subhanallah...... terimakasih postingannya --- Pada Sab, 6/11/10, Mohammad Andri Budiman <[email protected]> menulis:
> Dari: Mohammad Andri Budiman <[email protected]> > Judul: [indonesia] Fw: Eko Pratomo Suyatno, Siapa Dia? > Kepada: [email protected] > Tanggal: Sabtu, 6 November, 2010, 7:25 AM > ---------- Forwarded message > ---------- > From: Muhammad Ruslailang <[email protected]> > Date: Sat, 6 Nov 2010 03:00:09 +0000 > Subject: [milis kuyasipil euy] Eko Pratomo Suyatno, siapa > dia? > To: BUGINESE Milis <[email protected]>, > Kuyasipil milis > <[email protected]>, > Milis IA ITB Jkt > <[email protected]>, > Milis PMCPGN > <[email protected]>, > Milis Blogor <[email protected]>, > ICAS Milis <[email protected]> > > > http://adriannugraha.wordpress.com/2010/01/08/patut-dijadikan-anutan-nih-biar-bahagia-dunia-akhirat/ > > > Patut dijadikan anutan nih, biar bahagia dunia akhirat > > Januari 8, 2010 10:05 am > >  > > Eko Pratomo Suyatno, siapa yang tidak kenal lelaki > bersahaja ini? > Namanya sering muncul di koran, televisi, di buku-buku > investasi dan > keuangan. Dialah salah seorang dibalik kemajuan industri > reksadana di > Indonesia dan juga seorang pemimpin dari sebuah perusahaan > investasi > reksadana besar di negeri ini. > > Dalam posisinya seperti sekarang ini, boleh jadi kita > beranggapan > bahwa pria ini pasti super sibuk dengan segudang jadwal > padat. Tapi > dalam note ini saya tidak akan menyoroti kesuksesan beliau > sebagai > eksekutif. Karena ada sisi kesehariannya yang luar > biasa!!!! > > Usianya sudah tidak terbilang muda lagi, 60 tahun. Orang > bilang sudah > senja bahkan sudah mendekati malam, tapi Pak Suyatno masih > bersemangat > merawat istrinya yang sedang sakit. Mereka menikah sudah > lebih 32 > tahun. Dikaruniai 4 orang anak. > > Dari isinilah awal cobaan itu menerpa, saat istrinya > melahirkan anak > yang ke empat. tiba-tiba kakinya lumpuh dan tidak bisa > digerakkan. Hal > itu terjadi selama 2 tahun, menginjak tahun ke tiga seluruh > tubuhnya > menjadi lemah bahkan terasa tidak bertulang, lidahnyapun > sudah tidak > bisa digerakkan lagi. > > Setiap hari sebelum berangkat kerja Pak Suyatno sendirian > memandikan, > membersihkan kotoran, menyuapi dan mengangkat istrinya ke > tempat > tidur. Dia letakkan istrinya di depan TV agar istrinya > tidak merasa > kesepian. Walau istrinya sudah tidak dapat bicara tapi > selalu terlihat > senyum. Untunglah tempat berkantor Pak Suyatno tidak > terlalu jauh dari > kediamannya, sehingga siang hari dapat pulang untuk > menyuapi istrinya > makan siang. > > Sorenya adalah jadwal memandikan istrinya, mengganti > pakaian dan > selepas maghrib dia temani istrinya nonton televisi sambil > menceritakan apa saja yg dia alami seharian. Walaupun > istrinya hanya > bisa menanggapi lewat tatapan matanya, namun begitu bagi > Pak Suyatno > sudah cukup menyenangkan. Bahkan terkadang diselingi dengan > menggoda > istrinya setiap berangkat tidur. Rutinitas ini dilakukan > Pak Suyatno > lebih kurang 25 tahun. Dengan penuh kesabaran dia merawat > istrinya > bahkan sambil membesarkan ke 4 buah hati mereka. Sekarang > anak- anak > mereka sudah dewasa, tinggal si bungsu yg masih kuliah. > > Pada suatu hari…saat seluruh anaknya berkumpul di rumah > menjenguk > ibunya– karena setelah anak-anak mereka menikah dan > tinggal bersama > keluarga masing-masing– Pak Suyatno memutuskan dirinyalah > yang merawat > ibu mereka karena yang dia inginkan hanya satu ‘agar > semua anaknya > dapat berhasil’. > > Dengan kalimat yang cukup hati-hati, anak yang sulung > berkata: > > “Pak kami ingin sekali merawat ibu, semenjak kami kecil > melihat bapak > merawat ibu tidak ada sedikitpun keluhan keluar dari bibir > bapak……bahkan bapak tidak ijinkan kami menjaga ibu.” > Sambil air mata > si sulung berlinang. > > “Sudah keempat kalinya kami mengijinkan bapak menikah > lagi, kami rasa > ibupun akan mengijinkannya, kapan bapak menikmati masa tua > bapak, > dengan berkorban seperti ini, kami sudah tidak tega melihat > bapak, > kami janji akan merawat ibu sebaik-baik secara > bergantian”. Si Sulung > melanjutkan permohonannya. > > ”Anak-anakku…Jikalau perkawinan dan hidup di dunia ini > hanya untuk > nafsu, mungkin bapak akan menikah lagi, tapi ketahuilah > dengan adanya > ibu kalian di sampingku itu sudah lebih dari cukup,dia > telah > melahirkan kalian….*sejenak kerongkongannya tersekat*… > kalian yang > selalu kurindukan hadir di dunia ini dengan penuh cinta > yang tidak > satupun dapat dihargai dengan apapun. Coba kalian tanya > ibumu apakah > dia menginginkan keadaanya seperti ini ?? Kalian > menginginkan bapak > bahagia, apakah bathin bapak bisa bahagia meninggalkan > ibumu dengan > keadaanya seperti sekarang, kalian menginginkan bapak yang > masih > diberi Tuhan kesehatan dirawat oleh orang lain, bagaimana > dengan ibumu > yang masih sakit.” Pak Suyatno menjawab hal yang sama > sekali tidak > diduga anak-anaknya > > Sejenak meledaklah tangis anak-anak Pak Suyatno, merekapun > melihat > butiran-butiran kecil jatuh di pelupuk mata Ibu > Suyatno..dengan pilu > ditatapnya mata suami yang sangat dicintainya itu…… > > Sampailah akhirnya Pak Suyatno diundang oleh salah satu > stasiun TV > swasta untuk menjadi nara sumber dan merekapun mengajukan > pertanyaan > kepada Pak Suyatno kenapa mampu bertahan selama 25 tahun > merawat > Istrinya yg sudah tidak bisa apa-apa….disaat itulah > meledak tangisnya > dengan tamu yang hadir di studio kebanyakan kaum > perempuanpun tidak > sanggup menahan haru. > > Disitulah Pak Suyatno bercerita : “Jika manusia di dunia > ini > mengagungkan sebuah cinta dalam perkawinannya, tetapi tidak > mau > memberi waktu, tenaga, pikiran, perhatian itu adalah > kesia-siaan. Saya > memilih istri saya menjadi pendamping hidup saya, dan > sewaktu dia > sehat diapun dengan sabar merawat saya, mencintai saya > dengan hati dan > bathinnya bukan dengan mata, dan dia memberi saya 4 anak > yang > lucu-lucu..Sekarang saat dia sakit karena berkorban untuk > cinta kami > bersama… dan itu merupakan ujian bagi saya, apakah saya > dapat memegang > komitmen untuk mencintainya apa adanya. Sehatpun belum > tentu saya > mencari penggantinya apalagi dia sakit…” Sambil > menangis > > ” Setiap malam saya bersujud dan menangis dan saya hanya > dapat > bercerita kepada Allah di atas sajadah..dan saya yakin > hanya kepada > Allah saya percaya untuk menyimpan dan mendengar rahasia > saya…”BAHWA > CINTA SAYA KEPADA ISTRI, SAYA SERAHKAN SEPENUHNYA KEPADA > ALLAH”. > > Dear my friends, that’s a true story from someone who > taugh me about > the important of investment three years ago. I wish i could > be someone > like him…to give all attention to family..i believe > family is our > precious thing..more than money or gold. > > Ditulis oleh adriannugraha > > > salama' > > http://daengrusle.wordpress.com > FB/Gtalk: [email protected] > YM/twitter: daengrusle > > kalau tak mampu ganti pemimpin lebay, jadilah pemimpi > saja® > > -- > Sent from my mobile device > > -- > Berlombalah dalam karya, bersinergi, terapkan kaidah > ilmu/teknologi serta > kasih sayang dan manfaat untuk seisi alam, demi kebahagiaan > dunia dan akhirat. > > Info pengelolaan milis Indonesia next better : > http://pub.nextbetter.net/files/milist-indonesia-info.txt > -- Berlombalah dalam karya, bersinergi, terapkan kaidah ilmu/teknologi serta kasih sayang dan manfaat untuk seisi alam, demi kebahagiaan dunia dan akhirat. Info pengelolaan milis Indonesia next better : http://pub.nextbetter.net/files/milist-indonesia-info.txt
