Kawan2 Anggota Milis Yth,
Gerakan Pro-Demokrasi pertama melanda Tunisia secara tiba-tiba, dipicu oleh kondisi perekonomian dan kebebasan yang serba dikekang oleh Pemerintahan Otoriter Presiden Zine el-Abidine Ben Ali, yang dengan cepat menyerah kepada kekuatan demokrasi dan meninggalkan negerinya. Dalam waktu satu minggu, gerakan Pro-Demokrasi merambah ke Mesir yang dipicu oleh masalah yang sama, yaitu kurangnya kesejahteraan rakyat, tingginya jumlah anak-anak muda yang menganggur, serta kebebasan berbicara yang sudah puluhan tahun dikekang oleh Pemerintahan otoriter Presiden Hosni Mubarak yang berkuasa selama 30-tahun. Resistensi dari Rezim Mubarak sangat kuat, mulai dari para polisi anti huru-hara yang bertindak kasar, para anggota keamanan dan pendukung Mubarak yang menyerang para Demonstran yang tak bersenjata, dan akhirnya retorika pidato Mubarak yang bertujuan untuk memecah-belah oposisi dan mengulur-ulur waktu agar tetap dapat berkuasa. Setelah demonstrasi besar-besaran berjalan 18-hari diseluruh kota-kota besar Mesir dan kegigiah para demonstran untuk bertahan di Lapangan Tahrir, dan ancaman pengepungan Istana Presiden, maka akhirnya Presiden Mubarak menyerah terhadap tuntutan utama para demonstran, yaitu menyerahkan kekuasaannya ke Dewan Tertinggi AB Mesir. Saat ini Mesir dipimpin oleh Dewan Tertinggi AB Mesir, yang para pimpinannya adalah orang-orang yang sangat setia kepada Mubarak. Oleh karena itu para pendukung Gerakan Pro-Demokrasi harus tetap awas dan waspada, jangan sampai janji-janji untuk perubahan konstitusi, pencabutan UU Darurat Keamanan, dan penyelenggaraan Pemilu tidak ditepati oleh dewan. Gerakan ProDemokrasi yang didukung oleh masyarakat Dunia akan terus mengawasi langkah-langkah nyata dari Dewan Tertinggi AB Mesir itu, agar mereka tidak ingkar janji. Revolusi di Mesir itu yang didorong oleh Gerakan Pro-Demokrasi sekarang memberikan inspirasi kepada negara-negara tetangganya yang masih dalam cengkeraman Pemerintahan Otoriter, yaitu Algeria, Siria, Arab Saudi, Yordania dan Yemen. Rakyat di kota-kota besar Timur Tengah ikut merayakan kemenangan Gerakan Pro-Demokrasi Mesir ini secara meriah. Mereka akan mulai berfikir dan merencanakan gerakan Pro-Demokrasi di negeri mereka masing, tinggal tunggu saatnya yang tepat untuk dimulai. Gerakan ini dimudahkan oleh lancarnya jaringan Internet, yang sukses dimanfaatkan oleh para pemuda-pemudi Mesir pendukung utama Gerakan Pro-Demokrasi. Kita tunggu saja tanggal mainnya..... Silahkan ditanggapi dan semoga bermanfaat. Wassalam, S Roestam http://presidenku.com
