Kawan2 Anggota Milis Yth,

Melihat makin banyaknya korban-korban yang berjatuhan dari bencana meletusnya 
gunung Merapi, yang terutama disebabkan oleh sulitnya meramalkan kapan gunung 
itu akan meletus, sehingga membuat banyak korban-korban berjatuhan karena tidak 
tahu hari apa, jam berapa dan detik keberapa gunung itu akan meletus, maka kami 
ingin menyampaikan sebuah pemikiran atau solusi.

Para korban itu tewas karena ketidak-tahuan mereka saat meletusnya gunung 
Merapi itu, mereka tetap berada di lokasi yang berbahaya itu dan perkiraan 
mereka itu meleset. Seperti sudah diakui oleh Bapak Surono, Ketua Pusat 
Vulkanologi dan Mitigasi Bencana, secara ilmiah tidak mungkin untuk meramalkan 
secara tepat kapan sebuah gunung berapi akan meletus. Jadi ini merupakan faktor 
utama yang menyebabkan banyaknya korban-korban yang berjatuhan.

Gunung Berapi yang akan meletus adalah ibarat bisul yang siap akan pecah. Untuk 
mempercepatnya, kita bisa memencet bisul itu hingga keluarlah nanah kotor yang 
menyebabkan kita sakit. Penderita sakit bisul itu akan segera sembuh setelah 
dikeluarkannya nanah dari bisulnya.

Lalu bagaimanakah caranya untuk "memencet" gunung berapi yang siap meletus itu 
agar saatnya dapat kita tetapkan sesuai rencana, dan sebelumnya seluruh 
penduduk disekitarnya sudah terlebih dahulu kita ungsikan untuk satu hari saja, 
pada hari dimana gunung itu kita upayakan meletus.

Ini akan sangat mengurangi penderitaan penduduk disekitar gunung berapi itu, 
karena hanya diperlukan untuk mengungsi cukup satu hari saja. Selain itu mereka 
tidak harus was-was terus selama satu bulan penuh karena tidak tahu kapan 
waktunya gunung akan meletus.

Usul kami untuk meledakkan gunung yang siap meletus pada saat yang kita 
tentukan adalah dengan menjatuhkan ratusan ton bom dari pesawat tempur secara 
cepat dan akurat ke kawah gunung berapi itu. Hasil yang diharapkan adalah 
terbukanya sumbatan batu-batuan dan pasir gunung itu, sehingga tidak terjadi 
ledakan yang terlalu hebat akibat sumbatan yang terlalu lama yang dapat 
meningkatkan energi ledakan gunung itu, Bagaikan bisul yang dikempeskan, 
tekanan dari dalam perut bumi dapat diturunkan ketingkat yang tidak terlalu 
membahayakan.

Kalau Angkatan Udara R.I. belum mempunyai cukup banyak pesawat-pesawat tempur 
dengan jumlah bom-bom yang cukup, mungkin ini adalah sebuah kesempatan baik 
untuk dibicarakan dengan Presiden AS Barack Obama yang akan datang ke Jakarta 
pada hari Selasa 9 November 2010. Ini akan lebih baik dan bermanfaat bagi ummat 
manusia dari pada menjatuhkan bom-bom di tempat-tempat yang berpenduduk tak 
berdosa di Iraq dan Afghanistan.

Silahkan ditanggapi dan semoga bermanfaat sebagai solusi yang baik untuk 
menghindarkan korban-korban letusan gunung berapi yang tidak dapat diramalkan.

Wassalam,
S Roestam

Kirim email ke