Tahun 2014 tidak usah ada lagi pemilihan anggota legislatif, kita ketipu terus nih..... Buang buang duit aja.
Enak aja ngomong: "Ngapain cari duit ke luar negeri" Bagi dia nggak masalah nyari duit di dalam negeri, walau mungkin dengan caranya yang gitulah..........yang bikin kita grergetan saja ..... Sombong nian. --- Pada Jum, 19/11/10, indra ranadireksa <[email protected]> menulis: Dari: indra ranadireksa <[email protected]> Judul: [indonesia] Re: "Saya dari Moskow, Tugas Negara" Kepada: [email protected] Tanggal: Jumat, 19 November, 2010, 4:07 AM Kalo anggota DPR modelnya seperti itu.....yaaaaa panteslah rakyat kesal dan pantas juga mereka itu di "tempeleng" salam > Date: Fri, 19 Nov 2010 14:48:32 +0700 > Subject: [indonesia] "Saya dari Moskow, Tugas Negara" > From: [email protected] > To: [email protected] > > Satu lagi quote yang sempat tercatat adalah "'Ngapain' cari duit ke > luar negeri?" > > Salam, > CA > > Source: http://bit.ly/aXGDis > > --begins-- > Saya dari Moskow, Tugas Negara > > KOMPAS.com — Seusai keruwetan berurusan dengan administrasi Bandara > Dubai (baca: Rombongan DPR ”Telantarkan” TKW di Dubai), rombongan > penumpang pesawat Emirates dengan nomor penerbangan EK 358 yang batal > terbang menuju Jakarta akhirnya tiba di Hotel Holiday Inn, tidak jauh > dari bandara, Sabtu (6/11/2010). > > Di sini, para TKW kembali gaduh. Lagi-lagi mereka bingung dengan > urusan pembagian kamar. Riny Konig, Adiati Kristiarini, Agus Safari, > dan sejumlah orang Indonesia kembali turun tangan mengatur mereka yang > kebingungan. > > Dalam perbincangan dengan Kompas.com, beberapa waktu lalu, Riny Konig > menuturkan, saat mereka tengah sibuk mengoordinasi seratusan TKW, > tiba-tiba seorang perempuan menegurnya. > > ”Bu, tolong, dong, dibilangin rombongannya jangan ribut, malu-maluin > negara aja, kan enggak enak ribut begitu,” tegur perempuan itu kepada > Riny. > ”Rombongan mana, Bu?” tanya Rini. > ”Itu, rombongan TKW,” kata perempuan itu. > ”Lha, saya bukan TKW, Bu. Saya ini ingin pulang ke Indonesia, > berlibur, kebetulan bertemu dengan mereka. Mereka ribut karena bingung > Bu, banyak yang bertahun-tahun enggak pulang, kasihan. Ibu mau liburan > juga?” tanya Rinny. > ”O enggak, saya baru pulang dari Moskow, tugas negara,” kata perempuan > itu yang menurut Rinny hanya tetap berdiri tanpa ikut membantu para > TKW yang gaduh karena bingung. Belakangan, Riny tahu perempuan itu > adalah anggota DPR yang habis melakukan studi banding di Moskwa, > Rusia. > > Mereka menginap di hotel itu satu malam. Selama satu malam itu pula > Riny, Atik, Agus, dan kawan-kawan Indonesia lainnya mendata satu-satu > kamar para TKW yang jumlahnya sekitar 150 orang. ”Hampir setiap jam > kami berhubungan dengan informasi hotel, apa itu untuk membantu mereka > urusan kamar, urusan telepon, urusan makan, shuttle bus ke Dubai City > untuk menukar uang dan belanja minuman dan snack karena di hotel > mahal,” terang Riny. > > Tangan melepuh dan pendarahan > > Sementara, Adiati menceritakan, di antara para TKW itu ada seorang TKW > yang kedua tangannya melepuh disiram air keras oleh majikannya di Arab > Saudi. Matanya pun merah karena dicolok oleh majikannya. > > ”Saya lupa namanya. Dia dari Karawang. Baru satu minggu kerja sudah > mendapat kekerasan dan dipulangkan. Ia tidak punya bekal uang sama > sekali. Cuma bawa tas kecil berisi dua potong pakaian. Ia diam terus, > tidak banyak bicara. Kasihan sekali,” tutur Adiati. > > Selain itu, ada pula seorang TKW yang perutnya mengalami pendarahan. > Namanya Ipah. Ia sebenarnya sudah memiliki janji dengan seorang dokter > di Jakarta untuk operasi pengambilan kista di perutnya pada hari Senin > (8/11/2010). Adiati yang mendampingi Ipah selama bermalam di hotel > menceritakan, Ipah terus berbaring selama menunggu kepastian terbang. > > ”Tidak ada satu pun anggota Dewan yang terhormat itu menaruh perhatian > pada nasib dua TKW ini. Mereka pasti tidak tahu karena memang tidak > pernah mau tahu,” ucap Adiati kesal. > >  > > Bapak, kan anggota DPR > > Esoknya, Minggu (7/11/2010), ”relawan” Indonesia dan para TKW > melakukan ”konsolidasi” di lobi hotel. ”Kami mendata kembali satu per > satu teman-teman TKW. Kami mengingatkan agar masing-masing jangan > bergerak sendiri dan memisahkan diri supaya mudah melakukan koordinasi > jika ada pengumuman kapan pesawat ke Jakarta akan terbang," ungkap > Riny. > > Ia menuturkan, saat para ”relawan” sibuk mendata para TKW, seorang > lelaki tampak berdiri menonton. ”Spontan saya bilang ke dia, Pak, > mestinya Bapak yang ngurusin para pahlawan devisa ini, kan Bapak > anggota DPR. Ini di depan mata Bapak jelas-jelas ada rakyat Bapak yang > kesusahan, kasihan, kan,” kata Riny. > > ”Maaf, Bu. Saya bukan anggota DPR, tetapi terima kasih banyak ya, Ibu > dan teman-teman sudah menolong mereka,” kata lelaki itu seperti > ditirukan Riny. Ia mengetahui kemudian, lelaki itu adalah petugas agen > travel yang mengurus perjalanan rombongan anggota DPR. > > Menurut Rini, lelaki itu kemudian membalikkan punggung, bergabung > dengan rombongan anggota DPR yang duduk tidak jauh dari situ. Beberapa > orang dari mereka, kata Rini, sempat menoleh saat ia berbicara dengan > lelaki dari agen travel tersebut karena berbicara dengan suara > lantang. ”Mereka, ya enggak ikut membantu tuh, habis itu malah keluar > menuju mobil sewaan,” ungkap Rini. > > "Ngapain" cari duit ke luar negeri > > Sementara itu, salah seorang TKW, Diah, punya pengalaman yang > menurutnya tidak mengenakkan saat ia mencoba menyapa satu-satunya > perempuan anggota Dewan dalam rombongan tersebut. Ia bertanya kepada > perempuan itu apakah sudah ada informasi kapan pesawat akan terbang > menuju Jakarta. > > ”Eh, bukannya menjawab, ibu itu malah balik bertanya ke saya dengan > ketus, ngapain cari duit ke luar negeri, di dalam aja banyak kok. Saya > kaget, kok ditanya baik-baik malah ngomong ketus banget. Saya bilang > aja kalo saya emang orang miskin, cari duit ke mana aja yang penting > halal,” terang Diah saat dihubungi Kompas.com, Kamis (18/11/2010). > > Diah pun langsung melengos pergi. ”Di mata orang DPR, TKW itu enggak > ada harganya. Ya, memang beginilah nasib kami, selalu dianggap > menyusahkan di negeri sendiri,” katanya. > > Diah sudah empat tahun bekerja untuk sebuah keluarga di Madinah, Arab > Saudi. Ia bersyukur mendapat majikan yang baik. ”Saya cuti pulang > kampung selama dua bulan untuk nengok anak. Majikan saya sayang sama > saya. Dia malah nangis nganter saya pulang, minta saya cepet balik > lagi ke Madinah,” katanya. > > Mereka pulang duluan > > Selanjutnya, Minggu sore, seperti diceritakan Agus Safari, mereka > mendapat kabar bahwa pesawat akan berangkat pada pukul 01.00 waktu > Dubai (Senin, 8/11/2010). Kembali terjadi kegaduhan. > > ”Tidak mudah mengatur seratusan orang. Para TKW itu tersebar. > Pelan-pelan kami mengumpulkan mereka di lobi. Tidak semua dapat > terangkut oleh bus yang disediakan. Jadi kami berangkat secara > bertahap menuju bandara,” ujar Agus. > > Saat itu, Agus merasa heran sebab hingga di bandara ia tidak melihat > seorang pun rombongan DPR. ”Rupanya mereka sudah pulang duluan naik > penerbangan pukul 20.00. Luar biasa tuan-tuan yang terhormat itu, > mereka ngeloyor pergi duluan tanpa sedikit pun mengindahkan rakyatnya > yang kelabakan ini,” kata dia. > > Studi banding rumah susun > > Menurut catatan Kompas.com, anggota DPR yang pergi ke Rusia adalah > rombongan Komisi V yang tengah melakukan studi banding terkait RUU > Rumah Susun. Selain ke Rusia, Komisi V juga melakukan studi banding > yang sama ke Italia. > > Informasi yang dihimpun Kompas.com, anggota rombongan studi banding > rumah susun adalah Yasti Soepredjo Mokoagow dari Fraksi Partai Amanat > Nasional (F-PAN), Muhidin Mohamad Said (Fraksi Partai Golkar), > Roestanto Wahid (Fraksi Partai Demokrat), Usmawarnie Peter (Fraksi > Partai Demokrat), Sutarip Tulis Widodo (Fraksi Partai Demokrat), > Zulkifli Anwar (Fraksi Partai Demokrat), Riswan Tony (Fraksi Partai > Golkar), Eko Sarjono Putro (Fraksi Partai Golkar), Roem Kono (Fraksi > Partai Golkar), Irvansyah (Fraksi PDI-P), Sadarestuwati (Fraksi > PDI-P), Chairul Anwar (Fraksi PKS), Ahmad Bakri (Fraksi PAN), Epyardi > Asda (Fraksi PPP), Imam Nahrawi (Fraksi PKB), dan Gunadi Ibrahim > (Fraksi Partai Gerindra). > --ends-- > > -- > Sent from my mobile device > > -- > Berlombalah dalam karya, bersinergi, terapkan kaidah ilmu/teknologi serta > kasih sayang dan manfaat untuk seisi alam, demi kebahagiaan dunia dan akhirat. > > Info pengelolaan milis Indonesia next better : > http://pub.nextbetter.net/files/milist-indonesia-info.txt
