---------- Forwarded message ----------
From: Muhammad Ruslailang <[email protected]>
Date: Sat, 6 Nov 2010 03:00:09 +0000
Subject: [milis kuyasipil euy] Eko Pratomo Suyatno, siapa dia?
To: BUGINESE Milis <[email protected]>, Kuyasipil milis
<[email protected]>, Milis IA ITB Jkt
<[email protected]>, Milis PMCPGN
<[email protected]>, Milis Blogor <[email protected]>,
ICAS Milis <[email protected]>


http://adriannugraha.wordpress.com/2010/01/08/patut-dijadikan-anutan-nih-biar-bahagia-dunia-akhirat/


Patut dijadikan anutan nih, biar bahagia dunia akhirat

Januari 8, 2010 10:05 am



Eko Pratomo Suyatno, siapa yang tidak kenal lelaki bersahaja ini?
Namanya sering muncul di koran, televisi, di buku-buku investasi dan
keuangan. Dialah salah seorang dibalik kemajuan industri reksadana di
Indonesia dan juga seorang pemimpin dari sebuah perusahaan investasi
reksadana besar di negeri ini.

Dalam posisinya seperti sekarang ini, boleh jadi kita beranggapan
bahwa pria ini pasti super sibuk dengan segudang jadwal padat. Tapi
dalam note ini saya tidak akan menyoroti kesuksesan beliau sebagai
eksekutif. Karena ada sisi kesehariannya yang luar biasa!!!!

Usianya sudah tidak terbilang muda lagi, 60 tahun. Orang bilang sudah
senja bahkan sudah mendekati malam, tapi Pak Suyatno masih bersemangat
merawat istrinya yang sedang sakit. Mereka menikah sudah lebih 32
tahun. Dikaruniai 4 orang anak.

Dari isinilah awal cobaan itu menerpa, saat istrinya melahirkan anak
yang ke empat. tiba-tiba kakinya lumpuh dan tidak bisa digerakkan. Hal
itu terjadi selama 2 tahun, menginjak tahun ke tiga seluruh tubuhnya
menjadi lemah bahkan terasa tidak bertulang, lidahnyapun sudah tidak
bisa digerakkan lagi.

Setiap hari sebelum berangkat kerja Pak Suyatno sendirian memandikan,
membersihkan kotoran, menyuapi dan mengangkat istrinya ke tempat
tidur. Dia letakkan istrinya di depan TV agar istrinya tidak merasa
kesepian. Walau istrinya sudah tidak dapat bicara tapi selalu terlihat
senyum. Untunglah tempat berkantor Pak Suyatno tidak terlalu jauh dari
kediamannya, sehingga siang hari dapat pulang untuk menyuapi istrinya
makan siang.

Sorenya adalah jadwal memandikan istrinya, mengganti pakaian dan
selepas maghrib dia temani istrinya nonton televisi sambil
menceritakan apa saja yg dia alami seharian. Walaupun istrinya hanya
bisa menanggapi lewat tatapan matanya, namun begitu bagi Pak Suyatno
sudah cukup menyenangkan. Bahkan terkadang diselingi dengan menggoda
istrinya setiap berangkat tidur. Rutinitas ini dilakukan Pak Suyatno
lebih kurang 25 tahun. Dengan penuh kesabaran dia merawat istrinya
bahkan sambil membesarkan ke 4 buah hati mereka. Sekarang anak- anak
mereka sudah dewasa, tinggal si bungsu yg masih kuliah.

Pada suatu hari…saat seluruh anaknya berkumpul di rumah menjenguk
ibunya– karena setelah anak-anak mereka menikah dan tinggal bersama
keluarga masing-masing– Pak Suyatno memutuskan dirinyalah yang merawat
ibu mereka karena yang dia inginkan hanya satu ‘agar semua anaknya
dapat berhasil’.

Dengan kalimat yang cukup hati-hati, anak yang sulung berkata:

“Pak kami ingin sekali merawat ibu, semenjak kami kecil melihat bapak
merawat ibu tidak ada sedikitpun keluhan keluar dari bibir
bapak……bahkan bapak tidak ijinkan kami menjaga ibu.” Sambil air mata
si sulung berlinang.

“Sudah keempat kalinya kami mengijinkan bapak menikah lagi, kami rasa
ibupun akan mengijinkannya, kapan bapak menikmati masa tua bapak,
dengan berkorban seperti ini, kami sudah tidak tega melihat bapak,
kami janji akan merawat ibu sebaik-baik secara bergantian”. Si Sulung
melanjutkan permohonannya.

”Anak-anakku…Jikalau perkawinan dan hidup di dunia ini hanya untuk
nafsu, mungkin bapak akan menikah lagi, tapi ketahuilah dengan adanya
ibu kalian di sampingku itu sudah lebih dari cukup,dia telah
melahirkan kalian….*sejenak kerongkongannya tersekat*… kalian yang
selalu kurindukan hadir di dunia ini dengan penuh cinta yang tidak
satupun dapat dihargai dengan apapun. Coba kalian tanya ibumu apakah
dia menginginkan keadaanya seperti ini ?? Kalian menginginkan bapak
bahagia, apakah bathin bapak bisa bahagia meninggalkan ibumu dengan
keadaanya seperti sekarang, kalian menginginkan bapak yang masih
diberi Tuhan kesehatan dirawat oleh orang lain, bagaimana dengan ibumu
yang masih sakit.” Pak Suyatno menjawab hal yang sama sekali tidak
diduga anak-anaknya

Sejenak meledaklah tangis anak-anak Pak Suyatno, merekapun melihat
butiran-butiran kecil jatuh di pelupuk mata Ibu Suyatno..dengan pilu
ditatapnya mata suami yang sangat dicintainya itu……

Sampailah akhirnya Pak Suyatno diundang oleh salah satu stasiun TV
swasta untuk menjadi nara sumber dan merekapun mengajukan pertanyaan
kepada Pak Suyatno kenapa mampu bertahan selama 25 tahun merawat
Istrinya yg sudah tidak bisa apa-apa….disaat itulah meledak tangisnya
dengan tamu yang hadir di studio kebanyakan kaum perempuanpun tidak
sanggup menahan haru.

Disitulah Pak Suyatno bercerita : “Jika manusia di dunia ini
mengagungkan sebuah cinta dalam perkawinannya, tetapi tidak mau
memberi waktu, tenaga, pikiran, perhatian itu adalah kesia-siaan. Saya
memilih istri saya menjadi pendamping hidup saya, dan sewaktu dia
sehat diapun dengan sabar merawat saya, mencintai saya dengan hati dan
bathinnya bukan dengan mata, dan dia memberi saya 4 anak yang
lucu-lucu..Sekarang saat dia sakit karena berkorban untuk cinta kami
bersama… dan itu merupakan ujian bagi saya, apakah saya dapat memegang
komitmen untuk mencintainya apa adanya. Sehatpun belum tentu saya
mencari penggantinya apalagi dia sakit…” Sambil menangis

” Setiap malam saya bersujud dan menangis dan saya hanya dapat
bercerita kepada Allah di atas sajadah..dan saya yakin hanya kepada
Allah saya percaya untuk menyimpan dan mendengar rahasia saya…”BAHWA
CINTA SAYA KEPADA ISTRI, SAYA SERAHKAN SEPENUHNYA KEPADA ALLAH”.

Dear my friends, that’s a true story from someone who taugh me about
the important of investment three years ago. I wish i could be someone
like him…to give all attention to family..i believe family is our
precious thing..more than money or gold.

Ditulis oleh adriannugraha


salama'

http://daengrusle.wordpress.com
FB/Gtalk: [email protected]
YM/twitter: daengrusle

kalau tak mampu ganti pemimpin lebay, jadilah pemimpi saja®

-- 
Sent from my mobile device

--
Berlombalah dalam karya, bersinergi, terapkan kaidah ilmu/teknologi serta
kasih sayang dan manfaat untuk seisi alam, demi kebahagiaan dunia dan akhirat.

Info pengelolaan milis Indonesia next better :
http://pub.nextbetter.net/files/milist-indonesia-info.txt

Kirim email ke