Kawan2 Anggota Milis Yth,

Presiden AS Barack Obama malam tadi mengakui kekeliruan kebijakan nasionalnya 
sehingga mengakibatkan kekalahan Kubu Demokrat di DPR pada Pemilu Mid-Term 
November 2010 ini, walaupn di tingkat Senat Kubu Demokrat masih tetap memegang 
kendali mayoritas.

Kekeliruan-kekeliruan kebijakan Obama tersebut antara lain adalah upayanya 
untuk meningkatkan taraf hidup kelompok miskin Rakyat Amerika dengan memberikan 
 layanan kesehatan yang lebih baik dan memberikan jaminan asuransi bagi rakyat 
miskin. Ini tentu sangat ditentang oleh para pengusaha AS yang sangat 
menjunjung tinggi kebijakan ekonomi NeoLib, persaingan bebas.

Kebijakan lainnya yang menguntungkan Rakyat Miskin AS adalah Pemotongan Pajak 
bagi individu khususnya golongan Rakyat Miskin atau yang berpenghasilan 
pas-pasan.

Kalu boleh disimpulkan, kekalahan Kubu Demokrat di AS adalah ibarat Kekalahan 
Kebijakan Ekonomi Kerakyatan terhadap kebijakan Ekonomi NeoLIb.

Selama dua tahun Pemerintahannya, pidato-pidato Obama sering dianggap sebagai 
seorang Dosen yang memberikan kuliah, memaksakan pemikirannya kepada para 
mahasiswanya, bukannya mencarikan solusi yang dapat diterima bersama oleh 
mayoritas Rakyat Amerika, khusunya para pengusaha yang punya pengaruh besar 
dalam kehidupan perekonomian Amerika.

Suatu waktu Obama memberikan pidato di George Washington University yang 
menyatakan bahwa sebagai Presiden ia akan mengembangkan kebijakan investasi 
jangka panjang, namun akhirnya ternyata pernyataannya tidak dilaksanakan.

Apa yang dibutuhkan oleh Rakyat Amerika bukanlah janji-janji yang kosong, yang 
tidak dapat dilaksanakan. Rakyat umumnya tidak sabar membaca berbagai makalah 
atau paper works. Yang mereka harapkan adalah Action, bukan NATO (No Action, 
Talk Only).

Mulai sekarang Obama harus lebih mendahulukan hubungan emosional dengan 
masyarakat banyak, bukan memaksakan kehendaknya.

Sebagai seorang Presiden AS, ia harus bisa menunjukkan efektivitasnya sebagai 
Pemimpin yang bisa merubah situasi perekonomian AS yang sedang terpuruk, 
menjadi lebih baik dalam waktu singkat, mengurangi jumlah pengangguran yang 
saat ini masih pada angka antara 9 juta - 10 juta orang.

Mulai sekarang Obama harus dapat bekerjasama dengan pihak oposisi, yaitu Partai 
Republik dan pendukungnya Partai Tea (Tea Party) yang sangat konservatif dan 
cenderung menentang kebijakan Pemerintah.

Pengalaman kekalahan Partai Demokrat AS yang dipimpin Obama dapat menjadi 
petunjuk yang sangat bermanfaat bagi Pemerintahan Kabinet Indonesia Bersatu 
jilid-II yang dipimpin oleh Presiden SBY untuk meningkatkan efektivitas dan 
kinerjanya dalam periode 2010-2014.

Marilah kita sambut kedatangan Presiden Obama dengan tangan terbuka, karena 
beliau adalah bagian dari sejarah Indonesia, dimana beliau pernah bersekolah di 
Sekolah Dasar Besuki, Menteng, Jakarta selama 4-tahun. Semoga kehadiran beliau 
di Indonesia dapat meningkatkan hubungan baik antara Indonesia dan Amerika 
Serikat.

Wassalam,
S Roestam
http://presidenkita.wordpress.com

Kirim email ke