Pak Arifin Nugroho DKK Yth, Terimakasih atas tanggapan dan informasinya.
Ternyata letusan gunung Merapi dipicu oleh adanya pergesekan Lempeng Tektonis Eurasia vs Australia. Merapi dan sederetan gunung-gunung lainnya di Indonesia mulai Sinabung, Singgalang, Karakatau, Galunggung, Papandayan, Salak, Merapi, Lawu, Batur, Gamalama, dll, yg termasuk dalam "Ring of Fire" sekarang mulai aktif lagi. Proses kejadiannya sudah berlangsung sejak zaman Pleistosen antara 2,6 juta tahun sampai 12.000 tahun y.l. Merapi dikenal sebagai stratovolcano, letusannya membumbung tinggi sampai ke Stratosfir. Ramalan dari para ahli dari Belanda, Merapi diperkirakan masih akan meletus dengan daya yang lebih besar lagi, Wallahu 'alam bissawab... Silahkan simak beritanya di http://sroestam.wordpress.com Semoga bermanfat. Wassalam, S Roestam =========== ----Original Message---- From: [email protected] Date: 07/11/2010 23:40 To: <[email protected]>, <[email protected]> Subj: [indonesia] Re: Dapatkah Gunung Berapi dijinakkan? Sebuah pemikiran. Pak Sumitro Roestam Ysh, Saya bukan orang vulkanologi, tetapi saya yakin prediksi kapan erupsi (jangka pendek) akan terjadi sudah ada 'science'nya. Diantara faktor-faktornya adalah : Seismic Exploration & Monitoring , Perubahan Medan Magnet, Perubahan Tahanan Listrik, Deformasi bumi, perubahan sistem Air tanah, Perubahan Arus Panas, Perubahan Komposisi Gas. Tidak mungkin memprediksi secara akurat berdasar hanya kepada data salah satu faktor saja; setiap prediksi ilmiah (yaitu secara statistik dari sebuah proses stokhastik) akan selalu ada error yang bisa diperkecil dengan memperbanyak informasi (monitor). Semakin banyak monitoring yang dilakukan akan semakin akurat prediksi suatu erupsi. Disamping itu masing-masing gunung mempunyai ciri khas yang harus pula dikenali. Pertanyaannya: 1) apakah dalam kasus Merapi atau gunung2 berapi lainnya yang sedang aktif dilengkapi dengan alat2 monitoring tsb diatas dan apakah masih operasional, 2) apakah dilengkapi software yang mengarah kepada prediksi erupsi dan apakah software tsb juga operasional. Kalau software tidak ada, adalah suatu tantangan bagi kita untuk bisa menyumbangkan software semacam itu. Namun saya yakin bapak/ibu dari Direktorat Vulkanologi sudah sangat menguasai hal-hal tsb diatas. Wassalam, Arifin Nugroho ________________________________ From: S Roestam <[email protected]> To: [email protected]; [email protected] Sent: Sat, November 6, 2010 9:56:15 PM Subject: [indonesia] Dapatkah Gunung Berapi dijinakkan? Sebuah pemikiran. Kawan2 Anggota Milis Yth, Melihat makin banyaknya korban-korban yang berjatuhan dari bencana meletusnya gunung Merapi, yang terutama disebabkan oleh sulitnya meramalkan kapan gunung itu akan meletus, sehingga membuat banyak korban-korban berjatuhan karena tidak tahu hari apa, jam berapa dan detik keberapa gunung itu akan meletus, maka kami ingin menyampaikan sebuah pemikiran atau solusi. Para korban itu tewas karena ketidak-tahuan mereka saat meletusnya gunung Merapi itu, mereka tetap berada di lokasi yang berbahaya itu dan perkiraan mereka itu meleset. Seperti sudah diakui oleh Bapak Surono, Ketua Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana, secara ilmiah tidak mungkin untuk meramalkan secara tepat kapan sebuah gunung berapi akan meletus. Jadi ini merupakan faktor utama yang menyebabkan banyaknya korban-korban yang berjatuhan. Gunung Berapi yang akan meletus adalah ibarat bisul yang siap akan pecah. Untuk mempercepatnya, kita bisa memencet bisul itu hingga keluarlah nanah kotor yang menyebabkan kita sakit. Penderita sakit bisul itu akan segera sembuh setelah dikeluarkannya nanah dari bisulnya. Lalu bagaimanakah caranya untuk "memencet" gunung berapi yang siap meletus itu agar saatnya dapat kita tetapkan sesuai rencana, dan sebelumnya seluruh penduduk disekitarnya sudah terlebih dahulu kita ungsikan untuk satu hari saja, pada hari dimana gunung itu kita upayakan meletus. Ini akan sangat mengurangi penderitaan penduduk disekitar gunung berapi itu, karena hanya diperlukan untuk mengungsi cukup satu hari saja. Selain itu mereka tidak harus was-was terus selama satu bulan penuh karena tidak tahu kapan waktunya gunung akan meletus. Usul kami untuk meledakkan gunung yang siap meletus pada saat yang kita tentukan adalah dengan menjatuhkan ratusan ton bom dari pesawat tempur secara cepat dan akurat ke kawah gunung berapi itu. Hasil yang diharapkan adalah terbukanya sumbatan batu-batuan dan pasir gunung itu, sehingga tidak terjadi ledakan yang terlalu hebat akibat sumbatan yang terlalu lama yang dapat meningkatkan energi ledakan gunung itu, Bagaikan bisul yang dikempeskan, tekanan dari dalam perut bumi dapat diturunkan ketingkat yang tidak terlalu membahayakan. Kalau Angkatan Udara R.I. belum mempunyai cukup banyak pesawat-pesawat tempur dengan jumlah bom-bom yang cukup, mungkin ini adalah sebuah kesempatan baik untuk dibicarakan dengan Presiden AS Barack Obama yang akan datang ke Jakarta pada hari Selasa 9 November 2010. Ini akan lebih baik dan bermanfaat bagi ummat manusia dari pada menjatuhkan bom-bom di tempat-tempat yang berpenduduk tak berdosa di Iraq dan Afghanistan. Silahkan ditanggapi dan semoga bermanfaat sebagai solusi yang baik untuk menghindarkan korban-korban letusan gunung berapi yang tidak dapat diramalkan. Wassalam, S Roestam -- Berlombalah dalam karya, bersinergi, terapkan kaidah ilmu/teknologi serta kasih sayang dan manfaat untuk seisi alam, demi kebahagiaan dunia dan akhirat. Info pengelolaan milis Indonesia next better : http://pub.nextbetter.net/files/milist-indonesia-info.txt
