Bukan mau recall .. gulingkan ... . Kalau presiden bisa digulingkan ... anggota DPR bisa nggak? Misalnya rakyat menyatakan "tidak percaya" kepada anggota DPR yg ada sekarang ....
Mustinya yg di demo anggota DPR nya .... bukan hanya pemerintah saja .... salam, -ai- 2010/11/19 <[email protected]> > Bisa di recall oleh partainya. > Lha memang anggota DPR itu adalah wakil rakyat- rakyat yg ada di partai- > bukan rakyat jelata > > Yours Affectionately, > Yadi- > Sent from my mobile with love > ------------------------------ > *From: * Adi Indrayanto <[email protected]> > *Sender: * [email protected] > *Date: *Fri, 19 Nov 2010 16:28:52 +0700 > *To: *<[email protected]> > *ReplyTo: * [email protected] > *Subject: *[indonesia] Re: "Saya dari Moskow, Tugas Negara" > > > Anggota DPR bisa digulingkan nggak ya? ;-) > > > 2010/11/19 indra ranadireksa <[email protected]> > >> Kalo anggota DPR modelnya seperti itu.....yaaaaa panteslah rakyat kesal >> dan pantas juga mereka itu di "tempeleng" >> >> salam >> >> > Date: Fri, 19 Nov 2010 14:48:32 +0700 >> > Subject: [indonesia] "Saya dari Moskow, Tugas Negara" >> > From: [email protected] >> > To: [email protected] >> >> > >> > Satu lagi quote yang sempat tercatat adalah "'Ngapain' cari duit ke >> > luar negeri?" >> > >> > Salam, >> > CA >> > >> > Source: http://bit.ly/aXGDis >> > >> > --begins-- >> > Saya dari Moskow, Tugas Negara >> > >> > KOMPAS.com — Seusai keruwetan berurusan dengan administrasi Bandara >> > Dubai (baca: Rombongan DPR ”Telantarkan” TKW di Dubai), rombongan >> > penumpang pesawat Emirates dengan nomor penerbangan EK 358 yang batal >> > terbang menuju Jakarta akhirnya tiba di Hotel Holiday Inn, tidak jauh >> > dari bandara, Sabtu (6/11/2010). >> > >> > Di sini, para TKW kembali gaduh. Lagi-lagi mereka bingung dengan >> > urusan pembagian kamar. Riny Konig, Adiati Kristiarini, Agus Safari, >> > dan sejumlah orang Indonesia kembali turun tangan mengatur mereka yang >> > kebingungan. >> > >> > Dalam perbincangan dengan Kompas.com, beberapa waktu lalu, Riny Konig >> > menuturkan, saat mereka tengah sibuk mengoordinasi seratusan TKW, >> > tiba-tiba seorang perempuan menegurnya. >> > >> > ”Bu, tolong, dong, dibilangin rombongannya jangan ribut, malu-maluin >> > negara aja, kan enggak enak ribut begitu,” tegur perempuan itu kepada >> > Riny. >> > ”Rombongan mana, Bu?” tanya Rini. >> > ”Itu, rombongan TKW,” kata perempuan itu. >> > ”Lha, saya bukan TKW, Bu. Saya ini ingin pulang ke Indonesia, >> > berlibur, kebetulan bertemu dengan mereka. Mereka ribut karena bingung >> > Bu, banyak yang bertahun-tahun enggak pulang, kasihan. Ibu mau liburan >> > juga?” tanya Rinny. >> > ”O enggak, saya baru pulang dari Moskow, tugas negara,” kata perempuan >> > itu yang menurut Rinny hanya tetap berdiri tanpa ikut membantu para >> > TKW yang gaduh karena bingung. Belakangan, Riny tahu perempuan itu >> > adalah anggota DPR yang habis melakukan studi banding di Moskwa, >> > Rusia. >> > >> > Mereka menginap di hotel itu satu malam. Selama satu malam itu pula >> > Riny, Atik, Agus, dan kawan-kawan Indonesia lainnya mendata satu-satu >> > kamar para TKW yang jumlahnya sekitar 150 orang. ”Hampir setiap jam >> > kami berhubungan dengan informasi hotel, apa itu untuk membantu mereka >> > urusan kamar, urusan telepon, urusan makan, shuttle bus ke Dubai City >> > untuk menukar uang dan belanja minuman dan snack karena di hotel >> > mahal,” terang Riny. >> > >> > Tangan melepuh dan pendarahan >> > >> > Sementara, Adiati menceritakan, di antara para TKW itu ada seorang TKW >> > yang kedua tangannya melepuh disiram air keras oleh majikannya di Arab >> > Saudi. Matanya pun merah karena dicolok oleh majikannya. >> > >> > ”Saya lupa namanya. Dia dari Karawang. Baru satu minggu kerja sudah >> > mendapat kekerasan dan dipulangkan. Ia tidak punya bekal uang sama >> > sekali. Cuma bawa tas kecil berisi dua potong pakaian. Ia diam terus, >> > tidak banyak bicara. Kasihan sekali,” tutur Adiati. >> > >> > Selain itu, ada pula seorang TKW yang perutnya mengalami pendarahan. >> > Namanya Ipah. Ia sebenarnya sudah memiliki janji dengan seorang dokter >> > di Jakarta untuk operasi pengambilan kista di perutnya pada hari Senin >> > (8/11/2010). Adiati yang mendampingi Ipah selama bermalam di hotel >> > menceritakan, Ipah terus berbaring selama menunggu kepastian terbang. >> > >> > ”Tidak ada satu pun anggota Dewan yang terhormat itu menaruh perhatian >> > pada nasib dua TKW ini. Mereka pasti tidak tahu karena memang tidak >> > pernah mau tahu,” ucap Adiati kesal. >> > >> >  >> > >> > Bapak, kan anggota DPR >> > >> > Esoknya, Minggu (7/11/2010), ”relawan” Indonesia dan para TKW >> > melakukan ”konsolidasi” di lobi hotel. ”Kami mendata kembali satu per >> > satu teman-teman TKW. Kami mengingatkan agar masing-masing jangan >> > bergerak sendiri dan memisahkan diri supaya mudah melakukan koordinasi >> > jika ada pengumuman kapan pesawat ke Jakarta akan terbang," ungkap >> > Riny. >> > >> > Ia menuturkan, saat para ”relawan” sibuk mendata para TKW, seorang >> > lelaki tampak berdiri menonton. ”Spontan saya bilang ke dia, Pak, >> > mestinya Bapak yang ngurusin para pahlawan devisa ini, kan Bapak >> > anggota DPR. Ini di depan mata Bapak jelas-jelas ada rakyat Bapak yang >> > kesusahan, kasihan, kan,” kata Riny. >> > >> > ”Maaf, Bu. Saya bukan anggota DPR, tetapi terima kasih banyak ya, Ibu >> > dan teman-teman sudah menolong mereka,” kata lelaki itu seperti >> > ditirukan Riny. Ia mengetahui kemudian, lelaki itu adalah petugas agen >> > travel yang mengurus perjalanan rombongan anggota DPR. >> > >> > Menurut Rini, lelaki itu kemudian membalikkan punggung, bergabung >> > dengan rombongan anggota DPR yang duduk tidak jauh dari situ. Beberapa >> > orang dari mereka, kata Rini, sempat menoleh saat ia berbicara dengan >> > lelaki dari agen travel tersebut karena berbicara dengan suara >> > lantang. ”Mereka, ya enggak ikut membantu tuh, habis itu malah keluar >> > menuju mobil sewaan,” ungkap Rini. >> > >> > "Ngapain" cari duit ke luar negeri >> > >> > Sementara itu, salah seorang TKW, Diah, punya pengalaman yang >> > menurutnya tidak mengenakkan saat ia mencoba menyapa satu-satunya >> > perempuan anggota Dewan dalam rombongan tersebut. Ia bertanya kepada >> > perempuan itu apakah sudah ada informasi kapan pesawat akan terbang >> > menuju Jakarta. >> > >> > ”Eh, bukannya menjawab, ibu itu malah balik bertanya ke saya dengan >> > ketus, ngapain cari duit ke luar negeri, di dalam aja banyak kok. Saya >> > kaget, kok ditanya baik-baik malah ngomong ketus banget. Saya bilang >> > aja kalo saya emang orang miskin, cari duit ke mana aja yang penting >> > halal,” terang Diah saat dihubungi Kompas.com, Kamis (18/11/2010). >> > >> > Diah pun langsung melengos pergi. ”Di mata orang DPR, TKW itu enggak >> > ada harganya. Ya, memang beginilah nasib kami, selalu dianggap >> > menyusahkan di negeri sendiri,” katanya. >> > >> > Diah sudah empat tahun bekerja untuk sebuah keluarga di Madinah, Arab >> > Saudi. Ia bersyukur mendapat majikan yang baik. ”Saya cuti pulang >> > kampung selama dua bulan untuk nengok anak. Majikan saya sayang sama >> > saya. Dia malah nangis nganter saya pulang, minta saya cepet balik >> > lagi ke Madinah,” katanya. >> > >> > Mereka pulang duluan >> > >> > Selanjutnya, Minggu sore, seperti diceritakan Agus Safari, mereka >> > mendapat kabar bahwa pesawat akan berangkat pada pukul 01.00 waktu >> > Dubai (Senin, 8/11/2010). Kembali terjadi kegaduhan. >> > >> > ”Tidak mudah mengatur seratusan orang. Para TKW itu tersebar. >> > Pelan-pelan kami mengumpulkan mereka di lobi. Tidak semua dapat >> > terangkut oleh bus yang disediakan. Jadi kami berangkat secara >> > bertahap menuju bandara,” ujar Agus. >> > >> > Saat itu, Agus merasa heran sebab hingga di bandara ia tidak melihat >> > seorang pun rombongan DPR. ”Rupanya mereka sudah pulang duluan naik >> > penerbangan pukul 20.00. Luar biasa tuan-tuan yang terhormat itu, >> > mereka ngeloyor pergi duluan tanpa sedikit pun mengindahkan rakyatnya >> > yang kelabakan ini,” kata dia. >> > >> > Studi banding rumah susun >> > >> > Menurut catatan Kompas.com, anggota DPR yang pergi ke Rusia adalah >> > rombongan Komisi V yang tengah melakukan studi banding terkait RUU >> > Rumah Susun. Selain ke Rusia, Komisi V juga melakukan studi banding >> > yang sama ke Italia. >> > >> > Informasi yang dihimpun Kompas.com, anggota rombongan studi banding >> > rumah susun adalah Yasti Soepredjo Mokoagow dari Fraksi Partai Amanat >> > Nasional (F-PAN), Muhidin Mohamad Said (Fraksi Partai Golkar), >> > Roestanto Wahid (Fraksi Partai Demokrat), Usmawarnie Peter (Fraksi >> > Partai Demokrat), Sutarip Tulis Widodo (Fraksi Partai Demokrat), >> > Zulkifli Anwar (Fraksi Partai Demokrat), Riswan Tony (Fraksi Partai >> > Golkar), Eko Sarjono Putro (Fraksi Partai Golkar), Roem Kono (Fraksi >> > Partai Golkar), Irvansyah (Fraksi PDI-P), Sadarestuwati (Fraksi >> > PDI-P), Chairul Anwar (Fraksi PKS), Ahmad Bakri (Fraksi PAN), Epyardi >> > Asda (Fraksi PPP), Imam Nahrawi (Fraksi PKB), dan Gunadi Ibrahim >> > (Fraksi Partai Gerindra). >> > --ends-- >> > >> > -- >> > Sent from my mobile device >> > >> > -- >> > Berlombalah dalam karya, bersinergi, terapkan kaidah ilmu/teknologi >> serta >> > kasih sayang dan manfaat untuk seisi alam, demi kebahagiaan dunia dan >> akhirat. >> > >> > Info pengelolaan milis Indonesia next better : >> > http://pub.nextbetter.net/files/milist-indonesia-info.txt >> > >
