Kawan2 Anggota Milis Yth,

Mengapa dikatakan "The Future is on Mobile Broadband Wireless"?

Berdasarkan fakta yang ada di Dunia saat ini, ada 5-Milyar Pelanggan Mobile 
Wireless, maka masa depan pertelekomunikasian akan mengarah kepada Wireless 
Mobile Services, dimana banyak pelanggan akan menggunakannya untuk Mobile 
Broadband Wireless Access, karena akan makin banyak digelar jaringan-jaringan 
3G, 3.5G (HSDPA), 3.75G (HSPA). 3.9G (HSPA+) dan kemudian jaringan-jaringan LTE 
 yang termasuk dalam klasifikasi 4G, sebagai kelanjutan evolusi dari jaringan 
GSM 2G dan 2.5G yang awalnya hanya bisa dipakai untuk Telpon, SMS dan data 
berkecepatan rendah (GPRS). Jadi sangat jelas bahwa "The Future is on Mobile 
Broadband Wireless for the Next Billion Subscribers" untuk melengkapi kebutuhan 
telekomunikasi penduduk Dunia sampai ke jumlah 6-Billion.

Roadmap Mobile Wireless tersebut diatas adalah untuk para pengguna GSM yang 
berevolusi melalui kerangka UMTS (Universal Mobile Telecommunications Service) 
dan WCDMA (Wideband CDMA), yang merupakan varian dari Standar 3G ITU IMT-2000 
(International Mobile Telecommunication-2000) yang dikembangkan oleh negara2 
Eropa.

Varian lainnya dari Standar 3G ITU IMT-2000 adalah cdma2000 1x (one carrier), 
1x EV-DV, 1x EV-DO, dan cdma2000 3X (3-carriers) yang dikembangkan oleh negara2 
Amerika Utara, Korea dan Jepang.

Definisi 3G Broadband menurut ITU adalah kecepatan transmisi up to 2 Mbps, 
dengan minimal 384 kbps.

Sejak beberapa tahun terakhir ini dikembangkan pula jenis teknologi CDMA dengan 
sistem modulasi baru, yaitu Scaleable Orthogonal Frequency Division Multiple 
Acces (SOFDMA) dengan sistem antena MIMO (Multiple Input Multiple Output) yang 
dikenal sebagai Standar Mobile WiMAX 802.16e. Perangkat Mobile WiMAX telah 
banyak dioperasikan di AS, Kanada, Korea, Jepang, dan Malaysia. Para operator 
WiMAX menyebutnya sebagai Forth Generation Mobile Technology (4G) sebagai alat 
untuk promosi dagang produk baru mereka, walaupun itu menyimpang dari definisi 
4G menurut ITU, yaitu kecepatan transmisi puncak sebesar 1 Gbps saat diam, dan 
100 Mbps saat bergerak.

Standar-standar layanan 3G dan (4G) itulah yang saat ini mendominasi pasar 
layanan jasa Mobile Wireless Dunia yang jumlahnya sudah mencapai 5 Milyar 
perangkat ponsel. Diperkirakan oleh konsultan OVUM bahwa pada tahun 2015 jumlah 
pelanggan Mobile Broadband Wireless akan mencapai 3,2 Milyar orang atau 4 kali 
(300%) dari total pelanggan Fixed Line Broadband ( DSL/ADSL, Coax Cable, PLC 
dan Serat Optik) yang jumlahnya hanya 780 juta pelanggan. Dari jumlah ini, 
pelanggan yang menggunakan serat optik (FTTH) hanyalah sebanyak 150-juta orang 
saja.

Jadi kesimpulannya, "The Future is on Mobile Broadband Wireless" seperti pada 
judul artikel ini.

Jumlah pelanggan Mobile Broadband Wireless di Indonesia diperkirakan sudah 
mencapai 40 juta orang, dilihat dari hasil penjualan Smartphone di Indonesia 
dan jumlah pengguna Internet menurut BRTI sebanyak 45-juta, sedangkan jumlah 
pelanggan Fixed Wireline Broadband  termasuk Serat Optik FTTH tidak lebih dari 
10%-nya.

Kalau melihat kemajuan Broadband di LN yang bisa menghasilkan pertumbuhan GDP 
1-2% untuk pertumbuhan Broadband 10%, namun mengapa hal ini tidak terjadi di 
Indonesia? Penyebabnya karena Broadband Wireless yang dihasilkannya tidak 
sesuai dengan spesifikasi teknisnya, malah sering kali kecepatan transmisinya 
sangat rendah, lelet, sehinggal membuat jengkel para penggunanya. Hasilnya 
tidak ada innovasi dan kreativitas penggunaan jaringan broadband sebagai 
enabler pertumbuhan perekonomian nasional.

Ini karena para operator harus mengejar setoran pendapatan perusahaan dengan 
mengabaikan mutu layanan. Yang tidak mendukung juga adalah kebjiakan Regulator 
yang tidak memberikan lebar pita yang cukup dan dengan tarif per MHz yang tidak 
terlalu mahal.

Kesalahan operator lainnya adalah tidak tersedianya jaringan Backhaul atau 
Backbone yang cukup untuk menampung jumlah pelanggan dari tiap BTS yang 
maksimal hanya dapat menampung sekitar 100-200 pelangan per BTS. Jumlah BTS-pun 
harus ditambah, sesuai pertumbuhan jumlah pelanggan Seluler yang saat ini sudah 
mencapai 160-juta pelanggan, tanpa penambahan jumlah BTS secara significant.

Jaringan Serat Optik, FTTN, dalam hal ini bisa dimanfaatkan sebagai Backhaul 
atau Backbone, bukan sebagai FTTH, karena biayanya masih akan sangat mahal.

Silahkan ditanggapi demi kemajuan bangsa dan negara dan dalam rangka 
menyongsong WiMAX Forum Indonesia hari Jumat, siang, 26 Nov 2010.

Wassalam,
S Roestam
http://wirelesstekno.blogspot.com

Kirim email ke