> >>> Sedangkan sekarang sudah siap 7-vendor lokal yg siap supply 16e.
> >>>
> >>> Kenapa tidak segera memutuskan mengadopsi standar 16e, because 
window of
> >>> opportunity WiMAX is closing fast....
> >>>
> >>> Wassalam,
> >>> S Roes tam
> >>>
> >>> Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, 
Nyambung
> >>> Teruuusss...!
> >>> ------------------------------
> >>> *From: * Adi Indrayanto 
> >>> *Sender: * [email protected]
> >>> *Date: *Sun, 24 Oct 2010 19:57:29 +0700
> >>> *To: *
> >>> *ReplyTo: * [email protected]
> >>> *Subject: *[indonesia] Re: Apakah 1G, 2G, 3G dan 4G? WiMAX 16e 
dan LTE
> >>> adalahTeknologi 4G. Pentingnya sebuah Roadmap.
> >>>
> >>>
> >>> Pak Roestam ... akan tidak bijaksana kalau menilai suatu 
keputusan yg
> >>> dibuat sebelumnya dgn standar hari ini.
> >>>
> >>> Saat kebijakan pengembangan 16d diterapkan pemerintah, saat itu 
16e belum
> >>> selesai ... bahkan mungkin semua juga sedang berlomba membuat 
16d.
> >>> Indonesia memang agak terlambat memulai pengembangan teknologi 
ini, tapi
> >>> jauh lebih baik dari sebelumnya ... saat teknologi GSM 
dikembangkan dan
> >>> masuk Indonesia, benar2 kita ini hanya sebagai "tukang instal". 
Tidak ada
> >>> satupun terbentuk ekosistem GSM ... kecuali perangkat pendukung 
seperti
> >>> antenna, tower, dan PSU.
> >>>
> >>> Knowing this condition, pemerintah mencoba merubah strategi dgn
> >>> "memproteksi" industri telekomunikasi yg sedang terpuruk 
semenjak paska orde
> >>> baru. Saat itu ... yg terlihat peluangnya adalah 16d ... . 
Kemudian
> >>> industri diberi kesempatan utk mengembangkannya.
> >>>
> >>> Kondisi Indonesia memang "parah" kalau bicara ekosistem 
industri. Jadi
> >>> prosesnya pun tidak mudah ... . Jadi memang ada keterlambatan 
industri kita
> >>> untuk masuk ke pengembangan teknologi ini.
> >>>
> >>> Ternyata ... dunia tidak juga mengadopsi 16d ... dan mulai 
mengembangkan
> >>> 16e. Ini pun ... saat ini masih belum banyak juga yg gelar 16e 
bukan? Entah
> >>> apakah 5 tahun lagi akan ada lagi standar lain yg akan 
mementahkan 16e ini.
> >>> Nanti anda akan tulis lagi ... 16e obsolete mari ke LTE atau yg 
lain ;-)
> >>>
> >>> Awalnya pemerintah melakukan strategi dgn melakukan proteksi via
> >>> "spesifikasi khusus", karena proteksi tax barrier sudah tidak 
dapat
> >>> diterapkan di era Free Trade. Bahkan sebenarnya, kosnep TKDN pun 
tidak akan
> >>> bisa dipertahankan terlalu lama ...
> >>>
> >>> Terlepas dari standar 16d,16d, 16m, LTE yg bisa berubah setiap 
masa ..
> >>> dan dgn kondisi Indonesia seperti ini ... seandainya ada 
keinginan untuk
> >>> menumbuhkan industri perangkat telekomunikasi di Indonesia ... 
menurut anda
> >>> ... apa strategi yg harus ditempuh?
> >>>
> >>> Menyalahkan kebijakan masa lalu ... paling mudah ... apalagi dgn 
standar
> >>> hari ini. Tapi ... adakah kita punya alternatif ... seandainya 
... anda yg
> >>> di posisi pemerintah ... untuk menumbuhkan industri perangkat 
telekomunikasi
> >>> ?
> >>>
> >>> Apa kiat anda pak ....
> >>>
> >>>
> >>> salam,
> >>>
> >>> -ai-
> >>>
> >>>
> >>> 2010/10/24 Sumitro Roestam 
> >>>
> >>>> Pak Adi Indrayanto DKK yth,
> >>>>
> >>>> Saya paling setuju dgn paragraf terakhir posting anda: yg 
akhirnya
> >>>> menentukan laku tidaknya sebuah produk di pasar adalah soal 
harga dan
> >>>> fitur2nya yg lebih unggul.
> >>>>
> >>>> Harga bisa lebih murah kalau didukung oleh ecosystem industri 
DN dan LN.
> >>>>
> >>>> WiMAX 16d sudah dihentikan pengembangannya di LN, sehingga 
ecosystem
> >>>> komponen2 pendukungnya ex LN menjadi mahal, sedangkan ecosystem 
industri DN
> >>>> nya masih belum terbentuk, sehingga harga equipment dan CPE nya 
mahal, tidak
> >>>> komptitif thdp produk sejenis dan substitusi.
> >>>>
> >>>> Selain itu, 16d punya fitur2 yg inferior, tidak akan 
kompetitif.
> >>>>
> >>>> WiMAX 16e punya Roadmap menuju ke 16m dan LTE Advanced yg 
backward
> >>>> compatibel.
> >>>>
> >>>> 16e punya banyak fitur2 unggul, ada ecosystem yg mendukung, 
sehingga
> >>>> harganya akan murah dan kompetitif.
> >>>>
> >>>> Backward compatibility menjadi sebuah keharusan untuk Standards
> >>>> Internasional yg harus dijamin oleh para vendors/manufacturers. 
Ini yg
> >>>> penting, soal pelaksanaannya silahkan dibaca di dokumen 
standards masing2.
> >>>>
> >>>> WiMAX 16e memang kelompok standar baru yg dijamin forwad 
compatibility
> >>>> nya ke 16m dan LTE Advanced. 16e sudah dinyatakan tidak 
backward compatible
> >>>> dgn 16d, karena pakai teknologi yg lebih maju, ada subcarrier, 
roaming,
> >>>> hand-over, antena MIMO yg tidak ada di 16d. Oleh karena itu 
memilih 16d
> >>>> sebagai standar nasional Indonesia adalah sebuah kesalahan. 
Sudah minim
> >>>> fitur, inferior produk, harga CPE akan mahal, tidak punya 
Roadmap teknologi
> >>>> dan layanan ke depan, kok malah dipilih.
> >>>>
> >>>> Para advocators 16d berfikir bahwa kalau Indonesia pilih 
standar yg beda
> >>>> dari lainnya, maka vendor luar tidak bisa masuk. Tetapi 
sayangnya yg dipilih
> >>>> adalah produk yg inferior, sehingga tidak akan mampu bersaing 
dgn produk2
> >>>> existing di Indonesia yg sejenis atau produk substitusinya. 
Apalagi harganya
> >>>> lebih mahal. Advocators ini juga kurang memperhatikan aspek2 
persaingan
> >>>> bisnis, hanya mengandalkan dukungan regulasi yg mendistorsi 
free
> >>>> competition.
> >>>>
> >>>> Padahal free competition dan free market sudah berjalan lama di
> >>>> Indonesia, yg telah membuat tarif produk jasa telematika 
menjadi murah dan
> >>>> terjangkau masyarakat.
> >>>>
> >>>> Semoga bermanfaat.
> >>>> Wassalam,
> >>>> S Roestam
> >>>>
> >>>> Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, 
Nyambung
> >>>> Teruuusss...!
> >>>> ------------------------------
> >>>> *From: * Adi Indrayanto 
> >>>> *Sender: * [email protected]
> >>>> *Date: *Sun, 24 Oct 2010 18:47:35 +0700
> >>>> *To: *
> >>>> *ReplyTo: * [email protected]
> >>>> *Cc: *; ; < >>>> [email protected]>; 
> >>>> *Subject: *[indonesia] Re: Apakah 1G, 2G, 3G dan 4G? WiMAX 16e 
dan LTE
> >>>> adalah Teknologi 4G. Pentingnya sebuah Roadmap.
> >>>>
> >>>>
> >>>> Pak Roestam ... sebenarnya pada dasarnya teknologi baru kita 
sering
> >>>> menjadi "disruptive technology" bagi yg sebelumnya. Dan ini 
tidak terkait
> >>>> dgn backward compatibility. Jarang sekali teknologi baru yg 
backward
> >>>> compatibility dari sisi teknologinya. Itu adalah "strategi" 
perusahaan yg
> >>>> akan mengadaposi teknologi baru agar bisa digunakan oleh 
pengguna yg sudah
> >>>> terlanjut menggunakan teknologi sebelumnya.
> >>>>
> >>>> Contoh. Apakah ada teknologi dalam 2G, 3G yg compatible dgn 
sebelumnya?
> >>>> Tidak ada yg kompatible, baik GSM, GPRS, EDGE, HSPA, apalagi 
LTE yg
> >>>> menggunakan teknologi OFDMA. Teknologi2 terkini pasti 
disruptive dgn yg
> >>>> sebelumnya. Windows Vista disruptive terhadap Windows 95 
misalnya. Tapi ...
> >>>> kebijakan vendor itu lah untuk tetap membuat teknologi yg 
berbeda ... bisa
> >>>> berjalan parallel.
> >>>>
> >>>> Backward compatible yg dimaksudkan sebenarnya adalah, 2 
teknologi yg
> >>>> berbeda ... berada dalam kotak yg sama dgn interface yg sama. 
Tapi dalamnya
> >>>> teknologi yg digunakan berbeda.
> >>>>
> >>>> Jadi ... saat vendor akan memperkenalkan teknologi yg "katanya" 
backward
> >>>> compatible, sebenarnya dia menaruh 2 teknologi yg berbeda dalam 
kotak yg
> >>>> sama ;-) Bukan kah ini yg dilakukan oleh vendors dalam kelompok 
3GPP
> >>>> terhadap 2G, 3G, dan nanti 4G. Isi LTE jauh lebih dekat dgn 
WiMAX daripada
> >>>> HSPA atau GPRS ;-)
> >>>>
> >>>> Bedanya dgn WiMAX apa? Karena WiMAX adalah "pemain" baru ... yg 
tumbuh
> >>>> bukan dari kelompok Telco ... tapi dari kelompok IT. WiMAX 
lebih cocok
> >>>> dikatakan sebagai evolusinya WiFi ... dan punya akar sejarah yg 
berbeda.
> >>>>
> >>>> Karena WiMAX pemain baru, jadi belum punya "preseden", sehingga 
apa yg
> >>>> mau di backward compatibilitikan ... wong belum pernah ada 
operator WiMAX
> >>>> sebelumnya ;-) Kecuali, kita mau lihat operator WiFi sebagai 
industri pra
> >>>> WiMAX.
> >>>>
> >>>> Kalau mau backward compatible antara 16d dan 16e, ya dimasukkan 
saja 2
> >>>> teknologi itu ke dalam satu kotak ... sama dgn yg lain di group 
3GPP ... .
> >>>> Masalahnya ... karena toh perangkat 16d belum sempat tergelar 
cukup banyak
> >>>> ... sehingga masalah compatibility tidak menjadi isu kalau mau 
implementasi
> >>>> 16e. Tapi ... urusan akan berbeda ... kalau 16d sempat populer 
... dan 16e
> >>>> perlu masuk sebagai teknologi baru ... maka perlu konsep 
"backward
> >>>> compatibility".
> >>>>
> >>>> Pandangan lain ... bisa jadi 16d memiliki target dan sejarah yg 
berbeda
> >>>> dgn 16e. Mungkin 16d akan lebih cocok kalau dikaitkan dgn 
sejarah
> >>>> perkembangan WiFi .. (802.11) ... walaupun 802.11 masih terus 
berevolusi di
> >>>> jalurnya sendiri juga. Mirip dgn 2G GMS yg sampai hari ini 
masih berevolusi
> >>>> ... walaupun sudah ada 3G. Tapi 3G belum bisa menggantikan 2G 
utk voice
> >>>> bukan? Apakah 4G LTE nanti akan menggeser 2G? Sy menduga tidak 
juga ... .
> >>>> Yg terjadi adalah ... 4G akan masuk ke penggunaan yg berbeda 
dgn 2G. Kecuali
> >>>> ... nanti saat VOIP bisa sama sekali menggeser voice.
> >>>>
> >>>> Yg menarik dicermati adalah ... nasib ADSL. Kira-kira teknologi 
apa yg
> >>>> akan menggantikan posisinya? Apakah FO? Di Indonesia sepertinya 
gelar media
> >>>> fisik masih lebih costly dibandingkan yg wireless ...
> >>>>
> >>>> Bisa jadi ... kandidat kuat berikutnya .. kalau bukan tetap 
WiFi yg
> >>>> jangkauannya terbatas dan frekuensinya yg bebas ... ya WiMAX 
16d ...
> >>>> seandainya 16e akan lebih ke arah mobility ...
> >>>>
> >>>> At the end of the day ... yg menentukan sebuah teknologi 
"menang" di
> >>>> pasar adalah masalah ... price. Berapa harga yg harus 
ditanggung pengguna
> >>>> untuk sebuah teknologi ..... . Teknologi mana dgn features yg 
"cukup" dan
> >>>> harga yg "layak" (baca: murah) ... yg masuk duluan ke pasar ... 
itu yg akan
> >>>> menjadi trend.
> >>>>
> >>>> Terkait dgn penguasaan teknologi, LTE pun bisa saja dikuasai. 
Masalah
> >>>> patent? Ya beli saja ... kalau hitung2annya jelas kan tidak 
masalah.
> >>>> Memangnya yg tanpa patent dijamin lebih murah? Tidak juga ;-)
> >>>>
> >>>>
> >>>> salam,
> >>>>
> >>>> -ai-
> >>>>
> >>>>
> >>>>
> >>>> 2010/10/24 S Roestam 
> >>>>
> >>>>> Kawan2 Milis Yth,
> >>>>>
> >>>>> Kesimpulan dari ratusan diskusi di ABI Research, sebuah 
perusahaan
> >>>>> Market Research Intelligence​ di AS akhirnya menyimpulkan 
bahwa *WiMAX
> >>>>> 16e dan LTE merupakah Teknologi 4G, dan ITU sudah menetapkan 
4G itu sebagai
> >>>>> Standar untuk International Mobile Telecommunications 2000 
Advanced
> >>>>> (IMT-2000 Advanced).* Sedangkan 3G termasuk IMT-2000. 
Penyebutan 1G,
> >>>>> 2G, 3G dan 4G sebenarnya adalah istilah yang dipakai dalam 
kerangka
> >>>>> pemasaran kelompok produk-produk teknologi untuk layanan jasa 
Mobile
> >>>>> Wireless, namun istilah-istilah itu juga didasarkan atas jenis-
jenis
> >>>>> Antarmuka Udara (Air Interface) untuk menghubungkan HP dengan 
pemancar BTS
> >>>>> sebagai berikut:
> >>>>>
> >>>>> * 1G - memakai interface Analog, Frequency Division
> >>>>> * 2G - memakai interface Digital, Frequency Division dan Time 
Division
> >>>>> (TDMA)
> >>>>> * 3G - memakai interface Frequency Division dan Code Division 
(CDMA)
> >>>>> * 4G - memakai interface Orthogonal Frequency Division 
(OFDM/OFDMA)
> >>>>>
> >>>>> AMPS (Advanced Mobile Phone Service) adalah teknologi mobile 
telephon
> >>>>> generasi pertama (1G) yang masih menggunakan system analog 
FDMA (Freqwency
> >>>>> Division Multiple Access). AMPS beroperasi pada frekwensi 800 
MHz, 821 – 849
> >>>>> MHz untuk base station receiving dan 869 – 894 MHZ untuk base 
station
> >>>>> transmitting. Karena memakai interface analog, maka 
kapasitasnya sangat
> >>>>> terbatas. Sistem ini mulai beroperasi pada tahun 1981.
> >>>>>
> >>>>> Generasi 1G lainnya adalah The Nordic Mobile Telephone (NMT) 
system
> >>>>> dikembangkan oleh the telecommunications administrations of 
Sweden, Norwegia
> >>>>> , Finlandia, dan Denmark untuk menciptakan compatible mobile 
telephone
> >>>>> system di negara Nordic. Yang pertama adalah NMT 450 cellular 
system
> >>>>> tersedia di tahun 1981.
> >>>>>
> >>>>> Kedua sistem 1G tersebut diatas dipakai di Indonesia sejak 
akhir tahun
> >>>>> 1980-an.
> >>>>>
> >>>>> Untuk sistem 2G, GSM muncul pada pertengahan 1991 dan akhirnya
> >>>>> dijadikan standar telekomunikasi selular untuk seluruh Eropa 
oleh ETSI
> >>>>> (European Telecomunication Standard Institute). Pengoperasian 
GSM secara
> >>>>> komersil baru dapat dimulai pada awal kuartal terakhir 1992 
karena GSM
> >>>>> merupakan teknologi yang kompleks dan butuh pengkajian yang 
mendalam untuk
> >>>>> bisa dijadikan standar.
> >>>>>
> >>>>> GSM beroperasi pada pita frekwensi 1800 MHZ. Pemakaian GSM 
kemudian
> >>>>> meluas ke Asia dan Amerika, termasuk Indonesia. Indonesia 
awalnya
> >>>>> menggunakan sistem telepon selular analog yang bernama AMPS 
(Advances Mobile
> >>>>> Phone System) dan NMT (Nordic Mobile Telephone). Namun dengan 
hadir dan
> >>>>> dijadikannnya standar sistem komunikasi selular membuat sistem 
analog
> >>>>> perlahan menghilang, tidak hanya di Indonesia, tapi juga di 
Eropa. Pengguna
> >>>>> GSM pun semakin lama semakin bertambah. Pada akhir tahun 2005, 
pelanggan GSM
> >>>>> di dunia telah mencapai 1,5 triliun pelanggan. Akhirnya GSM 
tumbuh dan
> >>>>> berkembang sebagai sistem telekomunikasi seluler yang paling 
banyak
> >>>>> digunakan di seluruh dunia.
> >>>>>
> >>>>> Untuk generasi 2G ini juga dikembangkan sistem seluler CDMA 
dengan
> >>>>> spesifikasi Interim Standard-95 (IS-95), dimana produknya yang 
terkenal di
> >>>>> AS bernama cdmaONE.
> >>>>>
> >>>>> Standar 2G CDMA tersebut diatas kemudian berkembang ke 3G yang 
di
> >>>>> Indonesia dikenal dikenal dengan nama CDMA 2000 1X (1-
carrier). Roadmap
> >>>>> produk CDMA ini di 3G adalah CDMA 2000 1X EVDO Release 0 dan 
Rev A. Kemudian
> >>>>> standar ini berkembang ke Generasi 4G, yaitu CDMA 2000 1X EVDO 
Rev B dan
> >>>>> EVDO Multicarrier, dan akhirnya ke DO Advanced atau 1X 
Advanced, yang
> >>>>> kompatibel dengan LTE Advanced, dimana kecepatan transmisinya 
makin tinggi,
> >>>>> sedangkan latency-nya (delay-time) makin mengecil untuk 
menghasilkan
> >>>>> kapasitas jumlah pelanggan yang makin besar.
> >>>>>
> >>>>> Roadmap untuk generasi 2G GSM adalah GPRS (2.5G), EDGE (3G), 
HSDPA
> >>>>> (3.5G), HSPA+ (3.9G) dan akhirnya ke LTE (4G).
> >>>>>
> >>>>> *Untuk kelompok produk WiMAX 16e yang sudah termasuk kedalam 
Generasi
> >>>>> 4G, Roadmapnya adalah WiMAX 16m (=WiMAX 2) dan kemudian ke LTE 
Advanced.
> >>>>> *
> >>>>>
> >>>>> *Untuk produk WiMAX 16d yang awalnya dikembangkan oleh WiMAX 
Forum,
> >>>>> telah diputuskan bahwa produk ini dihentikan pengembangannya 
sampai disini
> >>>>> saja pada tahun 2005, dan digantikan oleh WiMAX 16e yang tidak 
backward
> >>>>> compatible dengan WiMAX 16d. Ini artinya WiMAX 16d sudah tidak 
punya Roadmap
> >>>>> masa depan.*
> >>>>>
> >>>>> *Roadmap Teknologi dan Layanan sebuah produk adalah sangat 
penting
> >>>>> dalam bisnis telekomunikasi seluler masa kini, sebab dengan 
adanya Roadmap
> >>>>> ini para pelangan djiamin oleh Operator/Vendor bahwa HP atau 
produk yang
> >>>>> telah dibeli masih akan dapat dipakai untuk jangka panjang, 
walaupun
> >>>>> Operator berpindah ke Generasi berikutnya. Contoh nyata adalah 
produk2
> >>>>> Generasi 2G tersebut diatas masih tetap dapat dioperasikan, 
walapun Operator
> >>>>> sudah meningkatkan teknologinya ke 3G dan nantinya ke 4G (LTE).
*
> >>>>>
> >>>>>
> >>>>> *Adalah sebuah keanehan bilamana suatu negara menetapkan 
pengembangan
> >>>>> sebuah Industri jangka panjang, tanpa menetapkan Roadmap 
Teknologi dan
> >>>>> Layannya, dan tanpa ada Business Plan yang Comprehensive yang 
menjabarkan
> >>>>> analisis pilihan teknologi, finansial dan bisnis masa depannya.
*
> >>>>>
> >>>>> *Kita perlu belajar dari pengalaman negara maju Korea yang
> >>>>> mengembangkan industri WiMAX WiBro DN-nya, yang awalnya 
berbeda dengan
> >>>>> standar internasional, namun akhirnya terpaksa menyesuaikannya 
dengan
> >>>>> standar Internasional WiMAX Forum WiMAX 16e, agar memiliki 
Roadmap yang
> >>>>> sudah baku untuk dapat menjual produknya di pasar LN.*
> >>>>>
> >>>>> *Jadi kalau Indonesia mau mengembangkan Industri DN WiMAX, 
maka yang
> >>>>> paling tepat adalah memulainya dengan produk WiMAX 16e, bukan 
16d.*
> >>>>>
> >>>>> *Ada yang mengatakan bahwa kita kembangkan LTE saja. Ini 
langkah
> >>>>> keliru, karena LTE itu adalah produk Proprietary, sudah di-
paten-kan, jadi
> >>>>> harus beli lisensinya. Sedangkan WiMAX bukan produk 
proprietary, jadi lebih
> >>>>> fisibel untuk industri DN, karena tidak harus bayar lisensi 
dan royalty.
> >>>>> *
> >>>>>
> >>>>> Lagipula sudah ada manufaktur Chipset WiMAX 16e yang di-disain 
vendor
> >>>>> nasional, yaitu XIRCA di Bandung, dan yang telah meng-export 
produk itu ke
> >>>>> mancanegara.
> >>>>>
> >>>>> Semoga informasi ini menjadi masukan buat para Pengambil 
Kebijakan
> >>>>> Industri DN Indonesia, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa dan 
negara yang
> >>>>> kita cintai.
> >>>>>
> >>>>> Silahkan ditanggapi dan diberikan saran-saran yang positif.
> >>>>> Wassalam,
> >>>>> S Roestam
> >>>>> http://wirelesstekno.blogspot.com
> >>>>> http://mastel.wordpress.com
> >>>>
> >>>>
> >>>>
> >>>
> >>>
> >>
> >>
> >
> >
> 
> 

--
Berlombalah dalam karya, bersinergi, terapkan kaidah ilmu/teknologi 
serta
kasih sayang dan manfaat untuk seisi alam, demi kebahagiaan dunia dan 
akhirat.

Info pengelolaan milis Indonesia next better :
http://pub.nextbetter.net/files/milist-indonesia-info.txt




--
Berlombalah dalam karya, bersinergi, terapkan kaidah ilmu/teknologi serta
kasih sayang dan manfaat untuk seisi alam, demi kebahagiaan dunia dan akhirat.

Info pengelolaan milis Indonesia next better :
http://pub.nextbetter.net/files/milist-indonesia-info.txt

Kirim email ke