ide yang sangat cerdas dan brillian Pak. Saya belum pernah mendengar
penerapan ide sejenis, dan sangat masuk akal. Tetapi saya tidak setuju
mengundang asing utk terlibat. Toh dengan amunisi2 yang hampir
kadaluarsa masih bisa digunakan.

Hanya, sepertinya perlu dikaji energi potensialnya yang masih tersisa
sesaat sebelum dibom. Supaya efek ledakan bisa dikalkulasi, mengingat
jumlah penduduk yang hidup di sekitarnya cukup banyak.

Mungkin, untuk penentuan waktunya, yang paling bagus adalah seperti
saat2 ini, di mana penduduk sudah pada mengungsi. Tapi ya itu, sekali
lagi, efek ledakan sejauh apa. Supaya jangan sampai mencelakakan kamp
konsentrasi pengungsi yang ada.
--
mukhlason


On 11/6/10, S Roestam <[email protected]> wrote:
> Kawan2 Anggota Milis Yth,
>
> Melihat makin banyaknya korban-korban yang berjatuhan dari bencana
> meletusnya gunung Merapi, yang terutama disebabkan oleh sulitnya meramalkan
> kapan gunung itu akan meletus, sehingga membuat banyak korban-korban
> berjatuhan karena tidak tahu hari apa, jam berapa dan detik keberapa gunung
> itu akan meletus, maka kami ingin menyampaikan sebuah pemikiran atau solusi.
>
> Para korban itu tewas karena ketidak-tahuan mereka saat meletusnya gunung
> Merapi itu, mereka tetap berada di lokasi yang berbahaya itu dan perkiraan
> mereka itu meleset. Seperti sudah diakui oleh Bapak Surono, Ketua Pusat
> Vulkanologi dan Mitigasi Bencana, secara ilmiah tidak mungkin untuk
> meramalkan secara tepat kapan sebuah gunung berapi akan meletus. Jadi ini
> merupakan faktor utama yang menyebabkan banyaknya korban-korban yang
> berjatuhan.
>
> Gunung Berapi yang akan meletus adalah ibarat bisul yang siap akan pecah.
> Untuk mempercepatnya, kita bisa memencet bisul itu hingga keluarlah nanah
> kotor yang menyebabkan kita sakit. Penderita sakit bisul itu akan segera
> sembuh setelah dikeluarkannya nanah dari bisulnya.
>
> Lalu bagaimanakah caranya untuk "memencet" gunung berapi yang siap meletus
> itu agar saatnya dapat kita tetapkan sesuai rencana, dan sebelumnya seluruh
> penduduk disekitarnya sudah terlebih dahulu kita ungsikan untuk satu hari
> saja, pada hari dimana gunung itu kita upayakan meletus.
>
> Ini akan sangat mengurangi penderitaan penduduk disekitar gunung berapi itu,
> karena hanya diperlukan untuk mengungsi cukup satu hari saja. Selain itu
> mereka tidak harus was-was terus selama satu bulan penuh karena tidak tahu
> kapan waktunya gunung akan meletus.
>
> Usul kami untuk meledakkan gunung yang siap meletus pada saat yang kita
> tentukan adalah dengan menjatuhkan ratusan ton bom dari pesawat tempur
> secara cepat dan akurat ke kawah gunung berapi itu. Hasil yang diharapkan
> adalah terbukanya sumbatan batu-batuan dan pasir gunung itu, sehingga tidak
> terjadi ledakan yang terlalu hebat akibat sumbatan yang terlalu lama yang
> dapat meningkatkan energi ledakan gunung itu, Bagaikan bisul yang
> dikempeskan, tekanan dari dalam perut bumi dapat diturunkan ketingkat yang
> tidak terlalu membahayakan.
>
> Kalau Angkatan Udara R.I. belum mempunyai cukup banyak pesawat-pesawat
> tempur dengan jumlah bom-bom yang cukup, mungkin ini adalah sebuah
> kesempatan baik untuk dibicarakan dengan Presiden AS Barack Obama yang akan
> datang ke Jakarta pada hari Selasa 9 November 2010. Ini akan lebih baik dan
> bermanfaat bagi ummat manusia dari pada menjatuhkan bom-bom di tempat-tempat
> yang berpenduduk tak berdosa di Iraq dan Afghanistan.
>
> Silahkan ditanggapi dan semoga bermanfaat sebagai solusi yang baik untuk
> menghindarkan korban-korban letusan gunung berapi yang tidak dapat
> diramalkan.
>
> Wassalam,
> S Roestam
>
>

-- 
Berlombalah dalam karya, bersinergi, terapkan kaidah ilmu/teknologi serta
kasih sayang dan manfaat untuk seisi alam, demi kebahagiaan dunia dan akhirat.

Info pengelolaan milis Indonesia next better :
http://pub.nextbetter.net/files/milist-indonesia-info.txt

Kirim email ke