jadi monggo dilihat semua history dulu sebelum keburu ngusul
bunker2 ini sdh banyak di bangun dengan berbagai teori design ... tetapi
efektifitas nya masih belum terbukti ... bahkan bukti nya selama ini malah
negiatif
masyarakat masih memilih ngungsi ... walau ngungsi pun mereka lakukan di
saat akhir2 saja dengan penuh kepanikan
masyarakat gunung masih percaya keberpihakan gunung dan alam pada hidu
mereka yang memnag sudah menyatu padu dengan alam sekitar.

2010/11/1 Tri Basoeki Soelisvichyanto <[email protected]>

> Mas Roestam yds,
>
> Terlepas hal ini masih belum sempurna atau masih perlu ditambah dg
> pertimbangan2 lain.
> Apakah "teknologi" penyempurnaan bunker ini sudah di sounding ke badan
> vulkanologi?
>
> Sy pikir ini harus seger di sounding kepada mereka, inparalel disempurnakan
> teknologi/ design bunkernya oleh para ahli.
>
> Time is critical and time is the essence dalam kondisi contingency gunung
> berapi saat ini..
>
> Salam
>
> Tribas/TK97
>
> -----Original Message-----
> From: "Sumitro Roestam" <[email protected]>
> Sender: [email protected]: Mon, 1 Nov 2010 00:21:04
> To: <[email protected]>
> Reply-To: [email protected]
> Subject: [indonesia] Re: Bagaimanakan menghindarkan korban2 LetusanGunung
> Merapi? Bunkertahan Api.
>
> Pak Irsal DKK Yth,
>
> Yang di radius 0-5 km terlalu riskan, sebab salah2 yg turun bukan hanya
> wedus gembel, tetapi disertai batu2an besar dan lahar panas.
> Kalau diatas 5 km, paling banter adalah sisa2 wedus gembel yg sudah mulai
> dingin setelah menempuh jarah 5 km.
>
> Ini mengurangi jumlah pengungsi sekitar 50%, mengurangi ongkos pulang-pergi
> menengok rumah mereka tiap hari, dan masih bisa cari nafkah secara normal.
>
> Semoga dapat mengurangi beban biaya, moral, dan penderitaan para pengungsi
> serta relawan2.
>
> Wassalam,
> S Roestam
>
> Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung
> Teruuusss...!
>
> -----Original Message-----
> From: [email protected]
> Sender: [email protected]: Sun, 31 Oct 2010 14:57:58
> To: <[email protected]>
> Reply-To: [email protected]
> Subject: [indonesia] Re: Bagaimanakan menghindarkan korban2 LetusanGunung
> Merapi? Bunkertahan Api.
>
> Berarti masih ada penduduk yg harus diungsikan dong...yg 0-5 km..atau
> saling berbutan bunker krn kondisi panik,...dan masih perlu tempat
> pengungsian seperti sekarang.  Saya pikir janganlah mengambil risiko dg
> menantang alam yg tidak kita ketahui berapa besar kedasyatannya. Pengungsia,
> walaupun harus ber miles-miles..tetaplah jalan terbaik buat menghindari
> risiko. Yang penting pemerintah menyiapkan jalur2 yg aman utk melakukan
> pengungsian ketika ada bencana alam.
>
> Salam,
>
> -Irsal
> The true sign of intelligence is not knowledge, but imagination.
> #Albert Einstein
>
> -----Original Message-----
> From: S Roestam <[email protected]>
> Sender: [email protected]: Sun, 31 Oct 2010 20:13:29
> To: <[email protected]>
> Reply-To: [email protected]
> Subject: [indonesia] Re: Bagaimanakan menghindarkan korban2 Letusan
>  Gunung Merapi? Bunkertahan Api.
>
> Pak Bandung Winardijanto, Pak Mukhlason, Pak Ida Bagus dan Kawan2 Yth,
>
> Terimakasih atas masukan-masukannya.
> Kita perlu mengurangi optimisme awal, yaitu dengan menetapkan wilayah
> radius lingkungan perumahan penduduk dari 3 km menjadi 5 km keatas,
> serta bukan dilokasi dekat sungai atau lembah tempat biasa lewatnya
> lahar panas atau material dan guguran batu-batuan gunung Merapi.
>
> Dengan demikian persoalannya menjadi lebih sederhana, hanya menghadapi
> awan panas atau 'wedus gembel" yang jalannya tidak terlalu cepat, hanya
> secepat kencangnya angin yang mendorongnya.
>
> Dengan demikian para penduduk di lingkaran 5 km keatas masih punya
> cukup waktu untuk masuk ke Bunker Perlindungan, setelah mendengar
> gemuruhnya letusan gunung Merapi.
>
> Soal berapa lama wedus gembel itu akan mendingin, perlu melihat
> kenyataan dilapangan, dimana perkiraan saya tidak lebih dari 30 menit,
> asalkan ini hanyalah awan panas atau wedus gembel saja. Makanya kita
> tetapkan wilayah yang dapat diselamatkan adalah radius diatas 5 km.
>
> Kita perlu pula menyediakan supply oxygen secukupnya, kalau 1-keluarga
> yang berjumlah 4-orang, mungkin butuh satu tangki oxygen ukuran 2 kg
> untuk misalnya 1-jam dipakai bersama oleh 4-orang (silahkan di test
> dulu di laboratorium).
>
> Semoga dapat dimanfaatkan, mengingat makin banyak saja gunung-gunung
> berapi di Indonesia yang mulai menggeliat lagi, menjadi aktif, seperti:
> gunung Sinabung, Singgalang, Kerinci di Sumatera, gunung Anak Krakatau,
> Papandayan, Slamet, Semeru di Pulau Jawa, gunung Batur di Bali, gunung
> Karangetang di Maluku, dll.
>
> Wassalam,
> S Roestam
> http://sroestam.wordpress.com
> ---------------------------------------
> ----Original Message----
> From: [email protected]
> Date: 31/10/2010 19:47
> To: <[email protected]>
> Subj: [indonesia] Re: Bagaimanakan menghindarkan korban2 Letusan
> Gunung Merapi? Bunkertahan Api.
>
> Perlu suatu pemikiran yang panjang denan pertimbangan
> -  Wedus gembel akan mencapai radius4-5 km dari puncak hanya dalam
> hitungan
> menit saja . apa masih sempet masuk bunker ?
> - Material vulkanik panas juga bisa menerjang dalam waktu menit ..
> mungkin
> sedikit lebih lama.
> -  Perlu ada sutu system monitor dari dalam bunker utk bisa memonitor
> kondisi di luar bunker setelah kejadian wedus gembel. Salah2 bunker
> udah di
> bukan sementara di luar masih belum aman
> - tidak hanya wedus gembel ... tapi material vulkanik panas pun perlu
> di
> hitung ... kekuatan bunker terhadap terjangan lava panas .. dan
> bagaimana
> membuka bunker dari dalam setelah tertimbun material vulkanik beberapa
> meter
> .. salah2 malah jadi kubuiran masal yang direncanakan
> - Perlu penimbunan bahan makanan & minuman di dala mbunker utk
> cadangan
> lebih dari seminggu
> - Perlu ada penerangan di dala bunker
> - perlu ada persediaan oxigen jika bunker akan diisi lebih dari 10
> orang utk
> lebih dari 2-3 hari perlindungan. Salah2 ... jadi kuburan masal krn
> kurang
> oxygen
> - perlu .... perlu ... perlu .. perlu .. .perlu .... apa berbagai
> perlu ini
> sdh di timbang sewaktu menulis usul .. ????
>
> Yang paling aman dan praktis .... Mengungsi sesuai saran petugas yang
> berwenang pada waktu yang di monitor bersama
>
>
>
> 2010/10/31 Mukhlason <[email protected]>
>
> > mungkin teman2 dari KBK Thermodinamika Mesin bisa menjawab tantangan
> > design ini, dengan mempertimbangkan perambatan panas yang ada dan
> > sistem isolasi panas yang murah dan mudah, dengan sumber daya bahan
> > bangunan yang ada di sekitar gunung berapi.
> >
> >
> > On 10/31/10, Bandung Winardijanto <[email protected]> wrote:
> > > sebuah usul yang baik ... cuma perlu reflekksi atas musibah
> "Bunker
> > Merapi"
> > > tahun 2006.
> > > bunker dengan ketebalan beton > 4cm dan bersekat sekat dan di
> dalam tanah
> > di
> > > kedalaman .1.5 meter
> > > alhasil 2 jiwa relawan Merapi yang tewas didalam bunker
> > > 2010/10/31 S Roestam <[email protected]>
> > >
> > >> Terimakasih Mas Tri Basoeki yth.
> > >>
> > >> Semoga ada yang mau mendengarkan usul saya ini, agar para
> pengungsi
> > >> tidak terlalu lama menderita di pengungsian, agar mereka dapat
> ber-
> > >> aktivitas sehari-hari seperti biasanya, sementara itu mereka
> sudah siap
> > >> bila sewaktu-waktu ada "wedus gembel" yang menghampiri mereka.
> > >>
> > >> Ini juga akan mengurangi kebutuhan akan sumbangan2 bagi para
> > >> pengungsi. Lebih baik uangnya dipakai untuk membangun bunker-
> bunker di
> > >> bawah lantai rumah mereka, untuk jangka waktu yang panjang.
> > >>
> > >> Wassalam,
> > >> S Roestam
> > >> http://sroestam.wordpress.com
> > >> ------------------------------
> > >>
> > >> ----Original Message----
> > >> From: [email protected]
> > >> Date: 31/10/2010 12:31
> > >> To: <[email protected]>
> > >> Subj: [indonesia] Re: Bagaimanakan menghindarkan korban2 Letusan
> > >> Gunung Merapi? Bunkertahan Api.
> > >>
> > >>
> > >> Agree mas Roestam,
> > >>
> > >> Sy setuju ide cemerlang seperti ini. Sedemikian juga tidak
> mengganggu
> > >> keimanan setiap orang.
> > >>
> > >> Bravo mas roestam, layak jd pemimpin. Semoga ! Aminnn..
> > >>
> > >> Aniway, si mbah gak mo turun bukan krn mo membangkang BH X, tapi
> bagi
> > >> beliau mungkin Raja itu masih HB IX, HB X mungkin cuma perdana
> mentri,
> > >> itupun yg sy sama yakini.
> > >>
> > >> Salam,
> > >> Tribas
> > >>
> > >> -----Original Message-----
> > >> From: S Roestam <[email protected]>
> > >> Sender: [email protected]: Sun, 31 Oct 2010 12:
> 10:
> > >> 34
> > >> To: <[email protected]>; <[email protected]>;
> > >> <[email protected]>; <[email protected]>
> > >> Reply-To: [email protected]
> > >> Subject: [indonesia] Bagaimanakan menghindarkan korban2 Letusan
> Gunung
> > >> Merapi? Bunker
> > >>  tahan Api.
> > >>
> > >> Kawan2 Anggota Milis Yth,
> > >>
> > >>
> > >>
> > >> Sang Juru Kunci Gunung Merapi yang legendaris, Mbah Maridjan,
> yang
> > >> foto-foto iklannya sampai saat ini menghiasi iklan "JOSS" bus-bus
> kota
> > >> di Ibukota Jakarta sebagai seorang yang "kuat" atau "rosa" yang
> dapat
> > >> mengendalikan perilaku Gunung Merapi agar tidak membahayakan
> penduduk
> > >> yang tinggal di kaki gunung itu, akhirnya harus menghadap Sang
> Maha
> > >> Kuasa, Allah SWT, setelah perjuangannya yang ingin tetap bertahan
> di
> > >> rumah beliau di kaki gunung itu gagal, tidak sanggup menahan
> panasnya
> > >> abu gunung itu yang mencapai lebih dari 600 derajat Celsius.
> Beliau
> > >> gugur di medan tugas dalam posisi bersujud.
> > >>
> > >> Ada anggota masyarakat yang mengusulkan agar beliau diangkat
> sebagai
> > >> seorang pahlawan bangsa, namun ada pula yang menganggap bahwa
> beliau
> > >> tidak mematuhi titah Sultan Hamengku Buwono X untuk segera turun
> gunung
> > >> untuk menghindarkan panasnya si "Wedus Gembel", awan panas yang
> akan
> > >> segera menerjang desa dimana beliau tinggal. Akibatnya ada 11
> orang
> > >> lagi yang ikut tewas bersama beliau, ketika sedang berupaya untuk
> > >> membujuk beliau agar segera turun gunung, diantaranya adalah
> wartawan
> > >> dari Viva News, anggota Polri dan anggota PMI.
> > >>
> > >> Namun ada pula anggota masyarakat yang menganggap bahwa tindakan
> > >> beliau adalah gegabah dan sombong, menentang hukum alam. Tetapi
> > >> anehnya, ada seorang tetangga beliau beserta keluarganya yang
> selamat
> > >> tanpa cacad, keluar hidup-hidup dari reruntuhan rumah mereka
> karena
> > >> sang istri mendapatkan wahyu atau bisikan Illahi untuk memakai
> mukenah,
> > >> bantal dan kasur untuk melindungi diri mereka dari panasnya abu
> gunung
> > >> Merapi. Keluarga ini adalah keluarga Bapak Ponimin yang fotonya
> telah
> > >> menghias media-media TV dan koran Nasional, sebagai seorang calon
> > >> pengganti Mbah Maridjan.
> > >>
> > >> [caption id="attachment_299" align="alignleft" width="300"
> caption="
> > >> Ponimin calon Jurukunci"][/caption]
> > >>
> > >> Ada sebagian masyarakat menganggap bahwa selamatnya Pak Ponimin
> > >> sekeluarga dari panasnya abu Gunung Merapi adalah karena suatu
> > >> mukjizat. Namun dapat pula kejadian ini dijelaskan secara ilmiah,
> > >> karena abu gunung Merapi yang panas itu setelah menyentuh bumi,
> atap
> > >> rumah, batu2an, dan pepohonan, akan mengalirkan panasnya kepada
> benda-
> > >> benda itu. Proses ini berlangsung sekitar 15-menit-an, setelah
> itu
> > >> secara hukum fisika, abu gunung itu akan turun temperatur-nya ke
> > >> temperatur udara sekelilingnya kembali, sekitar 25 derajat
> Celsius atau
> > >> kurang.
> > >>
> > >> Asalkan atap rumah atau genteng rumah tidak rontok dan jatuh
> kebawah,
> > >> maka panas dari abu Merapi itu akan berubah menjadi radiasi yang
> turun
> > >> ke bawah. Bila tubuh kita dislimuti oleh mukenah, bantal atau
> kasur,
> > >> maka radiasi panas itu tidak akan melukai tubuh kita, sebab
> radiasi
> > >> panas itu tertahan oleh bahan2 yang menghambat aliran panas,
> seperti
> > >> tersebut diatas.
> > >>
> > >> Jadi kesimpulannya, kita sebenarnya bisa membantu menyelamatkan
> para
> > >> penduduk yang tinggal di kaki gunung Merapi itu, dengan meminta
> mereka
> > >> untuk membangun bunker dibawah lantai rumah-rumah mereka dengan
> ukuran
> > >> 2 meter x 2 meter sedalam 2 meter, dimana dinding-dindingnya
> dilapisi
> > >> oleh bahan penghambat radiasi panas, seperti kapas, kain, bantal,
> kasur
> > >> atau serat silikon, dll.
> > >>
> > >> Ini sebuah langkah yang tepat, asalkan para penduduk itu tidak
> tingal
> > >> lebih dekat dari 3-km dari puncak Gunung Merapi, sebab bila
> terlalu
> > >> dekat, maka yang jatuh ke rumah2 mereka bukan "wedus gembel" atau
> awan
> > >> panas, melainkan batuan-batuan panas yang dapat menembus genteng
> dan
> > >> memecahkannya, kemudian melukai para penghuni rumah itu.
> > >>
> > >> Solusi ini mungkin lebih baik dari pada solusi yang diberikan
> pada
> > >> saat ini, dimana semua penduduk yang ada di radius 10-km dari
> Merapi
> > >> harus mengungsi untuk jangka waktu yang lama, sekitar 1-bulan,
> sampai
> > >> Gunung Merapi benarbenar beristirahat. Ini tentu akan memakan
> biaya
> > >> mahal, dan mempersulit kehidupan mereka se-hari-hari, untuk
> makan,
> > >> minum, tidur, dan bekerja mencari nafkah.
> > >>
> > >> Dengan solusi membangun bunker-bunker dibawah lantai mereka untuk
> > >> rumah-rumah diluar radius 3-km, maka mayoritas penduduk masih
> dapat
> > >> beraktivitas seperti biasanya, sementara itu mereka sewaktu-waktu
> juga
> > >> siap bersembunyi didalam bunker, bila "wedus gembel" tiba
> menghampiri
> > >> mereka.
> > >>
> > >> Silahkan ditanggapi dan dicoba dilapangan.
> > >> Semoga bermanfaat.
> > >> Wassalam,
> > >> S Roestam
> > >> http://sroestam.wordpress.com
> > >>
> > >>
> > >>
> > >>
> > >> --
> > >> Berlombalah dalam karya, bersinergi, terapkan kaidah
> ilmu/teknologi
> > serta
> > >> kasih sayang dan manfaat untuk seisi alam, demi kebahagiaan dunia
> dan
> > >> akhirat.
> > >>
> > >> Info pengelolaan milis Indonesia next better :
> > >> http://pub.nextbetter.net/files/milist-indonesia-info.txt
> > >>
> > >
> >
> > --
> > Berlombalah dalam karya, bersinergi, terapkan kaidah ilmu/teknologi
> serta
> > kasih sayang dan manfaat untuk seisi alam, demi kebahagiaan dunia
> dan
> > akhirat.
> >
> > Info pengelolaan milis Indonesia next better :
> > http://pub.nextbetter.net/files/milist-indonesia-info.txt
> >
>
>
>
>
> --
> Berlombalah dalam karya, bersinergi, terapkan kaidah ilmu/teknologi serta
> kasih sayang dan manfaat untuk seisi alam, demi kebahagiaan dunia dan
> akhirat.
>
> Info pengelolaan milis Indonesia next better :
> http://pub.nextbetter.net/files/milist-indonesia-info.txt
>  êå¢fÚ•¨]jV¦‘ªòi·«²)Þ® ­z¶©‘©äj'Z†)f»û^’z%¢ ¬z»Z‘«"†Æ²jx jyš öš¶éíºK ŠÈš•©
> zh¤y¶¡j šjwnž& jv¤†*Ú´‰ß¢—§
> éh•¦§š)b°‰Ý¢w¬‰©ÞÆÖ޶׫†Ûiÿúnnw±µ·­µêçzßߊW¬þh¥ŠËb Ú'zÈšŠwè·
>  êå¢fÚ•¨]jV¦‘ªòi·«²)Þ® ­z¶©‘©äj'Z†)f»û^’z%¢ ¬z»Z‘«"†Æ²jx jyš öš¶éíºK ŠÈš•©
> zh¤y¶¡j šjwnž& jv¤†*Ú´‰ß¢—§
> éh•¦§š)b°‰Ý¢w¬‰©ÞÆÖ޶׫†Ûiÿúnnw±µ·­µêçzßߊW¬þh¥ŠËb Ú'zÈšŠwè·

Kirim email ke