Saya pribadi senang membaca saran tengah Pak Soemitro ini. Jadi pengusaha2 itu 
memang pintar2 sehingga proses tender lisensi wimax yang lalu yang terkesan 
ngambang karena issue 16d dan 16e yang sepertinya menjadikan pilihan 16d itu 
salah, ternyata tidak demikian. Wimax 16d masih layak jual dan saya dengar 
memang model bisnis yang digelar oleh pemegang lisensi ini untuk menghadirkan 
layanan broadband di lokasi2 dimana ADSL kurang bagus atau belum bagus 
layanannya.
Soal lisensi 16e menurut saya masih harus ditelaah kontrak lisensi yang 
sekarang dipegang mereka apakah itu memang extendable ke 16e atau hanya 16d 
saja. Saya rasa kalau dltilik model bisnis yang ada tampaknya bisnis yang 
dihasilkan dari penggelaran wimax 16d sudah akan cukup bagus hasilnya. Apalagi 
kalau pengusahanya jeli, kalau dalam hitungan awal memakai referensi harga 16d 
tahun 2008, maka kenyataannya ketika membeli di tahun 2010, maka perbedaan 
harga nyata ini sudah memberikan keuntungan tersendiri.

Salam,Bambang  

Sent from my amazing iPad

On 26 Okt 2010, at 17:36, S Roestam <[email protected]> wrote:

> Pak Adi Indrayanto, Pak Alpha Bagus, Ibu Betti, Pak Bambang, Pak Nandar, Pak 
> Budirahardjo, Pak Nano dan Kawan2 Yth,
> 
> Pertama-tama saya ingin menyampaikan penghargaan yang tinggi atas masukan2 
> dari kawan2 sekalian, sehingga saya dapat mengusulkan sebuah solusi yang 
> WIN-WIN bagi semua pihak. Solusi ini saya dapatkan setelah saya mempelajari 
> kasus penggelaran WiMAX 16d di Perancis jauh sebelum kita yaitu mulai tahun 
> 2007, dimana pertengahan 2008 seharusnya sudah tergelar WiMAX 16d di 3564 
> lokasi, ternyata pencapaiannya baru mencapai 15% saja. Pemegang lisensinya 
> ada 19, terdiri dari 14-local Governments dan 5-Operators. Focus penggelaran 
> WiMAX 16d adalah hanya untuk mengganti atau bersaing dengan DSL yang 
> dioperasikan oleh incumbent, ini karena memang nature dari WiMAX 16d ini 
> hanya mampu untuk bersaing dengan DSL (Kalau di Indonesia ADSL). Ini juga 
> sudah sesuai dengan KepMen 2007 tentang peruntukan WiMAX 16d ini, untuk 
> menggantikan jaringan wireline ADSL, bukan untuk bersaing dengan jaringan 
> mobile Wireless.
> 
> Jadi solusinya, produk WiMAX 16d dari TRG (dan Hariff) dipakai oleh para 
> operator yang memenangkan Tender 16d seperti TELKOM di pita 3,3GHz dan 2,3GHz 
> khusus untuk mengganti atau memperluas cakupan jaringan Wireline ADSL di 
> lokasi-lokasi yang belum ada aksesnya. Pilihan ini karena yang punya jaringan 
> ADSL mayoritasnya adalah TELKOM. Dengan demikian produk WiMAX 16d ini akan 
> sangat kompetitif.
> 
> Kemudian Pemerintah mengeluarkan izin penggelaran jaringan WiMAX 16e di 
> wilayah2 lainnya oleh paar operator yang semula memenangnkan 16d (termasuk PT 
> TELKOM, bila menginginkannya).
> 
> Dengan demikian, kedua Industri Manufaktur WiMAX 16d dan 16e akan berjalan 
> lancar, sama-sama mendapatkan jatah order perangkat WiMAX sehingga investasi 
> awal mereka dapat kembali, beserta labanya.
> 
> Dengan demikian penggelaran jaringan Broadband WiMAX yang selama ini macet, 
> dapat dibuat lancar kembali, untuk mencapai target National Broadband Network 
> sebagai syarat terciptanya National Bropadband Economy yang sudah lama kita 
> idam-idamkan. 
> 
> Disisi pelanggan , mereka mendapatkan perangkat yang terbaik dengan harga 
> sesuai dengan daya beli mereka, di wilayah masing-masing. Yang di wilayah 
> ADSL, mereka dapatkan harga WiMAX 16d yang lebih murah, sedangngka diluar itu 
> mereka dapatkan WiMAX 16e yang harganya bersaing ketat dengan layanan2 3G, 
> 3,5G, 3,9G.
> 
> Silahkan ditanggapi, dan semoga dapat memberikan dukungan agar kemacetan 
> Program WiMAX Broadband ini segera dapat diatasi.
> 
> Wassalam,
> S Roestam
> http://wirelesstekno.blogspot.com
> -----------------------------------------
> 
> 
> ----Original Message----
> From: [email protected]
> Date: 26/10/2010 15:27 
> To: 
> Subj: [indonesia] Re: Apakah 1G, 2G, 3G dan 4G? WiMAX 16e dan 
> LTEadalahTeknologi 4G. Pentingnya sebuah Roadmap.
> 
> Begini pak ... merubah teknologi bagi industri tidak bisa dilakukan
> semalam. Jadi mau pindah ke 16e, ya musti investasi lagi. Industri melihat
> investasi 16d yg sudah dikeluarkan belum kembali ...
> 
> Yg menjadi repot adalah .... program ini memang ditujukan "khusus" untuk
> membangun industri dalam negeri. Ini dasar dari motivasi program tersebut
> dibuat.
> 
> Kebayang nggak pak ... kalau anda di posisi industrinya. Misal pemerintah
> bilang begini .... tahun 2008 Indonesia akan gelar teknologi 16d. Ini
> bicaranya di tahun 2004.
> 
> Ternyata setelah investasi dan barang jadi di tahun 2008, pemerintah bilang
> ... eh sekarang yg boleh menggelar adalah teknologi 16e ...
> 
> Apa industri sanggup? Lalu apa tujuan pertama program dibuat itu mencapai
> sasaran?
> 
> Karena tujuannya adalah ... membangun industri ... maka diteruskan lah
> rencana semula. Itu juga sudah termasuk "roadmap" pemerintah ... yg
> sayangnya tidak "kompatibel" dgn kondisi di dunia internasional.
> 
> Nah ... saat lelang di buka ... operator terpecah menjadi 2 kelompok. Satu
> membuat BP (Business Plan) memang utk teknologi 16d ... yg lebih terbatas
> ... mengikuti spesifikasi yg dibuka. Yang satu membuat BP utk 16e ... dgn
> harapan kalau sudah menang bisa convert spesifikasi 16d ke 16e ...
> 
> Jelas ... yg bikin BP utk 16e ... akan lebih "berani" menawar ... karena
> prospek pasarnya beda ... . 16d akan melihat pasar fixed BWA ... pengganti
> ADSL ... yg 16e akan melihat pasar mobile BWA mirip seperti 3G.
> 
> Dari asumsi yg berbeda saja sudah terlihat bukan ...
> 
> Saat lelang ... daerah2 "gemuk" dimenangkan oleh yg berani bayar BHP
> tertinggi. Ya kan secara logika jelas lah ... kalau bukan spekulan .... ya
> operator yg punya BP dgn asumsi 16e tadi.
> 
> Dari sini ... semoga bisa mengikuti alur cerita ... kira2 apa yg terjadi
> (saya hanya menganalisa saja dari beberapa potong informasi yg sy dapat).
> 
> Lha ... saat sudah terjadi kontrak ... ternyata spesifikasi 16d tidak bisa
> begitu saja berubah ke 16e. Ternyata mereka stuck di teknologi yg tidak
> dibayangkan harus diimplementasi ... . Jadinya deadlock.
> 
> Masalahnya, kan tidak semua operator yg menang semua punya asumsi 16e ini.
> Ada operator2 yg mengasumsi implementasi 16d menang juga ... tapi mungkin
> dapat di daerah "kurus" ... . Bagi mereka ... kalau asumsinya dari awal bisa
> 16e ... tentu berani juga pasang harga lelang tinggi bukan?
> 
> 
> Nah ... dalam kondisi seperti ini ... apakah operator2 pemenang itu bisa
> sepakat untuk minta spesifikasi dirubah ke 16e? Bisa jadi ... yg berasumsi
> 16d akan protes ... karena bisa saja dia menang juga di daerah "gemuk" ...
> kalau pakai asumsi yg sama ...
> 
> 
> Dilain pihak ... ada sekian (2) vendor yg siap teknologi 16d, dan ada 1
> vendor yg siap di teknologi 16e. Ini vendor lokal yg memang benar punya Tim
> Pengembang lah ... bukan sekedar TKDN akal2an saja ...
> 
> Dan motivasi kenapa BWA tertunda dibuka ya karena menunggu industri dalam
> negerinya siap! Makanya ada aturan TKDN segala ... yg sebenarnya juga sudah
> dipermasalahkan di WTO.
> 
> Begitu kira2 kondisinya saat ini .... .
> 
> Lalu kita mau pilih mana? Buka saja keran produk import? Terapkan LTE saja
> sekalian ... sekarang ;-)
> 
> 
> 
> salam,
> 
> -ai-
> 
> 
> 
> 
> 
> 2010/10/25 Achmad Chamdani Eka P. 
> 
> > Sebenarnya yang mendorong adanya revisi ini adalah operator.
> > Sayangnya pemerintah tidak terlalu respon. Saya mengerti bahwa sudah
> > ada pembuat perakat Wimax 16d yang telah investasi. Tapi, apa salahnya
> > mereka juga mencoba membuat 16e ? Terlalu sarat masalah politis.
> >
> >
> > Adi Indrayanto wrote:
> >
> > Kalau semua pihak setuju termasuk pemerintah (dimana disitu bukan hanya ada
> > Kominfo tapi juga DepKeu), ya tidak ada masalah ....
> >
> > Kalau ada satu yg tidak setuju ... penyelesaian akan terjadi di meja hijau
> > :-(
> >
> > salam,
> >
> > -ai-
> >
> >
> > 2010/10/25 Achmad Chamdani Eka P. 
> >
> >> Revisi kontrak tsb sebenarnya yang meminta kan justru operator
> >> sebagai pihak yang memenangkan lelang. Mereka harus membayar
> >> alokasi frekuensi atas undangan pemerintah. Nyatanya barang yang
> >> ditawarkan
> >> tsb. tidak visible untuk diimplementaskan (dari kacamata bisnis).
> >> Sehingga operator tidak bisa mengembalikan dana investasinya.
> >> Kalau keduabelah pihak setuju merevisi, bukankah OK ?
> >>
> >>
> >>
> >> Adi Indrayanto wrote:
> >>
> >> Yg lebih kecil sebenarnya LTE malah ... ;-)
> >>
> >> Kenapa BRTI dan Kominfo tidak segera merevisi? Karena ada masalah legal
> >> ... kontrak yg sudah terjadi untuk alokasi frekuensi yg sudah dilelang.
> >> Memangnya mudah merubah kontrak?
> >>
> >> Siapa yg mau kena KPK atau BPK?
> >>
> >> salam,
> >>
> >> -ai-
> >>
> >>
> >> 2010/10/25 Achmad Chamdani Eka P. 
> >>
> >>> Saya tidak tahu apakah ada masalah politis dibalik ini sehingga BRTI dan
> >>> kominfo tidak segera
> >>> merevisi lisensi 16d --> 16e. Mungkin ada perusahaan (kalau nggak salah
> >>> 2, tetapi yang "katanya"
> >>> sudah mass pro 1), yang sudah invest untuk 16d. Bisa dicek sendiri
> >>> operator enggan untuk
> >>> deploy 16d, karena disamping faktor teknologi yang sudah ketinggalan,
> >>> juga perakat yang lebih
> >>> besar dan mahal (tidak sellable). 16e, investasi lebih murah, karena
> >>> mobile lebih menarik. Dan
> >>> perusahaan seperti Xirka sudah mendapat TKDN, dan siap mensupport
> >>> perakatnya.
> >>>
> >>> Uji teknis 16e yang dilakukan mereka cukup memuaskan operator. Tinggal
> >>> bagaimana pemerintah
> >>> segera merevisi lisensi ini, atau aplikasi Wimax di Indonesia akan
> >>> tertunda seperti sekarang ini.
> >>>
> >>>
> >>>
> >>> Salam.
> >>>
> >>>
> >>> Bambang Winarto wrote:
> >>>
> >>> Yth Pak Soemitro,
> >>> Saya jadi merasa bodoh sekalk, baru tahu kalau ternyata Wimax 16d itu
> >>> tidak bisa dilanjutkan dg modifikasi tertentu (upgrade atau enhancement) 
> >>> ke
> >>> 16e. Betul begini yang bapak maksud dgn tidak backward compatible? Bahkan 
> >>> di
> >>> sisi masyarakat pengguna juga CPEnya 16d tidak bisa dipakai untuk 16e?
> >>> Sementara kita tahu bahwa Berca dan Lippo, at least mereka ini yang saya
> >>> ketahui , sudah melakukan deployment Wimax di wilayah yang lisensinya
> >>> dimiliki oleh mereka. Kalau katakan kita abaikan dulu unsur kepentingan
> >>> investor, yang katakanlah kita boleh anggap selalu memiliki cara2 
> >>> berhitung
> >>> untuk menyelamatkan investasinya, tetapi bagaimana dengan kepentingan
> >>> masyarakat pengguna? Kalau teknologi 16d secara teknis tidak bisa 
> >>> memberikan
> >>> layanan yang baik, maka apakah menurut Bapak user dirugikan? Saya rasa 
> >>> kalau
> >>> toh dirugikan sifatnya tidak langsung, mereka akan selalu memiliki opsi
> >>> untuk membeli layanan tsb atau tidak. Saya dengar layanan Wimax di 
> >>> Sumatera
> >>> misalnya diarahkan untuk mengambil pangsa pasar broadband dari tangan
> >>> penguasaan Telkom. Mungkin saja secara bisnis dalam waktu 2 atau 3 tahun 
> >>> max
> >>> investasi mereka sudah kembali modal? Jika demikian saya bisa mengerti
> >>> mengapa mereka berani deploy system ini dan kenyataannya mereka sungguh
> >>> cepat memproses deployement tsb.
> >>> Jika tiba saatnya untuk deploy teknologi 16e, gimana dampaknya?
> >>> Mau tidak mau Berca dan Lippo akan tetap sebagai operator di wilayah
> >>> tsb....? Artinya mau tidak mau user/ masyarakat tetap harus menunggu 
> >>> sampai
> >>> para investor yang biasanya "baik" hatinya itu untuk melakukan deployement
> >>> system 16e.
> >>>
> >>> Sampai disini saya jadi bingung soalnya sudah keburu menghadapi keadaan
> >>> yang sudah setengah salah tetapi sudah tidak bisa dirubah lagi. Betul kan
> >>> Pak Mitro, keadaan ini, bahwa lisensi sudah diberikan kepada investor yang
> >>> sudah menduduki operating frequency di masing2 wilayah kerja mereka sudah
> >>> membuat pemerintah terikat tidak bisa memindahkan lisensi ke badan lain?
> >>> Menarik ya kalau ditilik dari logika bisnis. Karena sudah rahasia umum 
> >>> kalau
> >>> teknologi 16d adalah teknologi yang sudah ketinggalan, mestinya sudah 
> >>> tidak
> >>> ada lagi yang akan membeli......eh tahu2 pemerintah Indonesia mengadakan
> >>> lelang frekuensi untuk Wimax ,khususnya yang 16d.....kalau saya pabrikan 
> >>> ya
> >>> kesempatan untuk masih bisa dapat revenue maka saya akan banting harga.
> >>> Iinvestor pasti bisa membeli peralatan dengan harga yang sangat murah,
> >>> tetapi bisa saja saya pasang harga dalam perhitungan business plan
> >>> perusahaan dengan harga standard........silahkan dilanjutkan.
> >>>
> >>> Salam,Bambang
> >>>
> >>> Sent from my amazing iPad
> >>>
> >>> On 24 Okt 2010, at 20:26, "Sumitro Roestam" 
> >>> wrote:
> >>>
> >>> Pak Adi dan Kawan2 yth,
> >>>
> >>> 1. Setahu saya keputusan standar 16d indonesia dibuat thn 2008, padahal
> >>> thn 2005 WiMAX Forum sudah menyatakan menghentikan pengembangannya dan
> >>> mengganti dgn 16e yg TIDAK BACKWARD COMPATIBLE dgn 16d.
> >>>
> >>> 2. Kalau sikon berubah, mengapa kita tidak boleh mengubah peraturan itu,
> >>> karena ada resiko finansial yg besar (gagal), dan tidak ada Roadmap
> >>> Teknologi dan Layanan (pelanggan/masyarakat dirugikan, sudah bayar mahal,
> >>> produk dan layanannya inferior, dan tidak ada jaminan penggunaannya, sebab
> >>> kalau operator pilih teknologi yg lebih maju, maka CPE-nya harus ganti 
> >>> baru)
> >>>
> >>> 3. Memilih 16e jauh lebih baik dari pada 16d, sebab produk lebih banyak
> >>> fitur2nya, harga lebih murah karena didukung ecosystem industri, serta 
> >>> punya
> >>> Roadmap Teknologi dan Layanan menuju ke 16m dan LTE Advanced.
> >>>
> >>> 4. Kalau mau pilih 16m langsung atau LTE, maka harus tunggu beberapa
> >>> tahun lagi, sebab belum ada yg siap komersiil made in Indonesia. Untuk LTE
> >>> maka kita harus bayar lisensi atau patent, sebab itu produk proprietary.
> >>> Sedangkan sekarang sudah siap 7-vendor lokal yg siap supply 16e.
> >>>
> >>> Kenapa tidak segera memutuskan mengadopsi standar 16e, because window of
> >>> opportunity WiMAX is closing fast....
> >>>
> >>> Wassalam,
> >>> S Roes tam
> >>>
> >>> Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung
> >>> Teruuusss...!
> >>> ------------------------------
> >>> *From: * Adi Indrayanto 
> >>> *Sender: * [email protected]
> >>> *Date: *Sun, 24 Oct 2010 19:57:29 +0700
> >>> *To: *
> >>> *ReplyTo: * [email protected]
> >>> *Subject: *[indonesia] Re: Apakah 1G, 2G, 3G dan 4G? WiMAX 16e dan LTE
> >>> adalahTeknologi 4G. Pentingnya sebuah Roadmap.
> >>>
> >>>
> >>> Pak Roestam ... akan tidak bijaksana kalau menilai suatu keputusan yg
> >>> dibuat sebelumnya dgn standar hari ini.
> >>>
> >>> Saat kebijakan pengembangan 16d diterapkan pemerintah, saat itu 16e belum
> >>> selesai ... bahkan mungkin semua juga sedang berlomba membuat 16d.
> >>> Indonesia memang agak terlambat memulai pengembangan teknologi ini, tapi
> >>> jauh lebih baik dari sebelumnya ... saat teknologi GSM dikembangkan dan
> >>> masuk Indonesia, benar2 kita ini hanya sebagai "tukang instal". Tidak ada
> >>> satupun terbentuk ekosistem GSM ... kecuali perangkat pendukung seperti
> >>> antenna, tower, dan PSU.
> >>>
> >>> Knowing this condition, pemerintah mencoba merubah strategi dgn
> >>> "memproteksi" industri telekomunikasi yg sedang terpuruk semenjak paska 
> >>> orde
> >>> baru. Saat itu ... yg terlihat peluangnya adalah 16d ... . Kemudian
> >>> industri diberi kesempatan utk mengembangkannya.
> >>>
> >>> Kondisi Indonesia memang "parah" kalau bicara ekosistem industri. Jadi
> >>> prosesnya pun tidak mudah ... . Jadi memang ada keterlambatan industri 
> >>> kita
> >>> untuk masuk ke pengembangan teknologi ini.
> >>>
> >>> Ternyata ... dunia tidak juga mengadopsi 16d ... dan mulai mengembangkan
> >>> 16e. Ini pun ... saat ini masih belum banyak juga yg gelar 16e bukan? 
> >>> Entah
> >>> apakah 5 tahun lagi akan ada lagi standar lain yg akan mementahkan 16e 
> >>> ini.
> >>> Nanti anda akan tulis lagi ... 16e obsolete mari ke LTE atau yg lain ;-)
> >>>
> >>> Awalnya pemerintah melakukan strategi dgn melakukan proteksi via
> >>> "spesifikasi khusus", karena proteksi tax barrier sudah tidak dapat
> >>> diterapkan di era Free Trade. Bahkan sebenarnya, kosnep TKDN pun tidak 
> >>> akan
> >>> bisa dipertahankan terlalu lama ...
> >>>
> >>> Terlepas dari standar 16d,16d, 16m, LTE yg bisa berubah setiap masa ..
> >>> dan dgn kondisi Indonesia seperti ini ... seandainya ada keinginan untuk
> >>> menumbuhkan industri perangkat telekomunikasi di Indonesia ... menurut 
> >>> anda
> >>> ... apa strategi yg harus ditempuh?
> >>>
> >>> Menyalahkan kebijakan masa lalu ... paling mudah ... apalagi dgn standar
> >>> hari ini. Tapi ... adakah kita punya alternatif ... seandainya ... anda yg
> >>> di posisi pemerintah ... untuk menumbuhkan industri perangkat 
> >>> telekomunikasi
> >>> ?
> >>>
> >>> Apa kiat anda pak ....
> >>>
> >>>
> >>> salam,
> >>>
> >>> -ai-
> >>>
> >>>
> >>> 2010/10/24 Sumitro Roestam 
> >>>
> >>>> Pak Adi Indrayanto DKK yth,
> >>>>
> >>>> Saya paling setuju dgn paragraf terakhir posting anda: yg akhirnya
> >>>> menentukan laku tidaknya sebuah produk di pasar adalah soal harga dan
> >>>> fitur2nya yg lebih unggul.
> >>>>
> >>>> Harga bisa lebih murah kalau didukung oleh ecosystem industri DN dan LN.
> >>>>
> >>>> WiMAX 16d sudah dihentikan pengembangannya di LN, sehingga ecosystem
> >>>> komponen2 pendukungnya ex LN menjadi mahal, sedangkan ecosystem industri 
> >>>> DN
> >>>> nya masih belum terbentuk, sehingga harga equipment dan CPE nya mahal, 
> >>>> tidak
> >>>> komptitif thdp produk sejenis dan substitusi.
> >>>>
> >>>> Selain itu, 16d punya fitur2 yg inferior, tidak akan kompetitif.
> >>>>
> >>>> WiMAX 16e punya Roadmap menuju ke 16m dan LTE Advanced yg backward
> >>>> compatibel.
> >>>>
> >>>> 16e punya banyak fitur2 unggul, ada ecosystem yg mendukung, sehingga
> >>>> harganya akan murah dan kompetitif.
> >>>>
> >>>> Backward compatibility menjadi sebuah keharusan untuk Standards
> >>>> Internasional yg harus dijamin oleh para vendors/manufacturers. Ini yg
> >>>> penting, soal pelaksanaannya silahkan dibaca di dokumen standards 
> >>>> masing2.
> >>>>
> >>>> WiMAX 16e memang kelompok standar baru yg dijamin forwad compatibility
> >>>> nya ke 16m dan LTE Advanced. 16e sudah dinyatakan tidak backward 
> >>>> compatible
> >>>> dgn 16d, karena pakai teknologi yg lebih maju, ada subcarrier, roaming,
> >>>> hand-over, antena MIMO yg tidak ada di 16d. Oleh karena itu memilih 16d
> >>>> sebagai standar nasional Indonesia adalah sebuah kesalahan. Sudah minim
> >>>> fitur, inferior produk, harga CPE akan mahal, tidak punya Roadmap 
> >>>> teknologi
> >>>> dan layanan ke depan, kok malah dipilih.
> >>>>
> >>>> Para advocators 16d berfikir bahwa kalau Indonesia pilih standar yg beda
> >>>> dari lainnya, maka vendor luar tidak bisa masuk. Tetapi sayangnya yg 
> >>>> dipilih
> >>>> adalah produk yg inferior, sehingga tidak akan mampu bersaing dgn produk2
> >>>> existing di Indonesia yg sejenis atau produk substitusinya. Apalagi 
> >>>> harganya
> >>>> lebih mahal. Advocators ini juga kurang memperhatikan aspek2 persaingan
> >>>> bisnis, hanya mengandalkan dukungan regulasi yg mendistorsi free
> >>>> competition.
> >>>>
> >>>> Padahal free competition dan free market sudah berjalan lama di
> >>>> Indonesia, yg telah membuat tarif produk jasa telematika menjadi murah 
> >>>> dan
> >>>> terjangkau masyarakat.
> >>>>
> >>>> Semoga bermanfaat.
> >>>> Wassalam,
> >>>> S Roestam
> >>>>
> >>>> Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung
> >>>> Teruuusss...!
> >>>> ------------------------------
> >>>> *From: * Adi Indrayanto 
> >>>> *Sender: * [email protected]
> >>>> *Date: *Sun, 24 Oct 2010 18:47:35 +0700
> >>>> *To: *
> >>>> *ReplyTo: * [email protected]
> >>>> *Cc: *; ; < >>>> [email protected]>; 
> >>>> *Subject: *[indonesia] Re: Apakah 1G, 2G, 3G dan 4G? WiMAX 16e dan LTE
> >>>> adalah Teknologi 4G. Pentingnya sebuah Roadmap.
> >>>>
> >>>>
> >>>> Pak Roestam ... sebenarnya pada dasarnya teknologi baru kita sering
> >>>> menjadi "disruptive technology" bagi yg sebelumnya. Dan ini tidak terkait
> >>>> dgn backward compatibility. Jarang sekali teknologi baru yg backward
> >>>> compatibility dari sisi teknologinya. Itu adalah "strategi" perusahaan yg
> >>>> akan mengadaposi teknologi baru agar bisa digunakan oleh pengguna yg 
> >>>> sudah
> >>>> terlanjut menggunakan teknologi sebelumnya.
> >>>>
> >>>> Contoh. Apakah ada teknologi dalam 2G, 3G yg compatible dgn sebelumnya?
> >>>> Tidak ada yg kompatible, baik GSM, GPRS, EDGE, HSPA, apalagi LTE yg
> >>>> menggunakan teknologi OFDMA. Teknologi2 terkini pasti disruptive dgn yg
> >>>> sebelumnya. Windows Vista disruptive terhadap Windows 95 misalnya. Tapi 
> >>>> ...
> >>>> kebijakan vendor itu lah untuk tetap membuat teknologi yg berbeda ... 
> >>>> bisa
> >>>> berjalan parallel.
> >>>>
> >>>> Backward compatible yg dimaksudkan sebenarnya adalah, 2 teknologi yg
> >>>> berbeda ... berada dalam kotak yg sama dgn interface yg sama. Tapi 
> >>>> dalamnya
> >>>> teknologi yg digunakan berbeda.
> >>>>
> >>>> Jadi ... saat vendor akan memperkenalkan teknologi yg "katanya" backward
> >>>> compatible, sebenarnya dia menaruh 2 teknologi yg berbeda dalam kotak yg
> >>>> sama ;-) Bukan kah ini yg dilakukan oleh vendors dalam kelompok 3GPP
> >>>> terhadap 2G, 3G, dan nanti 4G. Isi LTE jauh lebih dekat dgn WiMAX 
> >>>> daripada
> >>>> HSPA atau GPRS ;-)
> >>>>
> >>>> Bedanya dgn WiMAX apa? Karena WiMAX adalah "pemain" baru ... yg tumbuh
> >>>> bukan dari kelompok Telco ... tapi dari kelompok IT. WiMAX lebih cocok
> >>>> dikatakan sebagai evolusinya WiFi ... dan punya akar sejarah yg berbeda.
> >>>>
> >>>> Karena WiMAX pemain baru, jadi belum punya "preseden", sehingga apa yg
> >>>> mau di backward compatibilitikan ... wong belum pernah ada operator WiMAX
> >>>> sebelumnya ;-) Kecuali, kita mau lihat operator WiFi sebagai industri pra
> >>>> WiMAX.
> >>>>
> >>>> Kalau mau backward compatible antara 16d dan 16e, ya dimasukkan saja 2
> >>>> teknologi itu ke dalam satu kotak ... sama dgn yg lain di group 3GPP ... 
> >>>> .
> >>>> Masalahnya ... karena toh perangkat 16d belum sempat tergelar cukup 
> >>>> banyak
> >>>> ... sehingga masalah compatibility tidak menjadi isu kalau mau 
> >>>> implementasi
> >>>> 16e. Tapi ... urusan akan berbeda ... kalau 16d sempat populer ... dan 
> >>>> 16e
> >>>> perlu masuk sebagai teknologi baru ... maka perlu konsep "backward
> >>>> compatibility".
> >>>>
> >>>> Pandangan lain ... bisa jadi 16d memiliki target dan sejarah yg berbeda
> >>>> dgn 16e. Mungkin 16d akan lebih cocok kalau dikaitkan dgn sejarah
> >>>> perkembangan WiFi .. (802.11) ... walaupun 802.11 masih terus berevolusi 
> >>>> di
> >>>> jalurnya sendiri juga. Mirip dgn 2G GMS yg sampai hari ini masih 
> >>>> berevolusi
> >>>> ... walaupun sudah ada 3G. Tapi 3G belum bisa menggantikan 2G utk voice
> >>>> bukan? Apakah 4G LTE nanti akan menggeser 2G? Sy menduga tidak juga ... .
> >>>> Yg terjadi adalah ... 4G akan masuk ke penggunaan yg berbeda dgn 2G. 
> >>>> Kecuali
> >>>> ... nanti saat VOIP bisa sama sekali menggeser voice.
> >>>>
> >>>> Yg menarik dicermati adalah ... nasib ADSL. Kira-kira teknologi apa yg
> >>>> akan menggantikan posisinya? Apakah FO? Di Indonesia sepertinya gelar 
> >>>> media
> >>>> fisik masih lebih costly dibandingkan yg wireless ...
> >>>>
> >>>> Bisa jadi ... kandidat kuat berikutnya .. kalau bukan tetap WiFi yg
> >>>> jangkauannya terbatas dan frekuensinya yg bebas ... ya WiMAX 16d ...
> >>>> seandainya 16e akan lebih ke arah mobility ...
> >>>>
> >>>> At the end of the day ... yg menentukan sebuah teknologi "menang" di
> >>>> pasar adalah masalah ... price. Berapa harga yg harus ditanggung pengguna
> >>>> untuk sebuah teknologi ..... . Teknologi mana dgn features yg "cukup" dan
> >>>> harga yg "layak" (baca: murah) ... yg masuk duluan ke pasar ... itu yg 
> >>>> akan
> >>>> menjadi trend.
> >>>>
> >>>> Terkait dgn penguasaan teknologi, LTE pun bisa saja dikuasai. Masalah
> >>>> patent? Ya beli saja ... kalau hitung2annya jelas kan tidak masalah.
> >>>> Memangnya yg tanpa patent dijamin lebih murah? Tidak juga ;-)
> >>>>
> >>>>
> >>>> salam,
> >>>>
> >>>> -ai-
> >>>>
> >>>>
> >>>>
> >>>> 2010/10/24 S Roestam 
> >>>>
> >>>>> Kawan2 Milis Yth,
> >>>>>
> >>>>> Kesimpulan dari ratusan diskusi di ABI Research, sebuah perusahaan
> >>>>> Market Research Intelligence​ di AS akhirnya menyimpulkan bahwa *WiMAX
> >>>>> 16e dan LTE merupakah Teknologi 4G, dan ITU sudah menetapkan 4G itu 
> >>>>> sebagai
> >>>>> Standar untuk International Mobile Telecommunications 2000 Advanced
> >>>>> (IMT-2000 Advanced).* Sedangkan 3G termasuk IMT-2000. Penyebutan 1G,
> >>>>> 2G, 3G dan 4G sebenarnya adalah istilah yang dipakai dalam kerangka
> >>>>> pemasaran kelompok produk-produk teknologi untuk layanan jasa Mobile
> >>>>> Wireless, namun istilah-istilah itu juga didasarkan atas jenis-jenis
> >>>>> Antarmuka Udara (Air Interface) untuk menghubungkan HP dengan pemancar 
> >>>>> BTS
> >>>>> sebagai berikut:
> >>>>>
> >>>>> * 1G - memakai interface Analog, Frequency Division
> >>>>> * 2G - memakai interface Digital, Frequency Division dan Time Division
> >>>>> (TDMA)
> >>>>> * 3G - memakai interface Frequency Division dan Code Division (CDMA)
> >>>>> * 4G - memakai interface Orthogonal Frequency Division (OFDM/OFDMA)
> >>>>>
> >>>>> AMPS (Advanced Mobile Phone Service) adalah teknologi mobile telephon
> >>>>> generasi pertama (1G) yang masih menggunakan system analog FDMA 
> >>>>> (Freqwency
> >>>>> Division Multiple Access). AMPS beroperasi pada frekwensi 800 MHz, 821 
> >>>>> – 849
> >>>>> MHz untuk base station receiving dan 869 – 894 MHZ untuk base station
> >>>>> transmitting. Karena memakai interface analog, maka kapasitasnya sangat
> >>>>> terbatas. Sistem ini mulai beroperasi pada tahun 1981.
> >>>>>
> >>>>> Generasi 1G lainnya adalah The Nordic Mobile Telephone (NMT) system
> >>>>> dikembangkan oleh the telecommunications administrations of Sweden, 
> >>>>> Norwegia
> >>>>> , Finlandia, dan Denmark untuk menciptakan compatible mobile telephone
> >>>>> system di negara Nordic. Yang pertama adalah NMT 450 cellular system
> >>>>> tersedia di tahun 1981.
> >>>>>
> >>>>> Kedua sistem 1G tersebut diatas dipakai di Indonesia sejak akhir tahun
> >>>>> 1980-an.
> >>>>>
> >>>>> Untuk sistem 2G, GSM muncul pada pertengahan 1991 dan akhirnya
> >>>>> dijadikan standar telekomunikasi selular untuk seluruh Eropa oleh ETSI
> >>>>> (European Telecomunication Standard Institute). Pengoperasian GSM secara
> >>>>> komersil baru dapat dimulai pada awal kuartal terakhir 1992 karena GSM
> >>>>> merupakan teknologi yang kompleks dan butuh pengkajian yang mendalam 
> >>>>> untuk
> >>>>> bisa dijadikan standar.
> >>>>>
> >>>>> GSM beroperasi pada pita frekwensi 1800 MHZ. Pemakaian GSM kemudian
> >>>>> meluas ke Asia dan Amerika, termasuk Indonesia. Indonesia awalnya
> >>>>> menggunakan sistem telepon selular analog yang bernama AMPS (Advances 
> >>>>> Mobile
> >>>>> Phone System) dan NMT (Nordic Mobile Telephone). Namun dengan hadir dan
> >>>>> dijadikannnya standar sistem komunikasi selular membuat sistem analog
> >>>>> perlahan menghilang, tidak hanya di Indonesia, tapi juga di Eropa. 
> >>>>> Pengguna
> >>>>> GSM pun semakin lama semakin bertambah. Pada akhir tahun 2005, 
> >>>>> pelanggan GSM
> >>>>> di dunia telah mencapai 1,5 triliun pelanggan. Akhirnya GSM tumbuh dan
> >>>>> berkembang sebagai sistem telekomunikasi seluler yang paling banyak
> >>>>> digunakan di seluruh dunia.
> >>>>>
> >>>>> Untuk generasi 2G ini juga dikembangkan sistem seluler CDMA dengan
> >>>>> spesifikasi Interim Standard-95 (IS-95), dimana produknya yang terkenal 
> >>>>> di
> >>>>> AS bernama cdmaONE.
> >>>>>
> >>>>> Standar 2G CDMA tersebut diatas kemudian berkembang ke 3G yang di
> >>>>> Indonesia dikenal dikenal dengan nama CDMA 2000 1X (1-carrier). Roadmap
> >>>>> produk CDMA ini di 3G adalah CDMA 2000 1X EVDO Release 0 dan Rev A. 
> >>>>> Kemudian
> >>>>> standar ini berkembang ke Generasi 4G, yaitu CDMA 2000 1X EVDO Rev B dan
> >>>>> EVDO Multicarrier, dan akhirnya ke DO Advanced atau 1X Advanced, yang
> >>>>> kompatibel dengan LTE Advanced, dimana kecepatan transmisinya makin 
> >>>>> tinggi,
> >>>>> sedangkan latency-nya (delay-time) makin mengecil untuk menghasilkan
> >>>>> kapasitas jumlah pelanggan yang makin besar.
> >>>>>
> >>>>> Roadmap untuk generasi 2G GSM adalah GPRS (2.5G), EDGE (3G), HSDPA
> >>>>> (3.5G), HSPA+ (3.9G) dan akhirnya ke LTE (4G).
> >>>>>
> >>>>> *Untuk kelompok produk WiMAX 16e yang sudah termasuk kedalam Generasi
> >>>>> 4G, Roadmapnya adalah WiMAX 16m (=WiMAX 2) dan kemudian ke LTE Advanced.
> >>>>> *
> >>>>>
> >>>>> *Untuk produk WiMAX 16d yang awalnya dikembangkan oleh WiMAX Forum,
> >>>>> telah diputuskan bahwa produk ini dihentikan pengembangannya sampai 
> >>>>> disini
> >>>>> saja pada tahun 2005, dan digantikan oleh WiMAX 16e yang tidak backward
> >>>>> compatible dengan WiMAX 16d. Ini artinya WiMAX 16d sudah tidak punya 
> >>>>> Roadmap
> >>>>> masa depan.*
> >>>>>
> >>>>> *Roadmap Teknologi dan Layanan sebuah produk adalah sangat penting
> >>>>> dalam bisnis telekomunikasi seluler masa kini, sebab dengan adanya 
> >>>>> Roadmap
> >>>>> ini para pelangan djiamin oleh Operator/Vendor bahwa HP atau produk yang
> >>>>> telah dibeli masih akan dapat dipakai untuk jangka panjang, walaupun
> >>>>> Operator berpindah ke Generasi berikutnya. Contoh nyata adalah produk2
> >>>>> Generasi 2G tersebut diatas masih tetap dapat dioperasikan, walapun 
> >>>>> Operator
> >>>>> sudah meningkatkan teknologinya ke 3G dan nantinya ke 4G (LTE).*
> >>>>>
> >>>>>
> >>>>> *Adalah sebuah keanehan bilamana suatu negara menetapkan pengembangan
> >>>>> sebuah Industri jangka panjang, tanpa menetapkan Roadmap Teknologi dan
> >>>>> Layannya, dan tanpa ada Business Plan yang Comprehensive yang 
> >>>>> menjabarkan
> >>>>> analisis pilihan teknologi, finansial dan bisnis masa depannya.*
> >>>>>
> >>>>> *Kita perlu belajar dari pengalaman negara maju Korea yang
> >>>>> mengembangkan industri WiMAX WiBro DN-nya, yang awalnya berbeda dengan
> >>>>> standar internasional, namun akhirnya terpaksa menyesuaikannya dengan
> >>>>> standar Internasional WiMAX Forum WiMAX 16e, agar memiliki Roadmap yang
> >>>>> sudah baku untuk dapat menjual produknya di pasar LN.*
> >>>>>
> >>>>> *Jadi kalau Indonesia mau mengembangkan Industri DN WiMAX, maka yang
> >>>>> paling tepat adalah memulainya dengan produk WiMAX 16e, bukan 16d.*
> >>>>>
> >>>>> *Ada yang mengatakan bahwa kita kembangkan LTE saja. Ini langkah
> >>>>> keliru, karena LTE itu adalah produk Proprietary, sudah di-paten-kan, 
> >>>>> jadi
> >>>>> harus beli lisensinya. Sedangkan WiMAX bukan produk proprietary, jadi 
> >>>>> lebih
> >>>>> fisibel untuk industri DN, karena tidak harus bayar lisensi dan royalty.
> >>>>> *
> >>>>>
> >>>>> Lagipula sudah ada manufaktur Chipset WiMAX 16e yang di-disain vendor
> >>>>> nasional, yaitu XIRCA di Bandung, dan yang telah meng-export produk itu 
> >>>>> ke
> >>>>> mancanegara.
> >>>>>
> >>>>> Semoga informasi ini menjadi masukan buat para Pengambil Kebijakan
> >>>>> Industri DN Indonesia, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa dan negara 
> >>>>> yang
> >>>>> kita cintai.
> >>>>>
> >>>>> Silahkan ditanggapi dan diberikan saran-saran yang positif.
> >>>>> Wassalam,
> >>>>> S Roestam
> >>>>> http://wirelesstekno.blogspot.com
> >>>>> http://mastel.wordpress.com
> >>>>
> >>>>
> >>>>
> >>>
> >>>
> >>
> >>
> >
> >
> 
> 

--
Berlombalah dalam karya, bersinergi, terapkan kaidah ilmu/teknologi serta
kasih sayang dan manfaat untuk seisi alam, demi kebahagiaan dunia dan akhirat.

Info pengelolaan milis Indonesia next better :
http://pub.nextbetter.net/files/milist-indonesia-info.txt

Kirim email ke