Betul, karena saat ini yang duduk di pemerintahan sangat pro sekali dan memanjakan pegawai negeri dimana mereka sangat suka produk import. Juga anak bangsa di negeri ini semuanya maunya jadi pegawai negeri karena sangat dimanjakan. Hal ini sangat mematikan kreativitas juga jiwa wiraswasta. Pemerintah juga tak mendukung produk dalam negeri. Sehingga membuat takut dan ragu para wiraswastawan Indonesia. Juga di Indonesia yang namanya wiraswasta adalah sebenarnya kebanyakan hanyalah importir. Dalam setiap tender juga tak mementingkan local content. Dan masih banyak lagi. Jadi tak membuat para anak bangsa kita berani mandiri. Anak bangsa kita juga kebanyakan hidup jadi calo. ----- Original Message ----- From: Adi Indrayanto To: [email protected] Sent: Thursday, December 23, 2010 7:55 PM Subject: [indonesia] Inovasi dan Industri Harus Sejalan
Inovasi dan Industri Harus Sejalan http://cetak.kompas.com/read/2010/12/23/04123680/inovasi.dan.industri.harus.sejalan Kamis, 23 Desember 2010 | 04:12 WIB Jakarta, Kompas - Salah satu syarat agar inovasi bisa terus berkembang adalah kuatnya industri manufaktur yang digerakkan pasar dalam negeri. Karena itu, industri manufaktur Tanah Air perlu segera mendapat perhatian pemerintah, tanpa membedakan skala industri atau pemiliknya. Mantan Presiden Bacharuddin Jusuf Habibie saat memberikan pidato utama dalam penganugerahan Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Award 2010 di Jakarta, Rabu (22/12), mengatakan, hampir semua pusat perbelanjaan di Indonesia dipenuhi barang-barang luar negeri. Hal itu berarti rakyat Indonesia harus membayar ongkos pekerja luar negeri untuk memenuhi kebutuhan mereka sehari-hari...cut... Insinyur Indonesia Peningkatan daya saing industri manufaktur harus ditopang oleh kualitas sumber daya manusia yang memadai. Namun, hal ini masih sulit karena hanya ada 16.435 insinyur per Mei 2010 dari 237 juta rakyat Indonesia atau 0,006 persen. ...dst
